Kamis, 27 September 2012

Tugas-2 Plus Minus Labsky


"Kesuksesan berawal dari sini.."

SMA Labschool Kebayoran, sekolah yang terletak di Jl. K.H. Ahmad Dahlan no. 14 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sekolah dengan fasilitas yang bisa dibilang hampir memadai, dengan masjid yang terletak di dekat bangunan sekolah, gedung SMP dan SMA yang letaknya berdekatan, kantin dengan makanan yang enak walaupun itu-itu saja, lapangan hijau yang semakin hari semakin coklat, bendera merah putih yang tetap gagah berkibar di tiang bendera hingga tempat parkir yang perbandingan luasnya 1:20 dengan jumlah mobil yang setiap hari datang.

Secara program tahunan, SMA Labschool Kebayoran ini memiliki acara-acara yang pastinya memang telah menjadi tradisi, mulai dari Masa Orientasi Siswa, Pilar atau pesantren pada saat bulan Ramadhan, Trip Observasi yang sangat menyenangkan dan tak terlupakan, tahap-tahap pemilihan OSIS mulai dari Lapinsi, TPO hingga Lari Lintas Juang, Bintama yang sangat ngangenin tetapi saya tidak ingin mengulangnya lagi, sungguh, tidak sedikitpun hati saya berkata ingin kembali mengulangnya.

Tentu pastinya setiap tahun pasti akan ada lulusan-lulusan baru yang telah berjuang mati-matian setumpah darah mereka selama 3 tahun di sekolah kebanggaan kita semua ini, yaitu para kakak-kakak alumni yang sekarang sudah sangat tersebar dimana-mana dan menyebarkan kesuksesannya dimana-mana. Pada kali ini, saya berkesempatan untuk mewawancara 3 dari sekian ratusan bahkan hampir ribuan alumni dari angkatan 1 sampai angkatan 9 yang kemarin baru lulus. Disini, saya akan menanyakan tanggapan kakak-kakak tentang kelebihan serta kekurangan selama bersekolah di SMA Labschool Kebayoran.

1. Kak Diandra Atyaparamita

Kak Diandra Atyaparamita yang dengan akrab dipanggil kak Andra, adalah salah satu alumni yang saya wawancara untuk tugas ini. Lahir di Jakarta, pada tanggal 3 Juli tahun 1994, kak Andra yang tergabung di angkatan ke-9 dengan nama Nawastra ini telah menginjak umur 18 tahun. Tahun lalu ia baru lulus dan sekarang ia kuliah di Universitas Trisakti jurusan Fakultas Kedokteran Gigi. Sewaktu masih bersekolah di Labschool, kak Andra masuk ke kelas X-A, XI IPA 2 dan XII IPA 1. Pelajaran favoritnya adalah pelajaran biologi, tak heran bila ia masuk ke jurusan Kedokteran Gigi. Ekskul kak Andra saat SMA adalah modern dance atau dikenal dengan Dazzling. Alasan mengapa ia memilih SMA Labschool Kebayoran untuk menjadi sekolahnya adalah karena sewaktu ia SMP di Labschool Kebayoran juga, disitulah pengalaman-pengalaman yang terjadi sewaktu SMP menjadi good influence bagi dirinya.
            
Pada hari Sabtu, 22 September 2012 kemarin, saya dan beberapa teman saya bertemu langsung dengan kak Andra di salah satu mall di Jakarta Selatan. Sesuai dengan kriteria tugas yang diberikan, saya bertanya beberapa hal seputar SMA Labschool Kebayoran, atau biasa dikenal dengan Labsky.
            
Menurut kak Andra, kelebihan dari SMA Labschool Kebayoran adalah disini sangat dijunjung kebersamaan dan kekompakkan dengan satu sama lain, khususnya dengan satu angkatan. Mulai dari kegiatan Masa Orientasi Siswa, Trip Observasi, Bintama dan semua kegiatan Labschool dilakukan bersama-sama dan dari situlah muncul kebersamaan dan keloyalitasan satu sama lain. Selain itu, Labschool juga mengajarkan kita bagaimana cara memimpin orang lain dan dipimpin orang lain dengan baik serta membuat kita dapat menyelesaikan masalah sendiri, membuat diri kita menjadi diri yang tangguh, membentuk karakter masing-masing individu, disamping itu semua kegiatan Labschool sangatlah kreatif dan mendidik para muridnya.
            
Kata kak Andra, Labschool juga mengajarkan murid-muridnya bukan dalam hal belajar-mengajar saja, tetapi juga mengajarkan moral dalam kehidupan kita. Jadi sewaktu-waktu nanti lulus dari Labschool, kita bisa menjadi lulusan yang telah matang. Dengan gambaran, Labschool itu seperti memiliki ‘benteng’ sendiri, yang mengayomi kita untuk mengetahui batas-batas hal-hal dan kita tahu kita tidak akan melewati batas itu. Selain itu, lingkungan sekolahnya juga enak dan membuat kita nyaman sama sekolah kita sendiri. Istilahnya, sudah seperti rumah kedua setelah rumah kita sendiri.
            
Kegiatan-kegiatan Labschool pun memberikan manfaat yang banyak buat kita saat lulus nanti. Lari Pagi setiap Jum'at, selain bikin badan kita sehat dan bugar, juga mengajarkan kita untuk dapat lebih well-prepared, dengan bangun sepagi mungkin dan menyiapkan semua hal-hal untuk ke sekolah. Lalu kegiatan Trip Observasi merupakan salah satu kegiatan rutin Labschool yang menjadi kegiatan yang paling disukai oleh kak Andra. Karena disitulah, kebersamaan tuh benar-benar terasa sekali. Di TO juga, diajarkan tentang sisi kehidupan lain, yang jauh dari keseharian kita, kehidupan orang-orang yang kurang mampu, dan menjadi jiwa yang lebih empati dan peduli dengan sesama. Bintama, selain mengajarkan kedisiplinan, menghargai waktu, menjadi seseorang yang tenggang rasa dan saling merangkul satu sama lain. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, Labschool memang benar-benar menjunjung tinggi kebersamaan.
           
Ia juga mengatakan bahwa di Labschool benar-benar tidak memandang bulu. Kita semua saling menghargai dan saling menyayangi, sebut saja mulai dari para orang kantin, satpam, guru-guru, staff bahkan semua murid pun sudah seperti keluarga sendiri, keluarga yang besar tentunya. Untuk hal senioritas, di Labschool ini kita benar-benar tetap hormat sama kakak kelas walaupun tidak dekat, begitu juga sebaliknya, kakak kelas juga menghargai adik kelasnya. Selain itu, Labschool sangatlah selektif sehingga tidak sembarangan orang bisa masuk dan diterima di sekolah ini. Haruslah kita berbangga bahwa kita bisa mengalahkan sekian ratus orang yang ingin masuk ke Labschool. 

Pada saat kak Andra masih bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, ia pernah tergabung dalam suatu Organisasi Siswa Intra Sekolah pada tahun ajaran 2010-2011, dengan nama OSIS Dranadaraka Wiraksaka, ia menjabat sebagai Koordinator Dana dan Logistik. Menurutnya, tahap-tahap seleksi untuk menjadi OSIS itu memang cukup berat. Diawali dengan Lapinsi, yang mengajarkan bagaimana berorganisasi dan mempelajari kepemimpinan karena materi-materi tersebut akan terbawa terus untuk masa depan kita nanti. Tahap yang paling dinanti-nanti adalah Lari Lintas Juang atau biasa disebut Lalinju, dengan lari sejauh ±17 km, dari Kalibata hingga Labschool Kebayoran, dengan perjuangan seperti itulah kita harus bisa memahami bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang sangat kita inginkan itu tidak semudah yang kita bayangkan, sangat dibutuhkan perjuangan dari serangkaian seleksi menjadi OSIS, Lalinju merupakan perjuangan terakhir meskipun harus masih berjuang pada masa jabatan. Maka dari itulah, kita harus lebih menghargai apa yang kita dapat, saat jadi OSIS, bukan hanya membanggakan jas yang dipakai saja tetapi juga membanggakan pride yang kita miliki. Dengan diajarkannya untuk berorganisasi sejak dini, pada saat kita menjadi mahasiswa dan sudah dewasa, kita sudah tidak kaget lagi.

Dalam hal kegiatan sekolah, guru-guru juga sangat mendukung acara program yang kita bikin dan mendorong kita untuk menjadi aktif ketika kegiatan belajar mengajar, jadi kesimpulannya pelajaran yang kita dapat itu ada dua arah, bukan hanya guru yang menyampaikan dan menerangkan kepada muridnya melainkan guru juga membiarkan kita untuk aktif berbicara, dapat memutuskan keputusan, berpendapat bebas, menyimpulkan suatu hal, dan mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi. Pada intinya, Labschool itu mengajarkan kita untuk susah dan senang bareng-bareng.

Namun beberapa hal yang menurut kak Andra merupakan kekurangan dari Labschool adalah sebagian guru kurang mengayomi dan lebih cuek sama muridnya, terutama pada soal nilai-nilai. Tidak mengejar kita untuk remedial dan kadang kegiatannya tidak disesuaikan dengan jadwal akademis, jadi terkadang suka terjadi tabrakan antara kegiatan murid dan kegiatan sekolah. Terkadang pula, pergerakan OSIS masih dibatasi dan fasilitas ekskul kurang diperhatikan, mulai dari tempat ekskul hingga perlengkapan ekskul.



Pesan yang disampaikan oleh kak Andra adalah nikmatilah masa-masa SMA ini dimana kita harus ngelakuin sebanyak-banyaknya hal agar kita tahu baik dan buruknya untuk masa yang akan datang. Yang baik disimpan, yang buruk dijadikan pelajaran bagi kita. Di masa-masa SMA inilah dimana kita dapat menumpahkan segala keingintahuan kita karena dengan itu kita bisa mendapatkan banyak ilmu dan memiliki pengalaman dan masa dimana kita harus mencari teman sebanyak-banyaknya, bahkan sahabat sebanyak-banyaknya entah sahabat perempuan maupun laki-laki, dari situlah kita bisa tahu mana teman yang baik buat kita. Terakhir, masa SMA merupakan masa-masa yang harus dinikmatin setiap detiknya, masa-masa SMA ini tidak bisa terulang kembali dan tidak bisa dilupakan sampai kapanpun.

Selain itu pesan untuk Labschool sendiri, selalulah berusaha dan berupaya untuk meningkatkan mutunya, dan tetap mengikuti perkembangan zaman dalam bidang pendudukan tanpa melupakan nilai-nilai dasar Labschool yang telah ditanamkan sejak dini agar terciptanya bibit yang unggul dan bisa menjadi orang yang bermanfaat di masyarakat.

“Utamakan ilmu, dahulukan iman, perbanyaklah amal.”

2. Kak Eldwin Islamey

Kak Eldwin Islamey atau dengan akrab dipanggil kak Eldwin merupakan alumni kedua yang saya wawancara pada Sabtu, 22 September 2012 kemarin. Ia sekarang merupakan salah satu mahasiswa Universitas Pelita Harapan jurusan Finance. Ia tergabung di angkatan 9, atau Nawastra. Kak Eldwin lahir di Jakarta pada 17 Maret tahun 1994, umurnya telah menginjak 18 tahun sekarang ini. Pada saat masih bersekolah di Labschool, ia masuk ke kelas X-C, XI IPA 2 lalu XII IPA 2. Dulu ekskulnya merupakan ekskul futsal.

Labschool merupakan salah satu institusi pendidikan yang tidak hanya mendidik siswa dalam bidang akademik saja, tetapi juga dalam kepribadian juga hal tersebut diwujudkan dengan diadakannya kegiatan-kegiatan yang diberikan kepada masing-masing siswanya. Contohnya adalah kegiatan Trip Observasi saat siswa memasuki tahun ajaran pertama. Hubungan antar siswa dan pengajar di Labschool sangat engasyikkan karena gurunya tidak segan untuk bercerita dan menyamakan dirinya dengan siswa, sehingga siswa tidak segan untuk bersosialisasi dengan baik bersama para guru atau pengajar.

Lalu Labschool memberikan kegiatan yang biasa disebut Bintama, yang dimana para siswa diberikan bekal pendidikan untuk melatih diri para siswa tersebut dengan gojoklan yang diberikan leh satuan pasukan khusus pemerintah yang biasa disebut kopassus. Serta kegiatan-kegiatan yang dikhususkan kepada siswa yang berminat untuk menjadi anggota dari Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS, seperti mulai dari Lapinsi, TPO, serta Lalinju.

Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari yang dimana manfaat ini akan dirasakan saat siswa sudah melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi karena lulusan Labschool memiliki jiwa kepemimpinan yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa-siswa pada umumnya, contohnya dalam menghadapi suatu masalah yang timbul di dalam kehidupan sehari-hari, atau biasa disebut dengan problem solving

Selain kegiatan sekolah, murid-murid juga membuat kegiatan rutin pada tiap tahunnya, seperti Sky Avenue, Sky Battle, yang dimana siswa harus ambil bagian dalam acara tersebut, alias menjadi panitia. Manfaat yang dapat diambil dari sekian kegiatan Labschool ini adalah siswa dihadapkan dengan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti billing dengan sposor, dengan band-band yang akan tampil, membuat proposal, mencari media partner, dan bertanggungjawab atas tugas-tugas yang diberikan pada kepanitiaan. Menurut kak Eldwin, walaupun kelihatannya sepele tetapi kegiatan seperti ini sangat membantu siswa dalam menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari dan yang akan mendatang karena secara otomatis siswa akan belajar tanggung jawab tidak hanya kepada dirinya sendiri saja, juga kepada orang lain di sekitarnya.

Kelebihan SMA Labschool Kebayoran, menurut kak Eldwin adalah adanya pembentukan karakter pada siswa dan program-programnya yang telah disebut sebagaimana sebelumnya sangat kreatif dan mendidik serta berbeda dari sekolah-sekolah lain pada umumnya. Dari situlah, Labschool juga membantu para murid-muridnya dalam bersosialisasi karena Labschool mempunyai budaya berorganisasi yang kuat dimana siswa dapat berasosiasi serta bersosialisasi dengan segala macam bentuk kepribadian dan karakter teman-teman dan orang-orang di sekitarnya. 

Minusnya karena tidak adanya senioritas, di satu sisi, ada beberapa siswa baru yang terlihat kurang menghormati kakak kelasnya. Tetapi pada dasarnya hal itu tidak terlalu berpengaruh. Karena menurut kak Eldwin, siswa-siswa yang telah diterima di Labschool Kebayoran ini sudah memiliki kemampuan yang baik dalam bidang akademik dibandingkan ratusan siswa lainnya, verbal dan kepribadian yang baik. Seharusnya sebagai institusi pendidikan, Labschool tidak boleh membatasi kuota para siswa, karena setiap anak memiliki hak untuk memiliki pendidikan yang terbaik, salah satu contohnya adalah institusi pendidikan yang ada di Amerika yang dimana sekolah-sekolah di Amerika tidak pernah membatasi kuota masuk siswa. Selama siswa tersebut memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh sekolah, mereka akan tetap memberikan tempat untuk siswa tersebut. Berbeda dengan Labschool, yang dimana Labschool selalu membatas dan sangat selektif dalam memilih siswa.

Pesannya, "We cannot back and start a new beginning but we can start today and make a new ending." Dan pesan untuk Labschool sendiri, pertahankanlah kebudayaan yang sudah ada, jangan pernah dihilangkan, karena kesuksesan para alumni berawal dari sana.




3. Kak Adella Maulana 

ki-ka: kak Naad, kak Della
Kakak alumni terakhir adalah kak Adella Maulana yang nama panggilannya adalah kak Della. Lahir di Jakarta, pada tanggal 30 Mei tahun 1994, kak Della yang tergabung di angkatan ke-9 dengan nama Nawastra ini sama seperti kak Andra dan kak Eldwin telah menginjak umur 18 tahun. Tahun lalu ia baru lulus dan sekarang ia kuliah di Universitas Padjadjaran jurusan Hukum. Ketika kak Della masih menjadi murid SMA = di Labschool, kak Della masuk ke kelas X-E, XI IPA 1 lalu XII IPA 2. Ekskul yang dipilih sewaktu SMA oleh kak Della adalah modern dance dengan akrab lebih sering dikenal dengan Dazzling. Pada saat di SMA, kak Della pernah menjabat selama satu tahun di OSIS Dranadaraka Wiraksaka, menjadi anggota Dana dan Logistik. 

Saya mewawancarai kak Della melalui blackberry messenger pada sore hari tanggal 27 September 2012. 


Menurut kak Della, kelebihan dari Labschool Kebayoran baik secara akademik maupun non-akademiknya tidak ada perbedaan yang mencolok, dua-duanya seimbang dan sama-sama bagus. Kalau dalam hal non-akademik, Labschool Kebayoran terkenal bisa mengatur acara seperti layaknya acara-acara di universitas. Dan setahu kak Della, hanya SMA Labsky yang punya program kerja, kegiatan maupun acara yang banyak. Jadi dari awal sudah dilatih untuk berorganisasi dan ikut kepanitiaan, entah kepanitiaan kecil dan kepanitiaan besar sejak SMA. Guru-guru di Labsky juga termasuk guru-guru yang bisa menjadi teman bagi para muridnya. Di sisi lain, murid-murid Labsky juga rajin. Jadi walaupun tidak ada guru, nanti ketika kelas 3 akan memiliki kesadaran sendiri untuk belajar dan sudah terlihat buktinya kalau lulusan Labsky banyak sekali yang masuk PTN, walaupun Labsky merupakan sekolah swasta. 

Dimana ada kelebihan, pasti ada pula kekurangannya. Kekurangan Labsky menurut kak Della, di sekolah kita ini kurang dibimbing untuk arahan SNMPTN. Dan baru sejak kelas 3 yang difokusin UAN. Sebelumnya itu soa-soalnya bukan seperti UAN, melainkan memang soal-soal "tipe labsky". Terus, hanya di Labsky yang anak jurusan IPA tidak bisa SNMPTN undangan ambil jurusan IPS dan hanya di Labsk juga yang bisa ikut jalur undangan paralel dan inter itu ahrus dari orang-orang yang daftar SNMPTN undangan. Sedangkan contohnya di Labschool Rawamangun, sekolah negri dan swasta yang lain aja yang ikut undangan paralel dan inter itu juga dari orang-orang yang tidak termasuk SNMPTN undangan (termasuk yang peringkatnya tidak 50 besar di angkatannya). Lalu pas tahun ajaran kak Della, beberapa guru yang ngajar kelas 3 suka gabut alias jarang datang atau tidak ada aktivitas berarti pada saat jam pelajaran padahal kelas 3 jelas-jelas sudah mau menghadapi UAN. 

Untuk yang terakhir, kesan pesan selama di Labsky, sekolahnya sudah bagus dalam mendidik murid-muridnya baik dari sisi akademik dan non-akademik. Guru-gurunya juga baik banget selalu memberikan support kepada murid-muridnya, karena guru-guru juga kak Della dan teman-temannya jadi memiliki semangat belajar yang tinggi. Untuk murid-murid Labsky, tidak perlu stress sekolah di Labsky, nilai jelek di awal-awal dijadiin pelajaran dan jangan dibikin stress dan depresi. Yang penting nilai akhir di UAN nanti bagus dan bisa tembus PTN. "Alhamdulilah nilai UAN ku memuaskan, dan aku bisa keterima di UI sama Unpad, padahal nilai tryout-tryout ku biasa aja. Makasih banyak deh buat labsky hehe :-)" tutur kak Della dalam perbincangan kami. 





Sekian dari saya, semoga Labsky semakin jaya, jaya dan jaya dan semakin maju dan sukses selalu. Aamiin ;-)





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar