Rabu, 26 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Labsky


Saya (paling Kiri) bersama fakhri (teman), kak Aldo, Kak Aso, Kak Wicak, Kak Galih dan Kak Della (bukan Alumni pacarnya kak Aldo)

Dua Waktu Yang Berbeda

Pada Tanggal 16 September 2012, Saya mewawancarai saudara saya yang merupakan alumni Labschool Kebayoran angkatan 5 (Pancatra). Saya tidak hanya mewawancarai saudara saya, Kak Aldo, tapi saya juga mewawancarai 3 teman lainnya yang ketika itu sedang nongkrong bersama saudara saya. Ada Kak Wicak, Kak Aso dan Kak Galih. Mereka berempat merupakan teman yang erat ketika masa SMA mereka
Sekarang, saya akan menjelaskan wawancaranya.
Pertanyaan yang saya lantunkan ini dijawab serempak oleh mereka berempat, jadi, tidak ada perbedaan jawaban dari keempat alumni.
Mereka berempat ketika ditanya “apakah kelebihan yang dimiliki labsky bila dibandingkan dengan sekolah lain”, mereka menjawab “Tidak pernah tawuran”, sering diajak shalat oleh guru, banyak olahraga baik ketika pelajaran olahraga ataupun ketika sedang dihukum. Cara mengajarnya mereka sangat baik dan enak”, ekskulnya banyak sekali, satpamnya baik, hukuman yang diberikan oleh guru kepada murid-muridnya efektif dan efisien. Murid-murid yang dihukum tidak mau mengulanginya lagi.
Soal tidak pernah tawuran, saya setuju dengan hal itu. Karena Labschool Kebayoran tidak dikenal sebagai sekolah yang sering tawuran. Dari dulu sampai sekarang, Labschool Kebayoran, baik kalangan SMP maupun SMA tidak pernah tawuran. Mungkin itu terjadi karena mereka saja sudah pulangnya sangat sore. Mereka capai dan sudah kehabisan tenaga. Selain itu, materi sekolah yang berat dan persaingan niali yang ketat membuat siswa-siswanya memfokuskan pikirannya kepada materi pelajaran dan tidak pernah kepikiran untuk melakukan tawuran.
Soal sering diajak shalat oleh guru, saya juga setuju. Guru-guru Labschool Kebayoran baik SMP dan SMA ketika mereka mau melaksanakan shalat dzuhur terutama, mereka selalu mengadakn inspeksi ke kelas-kelas untuk mengajak semua murid yang masih di dalam kelas untuk bergabung dengan semuanya untuk melaksanakan shalat dzuhur berjamaah. Ketika dekat masjid, biasanya para murid belum memasuki masjid karena sebagian besar dari murid memilih untuk mengobrol dahulu. Siswa-siswa masih diluar pun mereka masih saja menyuruh kami untuk masuk ke masjid dan bersiap-siap untuk shalat dzuhur berjamaah.
                Ketika bicara mengenai soal Olahraga, Labschool Kebayoran memang menurut saya sangat efektif dan efisien serta sangat positif. Itu bisa dilihat dari kegiatan yang kita selalu lakukan pada Jum’at pagi. Kita harus datang sebelum jam setengah enam dan kami berbaris serta pemanasan untuk melakukan lari pagi. Lari pagi SMP dan SMA berbeda. SMA lebih jauh jaraknya daripada SMP. SMA mempunyai dua jalan untuk melaksanakan kegiatan positif ini. Bisa mereka dari perempatan dekat sekolah langsung ke kiri, sehingga langsung ke sekolah. Atau lurus memutar yang sangat jauh  ke Barito (Pasar Hewan Binatang). Ketika melewati Barito, rasa capainya lebih berasa memang ketimbang memakai jalan memotong (langsung belok kiri). Tapi, setelah lari itu, ada sesuatu rasa lega yang enak sekali ketika kita minum untuk mengembalikan cairan tubuh yang telah dikeluarkan sebelumnya karena berkegiatan lari pagi.
                Ekstra kulikuler yang banyak juga merupakan salah satu dari sekian banyak manfaat yang bisa diterima oleh siswa yang bersekolah disana. Karena banyak sekali pilihan ekstra kulikuler yang bisa dipilih. Mereka tidak menjelaskan ekstra kulikuler yang ada dulu. Tapi kalau sekarang, banyak menurut saya. Ada bola sepak, bola basket, rugby, OSN, BTQ, dazzling, bulutangkis dan lain-lain. Ekstra kulikuler itu sangatlah berguna untuk siswa yang mengikutinya dan wajib mempunyai ekstra kulikuler karena nilai yang diperlukan oleh siswa untuk kenaikan kelas salah satunya adalah nilai ekstra kulikuler.
                Mereka bercerita juga bahwa ada beberapa guru yang mereka masih ingat dan ada kenangan yang berhubungan dengan guru-guru itu. nama guru-guru itu adalah Pak Eri, Pak Eris dan Pak Edi dan Pak Subhan. Guru-guru ini masih mengajar sampai saat ini, dan benar, mereka itu sangatlah tegas. Dari ketiganya, menurut saya, Pak Eri adalah guru yang paling peduli dengan perilaku siswanya. Saya juga ada pengalaman bersama pak Eri. Ketika saya sedang jalan, tiba-tiba saya disuruh push-up oleh pak Eri karena baju sekolah saya yang keluar dari celana (tidak dimasukkan kedalam celana). Setelah itu saya menjadi kapok dan sekali-sekali pun saya tidak pernah mengeluarkan baju saya dengan sengaja lagi.
                Para Alumnus ini juga mempunyai cerita tentang Pak Eris. Hal yang menurut mereka paling berkesan bersama pak Eris adalah ketika mereka sedang melakukan tirp ke Jogjakarta. Mereka ketika bermalam di kota jogja semuanya sedang asyik keluar dari penginapan untuk shopping dan hangout. Tapi, mereka pulang terlalu larut. Dan ketika mereka sudah sampai di penginapan, mereka satu angkatan disuruh push-up oleh pak Eris. Kak Aldo, Kak Aso dan Kak Wicak berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum mereka semua dihukum. Mereka bertiga menonton hukuman itu dari atas dan mereka mentertawakan teman-teman mereka yang dihukum di bawah.
                Pak Edi dan Pak Subhan di mata mereka merupakan guru yang gampang diajak berbicara layaknya teman sendiri dan mereka pun diperlakukan seperti teman sendiri. Kesaksian dari semua almunus, mereka suka bermain-main dengan pak Subhan dan Pak Edi ketika mereka sedang tidak belajar. Saking banyaknya cerita bersama kedua guru tersebut, mereka sampai-sampai merekam video yang dunggah ke youtube. Video itu berjudul Subh-way yang isinya adalah gambar-gambar pak subhan ketika sedang mengajar dan bersantai.
                Soal keamanan sekolah, dijaga baik oleh satuan pengamanan sekolah. Mereka-mereka ini menurut saya dan para almmunus itu adalah orang yang berjasa melindungi sekolah ini dari ketidakamanan (walaupun banyak terjadi tindakan kriminal di dalam sekolah seperti pencurian) dari luar. Selain itu, satuan pengamanan sekolah ini juga mengamanankan kita para siswa ketika berjalan menyebrangi jalan yang dibatasi oleh ruas jalan. Selain itu, mereka juga bisa mengetag parkiran yang ada di dalam sekolah.
 Kak Aldo bercerita bahwa ia sampai pernah dihukum tidak boleh masuk pelajaran ekonomi selama satu semester hanya karena mereka telat masuk kelas. Kejadi an ini membuat Kak Aldo dan teman-temannya tidak mendapatkan tulisan “hadir” di buku absensi guru. Setelah itu, urusannya pun menjadi lebih panjang. Dan katanya kak Aldo, untungnya bisa diselamatkan absensi yang dinyatakan alpha itu. Itu dilakukan karena labschool mempunyai syarat kenaikan kelas bahwa setiap murid diharuskan untuk mempunyai catatan absen hadir sebanyak delapan puluh persen.
Saya bertanya lagi “Apakah kegiatan yang bermanfaat setelah kakak-kakak lulus dari Sekolah Menengah Atas Labschool Kebayoran” mereka menjawab  Lari Pagi, TO (Trip Observasi), BINTAMA. Acara-acara seperti Trip Observasi dan BINTAMA (Bina Mental Kepemimpinan Siswa) yang saya juga pernah lakukan, menurut mereka bermanfaat sekali. Karena dengan diadakannya Bina mental kepimpinan siswa dan Trip Observasi, itu bisa melatih mental siswa Labschool yang tadinya mungkin kurang baja menjadi lebih baja. Dan banyak kesenangan yang bisa diambil dari kegiatan itu.
Ketika Trip Observasi, mereka bercerita bahwa pada masa mereka yang melakukan Trip Observasi, mereka menginap di Cimanggu Lebak. Disana, Kak Aldo dan Kak Wicak sekelompok (serumah) ketika mereka melaksanakan Trip Observasi. Ada cerita menarik di kala Trip Observasi itu. Mereka berdua disuruh untuk menjaga vendel (bendera transparan berwarna-warni dan benderanya lebih dari satu. Dipasang diluar rumah, tidak boleh jatuh, dan ketika larut malam, ada osis yang menyenterkan senter mereka kepada vendel itu dari jarak yang cukup jauh. Tugas si murid didik T rip Observasi itu adalah mereka harus membalas cahaya yang diarahkan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah). Ketika itu, Kak Aldo yang pertama menjaga vendel dan Kak Wicak adalah giliran berikutnya. Dan kak Aldo pun menjaga vendel dengan baik. Tapi, setelah giliran Kak Aldo selesai, Kak Wicaknya masih tertidur dan ia bermimpi bahwa ia sedang menjaga vendel. Seketika itu juga Kak Wicak yang dibangunkan oleh kak Aldo tidak mau bangun karena ia merasa bahwa ia sedang menjaga vendel. Kak Aldo pun harus mau tidak mau menjaga vendel lagi menggantikan giliran yang seharusnya dilakukan oleh Kak Wicak.
Pada masa Trip Observasi angkatan 5, masa pemilihan ketua angkatannya sangatlah keras bila dibandingkan dengan sekarang.  mental dan fisiknya mereka diuji sangat-sangat ekstrim. Dan ketiga orang-orang yang dinobatkan sebagai ketua angkatan itu pun adalah orang-orang pilihan yang mempunyai fisik yang baik dan mental yang baja. Mereka dipilih katanya berdasarkan ketua kelompok Trip Observasi.
Sekarang saya bertanya kebalikannya “apakah kekurangan yang ada di Labschool Kebayoran”. Mereka menjawab bahwa jarang sekali ada petugas mensin fotokopi yang terletak di bawah sebelah Sekretariat Organisasi Siswa Intra Sekolah Sekolah Menengah Pertama. Selain itu, ada juga kekurangan lainnya, seperti  guru bahasa inggris yang sering kali diganti, tidak ada pelajaran bahasa asing selain bahasa inggris, rumput lapangan hijau yang sering berantakan, fasilitas jurusan IPS yang kurang, kurikulum musik yang tidak jelas dan ada beberapa guru yang cara mengajarnya tidak mengenakan.
Petugas fotokopi sampai sekarang memang jarang sekali terlihat sampai sekarang. Ketika saya baru awal-awal masuk Labschool Kebayoran dan saya ingin mengfotokopi lembaran yang saya punya, orangnya sedang tidak ada. Saya tunggu sekian lama dan akhirnya pun saya fotokopi lembaran saya di tukang mesin fotokopi depan circle K. Seharusnya sekolah mengganti orang yang menjaga fotokopi dengan orang yang baru dan mau bekerja.
Soal pelajaran bahasa, banyak sekali kekurangan disini. Entah kenapa, mungkin sekolah memang tidak serius tentang pelajaran bahasa. Padahal itu penting untuk kehidupan sehari-hari ketika kita berbahasa. Pelajaran bahasa Inggris memang sering ganti guru ketika angkatan para alumnus dan sampai angkatan sayapun masih berlanjut. Kita sudah berganti dua kali guru bahasa inggris. Yang pertama, pak Arifin, keluar dari jabatannya sebagai guru bahasa inggris karena ia diterima jadi Pegawai Negeri Sipil di Sekolah Menengah Atas Negeri. Yang kedua, Mister Fakhran pun menggantikannya pak Arifin walau hanya satu tahun pelajaran karena ia harus kembali kuliah sebagai dosen (katanya). Dan yang terbaru, Mister Willy. Tapi ada sisi positifnya dari pelajaran bahasa inggris sekarang, karena Labschool Kebayoran telah mendatangkan guru native (guru yang asli bule). Namanya adalah Mr Brenton Hill. Ia adalah orang Australia yang sudah menetap lama di Indonesia, khususnya Jakarta.
Dahulu hanya ada pelajaran bahasa inggris sebagai pelajaran bahasa asingnya. Tapi sekarang sudah ada bahasa asing lainnya, yaitu pelajaran bahasa Jepang.
Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial memang terkenal karena pelajarannya yang tergolong lebih ringan dibandingkan mata pelajaran dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam. Mungkin, jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial ini di mata Labschool Kebayoran tidak membutuhkan fasilitas laboratorium yang padahal dibutuhkan juga oleh mereka yang berjurusan Ilmu Pengetahuan Sosial.
Rumput di Lapangan Hijau juga merupakan bagian dari kekurangan Labschool Kebayoran karena rumputnya sering tidak merata dan sering membuat yang main bola atau olahraga lainnya bisa gampang terjatuh karena tersandung oleh rumput-rumput itu. seharusnya sekolah bisa mengatur itu dengan cara menggundulkan rumput-rumputnya atau melebatkan semua bagia lapangan hijau dengan rumput.
Kurikulum Musik juga merupakan masalah karena arahnya yang kurang jelas dan terarah. Tapi itu adalah kisah lama. Sekarang, kurikulum musik sedikit demi sedikit makin teratur dan makn maju serta terarah.
Sekian dari saya dan Inti dari tulisan yang saya karang ini adalah kita harus melangkah lebih baik dan lebih maju untuk masa depan yang lebih baik.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar