Rabu, 19 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Labsky


"Pengalaman adalah Guru yang Paling Berharga"

Hampir 12 tahun sudah Labschool Kebayoran bediri di Jalan KH. Ahmad Dahlan no. 14. Gedung SMP dan SMA yang tersambung kian lama meninggi di beberapa titik. Pembangunan di sana sini dilakukan demi berlangsungnya pembelajaran di dalam ruang kelas yang nyaman. Hampir selama 12 tahun pula guru-guru SMA Labschool Kebayoran berjuang untuk mengajar agar menghasilkan murid calon pemimpin masa depan yang bertaqwa, berintegritas tinggi, berdaya juang yang kuat, berkepribadian yang utuh, berbudi pekerti yang luhur, mandiri, dan beintelektual yang tinggi.

Selama berkiprah dalam dunia pendidikan, SMA Labschool Kebayoran atau yang disingkat menjadi Labsky telah meluluskan 9 angkatan sejauh ini. Dan sudah tidak diragukan lagi seluruh alumninya telah tersebar ke berbagai penjuru Indonesia bahkan tak jarang ditemukan sedang menempuh jenjang kuliah sampai ke luar negri. Dalam negri ataupun luar negri, sudah bekerja ataupun masih berkuliah, alumni Labsky selalu menebarkan prestasi yang membanggakan saat masih bersekolah di SMA Labschool Kebayoran maupun setelah lulus. Tak henti-hentinya benih-benih unggul terus mencuat dari SMA Labschool Kebayoran. Dapat dilihat pula dari hasil wawancara dengan para alumni sebagai berikut:

1.     Faris Naufal


Faris Naufal atau yang lebih akrab disapa Ais adalah lulusan SMA Labschool Kebayoran tahun 2009. Beliau selama di SMA Labschool Kebayoran menempuh jenjang pendidikan pada jurusan IPS. Selama Bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, Kak Ais dikenal sangat pendiam diantara teman-temannya, tapi bukan berarti beliau tidak aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh SMA LAbschool Kebayoran. Kak Ais mengikuti seluruh kegiatan dari mulai MOS, Pilar, TO, Studi Lapangan, Bintama, Lapinsi, TPO sampai kegiatan-kegiatan non-akademis seperti Skylite, SkyAvenue dan SkyBattle.  Kegiatan-kegiatan ini memberikan hal-hal baru dan pengalaman-pengalaman berharga yang belum pernah didapatkan ketika di SMP dulu, karena Kak Ais semasa SMP bersekolah di SMPN 11 Jakarta.

Saat pertama kali masuk sekolah, Kak Ais tidak perlu bersusah-susah untuk mencari teman, karena Kak Ais termasuk orang yang mudah bergaul dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Hal ini dapat dilihat dengan menjabatnya Kak Ais sebagai MPK kelas 10 komisi Rohani. Kak Ais aktif dalam tugas-tugas MPK-nya saat kelas 10 dan tidak meninggalkan tugas-tugas sekolah yang tidak kalah pentingnya. Kak Ais juga tidak pernah absen dari kegiatan-kegiatan sekolah. Sebisa mungkin Kak Ais mengoptimalkan diri dalam kegiatan-kegiatan sekolah.

Saat naik ke kelas 11 nilai Kak Ais sangatlah memuaskan hingga cukup untuk masuk ke jurusan IPA, namun Kak Ais lebih memilih untuk masuk ke jurusan IPS karena kelak ia ingin mengambil kuliah dari jurusan IPS. Tak berhenti disitu saja, Kak Ais juga ikut menjabat sebagai OSIS dan terus memberikan kontribusi bagi kegiatan-kegiatan yang ada di SMA Labschool Kebayoran. Kak Ais tapi lagi-lagi tidak melupakan akademiknya dengan membuktikan bahwa ia mampu berorganisasi sambil menghasilkan nilai-nilai yang baik.

Sekarang setelah tiga tahun belajar dan berkreasi di SMA Labschool Kebayoran, Kak Ais mampu membuktikan kemampuannya dengan berhasil masuk ke salah satu universitas unggulan di bandung yaitu ITB (Institut Teknologi Bandung) dalam Fakultas Seni Rupa dan Design. Kak Ais mengambil jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual) dan kini tengah menempuh tahun ke-3-nya di Bandung. Selama bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, Kak Ais merasakan bahwa hal yang terpenting dalam bersekolah tidak hanya untuk belajar secara akademik tapi dibutuhkan juga skill untuk bersosialisasi, negosiasi, dan tentunya berorganisasi dengan teman-teman yang ada di sekitar. Kak Ais mengatakan bahwa kegiatan yang paling bermakna adalah saat-saat dimana ia dapat memberikan kontribusinya saat  men-design untuk acara-acara yang ada di SMA Labschool Kebayoran. Seperti poster, kaos panitia, tiket masuk, booklet, pamflet, untuk SkyAvenue, Skylite, dan SkyBattle. Namun Kak Ais berpendapat bahwa ada salah satu kegiatan yang kurang terpakai hingga kini saat ia sudah berkuliah, yaitu adalah BINTAMA. Tapi pengalaman yang bersama teman yang telah dilalui menjadi salah satu nilai tambah lainnya dalam kehidupan Kak Ais.


2.     Afifah Azizah

Baru satu tahun lulus dari SMA Labschool Kebayoran, Afifah Azizah atau lebih dikenal dengan panggilan Kak Afi langsung mendapat tawaran beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Qatar University, Doha, Qatar dalam jurusan CBE atau College of Business and Economy. Pengalaman belajar selama 3 tahun di SMA Labschool Kebayoran ternyata tidak hanya sekedar memberikan pengalaman berorganisasi namun juga membuka peluang yang selebar-lebarnya untuk menempuh jenjang pendidikan selanjutnya.

Hal ini Kak Afi sampaikan dengan berbangga hati karena ia mengetahui program beasiswa ini dari salah satu temannya saat berkenalan di Turki. Dulu waktu Kak Afi kelas 10, Kak Afi mengikuti program misi budaya ke Turki selama 3 minggu. Kesempatan itu tentunya Kak Afi manfaatkan untuk menngambil pengalaman sebanyak-banyaknya. Saat Kak Afi sedang melakukan misi budaya, Kak Afi berkenalan dengan banyak teman baru dari berbagai penjuru dunia dan terus menjalin hubungan walaupun hanya sekedar memberikan kabar. Selama berada di Turki dan beberapa negara Eropa lainnya, Kak Afi belajar untuk menjadi anak yang lebih mandiri. Dengan tidak adanya orang tua yang menemani, Kak Afi berusaha sebisa mungkin untuk mengurus diri sendiri tanpa menyusahkan orang lain. Kak Afi juga belajar untuk mengatur uang yang telah diberikan orang tua, agar nantinya tidak kekurangan saat berada di negri orang. Kak Afi mengaku bahwa misi budaya sangat melatih dirinya untuk menjadi orang yang bisa lebih menghargai uang dan lebih memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi hingga Kak Afi kini bisa lebih percaya diri saat meninggalkan Indonesia untuk menimba ilmu di Qatar. Selain itu saat di Turki Kak Afi juga belajar untuk lebih meperdulikan sekitar. Kak Afi lebih berhati-hati dalam menjaga barang-barang sendiri, karena sudah tidak ada orang tua yang terus menerus mengingatkan. Kak Afi juga lebih perduli akan teman-teman sekitarnya, sifat tenggang rasa dan gotong raya begitu kental diantara teman-teman sesama ambassador untuk misi budaya.

Namun Kak Afi merasa bahwa kegiatan-kegiatan lain kurang memberikan dampak bagi kehidupannya sekarang saat berkuliah. Bukan berarti kegiatan-kegiatan seperti TO dan Bintama tidak penting, namun seharusnya tujuan dari TO dan Bintama haruslah lebih jelas sehingga bisa mendapatkan hasil dan manfaat yang lebih maksimal lagi kepada anak muridnya. Kak Afi juga merasa bahwa acara besar seperti SkyAvenue sudah kehilangan nilai esensi dalam penyelenggaraannya. Kak Afi berpendapat bahwa SkyAvenue hanya menjadi gengsi bagi murid SMA Labschool Kebayoran yang harus dipenuhi setiap tahunnya. Tapi Kak Afi menilai kalau Skylite menjadi salah satu acara SMA Labschool Kebayoran yang sangat baik dan cocok dalam mengasah kreatifitas murid-murid SMA Labschool Kebayoran.


3.     Fadhil Andzar

Baru saja kakak dari Fadhil Andzar, Kak Afi pergi ke Qatar untuk melanjutkan studi ke Qatar University, kini giliran Kak Fadhil, alumni SMA Labschool Kebayoran , yang pergi sementara untuk melanjutkan studinya ke Singapura. Kak Fadhil memang awalnya tidak berniat untuk melanjutkan kuliah di luar negri. Namun setelah mengikuti beberapa olimpiade semasa SMA di SMA Labschool Kebayoran, Kak Fadhil jadi lebih sering ke luar negri dan mengenal negara Singapura lebih baik. Lalu saat mendapatkan kesempatan untuk menempuh jenjang ke luar negri, Kak Fadhil tidak berpikir dua kali dan langsung menyesuaikan diri dengan negara Singapura.

Kak Fadhil banyak mendapatkan tantangan baru dikehidupannya sebagai mahasiswa tahun pertama di negri orang. Kak Fadhil merasa ada beberapa hal yang sudah menjadi hal yang biasa untuknya, seperti memasak sendiri, dan setidaknya membersihkan apartemen tempat kini ia tinggal. Kak Fadhil mengaku bahwa dia mendapatkan pengalaman ini pertama kali saat mengikuti kegiatan TO atau Trip Observasi. Saat kurang lebih selama satu minggu berada jauh dari peradaban dan teknologi, Kak Fadhil menemui tantangan yang baru. Mulai dari tinggal di rumah orang, Kak Fadhil belajar untuk menghormati orang tua dan penghuni rumah lainnya. Kak Fadhil berusaha untuk berkomunikasi dengan keluarga yang di tempati rumahnya saat TO dan mencoba mengerti perbedaan-perbedaan yang ada antara kehidupan di kota dan di desa. Kak Fadhil juga belajar untuk mandiri dan tidak menyusahkan orang rumah dengan memasak untuk diri sendiri dan teman-teman sekelompok yang lainnya. Kini Kak Fadhil setidaknya bisa memasak makanan yang cukup mengenyangkan untuk teman sekamarnya di apartemen tempat ia tinggal. Kak Fadhil juga mendapatkan teman sekamar yang berasal dari Singapura, namun Kak Fadhil tidak merasakan kesulitan dalam beradaptasi karena Kak Fadhil telah belajar toleransi dan persamaan sebagai sesame belajar. Kadang-kadang Kak Fadhil bergantian untuk memasak dengan teman sekamarnya, atau kadang-kadang menyempatkan diri untuk membeli makan di luar. Selain itu, Kak Fadhil juga merasa bahwa kegiatan Bintama memberikan pelajaran yang berharga lainnya. Menurut Kak Fadhil, orang-orang di Singapura sangatlah disiplin akan segala hal, dan Kak Fadhil telah mendapatkan pengalaman agar menjadi lebih disiplin saat mengikuti kegiatan Bintama.



Dari semua pengalaman yang pernah Kak Ais, Kak Afi, dan Kak Fadhil dapatkan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan TO menjadi salah satu kegiatan yang terpenting bagi diri mereka saat sudah lulus dari SMA Labschool Kebayoran. Selain mendapatkan pengalaman untuk tinggal di rumah orang lain, TO juga memberikan pelajaran untuk menjadi anak yang lebih mandiri dan berusaha untuk selalu menjaga sopan santun dimanapun. Acara-acara seperti Skylite dan SkyAvenue juga memberikan pelajaran dalam berorganisasi yang memudahkan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. Semoga kedepannya kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh SMA Labschool Kebayoran bisa lebih baik lagi.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar