Selasa, 25 September 2012

Tugas 2 - Plus-Minus Labsky

Sekolah Kami


SMA Labschool Kebayoran adalah sebuah SMA di Jakarta Selatan. Labschool Kebayoran merupakan cabang dari SMA Labschool Jakarta yang bertempat di Rawamangun dan berada dibawah Yayasan Pembina-Universitas Negeri Jakarta (YP-UNJ). Sekolah ini menempati lahan bersama dengan SMP Labschool Kebayoran.
Sekolah ini berdiri pada tahun 2001 dan menempati bekas gedung SGO (Sekolah Guru Olahraga). Pendirian sekolah ini didasarkan pada peminat SMA Labschool Jakarta yang cukup banyak berdomisili di sekitar Jakarta Selatan, untuk memudahkan mereka, maka dibangunlah sekolah ini pada tahun 2001.
Beberapa fasilitas yang ada :
   Laboratorium IPA
terdiri atas laboratorium fisika, biologi, dan kimia, yang memungkinkan para siswa dapat melaksanakan praktikum di saat pembelajaran maupun di luar pembelajaran.

   Green House 
didukung oleh berbagai jenis tanaman penunjang pelajaran biologi.

   Ruang Karawitan 
Berisikan seperangkat alat musik tradisional jawa (Gamelan) yang merupakan mata pelajaran wajib untuk kelas XI dan XII.

   Ruang Audio Visual (AV)
Ruang AV merupakan ruangan yang memungkinkan digunakannya sejumlah fasilitas audio visual dan sarana multimedia. Dalam pelaksanaan pembelajaran, segala informasi pada sarana di atas dapat ditampilkan ke layar lebar, sehingga siswa dapat menikmati proses pembelajaran dengan menggunakan sarana film. Ruangan yang kedap suara ini memiliki luas 200 meter persegi serta memiliki bangku-bangku yang nyaman dilengkapi meja lipat di tiap bangkunya.

   Unit Kesehatan Siswa (UKS)
merupakan tempat pertolongan pertama bagi siswa yang mengalami gangguan kesehatan. Ruang ini memilik kamar periksa dan kamar istirahat. UKS ini tersedia dokter dan tenaga paramedis poliklinik.

Program Unggulan :

1.     Trip Observasi

Trip Observasi (atau yang lazim disebut TO) berasal dari kata“Trip” dan “Observasi”. Kata Trip menurut asal katanya bermakna perjalanan, yang menunjukkan bahwa TO adalah suatu kegiatan yang dilakukan di luar sekolah dalam bentuk perjalanan ke suatu daerah yang telah ditetapkan. Observasi yang berarti pengamatan adalah menunjuk pada bentuk kegiatan yang dilakukan selama melakukan Trip. Pada awalnya yang menjadi sasaran pengamatan / pengamatan adalah kehidupan masyarakat di lokasi TO oleh Siswa yang menjadi peserta TO. Subjek yang melakukan pengamatan baru terbatas pada Siswa peserta Trip. Dalam sejarah Sekolah Laboratorium Kependidikan (Laboratory School) yang berada dalam binaan Universitas Negeri Jakarta (dulu IKIP Jakarta), kegiatan Trip Observasi (TO) yang dilaksanakan setiap tahun merupakan mata rantai dari TO yang sudah berlangsung selama lebih dari 4 dasa warsa.
Sejarah Trip Observasi dimulai tahun 1972, ketika Sekolah Teladan (Labschool) mengadakan kegiatan Trip Observasi (TO) ke-I di Parakan Salak-Sukabumi, setelah satu tahun sebelumnya SMA Labschool menjadi peserta tamu dari Trip Observasi yang diselenggarakan oleh SMA Satria Jakarta . Berdasarkan hasil evaluasi terhadap penyelenggaraan TO ke-I, maka direkomendasikan agar kegiatan ini dapat ditradisikan menjadi salah satu kegiatan unggulan SMA Labschool . Sejak itu secara rutin setiap tahunnya SMA Labschool Jakarta menyelenggarakan kegiatan Trip Observasi dan diikuti pula oleh SMA Labschool Kebayoran sesaat setelah berdiri yaitu pada tahun 2001.

2.     Bina Mental Kepemimpinan Siswa

Bina Mental Kepemimpinan Siswa (BINTAMA) adalah acara rutin tahunan SMA Labschool Kebayoran. Acara yang melibatkan siswa kelas X sebagai peserta ini bekerjasama dengan KOPASSUS sebagai latihan pembinaan mental serta kepemimpinan para siswanya. Kegiatan ini juga dibantu oleh OSIS serta guru-guru.
SMA Labschool Kebayoran memiliki sebuah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang secara rutin dilantik pada tanggal 17 Agustus tiap tahunnya bersamaan dengan pelantikan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) serta Ekskul Pecinta Alam (Palabsky). OSIS di SMA Labschool Kebayoran merupakan wadah yang disediakan oleh sekolah untuk menampung minat siswanya dalam berorganisasi. Tiap tahunnya OSIS SMA Labschool Kebayoran berhasil mengadakan acara-acara besar seperti Sky Lite (drama), Sky Battle (Turnamen olahraga antar SMA di Jabodetabek), Jakarta in Global (Lomba-lomba ilmiah serta bahasa inggris), hingga acara terbesarnya yaitu Sky Avenue (Pentas Seni Siswa).
Adapun ekstrakurikuler yang terdapat di SMA Labschool Kebayoran sangat beragam mulai dari bidang olahraga: Basket, Futsal, Sepak Bola, Rugby, Bulu Tangkis, Pecinta Alam (Palabsky) bidang seni dan keterampilan: tari tradisional, Modern Dance, Kuliner, dan lain-lain. Lalu ada juga komunitas LAMURU (perkusi).

Untuk memenuhi tugas sejarah, saya mewawancarai tiga alumni SMA Labschool Kebayoran mengenai kesan dan dampak positif juga negatif yang diberikan Labsky.


 Yang pertama, saya mewawancarai kak Adinda Sari Putri via email. Kak Dinda adalah OSIS bagian Publikasi dan Dokumentasi untuk OSIS DRAKARA Nawastra yang waktu itu baru lulus. Sekarang kak Dinda melanjutkan pendidikan di Erasmus College. Menurut dia sekolah di Labsky beragam-ragam rasanya dan ada banyak pelajaran yang berguna untuk masa depan. “Untuk kesan positif dari menjalani selama 3 tahun di Labschool sendiri sih bisa di bilang banyak banget karena di Labschool saya bertemu beragam karakter orang bukan dari teman seangkatan saya saja, tetapi juga kakak-kakak kelas saya dan guru saya. Dari situ, saya dapat berfikir lebih maju kedepan dan mengubah mind set saya ke hal yang lebih baik.”  

Selain itu Labschool juga menyelenggarakan berbagai program non akademik bertujuan untuk leadership dan kemandirian murid-muridnya. Seperti pra TO, TO dan bintama. Menurut kak Dinda, program-program ini tentunya tidak bisa didapatkan di sekolah-sekolah lain sehingga itu sudah menjadi nilai plus untuk Labschool tersendiri. Labschool bisa dibilang salah satu sekolah yang disiplinnya tinggi, pendapat kak dinda mengenai itu sebagai berikut, “Apalagi kalau ditanya tentang kedisiplinan, di Labschool sangat menerapkan sifat ini, seperti saat terlambat ke sekolah atau masuk kelas”. Lalu, setiap angkatan di Labschool memiliki tiga ketua. Nah, dari situ kita bisa belajar untuk lebih kompak. “Hal positif lainnya sih masih banyak lagi seperti belajar berorganisasi apalagi saat acara akbar seperti sky avenue dan sky battle (OSIS & MPK), lari pagi jumat yang memberikan hal kedisiplinan dan kesehatan fisik lalu adanya dukungan dari guru-guru saat anak muridnya sedang mengikuti lomba di luar sekolah”, lanjut kak Dinda.  

Untuk poin negatifnya, “saat saya bersekolah di Labschool mungkin keluhan dari orang tua adalah kurangnya lahan untuk parkir dan makanan kantin yang gitu-gitu aja jadi membuat kejenuhan pada murid-murid Labschool.”

Akhir kata kak Dinda mengaku bahwa ia bangga bisa menjadi alumni Labsky. “Tapi sejauh saya belajar di Labschool, saya lebih banyak bersyukur di banding mengeluh nya hehehe benar-benar bangga bisa jadi Alumni SMA Labschool Kebayoran”.

 
 Yang kedua adalah mantan ketua OSIS dan ketua angkatan SAPTRAKA, kak Eros Tjokro. Sekarang ia melanjutkan pendidikan di Prasestya Mulya jurusan Bisnis Manajemen. Menurut kak Eros, hal postif di Labsky ada banyak terutama dalam hal organisasi. “Organisasi di labsky menurut gue organisasi paling bagus di jakarta selatan. Dalam hal ini OSIS, MPK, dan ekskulnya.” Suasana sekolah yang nyaman membuat proses belajar lebih mudah. “Warga di labsky ramah, sehingga kalau kita ke sekolah itu ngerasa nyaman dan atmosfir belajarnya bikin semangat.” Lalu guru di labsky juga kompeten dan mengajar dibidangnya masing-masing sehingga ilmu yang diajarkan sangat bermanfaat menurut kak Eros. “Dan suasana kekeluargaannya bikin kangen sekolah terus.” 

Kantin yang mahal, kontrol sekolah, dan konflik antar guru menjadi nilai minus bagi kak Eros. “Konflik internal antar guru masih sering terlihat sama murid jadi kita tau guru siapa yang konflik satu sama lain. Selain itu gurunya sering terlalu ikut campur sama urusan pribadi murid.”

Disisi lain, manfaat bersekolah di Labsky terasa sampai sekarang. “Karena di labsky kegiatannya banyak dan mengharuskan kita disiplin kayak TO, Bintama, dll jadi waktu masuk dunia kuliah, kegiatan yang ada di kampus ga terlalu bikin kita kaget.” Pendapat kak Eros, karena di Labsky murid-murid dituntut untuk selalu berpikir jauh, sewaktu kuliah rasanya sudah terbiasa dengan tugas-tugas yang memang mengharuskan menjadi orang yang kreatif.

Yang terakhir adalah kak Astidira Apti. Mantan Bendahara 1 OSIS DRAKARA angkatan Nawastra ini, sekarang berkuliah di Universitas Indonesia, Fakultas Tekhnik Departemen Arsitektur jurusan Arsitektur Interior. Menurut kak Astidira, poin positif Labsky adalah akademik dan kegiatan-kegiatan lainnya seperti lari pagi. Akademik Labsky yang bagus memudahkan saat Ujian Nasional. “Lari pagi bikin sehat sama bikin tau cara siap-siap yang efektif” kata kak Astidira. Hal positif lainnya juga bisa didapatkan dari kegiatan TO, seperti belajar hidup mandiri, mengetahui cara penelitian dan mempresentasikannya di depan umum. “ Pelajaran lainnya terasa saat perjalanan menuju OSIS, bahwa jika ingin menjadi sesuatu yang hebat kita harus berjuang dan ada prosesnya.

Ini adalah nilai minus Labsky menurut kak Astidira :
“Negatifnya, terlalu dikekang sama guru-gurunya. Guru-gurunya terlalu ngatur bahkan sampai kehidupan di luar ekolah. Semua kegiatannya juga terlalu kaku. Jadi gimana ya, pengalaman spontannya sedikit. Jadi iri gitu kalau denger cerita-cerita dari sekolah lain kok seru-seru banget.”
“Kalo di akademik, paling suka ngasih soal-soal yang ga masuk akal susahnya. Jadi kayak ngerasa ‘ah ngapain belajar, gamungkin bisa juga’. Ga ada salahnya kan ngasih soal ya yang bisa dikerjain lah. Jadinya ita semangat belajar. Apa gunanya ngulang kalau bisa dari awal sukses?”
Dampak yang dirasakan kak Astidira adalah tidak kaget saat kegiatan OSPEK di universitas.


Pendapat saya, secara garis besar Labschool Kebayoran adalah sekolah yang burkualitas. Tetapi memang halnya di dunia ini tidak ada yang sempurna. Oleh sebab itu saya berharap Labsky bisa terus memperbaiki sistem yang ada sehingga dapat meminimalisir hal-hal yang negatif. Semoga Labsky bisa menjadi panutan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar