Jumat, 21 September 2012

Tugas 2 - Plus-Minus Bersekolah di SMA Labschool Kebayoran


“Labschool Kebayoran? Wah sekolah bagus tuh” adalah contoh respon dari beberapa orang saat saya berkata bahwa saya bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Ya benar, Labschool Kebayoran memang terkenal akan segudang prestasi akademik maupun non-akademik dari murid-muridnya akan tetapi sekolah terbagus di dunia pun pastinya punya kekurangan dan begitu pun dengan SMA Labschool Kebayoran tercinta ini.
Sudah lewat satu tahun saya bersekolah disini namun satu tahun bukanlah waktu yang lama untuk saya memberikan komentar mengenai apa saja kelebihan dan kekurangan SMA Labschool Kebayoran ini, masih banyak yang belum saya lalui disini dan masih panjang pula perjalanan saya di sekolah ini. SMA ini masih terbilang baru diantara sekian banyak sekolah unggulan di DKI Jakarta ini namun kita, sebagai warga Labschool, patut bangga akan prestasi yang telah diperoleh sejak 12 tahun berdirinya SMA Labschool Kebayoran ini. Selama 12 tahun ini SMA Labschool Kebayoran sudah menghasilkan lulusan yang berkualitas dan tidak hanya pintar di bidang akademik namun juga mempunyai banyak bakat lainnya di bidang non-akademik. Maka dari itu ada baiknya kita bertanya tentang pengalaman mereka belajar di SMA Labschool Kebayoran serta bagaimana kesan mereka, baik yang positif maupun negative, tentang SMA ini.
Saya telah mewawancarai 3 orang alumni yaitu Kak Amira Maryana dari angkatan 9 (Nawastra), Kak Gitasha Afiyah Putri dari angkatan 9 juga, dan yang terakhir Kak Nurul Parameswari dari angkatan 7 atau Sapta Garuda Adhikara (Saptraka). Para alumni Labsky ini meluangkan sedikit waktunya untuk menjawab pertanyaan saya mengenai apa saja kekurangan dan kelebihan selama mereka belajar di SMA Labschool Kebayoran untuk nantinya dapat membantu membangun Labschool Kebayoran yang jauh lebih baik lagi. Dan hasil wawancara tersebut sudah saya paparkan ke dalam narasi sebagai berikut.
Pertama, saya telah mewawancarai Kak Amira Maryana lewat BBM (BlackBerry Messenger) dikarenakan kesibukan yang dimiliki oleh dua belah pihak sehingga tidak dapat bertemu langsung untuk mewawancarainya, namun beliau dengan senang hati meluangkan waktu untuk menjawab beberapa pertanyaan yang saya ajukan. Kak Amira yang baru lulus pada tahun 2012 ini sudah mulai menjalani aktivitasnya yang baru yaitu sebagai mahasiswi dan dari pengalamannya bersekolah di SMA Labschool Kebayoran beliau membagi sedikit kritik dan sarannya untuk SMA Labsky ini. Setelah bersekolah selama 3 tahun di SMA Labschool Kebayoran ini menurutnya SMA ini mempunyai beberapa kelebihan seperti tidak adanya bullying atau senioritas di sekolah ini sehingga hubungan antara kakak kelas dan ade kelas atau bahkan dengan alumni dapat terjalin dengan baik tanpa adanya suatu tekanan apapun dari kakak kelasnya, kemudian banyaknya acara atau kegiatan non-akademik yang diberikan oleh SMA Labschool Kebayoran juga bermanfaat bagi murid-muridnya seperti halnya TO (Trip Observasi) ataupun BINTAMA yang dapat membangun karakter murid-murid Labschool sehingga menjadi pribadi yang kuat, tidak cepat menyerah, mudah untuk beradaptasi, mandiri dan masih banyak lagi keuntungan-keuntungan dari kegiatan tersebut walaupun jika kita sedang melewati kegiatan tersebut banyak dari kita yang mengeluh karena kegiatan tersebut cukup menyita banyak waktu dan pikiran para murid sedangkan para murid sendiri juga harus memikirkan untuk mencapai prestasi yang maksimal dalam bidang akademiknya, namun jika kita lihat lagi manfaat dari kegiatan-kegiatan tersebut ternyata tidak ada yang sia-sia dari semua rangkaian kegiatan yang sudah dijalani itu.
Kemudian menurut Kak Amira juga guru-guru di SMA Labschool Kebayoran ini sangat  maksimal dalam memberikan ilmu-ilmu kepada muridnya, ya guru-guru di SMA ini memang guru terpilih yang mengemban beban untuk memberikan ilmu serta pengetahuan baik dalam bidang akademik maupun non-akademik kepada murid-muridnya sehingga kelak murid SMA Labschool Kebayoran dapat berguna bagi nusa dan bangsa. Namun dari sekian banyak guru di SMA Labschool Kebayoran ini Kak Amira paling salut dengan kinerja mengajar guru-guru biologi di sekolah ini terutama dengan kinerja mengajar Bu Kiki. Bu Kiki yang sekarang bertugas untuk mengajar kelas XI IPA ini sangat maksimal dalam memberikan ilmu kepada muridnya, dengan memakai banyak media tidak hanya buku paket pelajaran beliau mengajar murid-muridnya dengan cara yang komunikatif sehingga membuahkan hasil yang maksimal pula. Dan tidak lupa juga dengan staff-staff di SMA Labschool Kebayoran ini yang sangat membantu dalam kelangsungan kegiatan belajar mengajar di SMA Labschool Kebayoran ini, staff di skeolah ini banyak sekali membantu murid-murid seperti staff bidang keuangan untuk membayar SPP ataupun staff yang berada di TU. Di SMA Labschool Kebayoran ini juga tidak lupa dengan kecintaannya terhadap Indonesia, ya disini kita juga diharuskan untuk mengikuti upacara bendera untuk meningkatkan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara namun menurut Kak Amira penempatan waktu upacara yang tidak terlalu sering itu sangat pas sehingga murid-murid tidak jenuh dengan upacara bendera. Dan yang terakhir di SMA Labschool Kebayoran ini setiap tahunnya mempunyai rangkaian kegiatan study tour yang juga sangat bermanfaat karena selain untuk refreshing juga kita diajari untuk membuat serangkaian laporan perjalanan yang sangat membantu untuk kita belajar bagaimana cara untuk menulis laporan kegiatan dengan baik dan sistematis.
Namun dari serangkaian kelebihan di atas SMA Labschool Kebayoran ini juga mempunyai kelemahan yaitu ada beberapa guru yang tidak terlalu maksimal dalam mengajar murid-muridnya, semoga kekurangan ini dapat terus diperbaiki untuk kedepannya.

Kedua, saya mewawancarai Kak Gitasha juga melalui BBM karena keterbatasan waktu dan juga padatnya kesibukan namun Kak Gitasha menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan yang saya ajukan seperti apakah sisi positif dan negative nya selama bersekoalah di SMA Labschool Kebayoran ini. Sisi positif menurut kak Gitasha kurang-lebih sama seperti yang dikemukakan oleh Kak Amira yakni kegiatan non-akademik yang diselenggarakan oleh SMA Labschool Kebayoran, seperti TO, BINTAMA, study tour, dapat membawa dampak yang sangat baik bagi murid-muridnya seperti menjadi lebih mandiri, tidak putus asa atau tahan banting dalam melakukan sesuatu yang nantinya sangat berguna di kehidupan yang akan datang, kemudian juga dapat membuat mental menjadi lebih siap dalam melakukan suatu kegiatan sehingga jika mental sudah siap maka diri kita juga akan siap sendirinya untuk melakukan suatu kegiatan baru.
Murid-murid di SMA Labschool Kebayoran, menurut sebagian besar orang, tergolong anak yang pintar dan cerdas baik dalam aspek akademik, non-akademik, social, maupun dalam berorganisasi sehingga dapat memicu sesama murid SMA Labschool Kebayoran untuk saling mendapatkan prestasi yang tertinggi di bidang akademik maupun non-akademik. Namun juga kegiatan yang banyak dari SMA Labschool Kebayoran dapat membuat muridnya terlampau lelah dan jika tidak dapat mengontrol pola makan dan kesehatan pada akhirnya dapat jatuh sakit.

Ketiga dan yang terakhir, saya mewawancarai Kak Nurul Parameswari dari angkatan Saptraka, dalam wawancara kali ini saya berkesempatan bertemu langsung dengan beliau sehingga tidak perlu menggunakan fasilitas BBM lagi. Narasumber kali ini berbeda angkatannya daripada 2 narasumber di atas, Kak Nurul sudah lulus sejak tahun 2009 dan sekarang sudah berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Indonesia. Pengalaman bersekolah dari narasumber yang satu ini mungkin tidaklah berbeda jauh dari 2 narasumber sebelumnya namun terdapat banyak kesan, kritik, saran yang berbeda dari narasumber yang satu ini.
Masih berkaitan dengan kegiatan non-akademik yang diselenggarakan oleh pihak SMA Labschool Kebayoran rupanya kegiatan-kegiatan tersebut sangatlah berguna untuk kesiapan mental dan pembentukan karakter dalam diri siswa-siswi SMA Labschool Kebayoran yang kelak akan menjadi pemimipin Indonesia ini, kemudian lingkungan sekolah juga cukup mendukung untuk melaksanakan berbagai macam kegiatan yang mengasah kreatifitas serta untuk membuat berbagai macam tugas yang sangat banyak yang telah diberikan oleh guru SMA Labschool Kebayoran. Kegiatan diluar pembelajaran akademik juga sangat membantu agar kita dapat terbiasa untuk mengatur waktu kita sendiri mulai dari kapan kita belajar, bermain, makan, sampai istirahat, ya kita sebagai murid SMA Labschool Kebayoran haruslah pintar dalam mengatur waktu yang kita punyai karena kegiatan di sekolah ini sangatlah padat.
Rupanya diluar kegiatan resmi non-akademik seperti TO, BINTAMA, study tour, dan lain-lain, kegiatan lain seperti mengerjakan tugas atau proyek juga dapat mengasah kreatifitas dan spontanitas murid-murid dengan baik sehingga banyak sekali bakat yang dapat kita asah dan terus kita gali dalam diri kita sendiri. Karena padatnya tugas-tugas yang bukan hanya berupa tulisan di kertas namun juga tugas seperti membuat presentasi atau display ataupun karya tulis kita juga menjadi terbiasa dalam melakukan tugas-tugas tersebut sehingga nantinya kita tidak kaget lagi jika mendapatkan tugas untuk membuat sebuat display ataupun membuat skripsi untuk keperluan saat kuliah nanti. Saat nanti menjajaki masa kuliah nanti kita tidak lagi kaget dengan banyaknya kegiatan, tugas, serta kepanitiaan yang berlangsung jauh lebih padat jadwal kegiatannya nanti.
SMA Labschool Kebayoran juga membina murid-muridnya untuk dapat membangun karakter yang berbudipekerti luhur dan juga berintegritas tinggi, karakter dan sikap baik yang diajarkan oleh sekolah ini merupakan karakter yang sangat terpuji dan akan berguna nantinya, walaupun sekarang belum terlihat hasilnya namun jika kita sudah keluar dari sekolah ini kita akan dapat melihat bedanya karakter siswa Labschool Kebayoran yang berbudipekerti luhur serta berintegritas tinggi tersebut.
Dari sekian kelebihan dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran tersebut ternyata masih ada juga kekurangan yang dimiliki  salah satunya adalah kebersihan toilet Labschool yang kurang terjaga. Selain lantainya yang sering becek berair, toilet di sekolah ini juga mempunyai bau yang tidak sedap sehingga kurang nyaman untuk digunakan, toilet di sekolah pun kadang-kadang tidak mempunyai sabun cuci tangan di wastafelnya sehingga kadang kala agak susah menemukan sabun cuci tangan tersebut jika kita butuhkan, dan juga tidak terdapat tissue di toilet sekolah sehingga terkadang membuat repot. Kebersihan kantin juga perlu diperhatikan, mulai dari kebersihan saat memasak, kebersihan tempat memasak, sampai kebersihan meja kantin tersebut, kadang di meja kantin masih terdapat sisa-sisa makanan yang berceceran, di kantin belakang juga terdapat banyak kucing yang seliweran sehingga mengganggu kenyamanan saat menyantap makanan.
Menurut narasumber, biaya untuk bersekolah di SMA Labschool Kebayoran ini tidak berbanding lurus dengan fasailitas yang didapatkan, seperti wifi yang kadang sinyalnya tidak cukup memadai untuk dipergunakan, kemudian juga AC yang kadang tidak memadai sehingga masih saja terasa hawa panas walaupun sudah dipasang AC di setiap kelas, parkiran Labschool Kebayoran juga terbilang sempit sehingga tidak jarang jika ada suatu acar di sekolah maka jalanan depan sekolah lah yang terkena imbasnya, mulai dari parkir di jalanan sekitar Labschool sampai macet yang merepotkan banyak orang yang ingin melewati jalanan tersebut.

Demikian lah hasil wawancara saya terhadap 3 alumni dari SMA Labschool Kebayoran, harapan dari tugas kali ini yaitu agar kelebihan-kelebihan yang sudah dimiliki oleh sekolah ini terus dipertahankan dan semakin dipertahankan, namun dengan kekurangannya saya berharap dapat segera diperbaiki untuk menyongsong Labschool Kebayoran yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.


           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar