Jumat, 21 September 2012

Tugas-2 Plus-Minus Labsky


SMA Labscool Kebayoran. Mungkin salah satu SMA terbaik di kota Jakarta. Saya berpikir mau jadi apa saya setelah lulus dari SMA Labschool Kebayoran? Apa saja keuntungan saya bersekolah di SMA Labschool Kebayoran? Dan apa saja kekurangan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran? Maka dari itu saya melakukan wawancara ke beberapa alumni SMA Labschool Kebayoran. Beberapa wawancara berikut ini saya lakukan ada yang secara langsung atau menggunakan BlackBerry Messenger (BBM). Para informan saya adalah Gusti Rainada Dipta Noor dari angkatan ketiga Tri Setya Pamungkas (Triseka), Syifa Widyaswari dari angkatan pertama , dan Tazsa Alya dari angkatan Nawa Drastha Sandyadira (Nawastra).

1.       Gusti Rainada Dipta Noor


 
 

Menurut hasil wawancara saya dengan beberapa informan saya yang termasuk alumni SMA Labschool Kebayoran , SMA Labschool Kebayoran mempunyai banyak keunggulan dan juga tidak terhindar dari kekurangan. Salah satu keunggulan dari SMA Labschool Kebayoran menurut informan saya yang bernama Gusti Rainada Dipta Noor yang juga alumni SMA Labschool Kebayoran angkatan ke tiga yang bernama Triseka (Tri Setya Pamungkas)  mengungkapkan bahwa SMA Labschool Kebayoran memiliki fasilitas yang memadai, seperti hall basket , plaza , masjid , kelas ber-AC (air conditioner) ,guru-guru yang mengjar memiliki sifat friendly kepada murid – murid sehinga murid – murid SMA Labschool Kebayoran dapat mudah menangkap materi yang di ajarkan , SMA Labschool Kebayoran juga memiliki kegiatan ekstrakulikuler yang sangat banyak dan mengasyikkan, seperti ekskul futsal , basket , traditional dance , modern dance (Dazzling), kuliner.

Tetapi SMA Labschool Kebayoran juga tidak terhindar dari kekurangan menurut informan saya yang juga termasuk alumni SMA Labschool Kebayoran mengatakan SMA Labschool Kebayoran kurang mendukung dalam materi kesenian. Menurut kak Nada SMA Labschool Kebayoran seharusnya menyeimbangkan materi kesenian dengan akademik .  Dulu materi kesenian hanya seminggu sekali dan hanya satu jam pelajaran. Menurut kak Nada seharusnya materi kesenian perlu ditingkatkan lagi agar materi kesenian dapat menyeimbangi akademik.  Kakak Nada juga menyatakan kalau peraturan di SMA Labschool Kebayoran terlalu ketat. Dulu ketika kak Nada menjabat menjadi OSIS (Organisasi Siswa) sering kali terjadi konflik-konflik atau masalah-masalah yang terjadi karena peraturan yang terlalu ketat di SMA Labschool Kebayoran.

Menurut saya SMA Labschool Kebayoran Baru sudah cukup dalam menyeimbangkan materi kesenian dengan akademik. Mungkin pandangan saya berbeda dengan kak Gusti Rainada Dipta Noor karena kak Gusti Rainada Dipta Noor sendiri kuliah di bidang kesenian.

Lalu saya setuju sekali dengan pendapat kedua kak Gusti Rainada Dipta Noor tentang guru – guru yang mengajar di SMA Labschool Kebayoran , fasilitas di SMA Labschool Kebayoran , dan ekskul – ekskul di SMA Labschool Kebayoran cukup seru.

Kalau pendapat kak Gusti Rainada Dipta Noor tentang peraturan SMA Labschool Kebayoran terlalu ketat saya setuju.

2.       Syifa Widyaswari
 
 

 

Kali ini saya mewawancarai salah satu alumni SMA Labschool Kebayoran angkatan pertama yaitu Syifa Widyaswari. Saya biasa memanggil beliau Bu Syifa karena bu Syifa pernah mengajar saya di kelas sepuluh f SMA Labschool Kebayoran. Bu syifa mengajar mata pelajaran matematika. Bu Syifa pernah bercerita bahwa dulu di SMA Labschool Kebayoran belum ada masjid sehingga sholat di hall basket.

Menurut ibu Syifa, SMA Labschool Kebayoran memiliki kelebihan yaitu membuat murid – murid SMA Labschool Kebayoran untuk dapat pelajaran berargumentasi. Ya, memang di SMA Labschool Kebayoran saya juga diajarkan untuk berargumentasi. Biasanya pembelajaran argumentasi di ajarkan secara langsung ketika kegiatan Masa orientasi Siswa (MOS) pada latihan PBB atau baris berbaris. Selain pada kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) pembelajaran berargumentasi juga diajarkan pada saat Pra TO (Pra Trip Observasi) ketika kami melaksanakan kegiatan siaga tongkat. Jadi, tongkat kami direbut oleh kakak- kakak OSIS (Organisasi Siswa) dan kami harus mengambil kembali tongkat kami dengan cara berargumen kepada kakak OSIS (Organisasi SIswa) yang mengambil. Bu syifa juga mengatakan bahwa SMA Labschool Kebayoran juga mengajarkan murid- muridnya untuk lebih disiplin . SMA Labschool Kebayoran memang mengajarkan murid-muridnya untuk lebih disiplin seperti apabila terlambat datang ke sekolah sekali saja akan diberikan SP (surat peringatan) sehingga murid – murid jera untuk tidak terlambat lagi. Aribut-atribut juga harus lengkap seperti dasi , topi , dan ikat pinggang untuk upacara. Kalau atribut seragam tidak lengkap maka tidak diperbolehkan untuk mengikuti upacara atau kegiatan belajar mengajar (KBM). Di SMA Labschool Kebayoran semua siswa dan siswi juga diwajibkan untuk mengikuti kegiatan Bina Mental dan Kepemimpinan Siswa (BINTAMA) untuk meningkatkan kedislipinan siswa SMA Labschool Kebayoran. Angkatan saya melaksanakan kegiatan Bina Mental dan Kepemimpinan Siswa (BINTAMA) di Serang, Banten dan dilatih oleh Grup-satu Kopassus (Komando Pasukan khusus). Dengan demikian menurut ibu Syifa siswa dan siswi SMA Labschool Kebayoran mendapat pengalaman – pengalaman yang tidak atau jarang didapatkan sekolah lain dengan adanya kegiatan Trip Observasi (TO) dan Bina Mental dan Kepemimpinan Siswa (BINTAMA).
TO (trip observasi) angkatan saya dilaksanakan di Purwakarta,kampung Parakanceuri.

 Sebelum kita pergi ke purwakarta untuk melaksanakan TO (trip observasi) yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu lima hari empat malam , kita akan mempersiapkan diri  dalam program pra TO seperti membuat name tag , mengecat  tongkat yang akan kami pakai di kampung Parakanceuri  , belajar memasak dengan kompor minyak , dan penjelasan tugas yang akan diberikan oleh panitia TO ( trip observasi ) yang akan dilaksanakan di Purwakarta,kampung Parakanceuri.

Dari dua ratus  empat puluh anak akan dibagi satu kelompok tujuh sampai delapan orang . Saya masuk ke dalam kelompok urutan dua puluh Sembilan yang diberi nama bubuy bulan. Pendamping kakak kelas kami adalah kak sani hadiyan dan pendamping gurunya adalah pak Nasuki . kelompok saya beranggotakan  delapan  orang yaitu, saya Prima Widyo Kuntoro , Alfath, Prabowo , Abraham Armani , Nadia Rahmadiani , Bella Elga , Camila Adianti , dan Anis . Ketua dari kelompok dua puluh Sembilan bubuy bulan adalah Alfath .

Pada hari pertama persiapan pra TO, kami diberi pengarahan tentang kegiatan TO(trip observasi)  yang akan dilaksanakan di Purwakarta,kampung Parakanceuri bersama kakak pendamping saya yaitu kak Sani Hadiyan. Pada awalnya kita mengadakan sesi perkenalan  sesama anggota kelompok  dua puluh Sembilan bubuy bulan. Lalu kami diberi penjelasan tentang pembuatan name tag dan pengecatan tongkat. Di kelompok  dua puluh Sembilan bubuy bulan ini dibagi menjadi dua yaitu yang membuat name tag dan yang mengecat tongkat . Saya, Alfath , Abraham Armani, Bella , dan Anis mendapat bagian tugas dalam mengecat delapan  tongkat . Eden , Nadia Rahmadiani , Prabowo mendapat bagian dalam membuat name tag . Pada hari pertama persiapan pra TO kami melakukan pengecatan dasar warna putih pada delapan tongkat yang ada , pada hari kedua kami memasang target pengecatan warna merah dan biru ,pada besoknya barulah kita mengecat tongkat secara keseluruhan warna . Sehingga pengecatan tongkat dapat kami selesaikan dalam kurun waktu tiga hari setiap pulang sekolah. Pengecatan tongkat biasanya lebih cepat diselesaikan dari pada pembuatan name tag.

                                                                                            

 
 Di hari pertama kita melaksanakan pra TO seluruh laki-laki harus dipotong botak , sedangkan perempuan rambutnya di ikat dengan pita yang berwarna warni. Kegiatan pra TO diawali dengan kegiatan lari pagi pada pukul 5.30 Pagi. kelompok  dua puluh Sembilan bubuy bulan sudah harus mengenakan name tag dan tongkat yang di buat. Setelah lari pagi kami melaksanakan apel pagi di dalam hall sma labschool kebayoran Jakarta . Setelah apel pagi kita diberi pengarahan tentang kegiatan TO ( trip observasi) di kampung Parakanceuri . lalu kelompok  dua puluh Sembilan bubuy bulan melakukan pembagian tugas seperti pembuatan presentasi , kegiatan pentas seni , dan kegiatan seni daerah. kelompok  dua puluh Sembilan bubuy bulan mewakili seni daerah Ambon. Sedangkan pentas seni yang akan dilaksanakan di kampung  Parakanceuri bertema super trap. Sedangkan saya ditugaskan membuat presentasi penelitian bersama Anis dengan tema perbedaan tekanan suhu dan tekanan udara pada dataran purwakarta dengan Jakarta . Pada hari kedua kami lari pagi seperti biasa lalu kami melaksanakan kegiatan  siaga tongkat  pada kegiatan ini kami harus mengambil kembali setiap tongkat yang diambil oleh kakak osis dengan cara berargumentasi dengan kakak osis yang telah mengambil tongkat kami . setelah kegiatan siaga tongkat kami melaksanakan apel pagi dan setelah itu kami menyiapkan barang untuk diberangkatkan ke kampong Parakanceuri. Setelah itu kami  melaksanakan latihan pentas seni yang bertema super trap .

Pada hari pertama  TO (trip observasi)  dilaksanakan di Purwakarta,kampung Parakanceuri. Kita mengadakan apel pagi yang menyimboliskan penyerahan orang tua kami ke panitia TO ( trip observasi ). Setelah kami melaksanakan apel pagi kami masuk ke bis masing – masing  bersama kelompok dua puluh delapan dengan kelompok tiga puluh . kami berangkat pada pukul delapan pagi dan sampai di Purwakarta pada pukul setengah dua belas siang. Untuk sampai pada kampong Parakanceuri ,saya dan kelompok dua puluh Sembilan bubuy bulan harus menuruni bukit , menyebrangi sungai , dan melewati sawah, dan saya  dan kelompok dua puluh Sembilan bubuy bulan sangat menikmati bersama  pemandangan persawahan. Ketika sampai di lokasi lapangan kosong kami berkumpul dan menerima kata sambutan dari kepala desa Parakanceuri dan beberapa sambutan pentas seni untuk menyambut saya dan kelompok dua puluh Sembilan bubuy bulan.

 

 

Setelah mendapat kata sambutan dari kepala desa Parakanceuri dan masyarakat Parakanceuri setiap kelompok langsung dititipkan ke orang tua asuh masing – masing.  Saya dan kelompok dua puluh Sembilan bubuy bulan mendapat orang tua asuh seorang petani, beliau biasa saya dan kelompok dua puluh Sembilan bubuy bulan panggil abah. Abah tinggal bersama istri dan dua orang anak, anak yang pertama sudah berumur  kira – kira Sembilan belas sampai dua puluh dua tahun. Sedangkan anak yang satu lagi bernama Farid dan biasa saya dan kelompok dua puluh Sembilan bubuy bulan panggil aid. Aid sekarang duduk di bangku kelas dua. Ketika sampai di rumah abah, saya dan kelompok dua puluh Sembilan bubuy bulan  mengadakan perkenalan dan maksud dan tujuan saya dan kelompok dua puluh Sembilan bubuy bulan datang menginap dalam waktu lima hari empat malam. Rumah abah terletak dekat masjid sehingga saya dan kelompok dua puluh Sembilan bubuy bulan bisa lebih cepat dalam melaksanakan salah satu ibadah wajib yaitu sholat fardhu.  Khusus laki-laki sholat di masjid, sedangkan perempuan sholat di majllis ta’lim.

Setelah melaksanakan perkenalan dan maksud dan tujuan saya dan kelompok dua puluh Sembilan bubuy bulan datang menginap dalam waktu lima hari empat malam. Kami diberi waktu untuk beristirahat dan makan makananan yang dibawa dari rumah.

Setelah beristirahat dan makan siang saya dan kelompok dua puluh Sembilan bubuy bulan melakukan penelitian bersama Anis dengan tema perbedaan tekanan suhu dan tekanan udara pada dataran purwakarta dengan Jakarta .  saya dan anis mengecek tekanan dan suhu udara  di dataran tinggi dan anis mengecek tekanan dan suhu di dataran yang rendah. Saya dan anis mengecek tekanan dan suhu udara dengan jam tangan dari pak Afdar dalam mengerjakan tugas yang bertema dengan tema perbedaan tekanan suhu dan tekanan udara pada dataran purwakarta dengan Jakarta .

Setinggal saya dan anis teman-teman yang lain sedang membantu ibu membersihkan rumah dan memasak untuk mempersiapkan makan malam.

Pada malam harinya kami ada acara menjaga  vendel saya mendapat giliran menjaga vendel bersama Prabowo. Menjaga vendel dilaksanakan pada jam sepuluh malam sampai dua malam. Jadi ketika jam sepuluh malam kakak-kakak osis berkeliling dan menyenter vendelnya dan kita harus menirunya kembali. Sebelum kita melakukan kegiatan jaga vendel kita harus membuat tower yang terdiri dari tongkat-tongkat kelompok dua puluh Sembilan bubuy bulan. Pada hari pertama saya dan bowo tidak mendapat giliran.

Pada saat pagi hari udara sangat dingin, jadi ketika dibangunkan saya langsung malas bergerak untuk sholat subuh.  pada saat siangnya saya, alfath, dan prabowo pergi ke sawah untuk membantu abah . Abah menyuruh  kami untuk memotong  rumput liar yang ada di tepi – tepi padi. Selagi kami memotong rumput liar abah memetik buah kelapa. Setelah membantu abah kami beristirahat di pondok abah dan meminum buah kelapa yang sudah di potong abah. Setelah membantu abah kami pulang ke rumah abah untuk beristirahat dan makan siang. Pada malam harinya di adakan acara pentas seni, setiap kelompok yang lolos seleksi harus menampilkan pentas seninya di acara ini. Kelompok kami mendapat giliran besok untuk menampilkan pentas seni yang bertema super trap. Pada saat itu saya mendapat tugas untuk jaga rumah bersama Abraham Armani. Malam ini saya dan Prabowo mendapat giliran tugas untuk menjaga vendel sampai jam dua pagi. Namun, saya gagal dalam melaksanakan tugas menjaga vendel.

Hari ketiga diawali dengan tadarus pagi di masjid, lalu kami lari pagi berkeliling desa. Setelah lari pagi saya kembali ke rumah untuk mempersiapkan diri dalam mempresentasikan penelitian kelompok dua puluh Sembilan bubuy bulan tentang perbedaan tekanan dan suhu udara di parakanceuri dan Jakarta. kelompok dua puluh Sembilan bubuy bulan mendapat giliran terakhir dalam mempresentasikan penelitian kami tentang perbedaan tekanan dan suhu udara di parakanceuri  dan Jakarta. Setelah presentasi kami langsung mempersiapkan pentas seni kami untuk nanti malam

Hari ini adalah hari kami melakukan kegiatan penjelajahan. Ada dua orang yang tidak di izinkan mengikuti kegiatan penjelajahan karena alas an kesehatan mereka adalah Nadia Rahmadiani dan Anis. Setiap kelompok berangkat dengan seling waktu masing-masing lima menit. Kami berangkat dengan urutan ke lima. Dalam perjalanan kami biasanya mendaki bukit dan menuruni bukit kami dibantu oleh kakak-kakak palabsky. Di perjalanan kami melewati setiap pos pada pos kesenian muka kami dicoret-coret, di pos bela Negara kami mandi lumpur lalu kami memersihkan diri di pos rohani di air terjun yang menjadi salah satu objek wisata Parakanceuri. Setelah kami pulang kami beristirahat sampai maghrib. Puncaknya pada malam acara api unggun, kami bernyanyi bersama dan bercanda bersama

     

Pada hari terakhir kami di parakanceuri diawali dengan senam pagi lalu operasi semut. Setelah operasi semut kami mengadakan apel pagi untuk memberikan terima kasih kepada masyarakat dan berpamitan dengan abah,ibu, dan aid. Saya dan teman – teman saya tak akan melupakan TO tahun ini.
Keunggulan lainnya bersekolah di SMA Labschool Kebayoran menurut bu Syifa adalah mempermudah kita untuk melamar pekerjaan.


 

 

3.Tazsa Alya

Yang terakhir saya mewawancarai salah satu alumni dari SMA Labschool Kebayoran Baru yaitu Tazsa Alya. Kak Tazsa Alya merupakan alumni dari SMA Labschool Kebayoran Baru angkatan yang ke Sembilan yaitu Nawastra. Nawasatra merupakan singkatan dari Nawa Drastha Sandyadira.  Kakak Tazsa Alya menyatakan bahwa kelebihan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran Baru  yaitu berpeluang besar untuk masuk ke perguruan tinggi Negeri  seperti UI (Universitas Indonesia), UGM (Universitas Gadjah Mada) , dan ITB (Institut Teknologi Bandung) . Kakak Tazsa juga menyatakan kekurangan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran yaitu peraturan di SMA Labschool Kebayoran terlalu ketat . Pernyataan ini sama seperti pernyataan kakak Nada.

                                                                    

Jadi , berdasarkan hasil wawancara saya dengan para alumni – alumni SMA Labschool Kebayoran diantaranya kak Nada dari angkatan ke – tiga Triseka , Syifa widyaswari dari angkatan pertama , dan kak Tazsa Alya dari angkatan Sembilan Nawastra . Saya menyimpulkan bahwa bersekolah di SMA Labschool Kebayoran mempunyai banyak kelebihan tetapi juga ada kekurangan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran . kelebihannya yang paling banyak dinyatakan oleh para informan – informan saya adalah kita mempunyai peluang masuk ke universitas negeri yang terkenal seperti UI (Universita Indonesia) , UGM (Universitas Gadjah Mada) , Institut Teknologi Bandung (ITB) . Menurut saya bersekolah di SMA Labschool Kebayoran memang banyak keunggulannya. Saya jadi bisa lebih disiplin dan banyak pengalaman. Seperti kegiatan – kegiatan yang wajib di ikuti oleh setiap murid – murid SMA Labschool Kebayoran agar bisa lulus dari SMA Labschool Kebayoran seperti kegiatan Pilar (pesantren kilat ramdhan) , Trip Observasi (TO) , dan Bina Mental Kepemimpinan Siswa (Bintama). Pilar (pesantren kilat ramadhan) merupakan salah satu kegiatan di SMA Labschool Kebayoran yang di laksanakan pada bulan Ramadhan. Kegiatan Pilar (pesantren kilat ramadhan) di SMA Labschool Kebayoran biasanya diisi dengan kegiatan kerohanian islam seperti mengaji , kultum , dan shalat tarawih berjamaah. Sedangkan Trip Observasi (TO) kita menjadi tahu bagaimana kehidupan masyarakat – masyarakat desa. Kalau menurut saya bersekolah di SMA Labschool  kebayoran sangat menyenangkan karena banyak teman – teman.

 Tetapi bersekolah di SMA Labschool Kebayoran juga memiliki kekurangan yaitu peraturannya terlalu ketat. Menurut saya peraturan di SMA Labschool Kebayoran terlalu ketat. Namun , mungkin ini salah satu program di SMA Labschool Kebayoran agar murid – muridnya menjadi lebih disiplin.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar