Minggu, 23 September 2012

Tugas-2 Plus Minus Labsky

Kekurangan dan Kelebihan SMA Labschool Kebayoran
                Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa / murid di bawah pengawasan guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Sekolah yang baik mendidik siswa siswinya dalam akademis dan kepribadian. Sudah seharusnya sekolah memberikan bekal kepada muridnya untuk pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau untuk pergi ke dunia kerja.
                SMA Labschool Kebayoran adalah salah satu sekolah yang juga berada di bawah kepengurusan Yayasan Pembina-Universitas Negeri Jakarta (YP-UNJ). SMA Labschool Kebayoran yang terletak di Jalan K.H. Ahmad Dahlan No. 14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan terletak berdampingan dengan SMP Labschool Kebayoran ini telah mendidik siswa-siswinya selama  kurang lebih 11-12 tahun lamanya. Sejak berdiri pada tahun 2001 tepatnya pada tanggal 12 Juli, SMA Labschool Kebayoran telah sukses meluluskan 9 angkatan.
                SMA Labschool Kebayoran memiliki banyak program-program non akademis. Jadi bukan hanya pendidikan akademis saja yang diutamakan. Ada Masa Orientasi Siswa (MOS)Pesantren Kilat Ramadhan (PILAR), Pra-Trip Observasi dan Trip Observasi (TO), Bina Mental Kepemimpinan Siswa (Bintama), Latihan Kepemimpinan Siswa (Lapinsi),Tes Potensi Organisasi (TPO), Studi Lapangan, dan lain-lainnya. Seluruh program ini bertujuan untuk menyeimbangkan akademik dan non akademik pada siswa-siswi didiknya. Tentu saja hal ini bertujuan baik dan sangat bermanfaat, tapi kegiatan ini juga menyita waktu dan melelahkan, belum lagi saat mengerjakannya para siswa-siswi cenderung merasa malas karena tidak yakin program-program tersebut akan bermanfaat bagi masa depannya. Dapat dilihat bahwa ada kelebihan dan kekurangan dari sistem pengajaran di SMA Labschool Kebayoran.
                Sebagai seorang murid yang baru saja belajar di SMA Labschool Kebayoran selama kurang lebih satu tahun lebih beberapa bulan, saya belum bisa menyebutkan kekurangan dan kelebihan SMA Labschool Kebayoran. Hal ini disebabkan karena saya masih berada di lingkungan sekolah ini dan belum merasakan dampak dari segala hal yang diajarkan oleh SMA Labschool Kebayoran kepada saya.
                Oleh karena itu, untuk mengetahui apa saja kekurangan dan kelebihan dan apakah manfaat dan hambatan yang diberikan SMA Labschool Kebayoran, saya telah mewawancarai tiga orang alumni untuk dimintai pendapatnya. Tiga orang alumni ini adalah kak Dio Aufa Handoyo dari akselerasi angkatan Nawa Drastha Sandyadira atau angkatan 9, kak Nabel Ihsan Muhammad dari angkatan Nawa Drastha Sandyadira  dan kak Rangga Sujud Widigda dari angkatan Panca Saka Atmamatra atau angkatan 5. Dari ketiga wawancara tersebut saya mendapatkan kelebihan dan kekurangan SMA Labschool Kebayoran dan manfaat SMA Labschool Kebayoran bagi para siswa-siswinya.
                Wawancara yang pertama saya lakukan adalah dengan kak Dio Aufa Handoyo yang merupakan alumni dari angkatan Nawa Drastha Sandyadira atau yang biasa disebut Nawastra. Kak Dio Aufa Handoyo atau yang biasa dipanggil dengan kak Dio merupakan salah satu lulusan SMA Labschool Kebayoran dengan program akselerasi yaitu penghematan satu tahun, jadi program sekolah yang seharusnya 3 tahun dihemat dengan program akselerasi sehingga akhirnya bisa lulus dalam waktu 2 tahun saja. Sekarang, setelah bersekolah 2 tahun di SMA Labschool Kebayoran kak Dio sedang berkuliah di jurusan Teknik Industri Universitas Indonesia.
                Kak Dio menceritakan tentang kisahnya bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Menurut kak Dio hal yang diajarkan oleh SMA Labschool Kebayoran yang paling ia rasakan manfaatnya saat kuliah adalah social skill. Walaupun berusaha memenuhi target akademik yang sangat banyak, SMA Labschool Kebayoran masih sempat mengajari hal non akademik. Jadi bukan hanya mendidik murid-muridnya dari segi akademik tetapi non akademiknya juga dididik dengan balance atau seimbang.
                Sampai sekarang kak Dio mengaku bahwa ia sangat berterimakasih pada SMA Labschool Kebayoran atas acara-acara yang diadakannya. Menurutnya acara-acara tersebut telah mengajarkannya rasa disiplin dan tanggung jawab yang besar. Salah satu acara yang ia sebutkan sangat bermanfaat baginya adalah Lapinsi atau Latian Kepemimpinan siswa. Menurutnya lapinsi merupakan program yang bagus. Materi-materi lapinsi sangat bermanfaat dan masih ia pakai hingga sekarang. Materi yang bermanfaat contohnya pembuatan proposal dan manajemen organisasi. Kak Dio mengaku masih suka menggunakan bahan-bahan atau modul yang diberikan saat program lapinsi sampai saat ini. Ia sendiri mengatakan ‘Saya tidak menyangka bahwa materi seperti ini dapat bertahan dan berguna dalam jangka waktu yang begitu panjang.’ Kak dio juga menambahkan, Namun kedisiplinan dan tanggung jawab yang dipelajari dari acara-acara Labschool sudah mulai saya rasakan sekarang, bahkan sebelum saya lulus. Kedua hal tersebut sangat membantu untuk membagi waktu, dan tentu berguna dalam hal lainnya juga.
                Kak Dio menceritakan bahwa awalnya ia masuk program akselerasi karena diminta oleh orang tuanya, tetapi ia tidak menyesal atas keputusan itu. Dengan mengikuti program akselerasi kelebihannya ia dapat lulus dari Labschool dengan waktu yang lebih cepat dari seharusnya. Selain itu di akselerasi ia menjadi lebih fokus belajar. Dia merasakan bahwa dengan mengikuti program akselerasi, distraction atau gangguannya lebih sedikit dan ia menjadi lebih fokus. Tetapi kekurangannya mengikuti program akselerasi adalah ia menjadi kurang berhubungan dengan luar akselerasi. Ia mengaku biasanya pada jam istirahat pun setelah membeli makan, ia dan teman-teman sesama anak akselerasi akan kembali ke kelas dan menghabiskan waktu disana bersama teman sekelas. Maka dari itu dia merasakan kurang bergaul dengan teman-teman di luar akselerasi.
                Walaupun mengikuti program akselerasi, kak Dio juga tidak mau kalah dalam hal berorganisasi. Kak Dio merupakan mantan anggota seksi Rohani Islam tepatnya Rohani 2 dalam OSIS Dranadaraka Wiraksaka. Menurutnya organisasi membuatnya belajar membagi waktu dengan lebih baik. Ia bisa belajar membagi waktu antara waktunya bekerja, belajar dan bermain. Ia mengaku bahwa nilainya sempat turun karena kesibukannya mengikuti OSIS karena kegiatan OSIS yang sibuk dan memakan banyak waktu. Tapi ia mengatakan asal bisa membagi waktu sebenarnya OSIS itu sangat baik dan bermanfaat. Menurutnya membagi waktu adalah hal yang sangat sulit, samapi sekarang ia masih belajar bagaimana caranya membagi waktu. Sarannya dalam membagi waktu adalah membuat jadwal kegiatan, sehingga kita dapat mengetahui mana target yang tercapai dan tidak. Selain itu kita juga harus memiliki tekad yang tinggi dalam mebagi waktu.
                Satu kekurangan SMA Labschool yang disebutkan kak Dio yaitu dimata anak-anak lulusan sekolah lain, anak lulusan SMA Labschool Kebayoran cenderung dinilai ‘borju’. Image itu seperti sudah melekat pada anak-anak SMA Labschool Kebayoran. Tetapi hal itu bukan masalah, menurut kak Dio terlepas dari itu SMA Labschool tidak memiliki kekurangan lagi. Kak dio berpesan bahwa SMA itu hanya 3 tahun jadi nikmati saja selama masih di SMA.
                Alumni yang saya wawancarai berikutnya adalah kak Nabel Ihsan Muhammad yang juga merupakan alumni angkatan 9 atau Nawa Drastha Sandyadira. Kak Nabel Ihsan Muhammad atau yang biasa dipanggil dengan kak Nabel merupakan ketua angkatan Nawa Drastha Sandyadira dan ketua umum OSIS Dranadaraka Wiraksaka. Kak Nabel yang baru saja lulus sekarang sedang berkuliah di Institut Teknologi Bandung.
                Saya mewawancarai kak Nabel via blackberry messenger dan menanyakan apa kelebihan dan kekurangan SMA Labschool Kebayoran serta apa hal yang didapat dari SMA Labschool Kebayoran yang dapat membantu di kuliah dan dapat menghambat kuliah.
                Menurut kak Nabel kelebihan SMA Labschool Kebayoran adalah siswa-siswinya tidak individualis. Jadi SMA Labschool tidak mengajarkan muridnya untuk hanya sibuk belajar saja, tetapi SMA Labschool juga mengajarkan muridnya untuk berorganisasi dan berhubungan dengan orang lain.
                Selain itu menurut kak Nabel, alumni SMA Labschool Kebayoran bisa bersosialisasi dengan sangat baik dan berkomunikasi dengan orang lebih baik dari anak-anak sekolah lain. Menurutnya alumni SMA Labschool kebayoran cenderung memiliki kepercayaan diri yang kuat. Hal ini mungkin karena di SMA Labschool Kebayoran, siswa-siswinya dibiasakan untuk percaya diri dengan cara dibiasakan berbicara depan umum, atau dengan organisasi. Dalam organisasi terasa atau tidak para siswa dan siswi juga dibiasakan untuk percaya diri.
                Mungkin saat ini kita sebagai siswa-siswi SMA Labschool membenci tugas dari sekolah yang sangat amat banyak dan menumpuk tetapi menurut kak Nabel tugas yang banyak ini justru sangat membantu di kuliah. Tugas yang banyak dari guru membuat alumni SMA Labschool Kebayoran terbiasa dengan tugas yang menumpuk yang diberikan saat kuliah.
                Kelebihan lain alumni SMA Labschool Kebayoran adalah alumni SMA Labschool Kebayoran memiliki disiplin yang cenderung lebih tinggi dari alumni-alumni SMA lain. Dapat dilihat bahwa di SMA Labschool Kebayoran banyak kegiatan yang mebangun disiplin siswa-siswinya sehingga alumninya terbiasa untuk menjadi seorang yang disiplin. Selain itu SMA Labschool Kebayoran juga membuat peraturan dan menjaganya dengan ketat seperti tentang keterlambatan, setiap keterlambatan pasti mendapat hukuman. Atau tentang panjang rambut, sedikit melewati batas saja rambut terpaksa dipotong. Bahkan sampai penggunaan sepatu, tidak boleh ke sekolah menggunakan sepatu crocs yang bentuknya bukan seperti flat shoes.
                Kak Nabel juga mengatakan bahwa anak-anak SMA Labschool Kebayoran jauh dari tawuran antar pelajar, tidak seperti anak-anak sekolah lain yang sering tawuran. Hal ini menyebakan anak-anak SMA Labschool Kebayoran terlihat sangat terdidik.
                Kak Nabel mengakhiri kelebihan SMA Labschool Kebayoran dengan mengatakan bahwa bersekolah di SMA Labschool Kebayoran bisa menjadi modal awal untuk masa depan. Modal awal dalam perkuliahan dan kehidupan selanjutnya. Buktinya dapat dilihat banyak alumni SMA Labschool Kebayoran yang aktif dalam himpunan dan kabinet di perguruan tinggi.
                Walaupun memiliki banyak kelebihan, SMA Labschool Kebayoran juga memiliki beberapa kekurangan. Menurut kak Nabel anak-anak SMA Labschool Kebayoran biasanya tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya.
                Selain itu kak Nabel juga mengatakan bahwa anak SMA Labschool Kebayoran cenderung borjuis. Mungkin karena kebiasan lingkungan SMA Labschool Kebayoran yang seperti itu. Menurut kak Nabel nanti di kuliah akan sangat terasa bahwa anak-anak SMA Labschool Kebayoran umumnya konsumeris padahal banyak anak dari sekolah lain yang untuk biaya sekolah saja sudah sangat sulit.
                Terakhir, kak Nabel mengatakan bahwa baginya tidak ada hal yang didapatnya dari SMA Labschool Kebayoran yang menghambat kuliah. Menurutnya SMA Labschool Kebayoran sangat membantunya dalam kuliah.
                Alumni terakhir yang saya wawancarai adalah kak Rangga Sujud Widigda dari angkatan 5 atau yang biasa disebut Panca Saka Atmamatra. Dulu di SMA Labschool Kebayoran, kak Rangga mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial. Saat ini kak Rangga sedang dalam semester terakhirnya di Universitas Indonesia jurusan hukum.
                Menurut kak Rangga, kelebihan SMA Labschool adalah memberikan pelajaran secara komprehensif sehingga ia mendapat pemahaman yang utuh dalam setiap pelajaran yang dipelajari. Kak Rangga mengatakan Guru-guru SMA Labschool yang memberikan pelajaran secara mendalam membantu saya untuk dapat mengikuti pelajaran-pelajaran yang diberikan, terutama berkaitan dengan materi yang sulit.
                Selain itu ia mengatakan bahwa teman- teman SMA Labschool juga sangat menyenangkan dan mendukungnya untuk terus berkembang. Menurut kak Rangga pergaulan SMA Labschool amat solid dan kuat, ‘Meskipun sudah lulus sekalipun kami masih tetap sering bertemu dan berkumpul ketika kuliah.’ Kata kak Rangga.
                Menurut kak Rangga kelebihan lainnya dari adalah ekskul yang ada di SMA Labschool juga sangat membantu untuk mengembangkan potensi diri siswa SMA melalui pilihan ekskul yang beragam dan menarik. Fasilitas SMA Labschool juga membantu kami dalam mendapatkan pendidikan yang baik.
                Ketika ditanyakan tentang hal yang membantu dalam kuliah, kak Rangga menjawab hal yang sangat membantunya sebagai mahasiswa adalah kegiatan-kegiatan yang diadakan SMA Labschool kebayoran. Ia mengatakan pelatihan kepemimpinan dan kemandirian yang didapat di Trip Observasi dan Bina Takwa dan Mental Siswa merupakan bekal yang sangat penting untuk kuliah. Saya sangat merasakan manfaat dari kedua kegiatan tersebut untuk membangun kepercayaan diri dan mental saya dalam menghadapi kesulitan-kesulitan di dunia perkuliahan dimana seringkali kita dituntut untuk bersikap mandiri.’ Ujar kak Rangga.
                Walaupun begitu menurut kak Rangga, SMA Labschool perlu memperbaiki kedisiplinan para guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan disana. Ia mengatakan terkadang ada pelajaran yang kosong, hal ini menimbulkan kebingungan bagi siswa . Pelajaran yang kosong ini juga membuat siswa harus berusaha jauh lebih keras untuk mengikuti pelajaran  yang ada sehingga terkadang ada beberapa materi yang tertinggal dan tidak dipahami oleh siswa. Selain itu guru -guru di SMA Labschool juga memiliki standar yang berbeda dalam menindak ketidakdisiplinan yang dilakukan muridnya. Hal ini membuat para murid memilah-milah pelajaran yang harus mereka lalui secara disiplin dan pelajaran yang bisa dilalui sesuka hati.
                Untuk hal yang menghambat kuliah kak Rangga menjawab ‘Hal yang tidak membantu saya dalam mengikuti perkuliahan adalah sikap ketidakdisiplinan yang terkadang ditunjukkan oleh siswa dan guru. Saya merasakan sendiri bahwa ketidakdisiplinan dapat merusak karir saya baik di dalam perkuliahan dan pekerjaan sehingga saya harap sikap-sikap ketidakdisiplinan yang ditunjukkan oleh guru dan murid dapat dihilangkan sepenuhnya.
                Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa SMA Labschool Kebayoran sepertinya memberi bekal yang cukup banyak dan bermanfaat bagi para alumni lulusannya. Walaupun demikian, banyak kekurangany yang masih dapat diperbaiki untuk kedepannya. Semoga SMA Labschool Kebayoran bisa memperbaiki kekurangan itu dan menjadi sekolah yang lebih baik lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar