Kamis, 27 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Labsky


"Iman, Ilmu, Amal"

Labschool kebayoran merupakan Sekolah swasta umum yang berlokasi di Kebayoran baru, Jakarta selatan. Dahulu, Labschool bernama IKIP. Labschool Kebayoran yang  biasa dipanggil dengan sebutan labsky didirikan pada tahun 2001 berdiri pada tahun 2001 dan menempati bekas gedung SGO (Sekolah Guru Olahraga). SMA Labschool kebayoran adalah salah satu sekolah swasta umum unggulan yang peminatnya cukup banyak dibanding sekolah swasta umum yang lain termasuk SMA Labschool lainnya (Labschool cibubur dan Labschool cinere). Sekolah ini sudah kurang lebih 11 tahun mencetak siswa dan siswi teladam, dan telah menghasilkan insan yang menjunjung benih-benih kepemimpinan, dan keberanian.
 
            Sesuai dengan slogan Labschool, “Iman, Ilmu dan Amal” Labschool kebayoran berpegang teguh pada 3 hal pokok tersebut. Labsky sangat mengutamakan Ilmu, dimana labsky memberikan sarana dan fasilitas pendidikan yang cukup untuk menjunjung terjadinya sistem belajar mengajar yang baik. Sekolah ini juga mengutamakan iman, dimana selain menanamkan nilai-nilai akademis, Labschool juga menumbuhkan nilai spiritual kepada semua peserta didik, baik itu beragama islam, ataupun lainnya. Dan tak lupa, Labschool juga mendidik siswa-siswi hingga mereka dapat mengamalkan ilmu yang telah diberikan. Nilai-nilai akademis, non-akademis, dan spiritual-lah yang diberikan labschool kepada seluruh peserta didik.

Labsky memiliki banyak sekali kegiatan sekolah yang bersifat non akademis. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri para peserta didik dari berbagai aspek. Mulai dari aspek kepemimpinan, spiritual/keagamaan, keberanian, dan lain lain. Seluruh siswa-siswi yang bersekolah di labsky wajib mengikuti kegiatan yang sudah dibuat.

Contoh dari kegiatan non akademis labsky adalah MOS, Pilar, TO, dan Bintama. MOS (masa orientasi siswa) adalah sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan siswa baru. MOS dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin dan mempererat tali persaudaraan. MOS juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut. Yang kedua, Pilar. Pilar merupakan acara pesantren Ramadhan yang membina murid-muridnya di bidang spiritual. Selanjutnya adalah TO. TO merupakan singkatan dari Trip Observasi. Kegiatan ini terbagi menjadi 2 bagian, ada Pra-TO dan TO. Pra TO merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum Trip Observasi, dan dilaksanakan di lingkungan sekolah. Pra TO diisi dengan kegiatan mengecat tongkat angkatan, membuat name tag trip observasi, serta memperkenalkan aturan-TO sekaligus yel-yel angkatan siswa baru. TO dilaksanakan di desa-desa dan kegiatan utamanya merupakan penelitian di desa. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keberanian dan kemandirian siswa. Dan yang terakhir dan menurut saya paling penting adalah BINTAMA. BINTAMA merupakan singkatan dari Bina Mental Kepemimpinan Siswa. Bintama merupakan kegiatan pelatihan kepemimpinan bersama kopassus yang dilaksanakan selama 5 hari. Banyak sekali yang dapat kita ambil dari kegiatan-kegiatan labschool

Semua siswa – siswi yang pernah bersekolah dilabsky pasti punya tanggapanya sendiri tentang kegiatan-kegiatan di sekolah ini. Untuk mengetahui hal itu, saya mewawancarai 3 alumni labsky. Kegiatan-kegiatan Labschool tak hanya memiliki nilai positif saja, pasti juga ada poin poin kelemahan yang dirasakan siswa-siswi selama menuntuk ilmu di labsky. Saya mewawancarai 3 Alumni yang bernama Kak Cempaka Ayu, Kak Nurul Parameswari, dan kak Gati Setyorini.

Kak Nurul Parameswari

Kak Nurul Parameswari atau yang biasa dipanggi Nuya/Nurul, adalah alumni SMA Labschool Kebayorang angkatan 7 yang mempunyai nama “Sapta Garuda Adikara” (Saptraka). Saya pertama kali kenal kak nurul melalui komunitas LAMURU, dimana kak nurul merupakan salah satu alumni yang masih aktif di komunitas tersebut dan sering berkunjung ke labschool. Kemudian saya semakin dekat dengan kak nurul dikarenakan hubungan yang terjalin selama pelatihan drama musika Skylite. Kak nurul-lah yang menjadi koreografer. Saya berkemsempatan mewawancarai kak nurul tentang tanggapan beliau terhadap labschool ketika saya sedang break latihan skylite.

Sekarang, kak nurul mengambil jurusan komunikasi di Universitas Indonesia, dan  menginjak semester ke-5. Saat kak nurul masih SMA, beliau terlibat dalam keanggotaan OSIS dan dirinya berkesempatan untuk menjabat anggota OSIS Dwiakara Balasena sie. Belanegara. Kak nurul merupakan perempuan yang berkepribadian sangat baik, beliau juga merupakan seorang yang multitalented. Bayangkan saja, seorang mantan anggota OSIS sie. belanegara memiliki keahlian dalam membuat sebuah lagu dan tarian untuk skylite. Keahlian beliau dalam berbagai bidang juga dikarenakan pendidikan yang ia terima selama ia bersekolah di labschool.

Menurut kak Nurul, pernah menimba ilmu di SMA Labschol Kebayoran memberinya banyak manfaat baik secara akademik maupun non-akademik. Apa yang ia dapatkan selama 3 tahun bersekolah di Labsky sangatlah bermanfaat baik di kehidupan perkuliahan maupun kehidupan sehari-hari. Selama bersekolah di labschool, kak nurul sering dihadapkan oleh banyak sekali tugas, ulangan, dan urusan-urusan non akademis lainnya yang harus dikerjakan dan selesai tepat pada waktunya. Hal itu membuat kak nurul menjadi terbiasa akan hal-hal yang bersifat menyibukkan, maka dari itu kak nurul memiliki kesanggupan untuk berperan menjadi pelatih skylite sekaligus menjalankan perannya sebagai mahasiswa Universitas Indonesia. Tak mudah bukan? Kepadatan jadwal yang ada di labschool membuat kak nurul menjadi pandai dalam mengatur waktu.

Banyak sekali ilmu yang didapat selama bersekolah di labschool. Mulai dari ilmu akademis, hingga non akademis. Kak nurul berpendapat bahwa apa yang diajarkan oleh guru-guru labschool akan sangat bermanfaat ketika kita dewasa nanti. Di universitas, kita membutuhkan manajemen waktu yang baik agar dapat menyelesaikan semua urusan. Kepandaian dalam mengatur waktu sudah terasah selama kita bersekolah di labschool.  Dalam dunia nyata, semua orang juga dituntut untuk menjadi orang yang kreatif, dan kekreatifan juga sudah di asah selama di labschool. Nilai-nilai non akademis dapat dengan mudah dimiliki karena labschool memberikan kegiatan-kegiatan yang bersifat membangun karakter siswa-siswi, itu menurut kak nurul. Kak nurul berkata bahwa kegiatan TO, Bintama, MOS, dan lain sebagainya sangatlah bermanfaat.

Dibalik nilai-nilai positif yang telah dipaparkan kak nurul, beliau juga menjelaskan apa saja kekurangan dari labsky. Walaupun kekurangan tersebut tidak banyak, tapi beliau tetap merasakannya. Pertama, dari segi kebersihan. Ruang kelas yang terkadang suka kotor, dan toilet yang tidak bersih, merupakan kekurangan labschool dimata kak nurul. Selain itu, kak nurul juga membahas masalah wifi di labschool. Menurut beliau, untuk sekolah unggulan berstandar nasional seperti labschool, sangat aneh apabila tidak tersedia wifi. Semua tugas kebanyakan bersumber dari internet, dan kita menghabiskan banyak waktu di sekolah, serta memakan waktu di perjalanan. Keberadaan wifi di sekolah sangatlah membantu para pelajar untuk bisa menyicil tugas ketika berada disekolah. Selain itu, lahan parkir juga masih sangat kurang. Bayangkan saja, untuk kurang lebih 1000 orang, (SMA+SMP) hanya disediakan lahan parker untuk sekitar 20 mobil.
Menurut saya, apa yang dikatakan kak nuya adalah benar. Hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan karakter di labschool sangatlah ditegaskan. Nilai nilai tersebut kelak akan berguna ketika kita semua dewasa.

Kak Gati Setyorini
Yang kedua, saya mewawancarai kak Gati Setyorini. Kak Gati adalah alumni SMA Labschool kebayoran angkatan 8 yang bernama “Hastha Praja Sanggakara” atau yang dikenal dengan sebutan Hastara. Saya berkesempatan mewawancarai kak Gati ketika kak Gati berkunjung ke Labsky dalam rangka sharing mengenai pengalamannya ketika beliau melanjutkan jenjang pendidikan ke Universitas di Jepang.

Di sudut pandang kak Gati, sangatlah banyak nilai-nilai positif yang beliau dapatkan selama bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Hal pertama yang kak gati paparkan adalah kesibukan dalam menuntaskan semua tugas yang diberikan dari masing-masing mata pelajaran. Menurut kak Gati, tugas-tugas tersebut secara tidak langsung menumbuhkan sifat rajin, tekun, serta ulet pada diri kita. Hampir setiap hari kita diberikan paling tidak 1 Pekerjaan Rumah (PR) oleh guru. Apabila kita tidak mengerjakan, kita tidak akan mendapatkan nilai. Dan hal itu mempengaruhi rapot kita dan akan berujung ke masalah SNMPTN Undangan. Jadi, mau tidak mau kita harus menyelesaikan tugas itu tepat waktu.

“lama kelamaan biasa aja kok, dan kita akan menjadi rajin” ujar kak Gati

Selain itu, Karya Tulis atau yang biasa disebut kartul juga sangat berguna ketika menjadi mahasiswa. Menurut kak gati, karena beliau sudah pernah merangkai sebuah karya tulis, maka beliau tidak bingung lagi apa dan bagaimana cara membuat kartul yang baik dan benar. Kak gati merasakan manfaatnya ketika beliau bersekolah di jepang. Kedislipinan juga sangatlah berguna. Di labschool, nilai kedislipinan sangat dijunjung terlihat dari peraturannya yang sangat ketat mengenai kedislipinan para peserta didik. labschool memerhatikan kedislipinan seorang siswa melalui kehadirannya, cara berpakaian, dan lain lain. Menurut kak Gati, apabila kita sudah terbiasa disiplin, maka kita tidak akan kaget akan padatnya kehidupan ketika menjadi mahasiswa.

Terlibat dalam kepanitiaan acara-acara labsky seperti Sky Avenue,dan SkyBattle, sangatlah bermanfaat. Kita bisa menjadi lebih kreatif dan paham mengenai bagaimana berorganisasi dan berhubungan dengan orang banyak. Selain itu, keuntungan selama belajar di labschool adalah bisa memiliki banyak teman. Kak Gati masih dapat berkomunikasi dan tetap akrab dengan teman-temannya yang dulu di Labschool. Itu menjadi suatu keuntungan bagi kak Gati karena teman-teman dapat menjadi link-link yang dapat membantu kehidupannya.

Disisi lain, ada beberapa nilai negative dari bersekolah di labsky menurut beliau. Hal pertama adalah banyaknya kegiatan-kegiatan non akademis yang menyita waktu siswa dan siswi, selain itu kak gati juga membahas masalah guru-guru labschool. Terkadang, ada beberapa mata pelajaran yang gurunya suka tidak masuk, sehingga menghilangkan jatah belajar para siswa siswi
Menurut saya, apa yang telah dijelaskan kak Gati adalah benar. Seperti yang ia katakan, kita akan menjadi rajin apabila kita terbiasa dengan kesibukan. Contohnya adalah kesibukan dalam menyelesaikan tugas. Saya sangat berterima kasih kepada kak Gati karena telah meluangkan waktu untuk saya wawancarai

Kak Cempaka Ayu

Selanjutnya, orang ketiga yang saya wawancarai adalah kak Ayu. Perempuan bernama lengkap Cempaka Ayu Diana ini adalah alumni SMA Labschool kebayoran angkatan 5 yang bernama “Panca Saka Atmamatra” atau yang biasa disebut Pancatra. Kak Ayu dulu mengambil program kelas IPA, sekarang beliau melanjutkan pendidikan ke Universitas Indonesia jurusan Psikologi. Saya mewawancarai kak ayu melalui Blackberry Messenger.

Kak ayu menjelaskan kepada saya apa saja poin-poin positif selama bersekolah di labsky. Menurut kak ayu, kita dapat menambah banyak pengalaman. Kegiatan-kegiatan non akademis seperti TO dan Bintama sangatlah menyenangkan dan menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan. Kegiatan tersebut juga menumbuhkan benih-benih positif kepada kita. Selama TO kita terbiasa hidup sendiri tanpa bantuan pembantu, jadi kita berlatih untuk menjadi individu yang mandiri. Menurut kak ayu, TO adalah salah satu kegiatan yang manfaatnya nyata ketika kita kelak dewasa. Kegiatan TO sangat mirip dengan KKN (Kuliah Kerja Nyata) sehingga ketika kita melaksanakan KKN nanti saat kuliah,kita tidak akan kaget terhadap acara itu. Di bintama, kita di latih kepemimpinannya oleh para kopassus sehingga kita bisa memiliki mental yang kuat. apa yang diajarkan di Labschool belum tentu bisa didapatkan di sekolah lain. Jarang sekali sekolah yang menyusun kegiatan non akademis sedemikian rupa sehingga sangat memberi dampak positif terhadap peserta didiknya.


Untuk minusnya, menurut kak ayu adalah terlalu banyak kegiatan sehingga kita menjadi sangat sibuk. Kesibukan tersebut membuat kita menghabiskan lebih banyak waktu disekolah daripada dirumah, sementara hal-hal yang harus dilakukan di rumah masih sangatlah banyak. Kegiatan di SMA sangatlah padat, dan itu membuat kita tidak ada waktu untuk mengikuti kegiatan yang tidak bersangkutan dengan urusan sekolah. Untuk itu kita dituntut untuk pandai mengatur waktu.

Saya setuju dengan apa yang dijelaskan kak Ayu, Dengan mengikuti kegiatan di labschool, kita tidak akan kaget apabila dihadapkan dengan sesuatu yang sangat padat. Selain itu, banyak kegiatan di labschool yang nantinya juga akan dilakukan lagi ketika kita kuliah

Setelah saya mewawancarai ketiga alumni tersebut, saya menjadi sangat paham tentang betapa besarnya manfaat yang kita dapatkan dari apa saja yang diajarkan labschool terhadap kita. Ketiga alumni itu, kak Gati, kak Ayu, dan kak Nurul sangatlah merasakan manfaatnya. Mereka terlihat senang dan welcome ketika saya ajukan pertanyaan. Saya sangat bersyukur dan berterimakasih bahwa saya diberi kesempatan untuk bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, sekolah yang berhasil mengubah saya dan membentuk kepribadian saya menjadi lebih baik walaupun baru satu setengah tahun. Saya berharap, kedepannya SMA Labschool Kebayoran bisa menjadi sekolah yang lebih baik, bisa mencetak lebih banyak lagi penerus-penerus bangsa yang berguna bagi bangsa dan Negara, dan tak lupa saya berharap SMA Labschool kebayoran bisa menghilangkan nilai-nilai negative yang telah dijelaskan dari para alumni. Jaya terus, Labschool!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar