Kamis, 27 September 2012

Tugas-2 Plus Minus Labsky


"Belajar dari yang Sudah Berpengalaman"


Sudah 12 tahun SMA Labschool Kebayoran berdiri di Jalan K.H. Ahmad Dahlan No. 14. Dalam jangka waktu tersebut, tak terhitung jumlah prestasi yang telah diraih oleh sekolah yang hebat ini, baik dalam bidang akademik, maupun non-akademik secara seimbang. Ribuan orang-orang sukses mengukir perjalanan hidup mereka di dunia ini, dan dalam ukiran tersebut terdapatlah nama SMA Labschool Kebayoran sebagai bagian dari sejarah mereka, yang telah memberikan kenangan tak terlupakan dan mendidik mereka hingga menjadi seperti sekarang ini. Tak sedikit orang-orang yang memasukki sekolah ini dan keluar menjadi orang yang berbeda, yang sukses dan terdidik tak hanya akademisnya, namun begitu pula dengan kepribadiannya. Semua ini tentu berkat SMA Labschool Kebayoran dan segala kehebatannya.
Namun, dibalik semua kesuksesan dan hal-hal positif yang dimiliki SMA Labschool Kebayoran, pastilah terdapat pula hal-hal yang tidak begitu baiknya, layaknya semua hal dalam hidup ini tidak sempurna, memiliki sisi positif dan negatif. Saya merasa belum bisa untuk menyebutkan hal-hal positif dan negatif tersebut, karena saya dapat dikatakan masih baru bersekolah disini, belumlah pantas. Untuk mengetahui kedua sisi tersebut, hal yang terbaik untuk dilakukan adalah dengan bertanya kepada sumber yang sudah merasakan sendiri seperti apa tahun-tahun di SMA Labschool Kebayoran dari awal hingga kelulusan. Saya berkesempatan untuk mewawancara 3 orang alumni sekolah ini mengenai kenangan dan suka duka bersekolah di SMA Labschool Kebayoran.
Alumni pertama yang saya wawancara adalah Aria Wisnurashid Nugrahadi atau Kak Wisnu. Kak Wisnu adalah kakak dari teman saya, Nadia Rahmadiani Nugrahadi. Kak Wisnu dulu merupakan bagian dari angkatan ke delapan, Hasta Praja Sanggakara atau yang lebih dikenal dengan singkatannya yaitu HASTARA.

Wawancara dengan Kak Wisnu via BBM

Sejak lulus 2 tahun yang lalu, Kak Wisnu melanjutkan kuliah di Universitas Padjajaran di Bandung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen. Berhasil memasukki universitas ini merupakan hasil belajar dengan giatnya sendiri, karena menurutnya sebenarnya bersekolah di Labschool tidak begitu berpengaruh dalam jalur memasukki sebuah universitas, semuanya lebih bergantung pada individu masing-masing. Mungkin hal dalam mempersiapkan siswanya dalam hal inilah yang harus ditingkatkan untuk selanjutnya. Namun hal yang positif adalah, "Untuk kuliah, alumni labschool cenderung lebih gampang masuk ke lingkungan baru soalnya softskill yang kita dapatkan sangat membantu," ujarnya. Memang benar, bahwa di Labschool tidak hanya prestasi akademisnya saja yang dipentingkan, tetapi pembinaan karakter murid juga hal yang tidak kalah pentingnya. Kegiatan-kegiatan seperti Trip Observasi, Bintama, dan lain-lainnya merupakan sebuah pengalaman yang membentuk pribadi dan karakter yang lebih baik, sesuatu yang tidak dapat dirasakan di sekolah lain.
Selain itu, hal positif lainnya menurut Kak Wisnu adalah di SMA Labschool Kebayoran para siswanya dapat belajar berorganisasi dan mendaptkan pelajaran softskill yang melebihi tingkat SMA lainnya. Kak Wisnu yang dulu berkesempatan untuk berorganisasi di MPK komisi Bela Negara ini mengatakan bahwa organisasi MPK untuknya sangat membantu, karena organisasinya sudah terstruktur. Tidak hanya itu saja, tetapi juga berguna untuk membantu menambah-nambah saat menulis CV kepanitiaan dan organisasi saat kuliah.
Hal negatif bersekolah di SMA Labschool Kebayoran menurut Kak Wisnu adalah susah untuk mendapatkan nilai bagus. Saya sangat setuju dengan Kak Wisnu dalam hal ini, karena saya yang sekarang bersekolah di Labschool juga merasakan hal yang sama, meskipun alasannya kenapa saya tidak tahu. Entah karena pelajarannya yang memang sulit, atau masalahnya ada pada guru, atau soal yang diberikan terlalu sulit, masih belum jelas kenapa.
Agar SMA Labschool Kebayoran dapat menjadi lebih baik, Kak Wisnu berpesan agar aktivitas-aktivitas organisasi dan ekskul diperbanyak dan lebih didukung lagi oleh guru dan orangtua murid agar nilai plus untuk siswa SMA Labschool Kebayoran dapat lebih bertambah.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai sisi positif dan negatifnya bersekolah di SMA Labschool Kebayoran saya melakukan wawancara yang kedua dengan alumni, Wawancara yang saya lakukan selanjutnya adalah dengan Adella Maulana atau Kak Della. Kak Della adalah bagian dari angkatan ke sembilan, Nawa Drastha Sandyadira atau yang lebih dikenal dengan singkatannya, NAWASTRA.

Wawancara dengan Kak Della

Menurut Kak Della, hal yang positif dari Labsky adalah keseimbangan akademik dan non akademiknya yang sama-sama bagusnya. "Kalau dalam hal non akademik, Labsky terkenal bisa me-manage acara kalau di universitas-universitas gitu," pendapat Kak Della. Selain itu, Kak Della juga mengatakan kalau menurutnya, hanya SMA Labschool yang memiliki program kerja yang banyak. Para muridnya pun sudah dilatih untuk berorganisasi dan mengikuti kepanitiaan sejak SMA.
Kak Della yang sekarang berkuliah di Universitas Padjajaran di Bandung ini berpendapat, kegiatan-kegiatan yang ia lalui di Labsky sangat berguna saat kuliah. Program kerja yang banyak menjadikan pengalaman kepanitiaannya banyak, sehingga selalu dipilih untuk menjadi panitia saat acara-acara kampus. Tidak hanya itu saja, Bintama dan Trip Observasi juga sangat berguna dan membuat Kak Della tidak mudah mengeluh bila ada sesuatu yang sulit atau melelahkan.
Kak Della juga berkesempatan untuk berorganisasi di OSIS. Saat itu, ia sering menjadi panitia finance, ketua dana sponsor dan ditutup PO finance saat Sky Avenue. Ini semua sangat melelahkan karena harus bekerja sebelum dan setelah acara. Lari lintas juang juga merupakan salah satu pengalaman yang tidak terlupakan. "Pengalaman yang jarang banget, lari 17 km. Capek bareng-bareng, menyanyi bareng-bareng, priceless banget momennya," kata Kak Della. Tidak hanya itu saja, yang jelas, OSIS dan MPK SMA Labschool Kebayoran bagus dan berbeda dari sekolah lainnya.
Mengenai guru-guru di Labsky, menurut Kak Della "Guru-guru di Labsky juga santai gitu, kaya temen." Berkat guru-guru Labsky yang sangat baik dan bersedia mengajar hingga sore, alhamdulillah Kak Della dapat diterima di Universitas Indonesia dan Unpad. Sedangkan untuk murid-muridnya, Kak Della berpendapat kalau siswa SMA Labschool Kebayoran adalah anak-anak yang rajin dibandingkan yang lainnya. Meskipun guru sedang tidak ada, saat kelas 12 sudah harus sadar sendiri untuk belajar. Selain itu, hal ini terbukti dengan alumni Labsky yang banyak berhasil memasukki PTN, meskipun SMA Labschool Kebayoran adalah sekolah swasta.
Hal yang negatifnya pun tentu ada. SMA Labschool Kebayoran menurut Kak Della kurang memimbing untuk SNMPTN, dan baru sejak kelas 12 fokus pada UAN. Padahal, sebelum-sebelumnya bukan tipe-tipe soal UAN yang diajarkan. Kemudian, hanya di Labsky yang anak IPA nya tidak dapat SNMPTN undangan mengambil IPS serta yang dapat ikut jalur undangan paralel dan internasional itu harus merupakan orang-orang yang daftar SNMPTN undangan. Sedangkan, di SMA Labschool Rawamangun dan sekolah negeri dan swasta lainnya yang bisa mengikuti undangan paralel dan internasional itu adalah orang-orang yang tidak masuk SNMPTN undangan atau yang peringkatnya bukan 50 besar di angkatan. Kak Della juga berpendapat saat ia kelas 12 beberapa guru yang seharusnya mengajar seringkali tidak hadir, padahal sudah mendekati UAN.
Alumni ke tiga yang saya wawancara adalah Atika Andianti atau Kak Tika. Sama seperti Kak Della, Kak Tika juga adalah bagian dari angkatan ke sembilan, NAWASTRA. Kak Tika sekarang berkuliah di Universitas Padjajaran di Bandung, Fakultas Kedokteran.
Menurut Kak Tika, kelebihan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran itu di sini murid-muridnya tidak hanya diajarkan secara akademik, tidak hanya tentang nilai pelajaran. Namun juga diajarkan tentang hal-hal non akademik melalui kegiatan-kegiatan seperti Trip Observasi, Bintama, dan program-program kerja OSIS seperti Sky Avenue dan Sky Battle yang mengajarkan murid-muridnya mengenai nilai kehidupan sehari-hari yang penting untuk kehidupan kita. Melalui hal-hal seperti itulah kita dapat belajar bagaimana cara bersosialisasi dengan orang lain, mengutarakan pendapat, berorganisasi, dan kita juga banyak belajar bahwa dalam hidup itu untuk mencapai sesuatu harus disertai juga oleh kerja keras.
Kegiatan-kegiatan yang berguna menurut Kak Tika adalah pertama Trip Observasi yang di sana nilai sosialisasi sangat ditanamkan kepada siswa. Kita belajar kalau kekompakkan angkatan itu penting, harus saling membantu. Kita juga belajar berbagai macam budaya hidup masyarakat dan kita harus berkontribusi untuk mereka pula. Tidak hanya itu saja, program kerja OSIS seperti Sky Battle dan Sky Avenue juga menanamkan nilai kepada kita bahwa kerja keras itu penting dan kita mendapatkan pelajaran kalau sebagai manusia itu adalah makhluk sosial, yang berarti kita harus dapat bekerja sama dengan sesama. Tidak hanya itu saja, Kegiatan-kegiatan seperti itu penting saat di masa depan nanti, dimana kita memang harus dapat bekerja sama dengan orang lain, misalnya saja bila kita jadi suatu saat nanti menjadi seorang pengusaha, pasti membutuhkan pegawai-pegawai yang dapat diajak bekerja sama. Begitu pula halnya bila menjadi dokter yang juga pasti butuh perawat atau rekan kerja lain untuk membantu kita memanage pasien-pasien.
Untuk kekurangannya, sekolah di Labsky itu "super sibuk," pendapat Kak Tika. Kalau kita aktif namun kekurangannya kita tidak pandai-pandai mengatur waktu, nilai pelajaran dapat turun dan akademik intinya jadi terlupakan oleh murid-muridnya. Tetapi di sisi lain, mengikuti kegiatan-kegiatan seperti itu juga bermanfaat.
Kak Tika juga berkesempatan untuk menjadi ketua dari tari tradisional Nawastra yang bernama Aruna Chandrika. Pengalamannya menjadi ketua dapat dibilang asyik namun melelahkan. Hal itu juga merupakan pengalaman baru untuk Kak Tika yang tidak pernah memegang sebuah organisasi seperti itu. Namun lewat kelompok itu, Kak Tika mengatakan ia mendapat banyak pengalaman, entah itu lomba-lomba atau dapat tampil di berbagai acara. Di sana ia juga belajar untuk bisa memimpin teman-temannya.

Wawancara dengan Kak Tika via BBM

Sekolah di Labsky sangat berkesan untuk Kak Tika. Ia senang dan bersyukur bersekolah di sini. Semua nilai benar-benar didapatkan, tidak hanya akademik saja namun juga non akademik. Kak Tika juga merasa dididik kalau kita bisa berprestasi di segala aspek, karena Labsky tidak pernah melarang-larang kalau berpartisipasi dalam suatu lomba tari tradisional. Kak Tika juga berpesan, ia menginginkan murid-murid SMA Labschool Kebayoran untuk dapat lebih kompak lagi, dan bergaul dengan semuanya, begitu pula dengan pergaulan antar angkatan, namun tetap tidak melupakan respek. Selain itu, untuk kegiatan-kegiatannya, Kak Tika berharap lebih banyak kontribusi dari para muridnya, dan intinya semua program maupun acara angkatan itu dapat didukung oleh semua angkatan.
Setelah melakukan wawancara-wawancara tersebut, saya mengambil beberapa kesimpulan mengenai apa sebenarnya hal positif dan negatif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Semua alumni yang saya wawancara mengatakan Labsky itu tidak hanya hebat dalam hal akademik nya saja, tetapi non akademiknya pun dikembangkan. Suatu hal yang jarang dimiliki oleh sebuah sekolah. Selain itu, kegiatan-kegiatan seperti Trip Observasi dan Bintama sangat bermanfaat untuk ke depannya. Organisasi seperti OSIS dan MPK SMA Labschool Kebayoran yang sudah terstruktur dan memiliki program-program kerja yang bagus juga memberikan para siswanya pengalaman sehingga dapat mengatur sebuah acara dengan baik dan menambah kemampuan social skill.
Namun, beberapa hal negatif yang perlu diperbaiki pun ada. Beberapa alumni berpendapat kalau Labschool kurang begitu membantu dan membimbing dalam SNMPTN dan untuk memasukki sebuah universitas. Para murid lebih mengandalkan kemampuan sendiri atau bimbingan belajar di luar sekolah. Selain itu, beberapa guru seringkali tidak hadir. Kegiatan-kegiatannya yang padat pun dapat menurunkan prestasi akademik. Saya yakin bila masalah-masalah ini dapat dicari solusinya, bukannya tidak mungkin SMA Labschool Kebayoran dapat menjadi sekolah yang lebih baik, menghasilkan lulusan-lulusan yang sukses, dan berprestasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar