Sabtu, 22 September 2012

Tugas-2 Plus-Minus Bersekolah di SMA Labsky

"Pelajaran Yang Sangat Berguna"


Semua sekolah tentunya mempunyai sisi-sisi positif dan sisi-sisi negatif. Tetapi, sisi positif dan sisi negatif suatu sekolah dapat menjadi hal-hal yang berbeda-beda menurut orang-orang yang berbeda-beda juga karena hal tersebut adalah hal yang relatif. Dalam artikel saya yang berjudul "Sisi Positif dan Negatif SMA Labschool Kebayoran" ini, saya akan menjelaskan beberapa hal yang menurut tiga alumni-alumni SMA Labsky yang sudah saya wawancara hal-hal apa saja yang merupakan sisi-sisi positif dan negatif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Kebetulan, ketiga alumni yang telah saya wawancara adalah alumni dari angkatan pertama di SMA Labsky, sehingga mereka mendapatkan kesan pertama sekolah di SMA Labsky. Dalam wawancara saya, saya telah menanyakan tiga pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan topik yaitu, pertanyaan yang pertama adalah "Apa sisi positif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran?". Pertanyaan kedua adalah "Apa sisi negatif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran?" dan pertanyaan ketiga dan terakhir adalah "Bagaimana SMA Labschool Kebayoran membantu kakak dengan jurusan yang kakak pilih di universitas atau perguruan tinggi dan dalam pekerjaan kakak?". Dua dari kakak-kakak alumni yang saya wawancara menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui e-mail dan satu dari mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan saya melalui BlackBerry Messenger.

Kakak alumni yang saya wawancarai pertama adalah saudara sepupu saya dari sisi ayah saya yang bernama Ardi. Kak Ardi sudah lulus kuliah di Universitas Bina Nusantara empat tahun lalu yaitu pada tahun 2008. Saya mewawancara Kak Ardi melalui BlackBerry Messenger, tidak melalui e-mail. Ketika saya tanya pertanyaan pertama dalam wawancara saya yaitu "Apa sisi positif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran?", Kak Ardi menjawab kalau SMA Labschool Kebayoran banyak mengajarkan nilai-nilai dan tradisi-tradisi yang baik, seperti hal-hal yang kecil, contohnya saling menyapa, dan banyak juga contoh-contoh lainnya. Sisi positif yang lain adalah bahwa di SMA Labsky banyak kegiatan berolahraga seperti kegiatan lari pagi pada setiap hari Jumat dan juga push-up, sehingga dapat membangun atau membentuk badan yang sehat dan juga berotot. Menurut Kak Ardi, setelah saya tanyakan pertanyaan kedua saya yaitu "Apa sisi negatif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran?", dalam SMA Labschool Kebayoran tidak ada sisi-sisi negatifnya. Dan untuk pertanyaan terakhir, "Bagaimana SMA Labschool Kebayoran membantu kakak dengan jurusan yang kakak pilih di universitas atau perguruan tinggi dan dalam pekerjaan kakak?", Kak Ardi menjawab bahwa bersekolah di SMA Labschool Kebayoran tidak banyak membantu dalam pembelajaran dalam jurusan di kuliah yang ia pilih ataupun dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan ketika bekerja.

Saya (angkatan 11) dan Kak Ardi (angkatan 1)
Kakak alumni yang saya wawancara kedua adalah Kak Fani. Saya mewawancarai Kak Fani melalui e-mail. Untuk pertanyaan pertama, "Apa sisi positif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran?", Kak Fani menjawab bahwa ada lima poin dalam sisi positif SMA Labschool Kebayoran. Yang pertama, Kak Fani mengatakan bahwa di SMA Labschool Kebayoran, siswa-siswa dilatih dan dibiasakan untuk mempunyai kedisiplinan yang tinggi, baik kedisiplinan yang terkait dengan bidang akademis maupun ketika sedang berorganisasi (contohnya dalam OSIS). Akibatnya, para siswa-siswi menjadi terlatih untuk menghargai waktu sehingga selalu on time kapan saja dan dalam melakukan hal apa saja. Sisi positif yang kedua dari bersekolah di SMA Labsky adalah bahwa ada banyak sekali kegiatan di SMA Labsky yang menyebabkan murid-murid dapat mengembangkan diri dalam banyak bidang. Dan juga, karena telah bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, Kak Fani mengatakan bahwa ia lebih bisa bernegosiasi dengan orang-orang dan dapat melakukan presentasi-presentasi dengan lebih baik dari sebelum bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Selain itu, SMA Labschool Kebayoran juga melatih kekuatan fisik murid-murid agar menjadi kuat dan bugar dengan diadakannya program lari pagi setiap minggu pada hari Jumat dan juga ketika akan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa), latihan yang diasah jugalah latihan-latihan yang melatih kekuatan fisik siswa, dan hal tersebut sangat berpengaruh juga sampai setelah lulus dari SMA Labschool Kebayoran. Beban dari pelajaran-pelajaran yang sulit dan juga tuntutan yang berat termasuk dalam sisi positif SMA Labsky, menurut Kak Fani, karena hal-hal tersebut dapat membuat murid-murid melatih diri untuk dapat menghadapi dan menyelesaikan semua persoalan-persoalan yang rumit dengan waktu yang tidak banyak sehingga pada akhirnya, sangat membantu ketika Kak Fani menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang cukup banyak ketika ia kuliah dan juga ketika ia bekerja. Poin yang terakhir dalam sisi positif bersekolah di SMA Labschool Kebayoran menurut Kak Fani adalah bahwa hubungan guru-guru dengan siswa-siswa termasuk dalam hubungan yang sangat dekat sehingga para siswa dapat menjadi terbuka dengan guru-guru, tetapi tetap menunjukkan rasa hormat dan respect terhadap guru-guru tersebut, atau tidak kurang ajar terhadap guru-guru. Untuk pertanyaan kedua, "Apa sisi negatif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran?", Kak Fani menjawab bahwa seringkali ketika siswa-siswa melakukan kesalahan, hukumannya adalah dihukum secara fisik atau yang sebenarnya kurang berhubungan dengan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa tersebut. Jadi, seluruh hukuman-hukuman tersebut berkaitan dengan fisik seperti lari di lapangan, yaitu hukuman yang pernah didapatkan oleh Kak Fani. Hal ini menyebabkan murid-murid menjadi takut untuk melakukan kesalahan-kesalahan karena takut dihukum secara fisik, bukan karena mereka menyadari konsekuensi yang akan mereka dapatkan karena melakukan kesalahan-kesalahan tersebut. Menurut Kak Fani, setelah saya tanyakan pertanyaan ketiga dan terakhir yaitu "Bagaimana SMA Labschool Kebayoran membantu kakak dengan jurusan yang kakak pilih di universitas atau perguruan tinggi dan dalam pekerjaan kakak?", ia mengatakan bahwa semua hal yang telah ia pelajari ketika bersekolah di SMA Labschool Kebayoran sangatlah berpengaruh pada perkembangan dirinya. Alasan pertama adalah karena SMA Labsky sudah membiasakan murid-muridnya untuk menghadapi tugas-tugas yang cukup berat yang dapat membuat Kak Fani terbiasa untuk menghadapi tugas-tugas kuliah yang "buanyak dan kompleks" (ketika Kak Fani sedang kuliah) dan juga membuat Kak Fani terbiasa ketika menghadapi dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan dengan jumlah yang tidak sedikit dalam waktu yang tidak banyak dengan baik. Selain itu, Kak Fani mengatakan bahwa ia juga terlatih untuk menjadi orang yang disiplin, seperti selalu berusaha untuk mengumpulkan pekerjaan-pekerjaannya sesuai dengan deadline yang ditentukan. Poin yang terakhir adalah bahwa SMA Labsky juga menyebabkan Kak Fani terbiasa untuk bersosialisasi dan bernegosiasi dengan banyak orang karena pengalaman-pengalaman yang Kak Fani telah peroleh dari kegiatan-kegiatan OSIS.

Wawancara via e-mail dengan Kak Fani

Kak Tashya, juga alumni SMA Labschool Kebayoran angkatan pertama, adalah alumni ketiga yang saya wawancara melalui e-mail. Untuk pertanyaan pertama, yaitu "Apa sisi positif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran?", Kak Tashya menjawab bahwa sisi positif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran adalah bahwa murid-murid dilatih dan dibiasakan untuk belajar untuk menjadi orang-orang yang disiplin dan juga dibiasakan untuk belajar mengenai leadership dan menjadi leader, terutama dengan program OSIS. Selain dilatih untuk menjadi leader atau pemimpin, murid-murid menjadi sehat selalu karena adanya program lari pagi pada setiap hari Jumat. SMA Labschool Kebayoran termasuk salah satu sekolah-sekolah menengah keatas yang memiliki sistem pendidikan yang baik dan juga termasuk dalam salah satu dari sekolah-sekolah unggulan. Di SMA Labschool Kebayoran juga murid-murid dibiasakan untuk dapat belajar secara mandiri. Sisi positif lainnya yang mungkin tidak pernah dirasakan oleh sekolah-sekolah lain adalah adanya program TO atau Trip Observasi, yang menyebabkan murid-murid dapat merasakan apa rasanya menjalani kehidupan di desa-desa, yang mengakibatkan timbulnya rasa bersyukur dalam murid-murid. Jawaban untuk pertanyaan kedua, "Apa sisi negatif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran?" oleh Kak Tashya adalah bahwa SMA Labschool Kebayoran terkesan seperti sekolah semi-militer karena adanya program leadership untuk para pengurus OSIS yang belajar di Kopassus. Selain untuk para OSIS yang belajar di Kopassus, pada setiap hari Jumat, ada program lari pagi yang menyebabkan SMA Labsky terasa seperti sekolah semi-militer. Untuk pertanyaan ketiga dan terakhir, yaitu "Bagaimana SMA Labschool Kebayoran membantu kakak dengan jurusan yang kakak pilih di universitas atau perguruan tinggi dan dalam pekerjaan kakak?", Kak Tashya menjawab bahwa penjurusan kelas, yang ketika angkatan pertama dibagi menjadi tiga, yaitu kelas IPA, kelas IPS, dan kelas Bahasa, pada akhirnya membantu untuk menentukan jurusan-jurusan yang dipilih oleh murid-murid pada saat memulai kuliah di universitas. Dulu, Kak Tashya memilih jurusan IPS di SMA Labschool Kebayoran dan setelah memilih jurusan IPS, memilih jurusan tersebut sangat membantu Kak Tashya untuk memilih jurusan ekonomi manajemen di kuliah.

Wawancara via e-mail dengan Kak Tashya

Dari wawancara saya dengan alumni-alumni SMA Labschool Kebayoran angkatan pertama di atas, dari tiga pertanyaan yang saya tanyakan kepada mereka, dapat disimpulkan bahwa ada banyak sisi-sisi positif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Dua diantara tiga alumni yang saya wawancara menjawab bahwa SMA Labsky melatih murid-murid untuk melatih kedisiplinan diri, maupun dalam pembelajaran, dalam masalah ketepatan waktu, dan dalam hal-hal lain sebagainya. Kedua alumni juga mengatakan bahwa mereka mendapatkan pengalaman-pengalaman yang baik dan berguna untuk mereka dari mengikuti program OSIS. Ketiga alumni yang saya wawancara di atas mengatakan bahwa adanya program kegiatan lari pagi setiap minggu pada hari Jumat adalah salah satu program dari banyak program-program yang terdapat dalam SMA Labsky, yang termasuk program positif dan merupakan sisi positif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Mereka juga mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan di SMA Labsky melatih kekuatan fisik murid-murid, dan hal tersebut adalah sesuatu yang dianggap positif oleh mereka. Tetapi, seperti kata Kak Fani, seharusnya penghukuman kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh murid tidak semuanya dihukum dengan hukuman fisik karena hal tersebut tidak membantu para murid untuk menyadari kesalahan yang telah mereka lakukan. Walaupun ada juga sisi-sisi negatifnya dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, banyak juga sisi positifnya yang sebenarnya hanyalah hal-hal kecil seperti menjadi terbiasa menyapa orang lain, menjadi dekat dengan guru tetapi tetap menunjukkan rasa hormat terhadap mereka, lebih terbiasa dalam bersosialisasi dengan orang-orang baru di sekitar kita. Masalah kepemimpinan dan juga masalah berorganisasi merupakan kemampuan-kemampuan yang tentunya dilatih di SMA Labschool Kebayoran. Dari wawancara di atas, dapat dibuktikan bahwa bersekolah di SMA Labsky lumayan membantu para siswanya untuk masa depannya, seperti yang telah dikatakan oleh dua alumni di atas, SMA Labschool Kebayoran membantu siswa-siswanya untuk lebih berani dalam berinteraksi, untuk menjadi terbiasa dengan pekerjaan-pekerjaan sekolah yang sangat banyak dan tidak mudah untuk dikerjakan dalam waktu yang sempit, dan juga kedisiplinan sangat membantu kakak-kakak alumni yang sudah saya wawancara dalam pekerjaan mereka.

Demikian artikel saya mengenai sisi-sisi positif dan juga sisi-sisi negatif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran menurut ketiga alumni-alumni angkatan pertama dari SMA Labsky berdasarkan wawancara yang telah saya lakukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar