Sabtu, 22 September 2012

Tugas-2 Plus-Minus Bersekolah di SMA Labsky

"Kuat mental dan disiplin" berkat pengajaran di SMA Labschool Kebayoran

Siapa yang tidak mengenal “SMA Labschool Kebayoran”? Sudah 11 tahun SMA Labschool Kebayoran yang di cap sekolah anak pintar ini berdiri. Sejak sekolah Labschool Kebayoran berdiri pada tahun 2001 setelah menempati bekas gedung SGO (Sekolah Guru Olahraga), sudah banyak lulusan dan alumni Labschool Kebayoran yang menjadi sukses dan. Awalnya pendirian SMA Labschool Kebayoran atau biasa disingkat “Labsky” adalah untuk masyarakat  yang cukup banyak berdomisili di sekitar Jakarta Selatan. Untuk memudahkan masyarakat , maka dibangunlah sekolah ini pada tahun 2001. Tetapi sekarang pelajar SMA Labschool Kebayoran tidak hanya berasal dari Jakarta Selatan, tetapi ada juga yang dari Depok, BSD Tangerang, dan daerah – daerah Jakarta lainnya.
Berhubungan dengan banyaknya alumni yang berhasil lulus dari SMA Labschool Kebayoran dan sukses di kuliah atau kerja, pasti ada hikmah yang dapat diambil setelah sekolah di Labsky entah itu positif atau negatif, dan entah berguna atau tidaknya program – program wajib serta pelajaran dan pengajaran di SMA Labschool Kebayoran.
Agar mendapat informasi tersebut, saya mewawancarai tiga narasumber alumni Labsky dari angkatan yang berbeda.
Narasumber pertama merupakan Kak Andreivie Prameshizta, alumni angkatan tiga ( Triseka ). Lalu yang kedua adalah Kak Kemal Hussein, alumni angkatan enam ( Heksakra ). Dan narasumber terakhir adalah kak Aranto Munaf, alumni angkatan tujuh ( Saptraka ).      
  Tiga pertanyaan yang saya tanyakan kepada Narasumber adalah Positif dan kelebihan sekolah di SMA Labschool Kebayoran apa?, Kekurangan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran apa?, serta Manfaat/Kerugian apa yang di dapat setelah lulus dari SMA Labschool Kebayoran?
  • Kak Andreivie Prameshizta


Narasumber pertama yang saya wawancara adalah kak Andreivie Prameshizta atau akrab dan biasa dipanggil Kak Revy. Kak Revy termasuk lulusan dan alumni Labschool Kebayoran yang awal, karena beliau adalah anggota Angkatan 3 Labschool Kebayoran, “ Triseka”.Di SMA Labsky kak Revy mengambil jurusan IPS dan pada saat kuliah Kak Revy mengambil jurusan Psikologi di Universitas Gajah Mada (UGM). Selain itu, Kak Revy adalah sepupu saya.
Kebetulan saya bertemu kak Revy saat beliau sedang berkunjung ke rumah saya pada saat Lebaran hari pertama. Pada saat itu pula saya mengambil kesempatan untuk langsung mewawancarai Kak Revy secara lisan dan menjadikan beliau narasumber pertama saya.
Menurut beliau Kelebihan sekolah Labsky adalah karena nama singkatan Labsky bagus dan juga SMA Labschool Kebayoran terkenal di kalangan remaja Jakarta. Selain karena lokasi strategis di daerah pusat Jakarta Selatan, nama Labschool sudah terkenal dari berdirinya Labschool Rawamangun dan juga karena adanya bapak Arif Rachman. Lalu Kata Kak Revy, guru – guru Labsky sangat baik dan ngajarnya enak, terutama Pak Shobierin. Lalu kak Revy mengatakan bahwa kegiatan wajib  SMA Labschool Kebayoran sangat seru dan berguna. Contoh kegiatan tersebut adalah TO, BINTAMA, Study Tour, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Seperti kata kak Revy sebelumnya, Lokasi SMA Labschool Kebayoran yang terletak di JL. KH Ahmad Dahlan No. 14 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sangat strategis. Selain berdekatan dengan tempat les dan toko – toko, SMA Labsky sangat dekat dengan restoran-restoran dan mal-mal yang ada di Jakarta Selatan. Selain kelebihan – kelebihan tersebut, Kak Revy mengatakan bahwa transportasi untuk ke SMA Labschool Kebayoran sangat mudah dan restoran yang berada di sekitar SMA Labsky sangat banyak.
Kekurangan dari SMA Labchool Kebayoran menurut Kak Revy adalah pertama karena tempat parkir di Labsky sempit dan sangat terbatas sehingga harus memarkirkan mobil dan sepeda motor di luar area parkir SMA Labsky. Kedua makanan dan minuman di kantin SMA Labsky kurang bervariasi karena makanan yang ada hanya terbatas dan hanya itu – itu saja. Mungkin pada saat itu Labsky baru 3 tahun berdiri dan makanan minuman yang dijual di kantin masih sedikit. Lalu yang ketiga ini saya sangat setuju, yaitu karena kecilnya lapangan di SMA Labschool Kebayoran. Mungkin karena kecilnya kompleks SMA Labsky, membuat sebuah lapangan besar dan bagus merupakan hal yang sulit. Dan yang terakhir kekurangan SMA Labsky adalah sedikitnya ekskul pada waktu Kak Revy masih menjadi siswa SMA Labsky. Mungkin sekarang ekskul di SMA Labsky sudah lebih banyak dan menarik.
Setelah lulus dari SMA Labschool Kebayoran, ada beberapa kegunaan dan manfaat yang didapat Kak Revy. Menurut kak Revy mental anak Labsky sudah terlatih sehingga dapat lebih survive dari teman – teman di kuliah kak Revy yang tidak bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Lalu teman – teman alumni SMA Labsky angkatan Triseka Kak Revy sangat solid dan masih tetap berhubungan walaupun kuliah dan kerja mereka sudah berbeda. Anak SMA Labsky juga tidak mengenal tawuran yang sering dilakukan di sekolah – sekolah Jakarta lainnya. Selain itu anak SMA Labsky tidak kalah saing dengan anak – anak SMA Negeri di Universitas – universitas ternama. Kata Kak Revy, hal ini dapat dibuktikan dengan tidak kalahnya siswa – siswi lulusan SMA Labsky yang diterima di perguruan tinggi ternama.
Selain manfaat baik juga terdapat kerugian setelah lulus dari SMA Labschool Kebayoran. Kerugian yang didapat lulusan SMA Labschool kebayoran adalah kurang sangarnya lulusan SMA Labschool Kebayoran. Hal ini berhubungan dengan rendahnya tingkat tawuran dan bullying di SMA Labsky yang menyebabkan lulusan SMA Negeri lebih sangar dan galak. Tetapi menurut saya kesangaran itu kurang penting di bandingkan ke disiplinan yang sering di terapkan di SMA Labsky.
  • Kak Kemal Hussein
Narasumber kedua yang saya wawancarai adalah Kak Kemal Hussein atau akrab dipanggil kemal atau biasa saya panggil “KemHus”. Kak Kemhus adalah alumni lulusan dari angkatan 6 “ Heksakra”. Kak Kemal merupakan jurusan bahasa terakhir di SMA Labschool Kebayoran dan sekarang mengambil jurusan Hukum di Universitas Atma Jaya. Selain alumni, Kak Kemhus adalah salah satu pelatih tim Baseball SMA dan SMP Labschool Kebayoran.
Saya mewawancarai kak Kemal Hussein melalui Blackberry messenger.
Menurut kak Kemhus Kelebihan SMA Labschool Kebayoran adalah disiplinnya yang tinggi. Karena program – program wajib yang dijalankan di SMA Labschool Kebayoran meningkatkan disiplin. Kemudian Kak Kemhus mengatakan bahwa sekolah di labsky meningkatkan aqidah karena pendidikan agama untuk siswa – siswi yang sangat baik. Dan menurut kak Kemhus, program lari pagi labsky membuat badan kita sehat dan bugar. Berbeda dengan kak Revy, kak Kemhus mengatakan bahwa makanan di kantin sangat enak dan bervariatif. Guru – guru muda di SMA Labsky juga menjadi hal positif bagi Kak Kemhus. Lalu kak Kemhus sangat menyukai kegiatan TO, BINTAMA, Skybattle, dan SkyAve.


Kekurangan sekolah di SMA Labsky menurut kak Kemhus adalah pertama guru – guru suka aneh dan suka member tugak tidak jelas. Lalu SMA Labschool Kebayoran ini mengedepankan nilai dan akademik seorang siswa dibandingkan prestasi atau usaha. Karena Labschool di cap sekolah anak pintar, menurut kemhus olahraga di SMA Labsky tidak sebaik sekolah – sekolah menengah atas lainnya di Jakarta. Lalu kembali ke fasilitas, kantin, parkir mobil dan sepeda motor, serta perpustakaan di Labsky kurang besar. Dan yang terakhir adalah buku – buku yang di pamerkan di Perpustakaan sudah tua dan dalam keadaan tidak baik.
“Abis lulus dr labsky itu rasanya lega, karena 6 tahun disana bosen jg tp seru dan bakal kangen, dr gada mesjid sampe mesjidnya mewah” adalah tanggapan Kak Kemhus saat ditanya perasaan lulus dari SMA Labschool Kebayoran. Menurut dia lulusan SMA Labsky berbeda dengan lulusan SMA lain, lebih berani, bernyali besar, berani tampil, dan aktif dalam organisasi di Universitas – universitas yang di tujui. Sayangnya setelah lulus biasanya alumni SMA Labschool Kebayoran di cap anak pintar oleh pelajar lulusan dari sekolah lain di JABODETABEK. Contohnya adalah ketika Kak Kemhus ditanya dari sekolah mana, dan dia menjawab SMA Labschool Kebayoran pasti yang bertanya menjawab “Oohh pinter dong yaa” padahal tidak selalu.
  • Kak Aranto Munaf
Narasumber ketiga dan terakhir yang saya wawancarai adalah Kak Aranto Munaf atau akrab dipanggil Achang. Kak Achang adalah alumni lulusan SMA Labschool Kebayoran angkatan 7 “Saptraka”. Dulu kak Achang adalah jurusan IPS dan sekarang mengambil jurusan hukum di Universitas Indonesia.
Saya mewawancarai Kak Achang melalui Blackberry Messenger.
Menurut Kak Achang kelebihan atau positif sekolah di SMA Labschool Kebayoran adalah karena anak – anak SMA Labsky sering mengikuti banyak kegiatan kepanitiaan seperti SkyAvenue dan Skybattle, jadi siswa – siswi Labsky bias lebih terbiasa dan mengerti dalam mengikuti kepanitiaan. Lalu karena organisasi di SMA Labschool Kebayoran seperti OSIS dan organisasi – organisasi lainnya alumni Labschool jadi lebih terbiasa ber organisasi. Karena hal itu juga alumni – alumni lulusan SMA Labschool Kebayoran lebih paham masalah kepanitian sebuah event dan organisasi. Menurut kak Achang ilmu – ilmu kepanitiaan dan organisasi yang diajarkan di SMA Labschool Kebayoran sangat baik untuk kelak nanti saat kuliah atau bahkan setelah kuliah.
Selain itu aluni SMA Labschool Kebayoran terbiasa berbicara di depan banyak orang, mempresentasikan sesuatu di depan umum, dan mementaskan atau menampilkan sesuatu di depan umum karena siswa – siswi SMA Labschool Keabyoran sudah dididik untuk mempresentasikan dan berbicara di depan umum.
Menurut Kak Achang kekurangan anak – anak SMA Labschool Kebayoran adalah karena tersita waktu belajar dan mengikuti kegiatan kepanitiaan serta keorganisasian, maka waktu tersita banyak dan sulit untuk melakukan kegiatan dilluar Sekolah atau Kampus.
Kesimpulan yang dapat diambil dari tiga narasumber alumni SMA Labschool Kebayoran adalah bahwa kegiatan wajib serta pengajaran di Labsky membuat siswa – siswi lulusannya lebih disiplin dan kuat mental sehingga saat kuliah dan kerja survive. Lalu kegiatan rohani yang baik di SMA Labschool Kebayoran membuat kuat aqiqah siswa – siswi SMA Labschool Kebayoran. Juga anak – anak SMA Labschool Kebayoran sudah terbiasa dengan ke panitiaan dan keorganisasiaan sehingga lebih paham dan dapat dipercaya jika ada acara kepanitiaan dan keorganisasiaan di luar SMA Labschool Kebayoran. Anak – anak SMA Labschool Kebayoran selain di cap pintar, tetapi juga sangat solid. walaupun sudah berpisah – pisah namun alumni SMA Labschool Kebayoran sangat dekat dan solid sehingga koneksi antar alumni sangat mudah. Selain itu lulusan SMA Labsky berbeda dengan lulusan SMA lain, lebih berani, bernyali besar, berani tampil, dan aktif di Universitas – universitas yang di tujui masing – masing karena pengajaran yang telah di berikan oleh guru – guru di SMA Labschool Kebayoran.
Saya berharap bisa mendapatkan manfaat juga seperti kakak – kakak alumni yang saya wawancarai setelah saya lulus SMA Labschool Kebayoran. Dan juga saya berharap warga SMA Labschool Kebayoran dapat mengatasi semua kekurangan dan kenegatifan yang ada di SMA Labschool Kebayoran agar adek – adek kelas yang akan masuk ke SMA Labschool Kebayoran akan merasakan manfaat dan 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar