Selasa, 18 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Labsky


"Dimana Ada Kelebihan, Disana Ada Juga Kekurangan"


SMA Labschool Kebayoran atau yang biasa disebut “Labsky” ini mungkin bisa dibilang sekolah yang cukup terkenal di Jakarta, entah itu karena prestasinya dalam bidang akademis, olahraga, dan berbagai aspek lainnya. Mungkin juga SMA Labschool Kebayoran ini terkenal karena menanamkan berbagai nilai-nilai positif dan membangun karakter-karakter seperti kesolidaritasan, kepemimpinan, kedisiplinan dan berbagai nilai positif lainnya. Dimana ada positif disitu juga ada negatif, selain nilai-nilai positif itu pasti ada juga berbagai nilai-nilai negatif dari SMA Labschool Kebayoran.

Berbagai nilai-nilai plus diatas mungkin hanya terdengar berdasarkan sudut pandang orang luar, atau hanya sebatas  citra SMA Labschool Kebayoran di mata orang lain. Banyak yang memuji entah itu dari bangunannya, kenyamanannya , kegiatan belajar mengajarnya, programnya dll. Mungkin saja itu yang mereka lihat kebetulan atau ucapan mulut kemulut orang-orang yang belum tentu benar dan sesuai kenyataan. Bagaimana  jika pandangan orang luar terhadap SMA Labschool Kebayoran itu hanya anggapan mereka saja yang tidak bersekolah disitu atau bisa dibilang “orang luar” di SMA Labschool Kebayoran? Bagaimana jika motto atau pelajaran yang  dijanjikan guru-guru akan kami dapatkan hanyalah omong kosong yang tidak terbukti?

Karena saya masih berstatus pelajar dan masih bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, walau saya bersekolah disitu saya belum bisa memberi nilai plus dan minus SMA Labschool Kebayoran dengan pandangan yang lengkap dari 3 tahun disitu, dan karena itu juga saya mungkin belum merasakan  hasil-hasil positif dan negatif dari SMA Labschool Kebayoran karena saya masih bersekolah disana. Oleh karena itu untuk mendapatkan pendapat yang bisa dibilang lebih “lengkap” dan apa adanya tentang kelebihan dan kekurangan di SMA Labschool Kebayoran, serta sekaligus mengerjakan tugas sejarah ini untuk mendapat nilai, maka saya mewawancarai tiga alumni SMA Labschool Kebayoran.

Tidak terlalu sulit untuk mewawancarai ketiga alumni ini karena mereka masih sering berkeliaran di daerah SMA Labschool Kebayoran dan sekitarnya. Tiga alumni yang saya wawancarai adalah Kak Nalika Retalsys dari angkatan Nawastra(angkatan 9) lalu Kak Ramadhan Kurnia dari angkatan Nawastra  dan juga Kak Andyan Adhimukti dari angkatan Nawastra juga. Berikut adalah hasil wawancara saya kepada mereka bertiga dalam bentuk narasi.

1.    Nalika Retalsys

saya dengan kak nalika (maaf blur)

Kak Nalika Retalsys ini atau yang biasa dipanggil Nalika ini, merupakan alumni dari angkatan Nawastra (angkatan kesembilan) yang baru saja lulus pada tahun 2012 ini dan baru saja memasuki fakultas jurusan ekonomi di Universitas Indonesia, Depok. Pada saat melakukan wawancara ini saya beruntung dia tidak memiliki jadwal padat  dan karena sebuah kebetulan saya bertemu dengan dia dan langsung berinisiatif melakukan wawancara ini.

Menurut Kak Nalika, bersekolah di Labsky itu cukup asik, teman-temannya di SMA Labsky ini asik dan seru-seru orangnya. Memang saya akui teman-temannya memang orang-orang yang asik dan seru bahkan kepada adik kelasnya,wajar bila Nalika bilang begitu.  Kak Nalika juga bilang ” prestasi ekskul futsal/sepak bola di SMA Labsky itu  bagus, orang-orangnya juga  jago-jago semua jadi bener-bener ngebantu tim”,
Kak Nalika memang anggota ekskul futsal dan juga salah satu anggota tim futsal SMA Labsky. Selama Kak Nalika ini aktif di kegiatan tim futsal, memang harus diberi pujian bahwa prestasi SMA labsky di bidang ini cukup bagus.  Itu mungkin juga salah satu kenangannya yang cukup berkesan selama di SMA Labsky ini. 

Kak Nalika menganggap bahwa aturan SMA Labschool Kebayoran yang bisa dibilang lebih “ketat” dibanding SMA lain adalah salah satu nilai kurang yang ada di SMA ini. Kalau harus jujur saya juga berpendapat sama dengan Kak Nalika,yaitu berpendapat semakin ketat aturannya maka semakin pintar murid-murid mengelabui aturan itu, dan mereka semakin pintar bandelnya dan lama-lama makin memberontak dan jadi tidak terkontrol di luar. Karena ini adalah masa SMA dimana kita sudah mengetahui apa yang baik dan buruk, kita sudah mempunyai kesadaran dan pilihan masing-masing, makin dikekang semakin liar.

Menurut Kak Nalika kelas 11 adalah masa-masa untuk nikmatin namanya masa SMA karena banyak kenangan yang tak terlupakan selama kelas 11 itu. Kata Kak Nalika juga “Kelas 11 tuh saatnya nikmatin, apalagi kalau masuk IPS karena IPA lebih sibuk pastinya. Kalau mau masuk undangan walau nikmatin masa kelas 11 juga tetep harus belajar, jangan sampe bablas kalo mau masuk undangan”

Yang bagus juga dari SMA Labschool Kebayoran adalah tidak adanya senioritas, tidak seperti sekolah-sekolah lainnya kata Kak Nalika. Ini membuat kakak kelas dan adik kelas bisa menyatu dan saling bersosialisasi dengan baik. Namun tetap saja adik kelas harus tetap ada batas sopannya, walau bercanda jangan sampai kelewatan. Kak Nalika berpesan “Jangan sampe di Labschool ada senioritas, jangan sampe angkatan lo adain deh pokoknya, kalau ada adek-adek kelas yang mungkin nggak sopan atau “tengil” ngomong aja baik-baik ke dianya jangan pake senioritas, kalau ada masalah ama adek kelas jangan bawa-bawa angkatan kalau masalahnya pribadi, ngomong aja ke dianya pribadi.” Itu adalah pesan dari alumni yang harus dipegang dengan baik.

Kak Nalika juga berkata bahwa kelebihan SMA Labschool Kebayoran adalah ceweknya cantik-cantik dan yang cantik banyak pula. Untuk hal ini saya setengah setuju karena saya memang setuju cewek-cewek di SMA Labschool Kebayoran ada yang cantik, namun dibandingkan SMA lain mungkin Labschool kalah jumlah cewek cantiknya. Mungkin saja perbedaan zaman saya dan Kak Nalika yang membuat pendapat kami rada berbeda.

Kak Nalika juga menganggap nilai minus untuk SMA Labsky adalah adanya aturan “GAK BOLEH GONDRONG” dan dia juga paling sebal dengan hal ini selama bersekolah di SMA Labsky karena dianggap tidak logis. Dia menganggap apa bedanya jika kita gondrong dan berambut pendek sesuai aturan? Tidak mengganggu pelajaran, apa karena menganggap gondrong itu tidak rapih dan tidak pantas? Tetap saja tidak ada bedanya, jika menilai orang dari hal ini maka sama saja seperti menilai orang hanya dari luar, karena rambut gondrong tidak berarti orang itu buruk. Saya benar-benar setuju seratus persen dengan pendapat ini dan saya akui saya juga sangat sebal dengan aturan itu.


Kak Nalika berkata bahwa dunia kuliah akan sangat berbeda dengan saat SMA, jadi harus menyiapkan diri sejak SMA terutama mentalnya. Saat kuliah akan banyak godaan-godaan, apalagi soal membolos. Pelajaran yang didapat di SMA Labsky mungkin akan berguna nanti saat kuliah kata Kak Nalika.



2.    Ramadhan Kurnia



Wawancara kedua ini saya mewawancarai Kak Ramadhan Kurnia atau yang biasa dipanggil Kak Ramkur, dia adalah alumni yang baru saja lulus tahun 2012 ini dari angkatan Nawastra. Sekarang Kak Ramkur kuliah di Binus University dan saya kurang tahu jurusan apa yang dia masuki karena lupa menanyakannya. Sama seperti mewawancarai Kak Nalika, saya bertemu secara kebetulan dan tak begitu susah menemuinya karena mungkin mereka kuliah di universitas yang bisa dibilang dekat dengan daerah Jakarta.

Setelah bertanya-tanya sedikit Kak Ramkur bilang bahwa kelebihan SMA Labschool Kebayoran adalah jalur undangannya yang banyak, sehingga amat membantu murid-muridnya untuk masuk universitas yang diinginkan. Dia juga berpesan bahwa “untuk masuk undangan harus lebih belajar, tapi jangan sampai kehidupan SMAnya cuman belajar aja karena kalau SMA cuman belajar dan nggak nikmatin masa SMA, masa SMAnya jadi kurang berkenang setelah lulus” kata Kak Ramkur. Banyak yang bilang “SMA masa-masa paling indah” memang mungkin betul yang mereka bilang tapi yang penting kita bisa membagi waktu dengan baik agar akademis dan mainnya seimbang.

Nilai plus yang bisa diambil dari SMA Labschool Kebayoran yang lainnya adalah nilai solidaritasnya menurut Kak Ramkur. Program-programnya memang membuat angkatan menyatu. Padahal awalnya terpecah seperti puzzle, sejak mengikuti program-program sekolah bersama angkatannya, angkatannya makin menyatu dan menjadi solid. Itulah yang amat bagus dari Labschool yang harus diambil kata Kak Ramkur.

Yang asik juga dari SMA Labsky adalah teman-temannya yang seru-seru menurut Kak Ramkur. Bisa membuat setiap hari tertawa karena teman-teman yang asik-asik dan seru-seru di SMA Labsky. Kata Kak Ramkur kalau tidak ada teman-teman seperti mereka, mungkin kenangan disini tidak seindah kalau ada mereka.  Teman-teman adalah salah satu motivasi untuk ke sekolah, dan membantu belajar juga menurut Kak Ramkur.

Menurut Kak Ramkur yang tidak enak dari SMA Labschool Kebayoran adalah pelajarannya yang bisa dibilang lebih susah dibanding SMA lain. Hal itu membuat banyak murid yang kesusahan, apalagi SMA Labsky bisa dibilang cukup padat kegiatannya. Butuh perjuangan ekstra untuk mendapat nilai yang bagus di rapot. Menurut Kak Ramkur juga yang terpenting di SMA Labsky adalah mengerjakan tugas, karena tugas amat membantu jika nilai-nilai ulangan harian masih belum baik apalagi belum tuntas.

Selama bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, Kak Ramkur paling tidak suka mengalami “galau”. Namun saya juga kurang mengerti maksud kata “galau” yang diucapkan, entah tentang pelajaran, nilai, hal-hal lain, atau bahkan cewek. Yang jelas selama di SMA Labsky dia seringkali menghadapi kegalauan.

Nilai plus SMA Labschool Kebayoran yang lain adalah anak-anak lainnya sering membantu temannya. Dengan kata lain anak-anak SMA Labsky peduli dengan keadaan teman-temannya. Kata Kak Ramkur itulah salah satu yang bisa bikin betah di SMA Labsky, karena teman-teman yang peduli dan suka membantunya dalam berbagai hal. Mungkin juga itu hasil dari program-program SMA Labsky yang mengajarkan tentang bantu-membantu dan peduli pada sekitar.

3. Andyan Adhimukti


Wawancara terakhir ini saya lakukan dalam waktu satu hari dengan wawancara lainnya, kebetulan sekali saya  dapat menemui tiga alumni sekaligus dalam satu tempat dan dalam satu hari sehingga memudahkan saya mencari narasumber. Di wawancara yang ketiga ini saya mewawancarai Kak Andyan Adhimukti atau yang dipanggil Andyan. Dia sama seperti narasumber lainnya, berasal dari angkatan Nawastra yang baru lulus tahun ini. Kak Andyan ini kuliah di Prasetiya Mulya Business School atau yang biasa disebut “prasmul” pada jurusan akun.

Kak Andyan berkata bahwa ilmu-ilmu dari SMA Labschool Kebayoran amat berguna disaat memasuki jenjang kuliah.Dia bercerita bahwa Ilmu kepemimpinan dari SMA Labsky membantunya dalam mengikuti ospek saat baru memasuki universitas. Itu yang membuat Kak Andyan bisa mudah mengatur dan membuat lancar ospeknya. Nilai-nilai dari SMA Labschool Kebayoran benar-benar membantunya menyiapkan mental untuk di dunia perkuliahan, dia berkata bahwa ilmu-ilmu SMA Labsky baru akan terasa saat masuk dunia kuliah, padahal dulu saat SMA dianggap tidak ada gunanya.

Yang dia anggap nilai plus SMA Labschool Kebayoran adalah tidak adanya senioritas. Itulah yang membuatnya nyaman di SMA Labsky. Adik kelas jadi bisa bergaul dengan nyaman dengan kakak kelas. Adik kelas jadi bisa berteman dengan baik dengan kakak kelas, tidak ada rasa takut “diapa-apain” oleh kakak kelas. Dia berpesan jangan sampai di Labschool Kebayoran ada senioritas, walau ada masalah jangan sampai pakai cara  kekerasan dan senioritas. Yang jelas adik kelas juga harus tahu batas kepada kakak kelas.

Menurut Kak Andyan, guru itu benar-benar membantu selama bersekolah di SMA Labsky. Guru akan membantu kita selama kita ada niat, ujar Kak Andyan. Jangan sampai bermasalah sama seorang guru pun, karena begitu kita membuat masalah dengan guru maka jika kita kesusahan mendapat nilai di pelajaran guru tersebut, dia akan enggan menolong kita. Jika guru sudah menutup pintunya untuk kita, maka terpaksa kita harus benar-benar menjaga nilai agar tidak jatuh. Kak Andyan berkata “Kalau mau bandel, silahkan terserah lo sebandel-bandelnya tapi yang jelas tetep respek ama guru, jangan sampe ada masalah ama guru apapun” , saya juga sependapat begitu karena guru  benar-benar membantu dikala kita sedang jatuh. Dia akan mencari berbagai cara untuk menolong kita agar bisa naik kelas dan menuntaskan nilai-nilai kita.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar