Jumat, 28 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Labsky

Kelebihan Kekurangan Labsky


Latar Belakang Labschool

Nama Labschool yang melekat pada segenap institusi yang bernaung di bawah yayasan Pembina universitas negeri Jakarta (dulu IKIP Jakarta) memiliki makna sejarah didalamnya. Labschool sebuah nama sekolah yang telah hadir, berprestasi, dan mengisi lembaran sejarah pendidikan Indonesia.

Bermula dari sekolah Teladan yang didirikan tahun 1968, sebuah sekolah yang dimaksudkan sebagai sekolah laboratorium IKIP Jakarta. Sekolah ini digunakan untuk praktik mengajar, penelitian pendidikan, dan inovasi pendidikan.

Pada tahun 1972 misi Laboratory School telah dianggap selesai. Sebagai gantinya, sekolah ini berganti nama Proyek TPK (Comprehensive School). Sekolah ini mengemban tugas sebagai Tempat Pembinaan Keterampilan (Proyek TPK) dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Proyek TPK bertujuan untuk mencobakan ide-ide baru dalam bidang pendidikan.

Comprehensive School atau Proyek TPK ternyata tak berlangsung lama. Pada tahun 1974, sekolah telah memiliki nama dan fungsi yang baru. Di tahun tersebut, sekolah ini dikenal sebagai sekolah PPSP ( Proyek Perintis Sekolah Pembangunan). Proyek ini bertujuan untuk menguji coba ide-ide dalam pendidikan guna memberi masukan bagi pembaharuan pendidikan nasional.

Sekolah PPSP berlangsung selama dua belas tahun. Tahun 1986 proyek ini berakhir. Dengan berakhirnya proyek tersebut, maka berganti pula nama sekolah-sekolah yang dibawah naungan IKIP Jakarta ini. SD, SMP, dan SMA eks PPSP IKIP Jakarta berganti nama menjadi SD Negeri Komplek IKIP Jakarta, SMP Negeri 236, dan SMA Negeri 81. Adapun TK-nya masih tetap berstatus swasta dengan nama TK IKIP Jakarta.

seiring perluasan mandat dan bergantinya nama IKIP Jakarta menjadi Universitas Negeri Jakarta, maka TK, SLTP, dan SMA IKIP Jakarta tahun 1999 berganti nama menjadi TK, SLTP, dan SMA Labschool Jakarta.

Dari paparan kronologis perjalanan sekolah-sekolah yang berlokasi di komplek Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rawamangun Jakarta timur di atas, menunjukkan bahwa TK, SLTP, dan SMA Labschool Jakarta bukanlah sekolah yang sama sekali baru, melainkan kelanjutan dari sekolah-sekolah yang telah mempunyai akar tradisi selama lebih dari 36 tahun dengan reputasi yang baik dan membanggakan.

SMA Labschool dikelola dan dibina oleh pakar serta praktisi pendidikan yang berpengalaman dan berprestasi, didukung oleh tanaga pengajarberkualifikasi S1, S2 yang memiliki kesesuaian bidang keahlian dengan mata pelajaran yang dibinanya.

Seentara memenuhi keutuhan dalam mendidik para siswa, tenaga pengajar di SMA Labschool kebayoran dipersyaratkan memiliki prestasi akademis, wawasan keagamaan dan pengalaman berorganisasi yang baik.



Labschool Kebayoran Baru

SMA Labschool Kebayoran adalah sebuah SMA di Jakarta Selatan. Labschool Kebayoran merupakan cabang dari SMA Labschool Jakarta yang bertempat di Rawamangun dan berada dibawah Yayasan Pembina-Universitas Negeri Jakarta (YP-UNJ). Sekolah ini menempati lahan bersama dengan SMP Labschool Kebayoran.

Sekolah ini berdiri pada tahun 2001 dan menempati bekas gedung SGO (Sekolah Guru Olahraga). Pendirian sekolah ini didasarkan pada peminat SMA Labschool Jakarta yang cukup banyak berdomisili di sekitar Jakarta Selatan, untuk memudahkan mereka, maka dibangunlah sekolah ini pada tahun 2001.

Di Labsky (labschool Kebayoran Baru) ini pada tahun 2001, 2002, dan 2003 menggunakan kurikulum '94, pada tahun 2004 dan 2005 menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan pada tahun 2006 sampai dengan sekarang menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Perubahan kurikulum ini dilakukan berdasarakan ketetapan Depdiknas. Berdasarkan kurikulum tersebut kelas 1, 2, dan 3 di rubah menjadi kelas X, XI, dan XII, serta memakai sistem moving class.

SMA Labschool Kebayoran memiliki sebuah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang secara rutin dilantik pada tanggal 17 Agustus tiap tahunnya bersamaan dengan pelantikan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) serta Ekskul Pecinta Alam (Palabsky). OSIS di SMA Labschool Kebayoran merupakan wadah yang disediakan oleh sekolah untuk menampung minat siswanya dalam berorganisasi. Tiap tahunnya OSIS SMA Labschool Kebayoran berhasil mengadakan acara-acara besar seperti Sky Battle (Turnamen olahraga antar SMA di Jabodetabek), Jakarta in Global (Lomba-lomba ilmiah serta bahasa inggris), hingga acara terbesarnya yaitu Sky Avenue (Pentas Seni Siswa).

Akselerasi Penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan di Indonesia selama ini lebih banyak bersifat klasikal-massal, yaitu berorientasi pada kuantitas untuk dapat melayani sebanyak-banyaknya jumlah siswa. Kelemahan yang tampak adalah belum terakomodasikannya kebutuhan individual siswa di luar kelompok siswa normal. Oleh karenanya potensi siswa tidak dapat disalurkan atau berkembang secara optimal.

Atas dasar pemikiran tersebut, maka 3 (tiga) sekolah swasta di Jakarta mulai tahun pelajaran 1998/1999 merintis pelayanan belajar bagi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa dalam bentuk program percepatan belajar (akselerasi), yang mendapat arahan dari Dirjen Dikdasmen. Selanjutnya tahun 2000 pemerintah mencanangkan 11 sekolah di Jakarta sebagai penyelenggara ujicoba program percepatan belajar, dan tahun 2001 ujicoba program tersebut didiseminasikan ke beberapa sekolah di ibukota propinsi, termasuk SMA Labschool Kebayoran yang baru saja berdiri.

Program Percepatan Belajar adalah salah satu program layanan pendidikan khusus bagi peserta didik yang oleh guru telah diidentifikasi memiliki prestasi sangat memuaskan, dan oleh psikolog telah diidentifikasi memiliki kemampuan intelektual umum pada taraf cerdas, memiliki kreativitas dan keterikatan terhadap tugas di atas rata-rata, untuk dapat menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar mereka.


Adapun ekstrakurikuler yang terdapat di SMA Labschool Kebayoran sangat beragam mulai dari bidang olahraga: Basket, Futsal, Sepak Bola, Rugby, Bulu Tangkis, Pecinta Alam (Palabsky) bidang seni dan keterampilan: tari tradisional, Modern Dance, Kuliner, dan lain-lain.

Komunitas yang ada di SMA Labschool Kebayoran juga beragam: LAMURU (Klub Perkusi), Komunitas Bikers, Paskibra, dan sebagainya.


Fasilitas yang tersedia di Labsky:

· Laboratorium IPA

terdiri atas laboratorium fisika, biologi, dan kimia, yang memungkinkan para siswa dapat melaksanakan praktikum di saat pembelajaran maupun di luar pembelajaran.

· Laboratorium bahasa

Ruang ini dilengkapi dengan beragam perangkat elektronik seperti: elmorenik, televisi, video, dan perangkat radio kaset.

· Green House

didukung oleh berbagai jenis tanaman penunjang pelajaran biologi. Tempat ini dipergunakan untuk berbagai penelitian yang berhubungan dengan materi biologi.

· Ruang Karawitan

Berisikan seperangkat alat musik tradisional jawa (Gamelan) yang merupakan mata pelajaran wajib untuk kelas XI dan XII.

· Ruang Audio Visual(AV)

Ruang AV merupakan ruangan yang memungkinkan digunakannya sejumlah fasilitas audio visual dan sarana multimedia. Dalam pelaksanaan pembelajaran, segala informasi pada sarana di atas dapat ditampilkan ke layar lebar, sehingga siswa dapat menikmati proses pembelajaran dengan menggunakan sarana film. Ruangan yang kedap suara ini memiliki luas 200 meter persegi serta memiliki bangku-bangku yang nyaman dilengkapi meja lipat di tiap bangkunya.

· Unit Kesehatan Siswa (UKS)

merupakan tempat pertolongan pertama bagi siswa yang mengalami gangguan kesehatan. Ruang ini memilik kamar periksa dan kamar istirahat. UKS ini tersedia dokter dan tenaga paramedis poliklinik.



Labschool Kebayoran Baru juga mempunyai kegiatan – kegiatan khusus dan wajib dari sekolah yang berbeda dari sekolah – sekolah lain seperti:

· Trip Observasi

Trip Observasi (atau yang lazim disebut TO) berasal dari kata“Trip” dan “Observasi”. Kata Trip menurut asal katanya bermakna perjalanan, yang menunjukkan bahwa TO adalah suatu kegiatan yang dilakukan di luar sekolah dalam bentuk perjalanan ke suatu daerah yang telah ditetapkan. Observasi yang berarti pengamatan adalah menunjuk pada bentuk kegiatan yang dilakukan selama melakukan Trip. Pada awalnya yang menjadi sasaran pengamatan / pengamatan adalah kehidupan masyarakat di lokasi TO oleh Siswa yang menjadi peserta TO. Subjek yang melakukan pengamatan baru terbatas pada Siswa peserta Trip. Dalam sejarah Sekolah Laboratorium Kependidikan (Laboratory School) yang berada dalam binaan Universitas Negeri Jakarta (dulu IKIP Jakarta), kegiatan Trip Observasi (TO) yang dilaksanakan setiap tahun merupakan mata rantai dari TO yang sudah berlangsung selama lebih dari 4 dasa warsa.

Sejarah Trip Observasi dimulai tahun 1972, ketika Sekolah Teladan (Labschool) mengadakan kegiatan Trip Observasi (TO) ke-I di Parakan Salak-Sukabumi, setelah satu tahun sebelumnya SMA Labschool menjadi peserta tamu dari Trip Observasi yang diselenggarakan oleh SMA Satria Jakarta . Berdasarkan hasil evaluasi terhadap penyelenggaraan TO ke-I, maka direkomendasikan agar kegiatan ini dapat ditradisikan menjadi salah satu kegiatan unggulan SMA Labschool . Sejak itu secara rutin setiap tahunnya SMA Labschool Jakarta menyelenggarakan kegiatan Trip Observasi dan diikuti pula oleh SMA Labschool Kebayoran sesaat setelah berdiri yaitu pada tahun 2001.

· Bina Mental Kepemimpinan Siswa

Bina Mental Kepemimpinan Siswa (BINTAMA) adalah acara rutin tahunan SMA Labschool Kebayoran. Acara yang melibatkan siswa kelas X sebagai peserta ini bekerjasama dengan KOPASSUS sebagai latihan pembinaan mental serta kepemimpinan para siswanya. Kegiatan ini juga dibantu oleh OSIS serta guru-guru.


Plus Minus Ber-sekolah di Labsky

Dari semua fasilitas, kurikulum, kegiatan-kegiatan yang kita ketahui ada disediakan dan dijalankan oleh Labsky ini, dapat kita lihat bahwa Labsky bukan hanya suatu sekolah biasa. Labsky mengajarkan dan membangun siswanya dari berbagai aspek. Seluruh siswa Labsky digali kemampuannya baik dalam prestasi, kreatifitas maupun sosialisasi.



Awalnya saya tidak tahu bahwa Labcshool Kebayoran Baru memiliki semua kegiatannya yang bisa dibilang cukup berbeda dengan sekolah – sekolah lain. Saya ingin memasuki sekolah ini, hanya karna sekedar tahu bahwa SMA Labschool Kebayoran Baru merupakan salah satu sekolah yang terkenal dengan prestasinya di Jakarta.



Ternyata saya berhasil lulus test dan masuk menjadi pelajar di SMA ini, karna belum tahu menahu banyak tentang Labsky, saya cukup kaget dengan kegiatan-kegiatannya seperti lari pagi setiap jumat, TO, BINTAMA, dan jam sekolahnya yang berakhir cukup larut disbanding sekolah lain.



Saya kurang bisa membiasakan diri dengan jadwal yang padat pada awalnya, namn lama – kelamaan saya mulai bisa mengikuti dan menyesuaikan dengan gaya belajar di SMA ini. Awalnya saya sering mengeluh akan banyaknya kegiatan, namun lama-kelamaan saya mulai bisa menyadari manfaat dari kegiatan yang diadakan oleh Labsky,



Kegiatan-kegiatan seperti TO, dan BINTAMA tidak hanya mengajarkan kita untuk menjadi kuat dan mandiri, saya juga menyadari dari kegiatan-kegiatan tersebut bahwa kita harus bisa mengatur waktu dengan baik, menghargai sesama, dan bekerja keras. Menurut saya hal-hal ini adalah salah satu nilai plus dari bersekolah di labsky.



Namun dalam segala hal pasti ada hal positif dan hal negatifnya, setelah melakukan beberapa wawancara dengan para alumni yang bersekolah di Labsky, saya bisa melihat nilai-nilai tersebut. Saya mewawancara beberapa alumni seperti Kak Nabel yang sebelumnya menjabat sebagai ketua osis angkatan Nawastra, dan Kak Dio Aufa .

Wawancara Kak Dio


Menurut mereka, akademik yang didapat dari Labsky sangat memadai dan diperhatikan. Kualitas evaluasi pengajaran baik sehingga murid mengerti materi dengan dalam. Murid harus berusaha untuk mendapat nilai yang baik walau cukup sulit untuk dilakukan dan membuat kita sulit mengisi nilai. Kegiatan – kegiatan dari sekolah juga sangat baik dalam membentuk kepribadian para murid.



Selain akademik yang sangat diperhatikan, Labsky juga memperhatikan dan mengasah murid dalam kegiatan OSIS nya yang sangat baik dan berperan di proses berjalannya sekolah. Labsky juga menanamkan budaya-budaya yang belum tentu ada di sekolah lain juga menanamkan moral dan agama dengan baik. Angkatan di dalam Labsky juga dibentuk untuk solid dan menyelesaikan masalah secara baik-baik. Labsky juga dapat dipastikan bebas dari miras, tauran dan narkoba.



Di lain sisi, ada beberapa hal yang kurang memuaskan dari pengalaman bersekolah di Labsky, karna semua anak dituntut untuk mendapat nilai yang memuaskan, banyak yang menjadi individualis dan ingin menjadi yang terbaik.



Rata- rata anak Labsky juga menjadi konsumeris karna kebanyakan berasal dari golongan atas sehingga tidak terlalu sulit untuk menarik uang dari para murid untuk berbagai acara. Juga karna kegiatannya yang sangat padat, kadang murid keteteran atau menjadi sulit dalam membagi waktu yang bisa berpengaruh ke nilai mereka.



Namun dari semua hal-hal itu tidak ada hal yang sempurna , menurut saya sekolah di Labsky merupakan pilihan yang cukup baik dan menjamin bila kita mau berusaha. Labsky dapat memfsilitasi kebutuhan-kebutuhan kita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan baik dan cukup membantu, apalagi dengan adanya jalur-jalur khusus yang dimiliki oleh sekolah ini.



Hal –hal yang kurang menyenangkan di sekolah ini masih bisa diatasi bila kita mau dan sebenarnya semuanya masih kembali ke diri pribadi.




sumber:
www.wikipedia.org
http://www.labschool-unj.sch.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar