Senin, 24 September 2012

Tugas-2 Plus-Minus Labsky


                LABSKY dan Warna-Warninya


SMA Labschool Kebayoran merupakan sekolah menengah atas yang berlokasi di Jl. K.H. Ahmad Dahlan yang telah berdiri dari tahun 2001. SMA Labschool Kebayoran ini, sampai sekarang, telah mencetak lulusan-lusan yang berprestasi dan mampu bersaing di tingkat pendidikan yang selanjutnya diluar. Selama 12 tahun berdiri, SMA Labschool Kebayoran ini telah menampung 12 angkatan dan telah meluluskan sebanyak 9 angkatan.
                SMA Labschool Kebayoran yang terkenal dengan pendidikan akademiknya yang sangat bagus, dan juga [adatnya kegiatan non akademik, membuat hal ini menjadi cirri khas yang unik dari sekolah ini. Hal ini tidak hanya menurut pendapat saya, tapi juga meurut beberapa orang alumni yang telah lulus dan sukses di tahapan pendidikan selanjutnya, yaitu di universitas.
                Kali ini, saya ingin mengungkit tentang apa saja nilai plus  yang didapat dan dimiliki oleh SMA Labschool Kebayoran, apa saja kekurangannya,  manfaat apa saja yang para alumni dapatkan dari SMA Labschool Kebayoran ini dan yang mereka rasakan langsung di kehidupan mereka setelah meninggalkan SMA Labschool Kebayoran ini, dan ada beberapa kritik dan saran yang lasngsung mereka sampaikan untuk membuat SMA Labschool kita ini menjadi semakin baik supaya dapat mencetak lulusan yang bermanfaat bagi dunia untuk kedepannya.
                Oleh karena itu, saya telah mewawancarai, atau bisa juga disebut dengan wawancara singkat, tentang beberapa hal yang telah saya jelaskan diatas tersebut. Dari 9 angkatan yang telah menjadi alumni dari SMA Labschool Kebayoran, saya telah mendapat kesempatan untuk bertanya jawab dengan 3 orang alumni SMA Labschool Kebayoran dari 3 angkatan yang berbeda. Yang pertama adalah kak Filza Munir dari angkatan 9 atau yang biasanya dikenal dengan nama Nawastra. Yang kedua adalah kak Nadya Annisa yang lulus bersama dengan angkatan 8 (Hastara). Dan yang terakhir yang saya berkesempatan untuk mewawancarainya adalah kak Pratiwi Purworini dari angkatan Sapta Garuda Adhikara, atau angkatan 7. Berikut sekilas deskripsi dan uraian tentang Tanya jawab kami mengenai hal-hal yang saya tulis diatas.

1.       Wawancara dengan Kak Filza
Kak Filza Munir, atau yang lebih akrab disapa dengan nama kak Filza, merupakan lulusan dari SMA Labschool Kebayoran. Ia lulus baru saja tahun ini. Ia termasuk bagian dari angkatan 9 atau Nawastra di SMA Labschool Kebayoran. Kak Filza ini merupakan kakak dari seorang teman saya yang bernama Farissa Munir.
Saya bertanya jawab dengan kak Filza menggunakan media Black Berry Messenger dikarenakan sekarang ini kak Filza tengah melanjutkan pendidikannya di Universitas ternama di Bandung, yaitu ITB. Ia menggambil jurusan Teknik Kimia. Tapi, saya sempat berfoto dengannya pada saat saya sedang berkunjung ke rumah Farissa. Pada saat itu, kak FIlza tengah akan berangkat kembali ke Bandung, jadi agak harus cepat.
Bersama Kak Filza

Satu hal yang membuat saya kagum adalah, ia berhasil masuk ke perguruan negeri tinggi tersebut, ITB, dengan jalur undangan. Hal itu tentu saja menurut saya sangat hebat. Karena, sebagaimana kita tahu, untuk masuk ke perguruan tinggi negeri itu saja dengan jalur biasa sudah susah, apalagi dengan jalur undangan yang terbilang khusus?
                Hal pertama yang saya tanyakan padanya adalah, apasaja yang menurutnya merupakan hal yang bagus di Labsky. Menanggapi pertanyaan tersebut, kak Filza mengatakan bahwa SMA Labschool Kebayoran itu sekolah yang sangat menonjolkan prestasi dan menanamkan nilai baik dalam bidang akademik maupun dalam bidang non akademik. Menurutnya, murid yang bersekolah di SMA Labschool Kebayoran akan pandai dalam bidang akademik, tapi tidak ketinggalan juga di bidang non akademiknya. Jadi, Labschool Kebayoran mengembangkan keduanya.
                Tidak lepas dari hal positifnya, pastilah ada hal negatif. Hal negative yang menjadi kekurangan SMA Labschool Kebayoran adalah, yang pertama, SMA Labschool itu merupakan SMA swasta. Jadi menurut kak Filza, peluang untuk mendapatkan PTN itu bisa dibilang cukup kecil. Tidak seanyak dengan SMA Negeri lain di Indonesia. Hal ini menyebabkan murid SMA Labschool Kebayoran harus memenangkan persaingan tersebut dan belajar lebih keras lagi. Kekurangan yang kedua adalah, seperti juga yang saya rasakan, ternyata kak Filza juga mengungkit hal ini. Yaitu, “Di Labsky ngedapetin nilainya itu susah”. Maksud dari pernyataan kak Filza ini adalah, untuk mendapatkan nilai di SMA Labschool itu memang terbilang susah. Dengan proses pembelajaran yang cepat, guru yang kadang tidak hadir, dan soal ulangan yang sangat super, bisa dipastikan nilai akan semakin sulit didapatkan. Sepertinya kejadian ‘remedial’ atau perbaikan nilai sudah menjadi hal yang tidak aneh dan asing lagi di SMA Labschool Kebayoran walaupun standar nilai hanya 75 dan 70 untuk beberapa pelajaran.

                Tetapi, bersekolah di SMA Labschool Kebayoran itu juga terasa manfaatnya semenjak ia lulus dari SMA. Yang paling ia rasakan adalah, mudahnya bersosialisasi dengan orang baru. Karena selama bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, SMA Labsky ini mendidik setiap murid-muridnya untuk mudah persosialisasi dan beradaptasi dengan program-program non akademik yang diselenggarakan.

2.       Wawancara dengan Kak Nadya Annisa
Kak Nadya Annisa ini merupakan lulusan atau alumni SMA Labschool Kebayoran angkatan 8 atau Hastara. Kak Nadya sekarang tengah melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas. Kak Nadya kini kuliah di suatu universitas negeri yang juga sangat ternama di Indonesia, yaitu di Universitas Indonesia dan mengambil jurusan Psikologi.
Untuk mewawancarai kak Nadya, saya menggunakan media Black Berry Messenger juga. Saya mengenal kak Nadya ini melalui teman saya, Venna, yang juga merupakan anggota dari Palabsky. Walaupun saya belum pernah bertatap muka atau bertemu dengan kak Nadya, tetapi kak Nadya menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dengan ramah.

Pertanyaan pertama yang saya ajukan ke Kak Nadya yang sama dengan pertanyaan sebelumnya dengan kak Filza, yaitu tentang kelebihan dan keunggulan di SMA Labschool Kebayoran dan hal positif dari sekolah ini. Menanggapi hal ini, kak Nadya mengatakan bahwa hal yang pertama yang menjadi hal positif SMA Labschool Kebayoran adalah, sekolah selalu mendukung kegiatan murid-murudnya. Baik kegiatan yang menyangkut akademik, maupun kegiatan yang berkaitan tentang non akademik. Semuanya disupport oleh Labsky. Yang kedua adalah bahwa SMA Labschool Kebayoran telah sukses mencetak angkatan yang kokoh, solid, dan kompak. Hal ini dikarenakan oleh diadakannya suatu program yang sangat memngompakan angkatan, seperti TO, Bintama, dan sejenisnya. Hal yang menjadi positif di SMA Labschool yang ketiga menurut kak Nadya adalah, kelas IPA/IPS yang tidak ada diskriminasinya. Kedua program itu di SMA Labschool Kebayoran sama bagusnya. Tidak ada perbedaan yang mencolok tentang IPA/IPS di SMA Labschool Kebayoran ini.
Kekurangan yang ada di SMA Labschool Kebayoran menurut kak Nadya adalah, yang sangat sering terjadi adalah, banyaknya guru yang tidak hadir ke kelas sesuai dengan jadwal yang telah tercetak. Atau bahasa lainnya adalah, ‘guru absen’. Hal ini sering terjadi, entah karena memang gueu tersebut tidak masuk atau malas masuk ke kelas. Hal ini sangat penting untuk di evaluasi, karena untuk kepentingan pembelajaran yang efektif, guru harus mengajar dengan baik. Dan juga untuk mengurangi beban murid yang jika tidak ada guru jadi harus belajar sendiri. Kekurangan yang kedua adalah, kedisiplinan yang diterapkan oleh SMA Labschool Kebayoran yang semakin tahun semakin menurun. Hal ini terjadi entah karena semakin banyaknya pertambahan murid setiap tahunnya atau karena pengawasan guru yang semakin melemah. Dan permasalahan ketiga menurut kak Nadya yang menurut saya sangat penting adalah, kurangnya pembekalan untuk kuliah. SMA Labschool Kebayoran kurang mengarahkan murid-muridnya untuk hal-hal yang dibutuhkan di jenjang berikutnya yaitu universitas. Hal ini sangat perlu diperbaiki, karena pembekalan untuk kuliah itu sangat pernting untuk menyiapkan diri dari sekarang untuk masa universitas.

3.       Wawancara dengan Kak Pratiwi Purworini
Kak Pratiwi Purworini, atau yang akrab disapa dengan kak Tiwi, adalah merupakan lulusan atau alumni dari SMA Labschool Kebayoran angkatan 7 yang bernama Sapta Garuda Adhikara. Kak Tiwi yang sekarang tengah mengambil kuliah jurusan FISIP Komunikasi angkatan 2012 ini berkuliah di suatu universitas negeri yang ternama di Indonesia. Ya, kak Tiwi ini sama seperti kak Nadya Annisa, berkuliah di Universitas Indonesia.
Dalam wawancara dengan kak Tiwi ini, saya menggunakan email. Walaupun rumah saya dengan rumah kak Tiwi terbilang dekat, hanya butuh jalan kaki, tapi karena kak Tiwi sibuk dengan kuliahnya di Depok sana, jadi kami hanya bisa bertanya jawab melalui email. Tapi, walaupun sibuk, kak Tiwi tetap menyempatkan diri untuk membalas email saya.

Menurut kak Tiwi, hal postif SMA Labschool Kebayoran, yang pertama adalah, SMA Labschool Kebayoran dapat mencetak lulusan yang dapat bersaing dengan orang banyak setelah lulus dari SMA Labsky ini. Lulusan-lulusannya juga disiplin, dan kuat atau tahan banting. Hal ini dikarenakan oleh SMA Labschool Kebayoran yang mengadakan suatu program yang berbasis kemiliteran, yaitu Bintama. SMA Labschool Kebayoran juga merupakan sekolah menengah atas yang sangat bersis. Maksud bersih disini adalah, SMA Labschool Kebayoran sangat bersih dari kecurangan. Seperti yang kita tahu, di sekolah lain, masih banyak hal-hal sogok-menyogok pada guru, membeli contekan untuk UN, dan sebagainya. Namun, menurut kak Tiwi, hal ini sudak dapat dipastikan tidak ada di SMA Labschool Kebayoran yang sangat bersih dari tindak kecurangan ini. Satu lagi yang merupakan hal positif di SMA Labschool Kebayoran adalah, penanaman nilai agama yang sangat bagus. Walaupun SMA Labschool Kebayoran bukan sekolah yang berbasis agama, Labsky merupakan sekolah swasta umum, tapi penanaman nilai agama sangat kental disini. Baik yang beragama Islam, Kristen, Hidu, atau Budha, tetap diberikan fasilitas untuk beribadah sesuai dengan agamanya. SMA Labschool juga bahkan menyediakan waktu khusus untuk beribadah bagi para pemeluk agama, baik dengan kegiatan rutin harian maupun rutin tahunan.
Sementara, kekurangan dari SMA Labsky menurut kak Tiwi ini adalah terlalu padatnya kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di Labsky ini. Karena padatnya kegiatan, yang sebenarnya bukan kegiatan akademik, hal ini sangat menguras energy dan kadang berpengaruh dengan nilai akademik di sekolah. Jadi, mungkin sarannya adalah supaya Labsky lebih mengimbangi lagi anatar kegiatan yang dilaksanakan itu.
Pengalaman-pengalaman yang menurut kak Tiwi sangat unik dan mengesankan selama ia bersekolah di SMA Labschool Kebayoran ada beberapa hal. Yang pertama adalah kegiatan Bintama, kegiatan yang berbasis militer yang sangat unik dan berpengaruh besar pada masa depan dan menambah pengalaman berharga. Yang kedua adalah, adanya rutinitas laripagi yang sangat bagus untuk kebugaran jasmani yang tidak semua sekolah melaksanakan hal ini. Yang ketiga, pemilihan dan seremoni pelantikan pengurus OSIS yang sangat unik. Sangat beda dari sekolah lain. dan yang terakhir adalah, adanya kegiatan tahunan, Sky Avenue, yang membuat siswa/siswi belajar kepanitiaan dengan baik.

Inilah beberapa wawancara tentang kelebihan dan kekurangan dari SMA Labschool kebayoran dari para alumni. Tentunya semua yang ada disini merupakan hal yang nyata dan disampaikan secara jujur tanpa mementingkan pihak manapun. Demikianlah artikel positif negative SMA Labschool Kebayoran ini ditulis. Saya harap, dari artikel ini dapat menjadi evaluasi akan hal-hal yang masih kurang untuk di perbaiki kembali untuk menjadikan SMA Labschool Kebayoran semakin bagus dimasa yang akan datang. Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar