Rabu, 19 September 2012

Tugas-2 Plus-Minus Bersekolah di SMA Labsky

Pembekalan Dini Untuk Masa Depan yang Cerah

Logo Labschool
Ketika kita belajar dan menuntut ilmu di sekolah, tak hanya ilmu pelajaran yang kita dapatkan melainkan banyak hal lain seperti ilmu bagaimana cara bergaul, ilmu bagaimana bisa menghargai satu sama lain, ilmu bagaimana melihat situasi dan kondisi agar kita dapat menyesuaikan diri kita dengan lingkungan tempat kita berada, dan banyak ilmu lainnya.
Seperti salah satu sekolah yang terletak di Jl. KH. Ahmad Dahlan No.14 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Sekolah itu bernama SMA Labschool Kebayoran atau yang biasa dikenal dengan sebutan SMA Labsky. Selama hampir 12 tahun berdiri, semua orang yang mengetahui tentang sekolah ini mengatakan bahwa Labschool merupakan sekolah terbaik dengan program-program yang sangat baik pula. Baik itu kegiatan di bidang akademik maupun di bidang non-akademik. Karena sebagian besar program Labschool mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, pekerja keras, optimis, dan pantang menyerah.
Pertanyaan yang Saya Ajukan
Namun segala sesuatu yang baik atau lebih pasti memiliki kekurangan dibaliknya karena tidak ada hal yang sempurna di dunia ini. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kelebihan dan kekurangan Labschool, saya mewawancarai 3 orang alumni SMA Labschool Kebayoran yaitu Kak Dimitri Alvin Wirjowerdojo, Kak Ranadya Mayang Atsari dan Kak Ahmad Zakky Rabbany. Saya mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka dan hasil dari wawancara saya adalah sebagai berikut. 
1.   Dimitri Alvin Wirjowerdojo
Dimitri Alvin Wirjowerdojo atau yang akrab dipanggil dengan sebutan Kak Dimitri (17) merupakan alumni SMA Labschool Kebayoran dari angkatang Nawastra atau angkatan yang ke 9 pada tahun 2012. Seharusnya dia lulus bersama angkatan Daswira atau angkatan ke 10 pada tahun 2013 tetapi kak Dimitri mengikuti program akselerasi di sekolah sehingga ia lulus lebih dahulu. Program akseleresi merupakan percepatan program belajar yang tadinya 3 tahun menjadi 2 tahun saja. Setelah lulus dari SMA Labschool Kebayoran, Kak Dimitri melanjutkan kuliah di University of Leeds, Leeds, UK. Menurutnya banyak sekali kelebihan bersekolah di SMA Labshool karena Labschool memiliki beberapa program yang dibuat tidak hanya untuk pengembangan karakter selama menjadi siswa SMA tetapi juga sangat berguna hingga menjadi seorang mahasiswa dunia perkuliahan. Selain itu beberapa guru yang sangat loyal dalam menjalankan pekerjaannya sehingga murid-muridnya dapat memahami materi yang disampaikan dengan baik.
Hasil Wawancara dengan Kak Dimitri
Disamping kelebihan tadi, Kak Dimitri juga menyebutkan kekurangan dari Labschool. Menurutnya terdapat beberapa guru yang kurang maksimal dalam melaksanakan tugasnya. Padahal hampir sebagian besar para guru sudah menjalankan tugasnya semaksimal mungkin. Selain itu cara mengajar yang kurang menjadikan materi yang disampaikan tidak dapat dimengerti dan diterima dengan mudah.
Ada banyak hal yang bisa dipetik dari kegiatan yang ada di Labschool selama Kak Dimitri menjadi siswa Labschool dan dia memilih visi program wajib Labschool seperti Trip Observasi (TO) dan Bintama yaitu mandiri, kerja sama, kerja keras, dan kerja cerdas. Dan ia merasakan banyak sekali hal-hal bermanfaat dan berguna yang dapat digunakan di kehidupan setelah lulus dari SMA Labschool daripada hal-hal yang tidak berguna salah satunya adalah dapat mengatur waktu dengan baik. Hal ini sangat berguna hingga kita tua nanti.
Untuk kedepannya Kak Dimitri berharap agar kinerja sebagian guru yang kurang maksimal untuk lebih dimaksimalkan lagi dan lebih loyal. Dan dia juga berharap agar SMA Labschool dapat menjadi sekolah yang menjadi panutan yang baik bagi sekolah-sekolah yang lain.
2.   Ranadya Mayang Atsari
Ranadya Mayang Atsari atau yang biasa dipanggil dengan nama Kak Mayang (19) merupakan alumni SMA Laschool Kebayoran dari angkatan ke 7 atau Saptraka. Kak Mayang lulus dari Labschool pada tahun 2010 dan melanjutkan ke STP Trisakti jurusan perhotelan. Menurut Kak Mayang kelebihan dari SMA Labschool Kebayoran ini adalah SMA Labschool Kebayoran mampu mendidik murid-muridnya agar menjadi seseorang yang mampu untuk menjadi pemimpin dan berkompeten. Disamping itu kekurangan dari SMA Labschool menurut Kak Mayang adalah fasilitas yang ada disekolah kurang mendukung dalam kegiatan-kegiatan ekskul dan kegiatan lainnya. Perlu diketahui, Kak Mayang juga pernah menjadi salah satu pelatih ekskul kuliner di SMA Labschool Kebayoran.
Hasil Wawancara dengan Kak Mayang
Hal-hal yang berguna dan berpengaruh hingga saat ini bagi Kak Mayang adalah kedisiplinan yang dididik semasa SMA dan kegiatan berorganisasi yang dahulu pernah ia jalani di SMA serta mental yang kuat hasil kegiatan seperti Pra-Trip Observasi (Pra-TO) dan Bintama. Kedua hal tersebut yang menurut Kak Mayang sangat-sangat berguna baginya ketika kuliah dan di dunia kerja. Dan Kak Mayang merasa selama bersekolah di SMA Labschool Kebayoran ini ia mendapatkan lebih banyak hal yang berguna daripada hal yang tidak berguna.
Kritik dan saran dari Kak Mayang untuk SMA Labschool Kebayoran adalah senioritas yang berlebihan diusahakan untuk dapat dihilangkan. Akan tetapi harus bisa tetap saling menghargai dan sopan terhadap yang lebih tua. Ini sangat berguna juga untuk dunia kuliah dan kerja. Kemudian fasilitas sekolah agar diperbagus dan ditambah lagi untu mendukung aktivitas-aktivitas yang ada di sekolah. Kak Mayang juga berpesan kepada siswa Labsky untuk menjalankan seluruh kegiatan dan program yang ada di Labsky walaupun memang sangat banyak dan berat tapi suatu saat pasti akan sangat berguna.
3.   Zakky Rabbany
Ahmad Zakky Rabbany yang akrab dipanggil dengan sebutan Zakky (18) merupakan alumni dari SMA Labschool Kebayoran angkatan ke 9 atau Nawastra. Kak lulus pada tahun 2012 dan melanjutkan kuliah di Binus International jurusan Computer Science.
Menurut Kak Zakky ada banyak kelebihan dari SMA Labschool Kebayoran ini diantaranya adalah kegiatannya yang mengajarkan character building seperti kegiatan Trip Observasi (TO), Bintama, Mos, dll yang sangat berguna. Setelah itu kegiatan lari pagi yang mengajarkan kepada setiap siswa akan pentingnya berolahraga. Program moving class yang mirip dengan sistem di dunia kuliah sehingga tidak kaget ketika masuk ke universitas karena sudah terbiasa. Guru-guru yang sangat supportive terhadap murid-muridnya terutama di kelas 12. Kemudian persiapan untuk menghadapi Ujian Nasional (UN) yang sangat bagus bahkan tanpa harus mengikuti belajar tambahan diluar sekolah seperti bimbel sekalipun. Menurutnya dengan adanya Try Out, Kelas ABCD, hingga kelas tambahan di hari Sabtu sudah sangat membantu. Yang terakhir mengenai karya tulis atau biasa disebut dengan kartul. Kak Zakky berpendapat bahwa walaupun kartul memiliki standar yang tinggi dan lebih ribet dari sekolah lain dan nilai akhirnya hanya digunakan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia saja, tetapi dengan adanya kegiatan membuat kartul ini akan sangat membantu kita ketika kita sudah memasuki dunia perkuliahan yang karena kita akan sering diberikan tugas yang seperti ini oleh para dosen disana.
Setelah memberikan pendapatnya mengenai kelebihan Labsky, Kak Zakky juga memberikan pendapatnya tentang kekurangan di Labsky. Menurut Kak Zakky, ketika ada jadwal remedial yang padat dan sebagian besar dilaksanakan di sore hari itu agak mengganggu persiapan untuk keesokan harinya jika mungkin akan diadakan ulangan harian atau tugas yang harus dikumpulkan atau bahkan mungkin ada jadwal remedial untuk pelajaran lainnya. Sehingga apa yang kita kerjakan menjadi kurang maksimal. Kemudian soal yang diberikan terkadang terlalu susah dan ada beberapa guru yang pelit nilai. Akibatnya nilai siswa Labsky selalu di bawah nilai siswa dari sekolah lain jadi sering kali siswa Labsky kalah bersaing untuk masuk ke universitas melalui jalur undangan. Terkadang ada sekolah yang tidak jelas statusnya dan mendapatkan nilai dengan mudah justru masuk dan diterima melalui jalur undangan. Tak sedikit pula mereka yang tidak diterima di Labsky tapi diterima di SNMPTN jaur undangan. Kekurangan yang terakhir adalah hampir tidak adanya pelajaran mengenai plagiarism. Memang standar Indonesia cukup dengan menulis sumber di akhir artikel. Tetapi jika kita melanjutkan ke universitas yang European Based, universitas di luar negeri, atau universitas internasional yang ada di dalam negeri akan ada semacam cultural shock karena yang selama ini kita anggap legal ternyata mereka menganggap ini sebagai plagiarism. Hal ini karena mereka memiliki standar plagiarisasi yang berbeda dengan yang selama ini kita ketahui.
Hasil Wawancara dengan Kak Zakky
Selanjutnya Kak Zakky membahas tentang hal-hal yang berguna hingga saat ini. Kak Zakky berpendapat bahwa semua hal yang berkaitan dengan character building, TO, Bintama, dll itu sangat berguna ketika kita berada di lingkungan universitas. Karena di lingkungan universitas kita akan bertemu dengan berbagai macam orang dari pulau yang berbada bahkan negara yang berbeda pula. Kebanyakan dari mereka yang berasal dari luar Labschool tidak seberani anak-anak yang berasal dari Labschool untuk berbagai hal. Seperti bertanya kepada pengajar jika ada yang kurang jelas karena di duia perkualiahan para pengajar lebih suka dengan mahasiswa yang kritis dan berani mengungkapkan argumen kita. Selain itu kegiatan seperti Mos, Bintama, dan Pra-TO juga sangat membantu kita ketika akan melaksanakan OSPEK di hari pertama masuk di dunia perkuliahan. Yang terakhir sibuknya bersekolah di Labsky dapat dijadikan sebagai pelajaran yang bagus juga. Karena di kuliah nanti kita akan sangat disibukkan oleh segala aktifitasnya jadi itu bisa membantu kita utuk tidak terlalu kaget ketika menjalani masa-masa di kuliah.
Kak Zakky berpendapat sebetulnya lebih banyak hal yang tidak berguna dari Labsky untuk kehidupannya saat ini. Karena dari sekian banyak pelajaran yang ada disekolah hanya matematika saja yang ia gunakan saat ini. Kata Kak Zakky “Somehow kalo udah tau passion lo, semua itu gak berguna. Kaya kalo suka gambar, sebenernya gak perlu belajar kimia lagi kan. Suka music, gak usah belajar fisika. Suka olahraga, gak perlu matematika. Kecuali buat yang masih bingung mau jadi apa.” Jadi menurutnya tidak ada gunanya mempelajari ilmu lain jika kita sudah tau apa yang ingin kita lakukan kedepannya. Tapi terlepas dari semua itu menurut Kak Zakky tetap saja program-program Labschool 100% berguna semua.
Pesan dari Kak Zakky untuk Labsky adalah kegiatan seperti bintama jangan sampai menurun kualitasnya atau bahkan dihilangkan. Karena menurutnya ini adalah life education yang sangat berguna. Selama tidak ada kontak fisik secara langsung kegiatan ini sangat berguna untuk melatih kepribadian siswa.
Dari ketiga narasumber saya tadi maka dapat disimpulkan bahwa hampir semua kegiatan di SMA Labsky ini berguna. Walaupun ada yang tidak sependapat namun ia tetap menyatakan bahwa kegiatan yang ada di Labschool sangat bermanfaat. Mereka semua mengatakan bahwa kegiatan sekolah terutama TO dan Bintama lah yang paling dirasakan manfaatnya bagi kehidupan mereka ketika mereka masuk ke dunia perkuliahan dan kerja. Jadi semua kegiatan yang ada di Labsky sama sekali tidka bermaksud untuk menyusahkan tetapi memberikan pembekalan dini agar tidak kaget nantinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar