Kamis, 27 September 2012

Tugas-2 Plus Minus Bersekolah di SMA Labsky



Pendidikan Bermanfaat 
 
Secara definisi, sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pegajaran siswa/siswi atau murid dibawah pengawasan guru. Hampir semua orang, yang mampu, pernah bersekolah. Departemen Pendidikan Nasional telah melaksanakan satu program ayang disebut wajib belajar. Program ini mewajibkan setiap warga negara Indonesia untuk bersekolah selama 9 (sembilan) tahun pada jenjang pendidikan dasar, yaitu dari tingkat kelas 1 Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs). Bagi mereka yang sudah terlamat umurnya untuk sekolah, diadakan pembelajaran paket.

Setiap sekolah memiliki nama yang berbeda dengan kebiasaan-kebiasaan yang berbeda. Tidak ada sekolah yang sama persis. Begitu juga dengan sekolah SMA Labschool Kebayoran. Beralamat di Jl. KH Ahmad Dahlan No. 14 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tempat yang sangat strategis dan mudah untuk diakses. Sekolah ini adalah cabang dari SMA Labschool Jakarta yang bertempat di Rawamangun, dan sama-sama berada dibawah Yayasan Pembina-Universitas Negeri Jakarta (YP-UNJ). Ada beberapa cabang Labschool lain, dan agar tidak tertukar dengan Labschool lain, Labschool Kebayoran biasa disebut Labsky.

Ada beberapa kegiatan unik di SMA Labschool yang tidak didapat pada sekolah-sekolah SMA lainnya. Salah satu kegiatan tersebut adalah Trip Observasi. Kegiatan ini bisa dikatakan mirip dengan home-stay. Diwajibkan bagi siswa/siswi kelas sepuluh; mereka menginap di rumah warga di desa selama 5 hari, dan harus beradaptasi dan mandiri. Selain itu, mereka juga harus membuat penelitian dan mempresentasikan hasil dari penelitian tersebut. Sebelum mengikuti kegiatan Trip Observasi, siswa dan siswi kelas sepuluh harus mengikuti kegiatan Pra-TO, yaitu dimana mereka dilatih agar bisa mandiri dan disiplin.

Selain kegiatan Trip Observasi, ada juga kegiatan BINTAMA. BINTAMA adalah singkatan untuk Bina Mental Kepemimpinan Siswa, dan sesuai dengan namanya adalah kegiatan dimana siswa dan siswi dibina mentalnya. Sama dengan Trip Observasi, kegiatan ini diwajibkan bagi siswa siswi kelas sepuluh, namun apabila tidak bisa mengikuti kegiatan pada kelas sepuluh, maka pada kelas sebelas (atau dua belas) harus mengikuti. Kegiatan ini adalah kegiatan militer dimana siswa dan siswi kelas sepuluh dilatih oleh pelatih dari pasukan Kopassus. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih lima hari.

Tidak hanya kegiatan satu kali setahun yang unik di SMA Labschool seperti Trip Observasi dan BINTAMA, di SMA Labschool Kebayoran ada kebiasaan lari pagi setiap hari jumat. Kegiatan lari pagi ini diwajibkan untuk semua siswa dan siswi SMA Labschool Kebayoran, dan dipimpin oleh OSIS. Tidak hanya murid yang lari, guru-guru pun juga ikut berolahraga setiap hari jumat pagi.

Setiap hal memiliki sisi positif dan negatif, sekolah pun tidak terlepas dari itu. Pendidikan di sekolah SMA Labschool Kebayoran pastinya ada banyak pengaruh banyak bagi murid-muridnya, dan mungkin ada juga beberapa pengaruh negatif. Untuk mengetahui apa saja pengaruh (negatif dan positif) dari sekolah SMA Labschool Kebayoran bagi murid-murid yang telah bersekolah di sekolah tersebut, saya telah mewawancarai tiga alumni, yaitu; Kak Jayusa Putra dari angkatan 4 (Catur Tunggal Perkasa), Kak Dila Karinta, juga dari angkatan 4, dan Bu Syifa yang pernah menjadi guru matematika di SMA Labsky, dari angkatan 1.

Berikut adalah sedikit kutipan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saya pada saat mewawancarai Kak Jayusa Putra;

“Nama saya Putra Jayusa, saya alumni labsky angkatan 4; Catur Tunggal Perkasa. Saya mantan OSIS Batara Sambrawaka dan juga kebetulan mantan ketua acara Sky Avenue yang pertama. Sekarang saya sedang berkuliah di arsitektur UNPAR sambil bekerja di sebuah perusahaan event organizer sebagai designer company.
Banyak hal positif yang saya dapat dari bersekolah di SMA Labsky. Dari hal yang paling kecil adalah lari pagi tiga kali seminggu (lari pagi jumat, lari pagi osis, dan lari sore ekskul futsal) membuat saya selalu bugar, berstamina dan tidak mudah lelah kuliah sambil bekerja. Kegiatan Trip Observasi membantu saya mudah bergaul dengan teman-teman dari daerah, kemampuan survive yang tinggi (seperti: masak, mencuci, bergaul, dan tinggal sendiri tanpa beban). Kegiatan BINTAMA juga benar-benar saya rasakan manfaatnya menjadi pemimpin yang baik tidaklah sulit.
Membuat pensi Sky Avenue membuat kita dapat memahami budgeting, sistem kontrak, dan yang terpenting kita paham dan dapat membedakan antara kebutuhan dan kemauan manusia akan hidupnya. Dengan begitu yang saya mendapatkan benyak pengalaman positif untuk kedepannya. Bisa anda cek pada universitas-universitas ternama, dari mana asal SMA ketua angkatan jurusan mereka. Asalkan anda benar-benar meyerap kegiatan-kegiatan di Labsky dengan benar dan ikhlas, betapa besarnya manfaatnya.”


Menurut Kak Putra Jayusa, atau lebih sering dipanggil Kak Uca, banyak sekali manfaat dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Manfaat-manfaat tersebut ada banyak dan tidak hanya meliputi untuk dunia perkuliahan, namun juga manfaat bagi mental dan kebiasaan.

Salah satu hal positif yang didapat dari mengikuti kegiatan-kegiatan di SMA Labsky adalah dengan mengikuti kegiatan tersebut, kita akan menjadi lebih mandiri. Seperti pada kegiatan Trip Observasi, kita diharuskan untuk memasak, mencuci piring, dan bersih-bersih sendiri tanpa bantuan orang lain. Selama kegiatan tersebut, kita harus benar-benar tanggungjawab atas diri kita sendiri, dan bagi Kak Jayusa, kegiatan ini benar-benar membuatnya menjadi mandiri. Melalui kegiatan ini sekarang dia bisa bertanggungjawab atas dirinya sendiri, dan lebih mandiri karena tidak harus bergantung kepada siapapun.

Selain itu, manfaat lainnya dari bersekolah di SMA Labsky adalah kemampuan dan pengalaman berorganisasi yang didapatkan. Banyak sekali kesempatan untuk berorganisasi dan mengikuti kepanitiaan di Labsky, karena itu lulusan SMA Labsky bisa dikatakan lebih siap dalam menghadapi dunia perkerjaan dan perkuliahan dibandingkan dengan lulusan SMA lainnya. Kak Jayusa pun juga begitu. Pengalamannya menjadi ketua acara Sky Avenue (dan yang pertama) dan menjabat sebagai anggota OSIS sangat membantu dalam perkerjaan sambilannya, yaitu bekerja di sebuah perusahaan event organizer.

Tidak hanya itu, kegiatan-kegiatan berolahraga seperti lari pagi setiap hari jumat yang hanya diadakan di SMA Labschool Kebayoran ternyata sangat bermanfaat untuk masa depan. Labsky tidak hanya fokus kepada pendidikan kurikulum, murid-murid juga dilatih secara fisik dan mental agar kuat dalam menjalani kehidupan. Lari pagi setiap hari jumat adalah salah satu bentuk pelatihan fisik yang berdampak baik bagi murid-murid karena melatih kebugaran dan daya tahan tubuh agar tidak cepat lelah. Kebugaran tubuh sangat diperlukan dalam dunia perkuliahan dan pekerjaan, karena akan jauh lebih melelahkan dibandingkan sekolah. Apabila tubuh tidak bugar, maka pekerjaan tidak akan dapat diselesaikan secara efisien.

Sepertinya bagi Kak Jayusa tidak ada dampak negatif dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran.

Alumni kedua yang saya wawancara adalah Kak Dila Karinta. Sama seperti Kak Jayusa, Kak Dila juga dari angkatan 4; Catur Tunggal Perkasa. Setelah lulus dari Labsky, Kak Dila memasuki fakultas psikologi di Universtas Indonesia, kemudian lulus dengan gelar sarjana. Sekarang dia sudah bekerja di perusahaan Sampoerna.

Menurut Kak Dila, salah satu dari banyak manfaat yang didapatnya selama bersekolah di Labsky adalah kesehatan fisik. Dengan berlari pagi setiap hari jumat, murid menjadi lebih kuat dan sehat. Kesehatan dan kebugaran yang didapatkan sangat berpengaruh saat berkuliah dan bekerja, membuatnya bisa tahan belajar lebih lama dibandingkan teman-teman kuliahnya. Dengan begitu, Kak Dila dapat menyelesaikan tugas-tugas yang sangat banyak tepat waktu.
Selain kebugaran jasmani, didapat juga persiapan dalam menghadapi tugas-tugas yang sangat berat semasa kuliah. 

Berbeda dengan SMA lain, di Labsky jumlah tugas-tugas dan tingkat kesukarannya jauh lebih susah dan lebih banyak. Walau berat untuk dijalankan, namun hal ini ternyata berdampak baik bagi lulusan-lulusannya, karena telah terbiasa harus mengerjakan banyak tugas dan menghadapi deadline. Pengalaman mengerjakan tugas Kak Dila telah sangat membantunya semasa berkuliah.

Hal yang didapat pada SMA Labsky yang juga berdampak baik bagi Kak Dila adalah kedisiplinan yang sangat dituntut selama SMA. Labsky  tidak mentoleransi ketidakdisiplinan siswa terhadap tata tertib yang berlaku, dan hal itu membuat murid-muridnya terbiasa dengan gaya hidup disiplin. Ada juga pelatihan-pelatihan khusus yang dilaksanakan oleh sekolah seperti contohnya BINTAMA dimana siswa/siswi dilatih fisik, mental, dan kedisiplinannya oleh Kopassus.

Menurut Kak Dila, kegiatan-kegiatan dimana siswa/siswi dikeraskan sangat membentuk pribadi, walau tidak enak saat dirasakan. Karena sudah terbiasa dengan makan dihitung, dikejar waktu batas akhir pengumpulan, dan baris-berbaris, lulusan Labsky tidak akan merasa tidak nyaman ataupun kaget apabila dikeraskan oleh orang-orang di dunia perkuliahan ataupun pekerjaan.

Berikut adalah screencap dari wawancara yang saya lakukan dengan Kak Dila melalui Blackberry Messenger;



Alumni ketiga dan terakhir yang saya wawancarai adalah Kak Firda Ayuwima dari angkatan 9; Nawastra, yang baru saja lulus tahun 2012 ini. Kak Firda dari jurusan IPS, dan sekarang sedang berkuliah di fakultas hukum Unversitas Padjajaran di Bandung.


Bagi Kak Firda, semua pelajaran yang dia pelajari selama bersekolah di SMA Labsky digunakan dalam perkuliahan. Hal ini dikarenakan, ia bukanlah seperti kebanyakan siswa yang menyebrang jurusan saat memasuki kuliah. Beberapa pelajaran yang sangat digunakan adalah pendidikan kewarganegaraan dan sosiologi.

Sama seperti opini dan pengalaman Kak Dila, Kak Firda pun juga berpendapat bahwa hal positif yang bisa didapat dari bersekolah di Labsky adalah kedisiplinan dan kekuatan mental. Berikut adalah kutipan dari jawaban kak Firda;

“Hm, sejujurnya, kayaknya mental anak Labschool termasuk kuat.”

Menurut Kak Firda, tidak hanya murid-murid yang ikut keorganisasian selama bersekolah di SMA Labsky saja yang mendapat manfaat-manfaat. Walau memang mungkin yang OSIS dan MPK mendapat pengalaman dan pengetahuan berorganisasi yang lebih, namun yang tidak pernah ikut juga pastinya pernah mendapat pendidikan keorganisasian dari Labsky.

Kak Firda berpendapat bahwa sekolah di Labsky belum pasti membuat seseorang jago berorganisasi dan lebih baik dari murid-murid SMA lain. Semua tergantung dari murid tersebut, apakah dia pasif selama masa pembelajaran atau aktif sangat berpengaruh.

Beberapa hal positif yang didapat oleh Kak Firda dari bersekolah di Labsky adalah kebiasaan untuk bangun pagi, kemampuan untuk makan dengan cepat saat situasi memerlukan, dan terbiasa untuk mandiri—tidak manja.

Kesimpulan yang bisa didapat dari wawancara tiga alumni ini adalah bahwa iya, dibandingkan SMA lain, Labsky memberi lebih banyak manfaat untuk masa depan. Namun itu semua juga tergantung muridnya, apakah ia memang benar-benar menyerap hal-hal positif tersebut, dan aktif semasa sekolah, atau hanya pasif dan tidak berusaha sama sekali. Apabila memang telah menjalankan semua kegiatan dengan benar dan ikhlas, insyaallah akan mendapat kebaikan-kebaikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar