Sabtu, 22 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Labsky ☺


"Seseorang Diantara Masyarakat"

SMA Labschool Kebayoran atau yang terkenal dengan nama Labsky. Telah berdiri di K.H Ahmad Dahlan selama kurang lebih 11 tahun. SMA Labschool Kebayoran telah menanamkan benih-benih kepemimpinan, kesolideritasan, dan kadadarisasi yang tinggi kepada alumni dan siswa-siswi yang masih bersekolah. Jika diperhatikan SMA Labschool Kebayoran termasuk sekolah yang baru saja ada, tetapi sudah dapat menghasilkan alumni ataupun murid-murid yang berprestasi dan sukses.

Dalam rangka adanya tugas sejarah ini yang bertema nilai positif dan negatif bersekolah di Labsky dan apakah ada hubungannya dengan dunia perkuliahan atau pekerjaan saya mewawancarai beberapa alumni yaitu kak Diandra Atyaparamita, kak Nurul Parameswari, kak Dasti, kak Amel, kak Dani, dan kak Eldwin Islamey. Mereka tentunya memiliki perbedaan pendapat dan juga pengalaman.

Hasil wawancara dalam bentuk narasi sebagai berikut:

     1. Kak Diandra Atyaparamita (Angkatan 9/Nawastra)

Pada hari Sabtu, 22 September 2012 saya berkesempatan untuk bertemu dengan kak Diandra Atyaparamita atau yang akrab dipanggil kak Andra di salah satu mall dekat sekolah.

Kak Andra lahir tanggal 3 Juli  1994. Sekarang, kak Andra berumur 18 tahun. Kak Andra aktif mengikuti organisasi dan kegiatan-kegiatan ketika ia bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, ia bergabung di ekstrakulikuler modern dance (Dazzling),  lalu ia adalah salah satu anggota OSIS Dranadaraka Wiraksaka.


Menurut kak Andra kelebihan dari SMA Labschool Kebayoran itu sangatlah banyak. Secara umum, Labchool itu mengajarkan kepemimpinan, kerjasama, membentuk karakter, program kegiatannya kreatif dan mendidik murid, membuat kita tangguh dan tidak mudah menyerah. “Sekolah di Labschool itu bermanfaat banget, sekarang kerasa apa yang udah diajarin di Labschool itu sangat kepake. Contohya, pas kuliah sekarang, disuruh presentasi, terus kita tuh udah biasa karena kita sering disuruh presentasi. Ospek-ospek juga, kita sudah terbiasa  sama polanya Labschool yang bikin kita jadi nggak mudah ngeluh” ujar kak Andra yang sekarang kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Trisakti ini.



Labschool juga ngajarin kita untuk lebih deket ke senior atau junior, nggak ada batasan. Seperti keluarga aja”, kata kak Andra. Menurut kak Andra, senioritas di SMA Labcshool Kebayoran tidaklah tinggi, kita diwajibkan untuk tetap mengetahui posisi kakak kelas yang lebih tua untuk dihormati dan adik kelas untuk disayangi dan diayomi. Di Labschool itu "tidak memandang bulu", kita harus bisa saling menghargai siapapun mau kakak kelas, adik kelas, alumni, guru, staff kantin, satpam, ataupun orang lainnya



Aduh jadi kangen sama Labschool!”, ujar kak Andra. Lari pagi itu selain bikin sehat dan membuat kak Andra kangen, lari pagi berfungsi untuk melatih bangun pagi. Menurut kak Andra, Labschool  itu seperti punya benteng yang ngebatasin tingkat kenormalan sikap seseorang, kak Andra mengetahui batasan dan tidak akan melewati batasan itu.


Guru-guru juga benar-benar mendukung acara ataupun program yang murid bikin dan guru juga mendorong  tuh bener-bener ngedukung acara program yang kita bikin dan mendorong kita untuk aktif. “Jadi pelajarannya itu dua arah, ngga cuma guru nerangin pelajarana tapi mereka membiarkan kak Andra untuk aktif bicara, memutuskan sebuah keputusan, berpendapat, menyimpulakan dan mengidentifikasi”. Selain itu Labschool lingkungannya enak, jadi kak Andra nyaman untuk ada di sekolah dan cinta sama sekolah sendiri.

“Labschool nggak ngajarin pendidikan aja, tapi ngajarin cara memprekuat moral untuk kehidupan. Jadi, saat udah jadi lulus dari Labschool, kita bisa jadi sesuatu nggak jadi kacang doang!”

Ketika saya menanyakan ‘apa kegiatan favorit kakak’, kak Andra jawab “Semuanya!” tetapi ia mengatakan bahwa Trip Observasi adalah kegiatan terfavoritnya dari yang favorit. Kegiatan-kegiatan di Labschool itu kreatif dan bermanfaat. Tidak ada kegiatan yang tidak ada manfaatnya. Kak Andra sangat sulit untuk melupakan betapa besarnya sifat kebarsamaan dari kegiatan-kegiatan tersebut, seperti Trip Observasi, Bintama, Lapinsi, TPO, dan LALINJU. Di Trip Observasi, menurut kak Andra, ia diajarkan untuk dapat menyelesaikan masalah senidri maupun kelompok, ia juga diajarkan bagaimana sisi lain kehidupan, lebih empati sama orang-orang yang berada di desa yang dikunjungi. Bintama, menurut ka Andra mengajarkan kedisiplinan, menghargai waktu, tenggang rasa, dan merangkul satu sama lain. Lapinsi, mengajarkan bagaimana cara berorganisasi dan kepemimpinan karena materi yang diberikan bisa digunakan dalam kehidupan sehari hari. “Oh iya! Labschool juga mengajarkan cara berorganisasi yang baik, jadi pas udah mahasiswa, udah dewasa, nggak akan kaget lagi”, ujar mantan Koordinator Seksi Dana dan Logistik OSIS Periode 2010-2011, Dranadaraka Wiraksaka. Kak Andra mengatakan, untuk  mendapatkan sesuatu itu tidaklah mudah, butuh perjuangan, sebagai contoh LALINJU, dari serangkaaian seleksi menjadi OSIS, LALINJU itu perjuangan terakhir meskipun masih harus berjuang lebih keras lagi dalam masa kerja OSIS. Di Labschool, Kak Andra juga diajarkan untuk lebih menghargai apa yang ia dapatkan, seperti ketika ingin menjadi OSIS, dibutuhkan beberapa tahap yang sangatlah panjang sehingga membuat kak Andra mengharagai kerja kerasnya.

Di Labschool tidak hanya diajarkan teori tetapi diajarkan juga bagaimana cara untuk bisa sukses di masa depan. “Yang diajarin Labschool itu real, emang terjadi di kehidupan.” Labshcool juga menjunjung tinggi nilai agama, walaupun padatnya kegiatan, tapi tetap taat agama.

Labschool itu selektif, jadi tidak sembarangan orang bisa masuk Labschool, kak Andra bangga bisa jadi bagian dari Labschool.  Inti dari semuanya adalah, “Labschool mengajarkan untuk susah senang bareng”.

            “Wah, kalo kekurangannya apa ya?” ujar kak Andra yang kebingungan saat saya tanyakan mengenai sisi negatif dari SMA Labschool Kebayoran. Menurut ka Andra, sebagian guru kurang mengayomi dan cuek sama muridnya, terutama masalah nilai. “Ngga ngejar kita untuk remedial, walaupun emang seharusnya kita yang mengejar guru”. Ka Andra cukup terganggu dengan kegiatan Labschool yang terkadang tidak disesuaikan dengan jadwal akademik sehingga dapat bentrok dengan ulangan atau bulan dimana menumpuknya tugas. “Misalnya, lagi ngurusin Sky Battle tapi ada ulangan-ulangan harian gitu jadi ngga bisa fokus gitu. Jadi nggak bisa maksimal di keduanya”
    
ki-ka:
Farina - Anne - Saya - Natya - kak Andra

Pesan untuk Labschool:
"Selalu berusaha dan berupaya untuk meningkatkan mutu sekolah, tetap mengikuti perkembangan zaman di bidang pendidikan namun tetap tidak melupakan nilai-nilai dasar Labschool. Lebih selektif lagi dalam memilih siswanya agar tercipta bibit yang unggul dan bisa menjadi seseorang di masyarakat."
"Utamakan ilmu, dahulukan iman, perbanyaklah amal."

Pesan untuk penulis: 

"Masa SMA adalah dimana kita harus ngelakuin sebanyak-banyaknya kesalahan agar kita tahu baik dan buruknya untuk masa yang akan datang. Yang baik disimpan yang buruk dijadikan pelajaran."

"Masa SMA itu masa untuk menumpahkan segala keingintahuan, karena dengan itu kita bisa mendapatkan banyak ilmu."

"Masa SMA itu masanya mencari teman sebanyak banyaknya disitulah kita bisa tahu mana temen yang baik buat kita."

"Masa SMA itu dimana masa yang harus kita bisa nikmatin setiap detiknya"

"Masa SMA itu tidak bisa dilupakan sampai kapanpun!"



2. Kak Nurul Parameswari Susantono (Angkatan 7/ Saptraka)

Pada minggu-minggu terakhir ini hampir setiap hari bertemu dengan kak Nurul karena ia ada untuk latihan Skylite Musicals 2012. Kak Nurul atau lebih sering dipanggil kak Nuya ini melanjutkan jenjang pendidikannya di Fakultas Komunikasi Universitas Indonesia. Ketika SMA, sampai sekarang, kak Nuya masih aktif bergabung dalam kegiatan-kegiatan SMA Labschool Kebayoran. Ia mengajar dan menjadi director dalam acara Skylite lalu ia juga termasuk orang penting dalam komunitas sekolah kami yaitu Lamuru
    Banyak hal-hal yang Kak Nuya dapatkan selama 3 tahun di Labschool Kebayoran, apalagi dari sisi non-akademik. "Dengan terlibat di kegiatan-kegiatan, siswa menjadi terbiasa untuk mandiri dan cakap dalam berinteraksi", ujar kak Nuya. “Ini gak boong, tapi kalau udah dijalanin di luar sana, kerjasama dalam kerja emang paling enak sama anak-anak Labschool.”, begitu pendapat kak Nuya. Dari kegiatan keorganisasian yang sangat kuat di Labschool lah kak Nuya mengaku banyak belajar dalam hal manajemen dan kepanitiaan. Selain itu menurut kak Nuya, selama bersekolah di SMA Labschool ia merasa memiliki kesibukan-kesibukan yang berguna sekaligus menyenangkan. Kesibukan yang ia jalani sepanjang SMA tergolong menyenangkan karena menurut beliau, sekolah sangat mendukung siswanya dalam mengembangkan kreatifitas, menerima ide-ide siswa dan penyediaan wadah pengembangan bakat.

“Ya kayak di Labschool, kadang ada satu saat dimana ngebut, banyak yang harus dikerjakan, tapi nanti ada saatnya santai ya santai banget. Awalnya keteteran tapi lama-lama jadi biasa.”

Kekurangan dari Labschool menurut kak Nuya terletak pada fasilitas, ‘cukup’ baik. Menurutnya yang perlu ditingkatkan adalah kebersihan terutama pada toilet dan kantin serta kurang memadainya parkir kendaraan, terutama mobil yang sudah tidak sesuai dengan jumlah siswa.


   4. Kak Dasti (Angkatan 4/Catruka), kak Amel (Angkatan 7/Saptraka), dan kak Dani (Angkatan 6/Heksakra)

Kak Dasti - Kak Amel - Saya - Kak Dani

Pada hari Sabtu tanggal 22 September, awalnya saya hanya datang ke sebuah acara teman papa saya. Ternyata disana saya bertemu tiga alumni SMA Labschool Kebayoran yaitu kak Dasti dari angkatan Catruka, kak Amel dari Saptraka dan kak Dani dari Heksakra. Saya tidak sempat untuk mewawanarai secara detil dengan mereka bertiga. Yang mereka katakan dan mereka ingat dari Labchool adalah “Labschool tuh kegiatannya banyak banget, tetapi selama lo bisa mengatur jadwal dengan baik dan benar lo pasti bisa jadi orang yang sukses. Labschool ngajarin dasar-dasar kehidupan.”, ucap mereka sambil bertanya-tanya kepada saya mengenai SMA mereka dulu.
Kak Dasti mendapat peringkat pertama satu angkatan saat dia lulus dari SMA.

“Om sampe capek loh naik turun panggung karena kak Dasti dipanggil namanya terus”, ujar ayah kak Dasti

Kak Dasti sempat tidak satu pendapat sama ayahnya karena kak Dasti menginginkan masuk jurusan IPS sedangkan ayahnya menginginkan beliau masuk IPA, tetapi di akhir tahun kak Dasti buktikan kepada ayahnya bahwa ia bisa dan berkomitmen sehingga bisa  menjadi salah satu murid terbaik Catruka. “Yang penting tuh ya, manajemen waktu dan bagaimana membagi main dan belajar. Sama komitmen juga!” ujar siswi S2 Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini.


4. Kak Eldwin Islamey (Angkatan 9/ Nawastra)

      Kak Eldwin Islamey atau yang akrab dipanggil kak Eldwin adalah alumni SMA Labschool Kebayoran. Setelah selesai menyelesaikan pendidikannya di SMA Labschool Kebayoran, kak Eldwin melanjutkan pendidikannya ke Universitas Pelita Harapan dengan jurusan Financial. Kak Eldwin berasal dari angakatan yang sama dengan kak Andra yaitu Nawastra.

        Menurut kak Eldwin, Labschool adalah salah satu institusi pendidikan yg tidak hanya mendidik siswa mendidik siswa dalam bidang akademik tetapi juga hal-hal menyangkut kepribadian, hal tersebut dilakukan dengan diadakannya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di SMA Labschool Kebayoran, contohnya adala Trip Observasi yang dilaksanakan diawal tahun ajaran. "Hubungan yang terjalan antara siswa dengan pengajar di Labschool sangat mengasyikkan karena di Labschool gurunya tidak segan untuk bercerita dan menyamakan dirinya dengan siswa, sehingga siswa tidak segan untuk berhubungan dengan pengajar.", ujar kak Eldwin

Lalu Labschool memberikan kegiatan yang biasa disebut Bintama, yang dimana para siswa diberikan bekal pendidikan untuk melatih diri para siswa tersebut dengan gojoklan yang diberikan oleh satuan pasukan khusus pemerintah yang biasa disebut Kopassus. Dan masi banyak lagi kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya.

Kak Eldwin mengatakan, aplikasi dalam kehidupan sehari-hari yang dimana manfaat ini akan dirasakan saat siswa Labschool sudah melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi karena siswa lulusan labschool memiliki jiwa kepemimpinan yang lebih tinggi dibanding siswa-siswa pada umumnya, contohnya dalam menghadapi suatu masalah yang timbul di dalam kehidupan sehari-hari, atau biasa disebut problem solving.


Selain kegiatan-kegiatan formal, ada beberap kegiatan non-formal seperti Sky Battle, Sky Lite dan Sky Avenue. Kak Eldwin merasakan betapa pentingnya untuk terlibat dikepanitiaan agar daat belajar. "Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan tersebut adalah siswa dihadapkan dengan masalah riil dlm kehidupan sehari-hari"Menurut kak Eldwin, walaupun kelihatannya sepele, tapi kegiatan seperti ini sangat membantu siswa dalam menghadapi masalah di dalam kehidupan sehari-hari karena otomatis siswa akan belajar bertanggung jawab tidak hanya kepada dirinya sendiri tetapi pada orang lain.
Beberapa kekurangan dari SMA Labschool yaitu, karena tidak terlihatnya senioritas di Labschool, "Di satu sisi, ada beberapa siswa baru yang terlihat kurang menghormati kakak kelasnya." Tetapi pada dasarnya hal itu tidak terlalu berpengaruh. Karena menurut saya, siswa-siswa yang telah diterima di Labschool ini sudah memiliki kemampuan verbal dan kepribadian yang baik. Seharusnya sebagai institusi pendidikan, labschool tidak boleh membatasi kuota para siswa, karena setiap anak memiliki hak untuk memiliki pendidikan yang terbaik.

Pesan untuk penulis:
"We cannot back and start a new beginning but we can start today and make new ending" 

Pesan untuk Labsky:
 "Pertahankanlah budaya yang ada, jangan pernah dihilangkan, karena kesuksesan kami berawal dari sana"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar