Jumat, 21 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Labsky


(+) dan (-)

            Saya baru bersekolah di Labschool Kebayoran selama kurang lebih 1 tahun 2 bulan. Saya belum bisa menyimpulkan apa saja plus minus yang dimiliki oleh SMA ini. Maka dari itu,  dengan mengerjakan tugas ini, saya bisa mengetahui apa saja kesan alumni-alumni yang telah lulus tentang SMA Labschool Kebayoran. Saya telah mewawancarai 5 orang alumni untuk mengetahui plus minus yang dialami mereka selama sekolah di SMA Labsky.
            Alumni-alumni yang telah saya wawancarai yaitu adalah Kak Rio, Kak Andika, dan Kak Nurul dari angkatan Saptraka, serta Kak Bentley dan Kak Gati dari angkatan Hastara. Berikut adalah hasil wawancara.

1.     Satrio Irawan
                   Kak Satrio Irawan yang biasanya dipanggil Kak Rio adalah alumni SMA Labsky dari angkatan Saptraka. Kak Rio adalah mahasiswa Institut Teknologi Bandung jurusan teknik geofisika. Saat SMA di Labschool, Kak Rio termasuk pengurus OSIS tahun 2007-2008 sebagai koordinator Seksi Rohani.
            Menurut kak Rio, banyak sekali kelebihan dari SMA Labschool. Kelebihan dari SMA Labschool salah satunya yaitu guru yang berpartisipasi aktif dan cukup bersahabat dengan murid-muridnya. Ia menceritakan bahwa dulu ia sering main futsal bareng Pak Eri dan Pak Subhan semasa di Labschool. Selain itu, fasilitas SMA Labschool sangat baik, lapangan bola cukup terawat, tanaman juga setiap hari disiram. Kegiatan SMA Labschool berbeda dengan SMA lain, seperti Trip Observasi, Lalinju, Bintama. Menurutnya Bintama perlu dilanjutkan mengingat kegiatan ini seperti wajib militer, sehingga dengan kegiatan ini kita yang notabene sebagai warga sipil paham kehidupan keras militer yang selalu "bergerak dengan perintah". Selain itu, plus dari Labschool lainnya yaitu kegiatan lari paginya. Dan ia merasakan bahwa itu sangat bermanfaat bagi kesehatan fisiknya. Dan mengakui tidak bisa menemukan waktu rutin lari pagi setiap minggu sekarang saat kuliah. Hal lain yang membuat Labschool baik yaitu juga Labschool memiliki banyak kegiatan ekstrakulikuler, tidak lupa kegiatan OSIS yang berbagai macam. Baginya, belajar membuat acara, mengenal karakter tiap orang dalam organisasi. juga mengatur waktu antara kegiatan akademik dan non-akademik sangat dibutuhkan di diri kita sebagai pelajar.
            Selain kelebihan-kelebihan tersebut, menurut Kak Rio juga terdapat minus dari SMA Labsky. Kelemahan dari SMA Labschool menurutnya, banyak acara OSIS dan kegiatan Labschool yang tidak ada evaluasi bersama. Memang ada MPK sebagai evaluator, namun menurutnya rasa kinerjanya belum signifikan. Selain itu, menurut kak Rio manfaat dari Trip Observasi kurang karena pada saat tahunnya menjalankan TO hanya sekedar ngerjain adik kelas. Dari segi akademis, tugasnya memang banyak. Selain itu, menurutnya banyak murid-murid yang tidak menaruh hormat dan moralnya kurang kepada gurunya dan juga menurutnya murid Labschool kurang berintegritas tinggi. Ketika guru mengajar, sering murid Labschool di luar kelas, main laptop/kartu di kelas, bahkan cabut. Ia pun memberi saran agar hal ini perlu diubah, karena nanti di kuliah tidak akan ada yang negur kita apabila kita dulu pernah bolos, menyakitkan hati dosen, melanggar aturan, tiba-tiba keluar nilai E di indeks. Saran juga dari Kak Rio bahwa saat kuliah yang terpenting adalah cara belajar dari kita.
            Dari angkatan Kak Rio, terdapat dua acara besar yang memang sampai saat ini masih kita selenggarakan, yaituSky Avenue dan Sky Battle. Tiap angkatan wajib mensukseskan keuda acara ini, karena ga mau kalah sama angkatan atas. Pola pikir seperti itu selalu ada di setiap benak anak SMA Jakarta. Menurut Kak Rio, kedua acara ini tidak hanya membuat kelimpungan anak-anak untuk mencari dana, tapi juga waktu dan perhatian mereka tersita untuk hal ini. Saran dari Kak Rio yaitu lebih baik kedua sky ini digilir satu kali kepengurusan OSIS. Misalnya Sky Battle OSIS angkatan 12, Sky Ave OSIS angkatan 13. Karena menurutnya, Labchool kurang merampingkan acara dengan budget besar.
Bedasarkan pengalamannya di ITB, orientasinya tidak seperti di SMA. DI ITB terdapat acara Pengabdian Masyarakat yang merupakan bentuk bakti kita sebagai pelajar agar lebih berguna bagi masyarakat luas. Acaranya itu seperti pengobatan gratis, mitigasi bencana dan sebagainya. Menurut Kak Rio, Labschool kurang mengadakan acara seperti Pengabdian Masyarakat.
            Kak Rio sebagai pengurus OSIS Rohani, berpendapat bahwa Rohis Labschool kurang berkembang. Hal ini karena minimnya peminat rohis dan pembina kurang aktif. Dan menurutnya, Labschool kurang memperhatikan kegiatan rohani siswa seperti rohis labschool.
ki-ka: Kak Andika, Saya dan Kak Rio

2.     Andika Prasetiadi
            Kak Andika Prasetiadi yang biasa dipanggil Kak Andika, adalah alumni SMA Labschool Kebayoran angkatan Saptraka. Sekarang ia merupakan mahasiswa Institut Teknologi Bandung jurusan teknik kimia. Sama seperti kak Rio, ia juga menjabat sebagai pengurus OSIS tahun 2007-2008 sebagai seksi Rohani.
            Menurut kak Andika, plus dari Labschool salah satunya adalah kegiatan-kegiatan yang bagus dan dampak sangat bermanfaat seperti lari pagi, Bintama, Trip Observasi. Dengan mengikuti kegiatan tersebut, Kak Andika merasa bisa menambah sedikit pengalaman tentang latihan militer. Karena ia merupakan salah satu pengurus OSIS, menurutnya kegiatan-kegiatan OSIS berpengaruh terhadap dirinya sekarang apabila sedang melaksanakan suatu acara sudah lebih terbiasa karena sudah berpengalaman organisasi. Dari sisi fasilitas, menurut kak Andika fasilitas di SMA Labsky terawat dan bersih, kantinnya juga bersih. Selain itu juga guru-gurunya baik dan perhatian dan bisa diajak bersosialisasi dan bercanda dengan murid-muridnya.  Selain itu juga menurut kak Andika, tugas banyak yang diberikan oleh Labschool merupakan nilai plus. Dengan tugas yang banyak tersebut adalah latihan agar bisa me-manage waktu, karena nanti di kuliah juga tugasnya banyak.
            Minus dari SMA Labsky menurutnya yaitu acara-acara besar yang dijadikan proker OSIS seperti SkyBattle dan SkyAvenue terlalu banyak menghabiskan uang. Minus dari segi fasilitas juga ada, seperti beberapa loker yang rusak. Lalu terkadang terdapat guru-guru yang kelihatannya malas-malasan dalam mengajarnya.
            Saya merasakan akademis di Labschool lebih sulit dibandingkan sekolah lain. Tetapi menurut kak Andika, di universitas akan terasa sama saja dan tidak ada bedanya antara Labschool dan sekolah lainnya.
           
3.     Nurul Prameswari   
            Kak Nurul Prameswari atau sering dipanggil Kak Nurul merupakan alumni angkatan Saptraka. Kak Nurul merupakan mahasiswi Universitas Indonesia jurusan Hukum.  Ia merupakan anggota pengurus OSIS tahun 2007-2008 sebagai Seksi Bela Negara.
Saya dan Kak Nurul
            Bagi Kak Nurul, banyak plus dan juga banyak minus dari sekolah di Labschool Kebayoran. Kekurangan-kekurangan yang dimiliki oleh SMA Labsky salah satunya dari fasilitas, seperti toiletnya yang kurang bersih. Selain itu, menurutnya dengan fasilitas yang sudah dibayar untuk digunakan kurang memuaskan. Selain toiletnya, kebersihan kantin yang kurang diperhatikan. Fasilitas yang kurang memadai lainnya yaitu wifi yang tidak bisa digunakan dan juga parkiran yang sempit dan sedikit. Selain dari segi fasilitas, menurutnya terkadang kegiatan Labschool tidak terorganisir tanggalnya dengan baik. Maksudnya, terkadang kegiatannya terlalu menumpuk disuatu waktu dan setelah itu tidak ada kegiatan lainnya.
            Nilai plusnya, banyak kegiatan-kegiatan positif yang diadakan. Dan menurutnya, kegiatan-kegiatan tersebut sangatlah berguna bagi kehidupan sekarangnya. Selain itu, sekolah di labsky membuat sibuk para muridnya dan bagi kak Nurul ini merupakan hal yang positif, karena membuatnya bisa manajemen. Dengan kesibukan yang dihadapi, membuat Kak Nurul menjadi terbiasa dengan kerjaan yang menumpuk. dan terbiasa juga mengatasi stress Lalu tidak hanya itu, ia mengakui bahwa ia juga jadi lebih bisa me-manage waktu. Sehingga saat masuk kuliah jadi terbiasa dengan tugas yang banyak dan juga kepanitiaan.
            Lingkungan sekolah di Labschool juga kondusif dan mendukung bagi para muridnya untuk meningkatkan kreatifitas diri. Menurutnya, dengan sekolah di Labschool, karakter juga terbina dengan baik. Banyak bakat-bakat yang terasah setelah sekolah di Labsky.
            "Sebaik-baiknya kalian cari temen, paling baik anak Labschool" kata Kak Nurul saat selesai Skylite. Ia juga mengatakan bahwa teman-temannya yang lulusan Labschool sangat mudah untuk diajak bekerjasama dalam dunia kerja.

4.     Kak Bentley Addisajjana dan Kak Gati Setyorini
(Saya berdiri kedua dari kanan)
            Saya mewawancarai kak Bentley Addisajjana dan kak Gati Setyorini pada waktu yang bersamaan, bersama dengan kelas saya, XI IPA 2. Mereka adalah alumni SMA Labsky angkatan Hastara. Kedua alumni ini, merupakan mahasiswa-mahasiswi Asia Pacific University (APU) di Jepang. Saat itu, mereka diundang oleh Pak Herman untuk menjelaskan bagaimana cara agar mendapat beasiswa sekolah di Jepang. Sayangnya, kami sekelas hanya mendapat informasi singkat tentang plus minus Labschool.
            Menurut mereka, plus dari Labschool yaitu membuat mereka menjadi biasa dalam berorganisasi. Selain itu, dari tugas pembuatan kartul yang mereka dapatkan di kelas 12, membuat mereka menjadi terbiasa untuk menuliskan karya tulis. Minus dari Labschool menurut mereka yaitu salah satunya, guru gabut. Selain itu, dari segi fasilitas yaitu bunyi bel yang aneh dan toilet yang bau dan kadang tidak terawat.

            Dari pendapat para Alumni yang telah saya wawancarai, saya bisa mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan dari Labschool Kebayoran secara jelas. Mungkin saat ini saya hanya bisa menyimpulkan bahwa Labschool Kebayoran terasa lebih berat dibandingkan dengan SMA lain dimana teman-teman saya dari luar Labschool bersekolah. Mulai dari akademiknya dan juga kegiatan yang sangat bermacam-macam dan sangat unik, bahkan tidak mungkin ada di sekolah lainnya. Tetapi dari pengalaman-pengalaman unik yang telah saya lewati, memang kegiatan Labschool bermanfaat dan teman-teman saya yang non-Labschool tidak bisa mendapat ilmunya.
            Saran-saran yang telah disampaikan oleh para kakak-kakak alumni juga akan sangat berguna untuk saya selama saya sekolah di Labschool dan setelah saya di Labschool. Saya juga bisa menyimpulkan bahwa walaupun terdapat minus-minus dari Labsky seperti yang disebutkan oleh para Alumni dan juga sekarang saya rasakan, Labschool telah meraih prestasi yang baik, Buktinya lulusan-lulusan Labsky yang saya wawancarai, adalah mahasiswa-mahasiswa dari perguruan tinggi yang terkenal bagus.
            Dari pengalaman dari kakak-kakak, saya percaya akan pribahasa "Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian". Karena seperti yang dirasakan oleh kakak-kakak alumni, Labschool memang berat pelajarannya dan memang banyak kegiatannya yang membuat kita sibuk. Tetapi semua itu bisa diambil hikmah dan manfaatnya di masa yang akan datang seperti yang dialami oleh semua kakak alumni yang telah saya wawancarai. Semoga saya bisa mencapai sukses setelah sekolah di Labschool dan saya juga berdoa supaya kelima kakak alumni yang telah saya wawancarai juga bisa meraih sukses selalu. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar