Jumat, 21 September 2012

Tugas-2 Plus Minus Bersekolah di SMA Labsky


“SMA, masa-masa yang sangat berharga untuk di kenang”

          Untuk  mengetahui plus-minus bersekolah di SMA Labsky, saya pergi mewawancarai 3 narasumbur. Ketiga narasumber ini berasal dari kakak-kakak alumni SMA Labsky, yang tentunya sudah lulus dan sukses. Pertama saya mewawancarai kak Vanya Edria dari angkatan Nawastra. Kedua, saya mewawancarai kak Nabiella Dessiany dari angkatan Nawastra juga. Dan yang terakhir saya mewawancarai kak Erik Ekawijaya dari angkatan Catruka.

Pada hari kamis, tanggal 2 Agustus 2012 yang lalu tepatnya saat bulan puasa kemarin. Saya berkunjung dan mewawancarai salah satu narasumber yang dulunya pernah bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Namanya adalah Kak Vanya Edria Rahmani yang biasa dipanggil kak Vanya. Kak Vanya Edria  ini adalah alumni SMA Labschool Kebayoran pada tahun 2012 kemarin. Kak Vanya ini adalah angkatan 9 di SMA Labschool Kebayoran, angkatan 9 atau angkatan dari Kak Vanya ini memiliki nama angkatan yaitu Nawa Drastha Sandyadira (Nawastra). Kakak-kakak angkatan Nawastra kemarin sangat membanggakan nama SMA Labschool Kebayoran dikarenakan kakak-kakak nawastra ini lulus 100persen. Dan memiliki peringkat yang baik di DKI Jakarta. Kakak-kakak Nawastra ini juga memiliki lulusan yang banyak yang melanjutkan ke Universitas Indonesia(UI) atau Institut Teknologi Bandung(ITB). Yaitu 2 universitas negeri terbaik di seluruh Indonesia.
Kak Vanya Edria ini adalah salah satu lulusan dari kakak-kakak angkatan Nawastra yang melanjutkan sekolah di Universitas Indonesia atau UI. Kak Vanya ini melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Hukum Universitas Indonesia atau FHUI.). Kak Vanya Edria  lahir di Jakarta pada tanggal 19 Maret 1994.
Kak Vanya Edria bersekolah di Labschool Kebayoran sejak masih SMP. Pertama-tama dia melanjutkan jenjang SDnya ke SMP Labschool Kebayoran. Lalu dari SMP Labschool Kebayoran dia melanjutkan jengjang pendidikan SMA nya ke SMA Labschool Kebayoran, hanya berbeda beberapa langkah dari SMPnya. Hal ini membuktikan bahwa Labschool Kebayoran adalah sekolah yang bagus dan banyak diminati. Sebagai bukti, tidak hanya kak Vanya saja yang 6tahun bersekolah di Labschool banyak sekali kakak-kakak Nawastra yang bersekolah di Labschool Kebayoran selama 6tahun. Saya juga mungkin akan 6tahun di Labschool Kebayoran, karena saya juga bersal dari SMP Labschool Kebayoran.
Kak Vanya ini memang tidak mengikuti program organisasi di sekolah yaitu OSIS/MPK. Namun kak Vanya ini mengikuti seluruh kegiatan wajib yang ada di Labschool Kebayoran dari MOS, Kalam, Pra-TO, TO, dan Bintama. Program-program wajib tersebut di ikuti oleh beliau dengan baik. Sehingga tidak ada satupun kenangan manis yang dia lewatkan yang berada di setiap kegiatan-kegiatan tersebut. Karena memang benar setiap detik dari setiap kegiatan-kegitan tersebut meninggalkan kengangan manis yang tidak bisa dilupakan. Memang benar juga jika setiap detik dari setiap kegiatan-kegitaan tersebut juga berat dan sebuah beban yang besar saat melaksanakannya. Tapi percayalah, jika kita melewati semua kegiatan itu pasti kita akan kangen dan mau mengulangi seluruh kegiatan itu, Ingin kembali ke masa-masa kegiatan itu masih berlangsung.
Menurut kak Vanya Edria Rahmani, ada beberapa sisi positif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Yaitu yang pertama adalah menambah pengalaman-pengalaman baru dan yang tidak biasa atau bahkan tidak ada di sekolah lain. Seperti yang pertama yaitu penglaman berorganisasi. Mungkin di setiap sekolah ada OSIS atau MPK namun OSIS/MPK mereka tidak seperti di SMA Labschool Kebayorani. OSIS/MPK disini harus melalui beberapa tahapan terlebih dahulu untuk menjadi OSIS/MPK yaitu tahapan LAPINSI(latihan kepemimpinan siswa) dan TPO. Setelah dari TPO maka mereka akan resmi menjadi OSIS. Lalu seterlah itu ada tes bidang, dan untuk pelantikan ada LALINJU(Lari Lintas Juang) dari taman makam pahlawan Kalibata menuju SMA Labsky. Lalu ada pengalaman kepanitiaan, walaupun kak Vanya ini bukan termasuk OSIS tapi dia selalu menjadi panitia dalam kegiatan seperti skylite, skyave, skybattle, dll. Setelah itu ada pengalaman pergi atau tinggal di desa. Melalui program TO(trip Observasi) yang dilaksanakan selalu atau pasti di desa. Desanya biasanya ada di purwakarta, Jawa Barat. Lalu yang terakhir adalah pengalaman tinggal atau menginap ditambah dilatih di tentara atau KOPASSUS. Melalui program wajib BINTAMA yang dilaksanakan setiap tahunnya, yang sudah pasti dilaksanakan di grup KOPASSUS atau tentara. Yang sukses membuat kita berotot dan lebih kuat dari sebelumnya baik mental ataupun fisik.
Hal positif yang kedua, menurut kak Vanya adalah memiliki dan berteman dengan teman-teman yang menyenangkan. Kak Vanya ini bersekolah di Labsky selama 6tahun sudah pasti proses pertemanannya berjalan dengan lancar. Menurutnya, teman-teman di Labsky sangat seru dan menyenangkan. Oleh sebab itu kak Vanya betah dan nyaman bersekolah di Labsky selama 6tahun seperti layaknya SD.
Tetapi dimana ada positif disitu pasti ada yang negatif, karena tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dari beberapa sisi-sisi positif diatas, menurut kak Vanya ada pula sisi negatif dari bersekolah di SMA Labsky. Yang pertama adalah di SMA Labsky terlalu banyak kegiatan-kegiatan yang wajib ataupun yang tidak tapi tetap harus di ikuti dan dijalani. Seperti Pra-TO, TO, BINTAMA, dan kegiatan untuk menjadi OSIS seperti LAPISI, TPO, LALINJU, dll. Belum lagi kegiatan tambahan yang sudah menjadi kegiatan tahunan SMA Labsky seperti Skyave, Skylite, Skybattle, dsb. Terlalu banyak acara seperti itu membuat murid-muridnya menjadi tidak terlalu fokus belajar, karena pikirannya terbagi-bagi. Ditambah lagi di Labsky ulangan-ulangan nya tidak mudah sehingga sangat sulit untuk mendapat nilai maksimal dan memuaskan. Yang kedua adalah di SMA Labsky ini terlalu banyak peraturan. Benar saja peraturan disini sangat banyak jika dibandingkan SMA lain. Buktinya kami semua disuruh solat jika tidak nilai agama kita bisa berkurang. SMA ini bukan SMA Islam tapi merapkan hal tersebut, lalu murid putri kelas x dan xi diharuskan mengikuti keputrian setiap Jumat.  Yang ketiga adalah di Labschool penjurusannya baru dilaksanakan di kelas XI. Hal ini menyebabkan kelas X terlalu dibebani tugas dan pelajaran yang sangat banyak. Saya pun pernah merasakannya. Ada beberapa sekolah lain yang melakukan penjurusan dari kelas X, ini membuat kelasX lebih mudah dan lebih sedikit pelajarannya. Sehinga mereka bisa mendapat nilai yang lebih maksimal dibading jika dilaksanakannya penjurusan di kelas XI.
Walaupun ada sisi negatifnya, tetapi bersekolah di SMA Labsky pasti memberikan keuntungan-keuntungan. Dalam kasus kak Vanya, dia merasa sangat diunungkan dengan bersekolah di SMA Labsky.  Menurut kak Vanya, dia menjadi tidak kaget di kuliahnya karena sudah di latih mentalnya di SMA Labsky, lalu sudah sering buat nametag dan sudah sering diberikan tugas. Hal ini membuat kak Vanya tidak kaget dengan kuliahnya, karena tidak ada perbedaan yang signifikan.
“Pas Ospek berat sih, tapi tetep masih jauh lebih keras di Labsky karena dimarahinnya sama tentara beneran,” ujarnya.  Melalui program Bintama, memang semua murid akan dilatih dan dimarahi oleh tentara agar terlatih mentalnya. Dan terbukti, kak Vanya merasa tidak terlalu berat menjalani Ospek karena sudah menjalani Bintama. Menurut kak Vanya, nametag di Ospeknya tidak terlalu sulit karena lebih susah nametag-nametag yang disuruh dibuat di acara-acara Labsky seperti MOS dan TO.
Di SMA Labsky sudah menjadi syarat kelulusan SMA untuk mengerjakan tugas Karya Tulis saat kelas XII. Kak Vanya melanjutkan sekolah di FH yang kebanyakan tugasnya menulis essay dan lain sebagainya. Karena sudah pernah mengerjakan kartul dan tugas-tugas menulis di Labsky, maka kak Vanya sudah merasa terbiasa menulis essay untuk tugas-tugas FH-nya.
Sebelum menutup wawancara dengan kak Vanya Edria Rahmani, dia menitipkan pesan dan masukan untuk SMA Labschool Kebayoran agar menjadi lebih baik. Pesan dari kak Vanya: “semoga SMA Labsky menjadi sekolah yang lebih bagus lagi dan semoga lulusan-lulusannya kelak menjadi orang yang sukses semua.” Amin.

Pada hari Minggu tanggal 16 September 2012, saya menyempatkan diri untuk memberikan sedikit pertanyaan untuk wawancara kepada salah satu alumni SMA Labschool Kebayoran.  Yaitu kak Nabiella Dessiany Wibisono, yang mungkin lebih akrab disapa dengan kak Bibil. Kak Bibil ini lahir pada tanggal 8 Desember 1993. Sama dengan kak Vanya, kak Bibil ini juga berasal dari angkatan 9 Nawastra. Saat ini kak Bibil melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya, Jakarta. Atma Jaya adalah salah satu Universitas swasta terbaik yang berada di Jakarta.
Sama halnya dengan kak Vanya, kak Bibil juga telah bersekolah di Labschool kebayoran sejak masih SMP. 6tahun bersekolah di Labsky, membuat kak Bibil sangat mengetahui seluk beluk Labsky. Selama bersekolah di Labsky yang dijalaninya selama 6tahun itu kak Bibil adalah orang yang hebat. Dia menjadi Osis selama 2 periode, periode di masa dia ada di angkatan 6 SMP Labsky dan periode di angkatan 9 SMA Labsky. Selama 2 periode itu pula kak Bibil selalu menjadi Osis di bidang pengurusan uang yaitu dana, di SMP namanya Danus(dana usaha) dan di SMA bernama Danlog(Dana dan Logistik). Sehingga kak Bibil ini telah menjalani seluruh kegiatan di Labschool termasuk kegiatan khusus untuk menjadi pengurus Osis.
Menurut kak Bibil, sekolah di SMA Labsky memiliki sisi positif. Yaitu di SMA Labsky itu banyak program-program yang tidak bisa ditemui di sekolah lain. Program seperti Bintama, TO, dll. Program-program tersebut membuat mental jadi atau memperkuat mental. Selain itu, kegiatan organisasinya juga banyak. Sehingga selama menjadi pengurus osis terasa sangat menyenangkan, menurutnya.
“Dari sekoan banyak kegiatan, aku sih paling suka TO. Soalnya TO pergi ke desa gitu, awalnya sih ngerasa kayak ngapain gitu pergi ke desa. Tapi akhir-akhirnya TO seru banget,” begitulah pendapat kak Bibil. Ternyata kehidupan di desa sangat berkesan untuk kak Bibil sebagai pengalaman yang baru dan sangat menarik yang sangat berharga untuk di kenang.
Dari beberapa sisi positif tersebut, menurut kak Bibil tetap ada sisi negatifnya. Yaitu terlalu banyak kegiatan yang diberikan oleh sekolah. Sehingga membuat akademiknya menjadi terlantarkan, dan membuat nilai akademiknya menjadi terganggu. Tapi menurut kak Bibil, jika kita bisa pintar-pintar mengatur waktu, maka semuanya bisa terlaksana dengan lancar. Kak Bibil pernah merasakan akademiknya terganggu karena begitu banyaknya kegiatan terutama saat dia menjadi Osis. Tapi perlahan-lahan dia dapat meperbaikinya dengan pengaturan waktu yang tepat.
Kak Bibil merasa diuntungkan bersekolah di Labsky untuk dunia perkuliahannya. Menurutnya, karena dari mos sudah terbiasa keras, lalu osisnya keras dan menuntut pergerakan yang cepat. Sebenarnya itu sama seperti di kuliahnya terutama pada saat ospek, sehingga dia sudah merasa terbiasa. Lalu pola belajar di SMA dengan kuliahnya tidak jauh berbeda, sehingga kak Bibil sudah dapat mengatur waktu dengan baik.
“Kalau menurut aku sih Tryout-Tryout gitu sih cuma ngebantu buat UAN, sedangkan kalau yang biat ngebantu masuk kuliah tuh yang kayak bimbel-bimbel gitu,” katanya. Menurut kak Bibil, PM(pemantapan materi) dan program pertambahan belajar yang diberikan oleh sekolah tidak terlalu berpengaruh dan membantu untuk masuk ke Universitas tertentu yang di inginkan. Menurut kak Bibil juga jika ingin mendapat bantuan untuk masuk ke universitas yang di inginkan, kita diharuskan untuk mengikuti tambahan belajar seperti Bimbel(bimbingan belajar) dan Les-les personal. Yang artinya sekolah belum dapat membuat program tambahan belajar yang membuat kita tidak perlu memanggil guru atau mengeluarkan biaya lebih untuk bimbel.
Sebelum mengakhiri dan menutup wawancara dengan kak Nabiella Dessiany Wibisono, beliau menitipkan pesan dan masukan untuk SMA Labschool Kebayoran agar menjadi lebih baik lagi. Pesan tersebut adalah: “Labsky, tetaplah jalani program-programnya yang lain dari sekolah itu, program tersebut ternyata sangat berguna di kemudian hari,” begitulah pesan terakhir dari kak Bibil.

Pada hari hari Jumat tanggal 21 September 2012, saya berkunjung dan menyempatkan diri untuk mewawancarai salah satu alumni dari SMA Labschool Kebayoran. Yaitu  kak Erik Ekawijaya, yang lebih akrab dengan panggilan kak Erik. Saat ini kak Erik melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (FH UNPAD) yang berada di Bandung, Jawa Barat. Kak Erik ini adalah alumni SMA Labsky angkatan 4 yaitu Catur Tunggal Perkasa(Catruka). Angkatan kakak-kakak Catruka ini mengalami Skyavenue tersukses sampai hari ini.
Menurut kak Erik bersekolah di SMA Labsky selama 3tahun membuatnnya sudah dapat menilai bagaimana Labsky. Sisi positif bersekolah di Labsky adalah :
·      Guru-gurunya sangat kompeten dan memiliki variasi cara mengajar yang sangat beragam
·      Kegiatan non akademis seperti bintama dan TO memperkuat mental dan juga fisik, dan melatih jiwa kepemimpinan dan percaya diri
·      Sarana infrastruktur yang cukup lengkap, gedung yang bagus
·      Ekstrakulikuler yang sangat beragam, menunjang saat masih bingung dalam mencari tahu minat di kegiatan non akademis
·      Lokasi sekolah yang strategis
·      Kedekatan antara guru dan murid yang lebih daripada yang ada di sekolah lain
·      Lari pagi yang sangat berguna  dalam menjaga kebugaran tubuh

Ternyata menurut kak Erik, bersekolah di SMA Labsky memiliki banyak sisi positif. Tetapi bukan berarti SMA Labsky terlepas dari sisi negatifnya. Sisi negatif bersekolah di SMA Labsky adalah:
·      Kebanyakan siswanya bergaya hidup mewah dan eksklusif, tidak terlalu cocok dengan saya
·      Adanya gap antara siswa yang berasal dari smp labsky dengan luar smp labsky, tapi itu hanya terjadi di awal tahun pertama belajar
·      Lahan parkir kurang
·      Karena sistem kedekatan antaraa guru dan murid yang lebih banyak daripada di sekolah lain, mungkin bisa timbul kurang hormat kepada guru yang dilakukan oleh murid yang tidak memiliki mental bagus
Tetapi sisi negatif tersebut dapat tertutup oleh sisi positifnya. Begitulah menurut kak Erik Ekawijaya.
Selama 3tahun bersekolah di SMA Labsky, tentu membawa keuntungan bagi kak Erik. Beberapa keuntungan yang dirasakan oleh kak Erik adalah sebagai berikut:
·      Koneksi alumni  yang sangat luas, sangat berguna ketika berkuliah di hampir semua universitas ternama jakarta atau luar jakarta, ikatan alumni sangat membantu kegiatan kuliah
·      Ilmu yang didapat dari kegiatan OSIS dan MPK sangat beguna ketika menjalani kegiatan berorganisasi dan kemahasiswaan di universitas
·      Beberapa universitas swasta mengirimkan undangan masuk tanpa tes kepada siswa2 labsky
·      Bintama menguatkan mental dan itu sangat berguna ketika menjalani masa mahasiswa yang sangat individualistis
Di dunia perkuliahan ternyata sangat memerlukan kekuatan mental dan fisik. Untungnya di SMA sudah pernah dilatih oleh tentara itu sendiri dalam program Bintama.
Sebelum menutup wawancara dengan kak Erik Ekawijaya, beliau menitipkan beberapa pesan dan masukan untuk SMA Labsky agar lebih baik untuk kedepannya. Saran itu adalah:
·      Eksklusifitas untuk siswa OSIS harus dikurangi
·      Penambahan fasilitas dan infrastruktur yang harus sepadan dengan biaya sekolah yang cukup besar
·      Seleksi guru yang tidak bekerja sesuai tugasnya
·      Transparansi uang yang digunakan dalam kegiatan-kegiatan
Semoga saran-saran yang di berikan oleh kak Erik ini dapat benar-benar terlaksana. Serta membuat SMA Labsky lebih baik dari sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar