Rabu, 19 September 2012

Tugas 2-Plus Minus Bersekolah di SMA Labsky


"Belajarlah Dari Para Pendahulu"

               Menghadapi hidup penuh tantangan ini mau tidak mau kita harus banyak belajar dari para pendahulu. Termasuk dari hal-hal yang telah mereka alami, contohnya saja dari kakak-kakak alumni SMA Labschool Kebayoran. Seperti yang kita ketahui Labschool Kebayoran adalah sekolah yang bagus yang unggul dalam kegiatan akademik maupun non-akademik. Tidak hanya sekolah menengah atas yang dimilki olehnya, Labschool Kebayoran juga memiliki sekolah menengah pertama yang tidak kalah bagus. Prestasi-prestasi siswa-siswi Labschool Kebayoran sudah tidak dapat diremehkan lagi.

                Nah, untuk itu pada hari Kamis tepatnya tanggal 30 Agustus 2012 sepulang sekolah, saya berkesempatan menemui dan berbincang-bincang dengan kakak-kakak alumi SMA Labschool Kebayoran. Kebetulan kakak-kakak yang saya temui merupakan anggota komunitas Labsky Community Drum (LAMURU). Saya bertemu mereka saat sedang latihan. Mereka adalah orang-orang yang sudah merasakan pahit dan manis bersekolah di SMA Labschool Kebayoran.

Di mulai dengan Kak Ganis Syahputra. Kak Ganis yang saat ini merupakan mahasiswa dari fakultas hukum Universitas Indonesia, adalah bagian dari angkatan 8 SMA Labschool Kebayoran yang lebih dikenal dengan nama Hastha Praja Sanggakara (HASTARA). Kak Ganis memiliki perawakan yang tinggi dan kurus, bisa dibilang jangkung. Ia memiliki rambut keriting yang berpotensi membentuk rambut model afro apabila dibiarkan tumbuh begitu saja, hehehe.

Foto bersama Kak Ganis


Menurut Kak Ganis hal positif banyak ia dapatkan dari kegiatan-kegiatan SMA Labschool Kebayoran, terutama dari kegiatan organisasi yang ada yaitu Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). “Kegiatan OSIS di Labschool membuat murid-muridnya dapat mengatur waktu dengan baik, dimana dengan sibuk dan padatnya jadwal kegiatan non-akademik tidak membuat nilai akademik murid menjadi turun ataupun jatuh”, tutur Kak Ganis. Selain itu kegiatan Bina Mental & Kepemimpinan Siswa (BINTAMA) dan Trip Observasi yang terasa berat untuk dijalani pada awalnya, diakui Kak Ganis akhirnya meninggalkan kesan tersendiri. Selain itu ia juga mengatakan, “Dari sekian banyak kegiatan di SMA Labchool Kebayoran tersebut membuat murid-murid Labschool dapat membagi waktu dengan baik dan bijak, menjadi lebih disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan dan juga merasakan kehidupan asli di luar kehidupan yang mereka nikmati setiap harinya.”

Tetapi di sisi lain menurut kakak berperawakan jangkung ini, karena biaya masuk dan bersekolah di Labschool bisa dibilang cukup mahal, menjadikan murid-murid yang bersekolah di Labschool selain merupakan anak-anak terpilih karena kepintaran dan kecerdasannya juga merupakan anak-anak berkecupan yang ekonominya berada di kelas menengah atas. Hal tersebut membuat gaya hidup anak-anak Labschool termasuk “high class”. Berdasarkan pengalamannya sendiri Kak Ganis menyatakan hal seperti itu akan terasa saat di bangku kuliah, “Karena di bangku kuliah kita akan bertemu orang-orang dari berbagai macam golongan”, ucapnya.

                Selain menanggapi pertanyaan seputar positif dan negatif bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, ia juga menceritakan masa sekolahnya di SMA Labschool Kebayoran. Kak Ganis bercerita saat penjurusan ia belum tahu ingin meneruskan sekolahnya di jurusan apa kelak di perguruan tinggi. Akhirnya ia memilih untuk masuk jurusan IPA karena dengan begitu ia akan lebih mudah untuk memilih jurusan saat ingin masuk perguruan tinggi. Dan pada akhirnya Kak Ganis yang berjuang di jurusan IPA tertarik dan memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya di bidang hukum, dan pada akhirnya dapat melanjutkan sekolahnya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). Setelah berhasil menjadi mahasiswa fakultas hukum, kakak yang satu ini menyadari betapa pentingnya pelajaran sejarah di bidang hukum yang sedang ia tekuni.

                Sebagai penutup perbincangan saya dengan Kak Ganis, ia menyampaikan pesan untuk guru-guru, “Bapak dan Ibu mohon dukung dan fasilitasi organisasi dan kegiatan yang ada di Labschool sebagai bentuk dukungan dari sekolah, terutama dukung LAMURU karena LAMURU adalah kegiatan favorit saya disamping kegiatan OSIS. Satu kata untuk Labschool dari saya “family”, seluruh warga Labschool sudah saya anggap seperti keluarga saya”.

                Selain Kak Ganis ada juga Kak Bagus Joko Puruitomo, yang lebih dikenal dengan sebutan Kak Bajok. Ia adalah bagian dari Sapta Garuda Adhikara dan sering disebut “SAPTRAKA”, angkatan 7 SMA Lasbchool Kebayoran. Kak Bajok yag saya kenal orangnya sangat baik dan bijak. Sama seperti Kak Ganis, Kak Bajok juga melanjutkan bangku kuliahnya di bidang hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Kurang lebih hal positif yang Kak Bajok dapatkan dari SMA Labchool Kebayoran tidak jauh berbeda dengan yang Kak Ganis paparkan. Ia juga menyebutkan betapa bermanfaatnya kegiatan-kegiatan yang ada.
Foto bersama Kak Bajok

                 “Banyaknya program yang ada tuh membuat kita terbiasa dan fasih berinteraksi dengan orang, hal ini sangat berguna dan pasti akan diterapkan saat kuliah maupun saat kita udah ada di dunia kerja nanti”, begitulah yang Kak Bajok katakan. Menurut Kak Bajok SMA Labschool Kebayoran merupakan tempat yang baik untuk melatih cara berorganisasi. Ia juga menyatakan lulusan Labschool lebih unggul terutama dalam berorganisasi, karena murid-muridnya sudah paham dan memiliki cara kerja yang “out standing”, lain dari pada yang lain.

                “Sebagai murid-murid Labschool kita harus bersyukur, karena kita berada di lingkungan yang sehat. Di mana kita dapat menjalin hubungan baik dengan kakak kelas sehingga mendapatkan pengaruh yang baik, tanpa adanya senioritas”, ungkapnya. Dari sudut pandang Kak Bajok disamping hubungan dengan kakak kelas yang baik, pertemanan di lingkungan Labschool juga sangat kuat sehingga menciptakan rasa nyama tersendiri yang membuat anak-anaknya dapat bekerjasama untuk melakukan hal-hal yang positif dan produktif. Karena eratnya hubungan pertemanan di Labschool membuat Kak Bajok merasa sulit lepas dari teman-teman SMA-nya saat berada di kuliah, dan hal tersebut merupakan satu-satunya hal negatif yang dipaparkan olehnya.

                Kak Bajok juga bercerita seputar Orientasi Studi Pengalaman Kampus (OSPEK). Menurut cerita Kak Bajok, OSPEK tidak ada apa-apanya dengan BINTAMA yang dilatih langsung oleh Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS). Jadi, untuk anak Labschool dijamin tidak bakal kaget lagi dengan kegiatan OSPEK. Kak Bajok menyelipkan pesan untuk guru-guru dan anak-anak Labschool diakhir percakapan kami di sore hari itu, ia berharap guru-guru dapat mempersiapkan murid-muridnya untuk lebih siap menghadapi dunia di luar sekolah.

                Dan untuk murid-murid Labschool termasuk saya, kita mendapatkan pesan untuk tidak meremehkan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Karena PKn adalah pelajaran yang penting dari mata pelajaran lain yang mengajarkan kita bagaimana cara membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP), cara memilih pemimpin dan juga cara melaksanakan prosedur-prosedur negara lainnya. Hal seperti itu tidak kita dapatkan dengan cara belajar kimia, fisika dan matematika, jadi Kak Bajok berharap dengan sangat agar kita untuk tidak meremehkan pelajaran itu.

                Selain mewawancari Kak Ganis dan Kak Bajok saya juga mewawancarai Kak Jodhy Adhikaprana. Kak Jodhy juga merupakan bagian dari HASTARA, sama seperti Kak Ganis. Sekarang ia adalah mahasiswa dari jurusan Teknik Komputer Universitas Indonesia. Kak Jodhy adalah orang yang lihai dalam bermusik. Ia jago dalam mebuat suara dari barang-barang bekas dan jari-jari tangannya sangat lihai menari-nari di atas tuts piano. Tak heran lagi Kak Jodhy berhasil menciptakan musik dan lagu-lagu yang keren untuk Skylite 2012, dan menjadikannya sebagai salah satu “music arranger” di acara tersebut.

Foto bersama Kak Jodhy

Kata Kak Jodhy masuk SMA Labschool Kebayoran itu harus bangga, tes masuknya susah dan sekarang orang-orang tidak memandang Labschool dengan sebelah mata. Labschool bukan hanya akademiknya yang bagus, kegiatan non-akademiknya juga bagus dan semua kegiatan yang ada bertujuan untuk pengembangan diri.

                Kak Jodhy menyatakan bahwa Labschool yang dulu kurang lebih menyerupai sekolah militer. Ia mengakui mendapatkan pembelajaran untuk menjadi seseorang yang dewasa dan juga menjadi pendengar yang baik dari kegiatan BINTAMA dan TO. Untuk Kak Jodhy pribadi pembelajaran dari kegiatan non-akademik yang sudah pernah ia ikuti lebih bermanfaat di kehidupannya sekarang ketimbang dengan nilai-nilai dan hasil akademik yang diperoleh. “Kalo enggak masuk Labschool, sekarang gue hanyalah orang yang bagus di atas kertas. Selain mendapatkan pembelajaran berharga, banyaknya kegiatan yang ada itu selalu membuat gue ingin melakukan sesuatu yang keren”, tutur Kak Jodhy. Kegiatan favorit si kakak yang satu ini adalah mendaki gunung bersama Pecinta Alam Labschool Kebayoran (PALABSKY).

                Berkat bersekolah di Labschool Kak Jodhy merasa mampu untuk “stand out” di kuliah. Dan menurutnya bersekolah di Lasbchool memberikan banyak “link” untuk kedepannya. Hal yang dikeluhkan dan merupakan hal negatif dari Labschool yang diutarakan oleh kakak yang jago bermusik ini adalah menurutnya semakin lama, jam pelajaran kosong semakin banyak. Ia juga mengutarakan kurangnya lahan parkir di area sekolah yang menyulitkan para alumni seperti Kak Ganis, Kak Bajok dan dirinya sendiri. Karena kurangnya lahan parkir membuat para alumni tidak mendapatkan tempat parkir saat ingin berkunjung ke Labschool. Maka dari itu Kak Jodhy menyarankan sekolah untuk membuat basement.

                Ia juga berkata, “Temuin passion lo, pertahankan dan perjuangkan. Jangan pernah lewatin semua kesempatan yang ada di depan mata. Karena hal terindah di dalam hidup adalah membuktikan ke orang lain kalo kita bisa melakukan sesuatu yang orang lain kira kita enggak bisa”. Kalimat tersebut merupakan akhir dari percakapan saya dengan Kak Jodhy.

                Kesempatan berbincang-berbincang dengan Kak Ganis, Kak Bajok dan Kak Jodhy membuat saya menjadi lebih dekat dengan kakak-kakak alumni dan juga membuat saya mendapatkan pembelajaran dari hal-hal yang telah mereka utarakan.

                Dari wawancara saya dengan ketiga kakak-kakak tersebut membuktikan bahwa SMA Labschool Kebayoran memberikan banyak hal positif untuk siswa-siswi yang bersekolah disana. Bahkan sisi negatif dari bersekolah di Labschool bisa dibilang hampir tidak ada. Dapat dipastikan kegiatan-kegiatan yang ada memiliki banyak sisi positif dan meninggalkan kenangan indah tersendiri. Tidak harus menunggu lulus, saya sudah merasakan dan mendapatkan banyak hal positif dari bersekolah di Labschool, tepatnya di SMA Labschool Kebayoran. Saya tidak salah pilih. Semoga kedepannya SMA Labschool Kebayoran dapat terus maju, sehingga menjadi sekolah terbaik dari semua yang baik. 



NB: Mohon maaf apabila ada salah penulisan untuk nama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar