Selasa, 25 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Bersekolah di Labsky


3 Tahun Yang Mustahil akan Terbuang

Dalam perspektif teoritik, pendidikan seringkali diartikan dan dimaknai orang secara beragam,  bergantung pada sudut pandang masing-masing dan teori yang dipegangnya. Terjadinya perbedaan penafsiran pendidikan dalam konteks akademik merupakan sesuatu yang lumrah, bahkan dapat semakin memperkaya khazanah berfikir manusia dan bermanfaat untuk pengembangan teori itu sendiri.

Tetapi untuk kepentingan kebijakan nasional, seyogyanya pendidikan dapat dirumuskan secara jelas dan mudah  dipahami oleh semua pihak yang terkait dengan pendidikan, sehingga setiap orang dapat mengimplementasikan secara tepat dan benar dalam setiap praktik pendidikan.
Untuk mengatahui  definisi pendidikan  dalam perspektif kebijakan, kita telah memiliki rumusan formal dan   operasional, sebagaimana termaktub dalam UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS, yakni:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Di Negara Indonesia ini diwajibkan program wajib belajar 9 tahun , tetapi dalam beberapa tahun kedepan mungkin saja akan diterapkan sistem wajib belajar 12 tahun dan oleh karena itulah SMA Labschool Kebayoran diciptakan.

SMA Labschool Kebayoran adalah sebuah sekolah yang telah berdiri selama 11 tahun, sekolah yang terletak di Jl. K.H. Ahmad Dahlan no. 14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini memiliki banyak alumni – alumni yang dapat dibanggakan, banyak suka dan duka yang terdapat di SMA Labschool Kebayoran yang biasa di sebut Labsky ini. SMA Labschool Kebayoran bisa dibilang merupakan salah satu SMA favorit di Jakarta, bisa dilihat dari banyaknya pendaftaran akan murid baru pada setiap tahunnya. Sangat banyak kegiatan yang ada didalamnya, namun saya yang masih bersekolah di SMA Labschool Kebayoran ini hingga sekarang, belum merasakan benar manfaat-manfaat dari kegiatan tersebut di kehidupan bermasyarakat.

        Berikut ini merupakan visi dan misi Labschool :
A. Visi Labschool
Labschool merupakan sekolah yang mempersiapkan calon pepmimpin masa depan yang bertakwa, berintegritas tinggi, mempunyai daya juang yang kuat, memiliki kepribadian yang utuh, berbudi pekerti luhur, mandiri, serta mempunyai kemampuan intelektual yang tinggi.
B. Misi Labschool
Untuk mencapai visi tersebut, Labschool mempunyai misi sebagai berikut:
- Menciptakan lingkungan belajar yang menantang dan menyenangkan, adil, kreatif, terintegratif, dan dedikatif terhadap pencapaian visi
-Menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi dalam perkembangan intelektual dan mempunyai karakter takwa, jujur, kreatif, mampu menjadi teladan, bekerja keras, toleran, dan cakap dalam memimpin.
-Menjawab tantangan akan sumber daya manusia yang dapat menjawab tantangan zaman dan berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Salah satu alasan lain mengapa labsky merupakan salah satu sekolah terbaik sejakarta yang mungkin tidak banyak orang luar ketahui adalah karena bahwa Labsky mempunyai program program yang mungkin tidak semua sekolah lain punya, seperti PILAR (Pesantren Islam Ramadhan) yang manfaatnya sebagai penguat iman bagi para siswa yang beragam islam, TO (yang merupakan kegiatan yang mengharuskan siswa-siswi untuk tinggal selama 5 hari di desa dan hidup berbaur dengan masyarakat disana) tetapi sebelum mengikuti TO, kita diharuskan mengikuti Pra – TO ( dalam kegiatan ini, siswa-siswi dibagi dalam beberapa kelompok, lalu melakukan pengecatan tongkat, pembuatan nametag, membuat pentas seni, melakukan simulasi memasak, dan kegiatan lainnya untuk persiapan TO) terlebih dahulu. Selanjutnya adalah BINTAMA, kegiatan ini disingkat dari kata Bina Mental Siswa. Dalam kegiatan ini, kita dibawa ke KOPASSUS untuk dilatih mental dan fisik kita selama 7 hari. Untuk para penggemar mengikuti organisasi, diadakan kegiatan yang dinamakan LAPINSI yaitu Latihan Kepemimpinan Siswa dan juga TPO atau Tes Potensi Organisasi. Kedua tes tersebut akan menentukan apakah kalian mempunyai potensi untuk mengikuti OSIS / MPK. Apabila kalian diterima menjadi OSIS / MPK, kalian akan menjalani apa yang disebut dengan LALINJU atau Lari Lintas Juang dan berikutnya mengikuti pelantikan OSIS dan MPK.

Sudah 9 angkatan yang telah lulus dari labsky, mulai dari Mitreka (Angkatan 1) hingga Nawastra (Angkatan 9) pasti mempunyai pengalaman juga pesan dan kesan yang berbeda yang ingin disampaikan.

Untuk mengetahui lebih lanjut pengalaman apa saja yang akan saya terima di labsky, saya mewawancarai alumni-alumni dari SMA Labschool Kebayoran untuk lebih mengetahui, saya mewawancarai 3 alumni labsky untuk mengetahui apa sajakah kesan dan pesan mereka untuk kami yang masih bersekolah di Labsky. Yang pertama adalah Ka Abi Rafdi Sukma Wijaya ( Angkatan 9 : Nawastra) , Ka Ardelia Djati Safira (Angkatan 7 : Saptraka) dan yang terakhir adalah Ka Rizki Muhammad ( Angkatan 9 : Nawastra)

Ka Abi Rafdi

Yang pertama kali saya wawancarai adalah Ka Abi Rafdi ato lebih akrab dipanggil ka abi yang saat ini sedang menekun ilmu di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dia merupakan salah satu alumni labsky angkatan 9 Nawa Drastha Sandhyadira atau disingkat Nawastra.
Selama ka abi bersekolah di labsky, ia pernah menjabat di OSIS Dranadarama Wiraksaka sebagai salah satu anggota seksi Rohani. Ka abi berkata bahwa berbagai hal positif yang dia rasakan saat di labsky adalah bahwa labsky itu mempunyai banyak kegiatan program program yang bagus terutama waktu kelas 1 SMA atau kelas 10. Mulai dari acara MOS, Pra TO, TO, BINTAMA, LAPINSI, dll. Nah
di program-program ini kita dibiasakan untuk hidup teratur karena dalam kegiatan itu kita serba diatur. Kepemimpinan juga diuji karena dalam beberapa hal kita butuh sesorang yang mengatur di kegiatan itu. Trus selain kegiatan, labschool punya banyak anak-anak kreatif. Apalagi dengan adanya OSIS. OSIS di SMA Labschool Kebayoran merupakan salah satu OSIS yang terbaik di jakarta menurut saya. Guru-guru di sini sangat mau membantu kegiatan-kegiatan kita, terutama kegiatan besar seperti SkyBattle atau SkyAvenue. Secara akademis Labschool juga gak kalah sama sekolah lain. Beberapa guru mau mengorbankan weekendnya buat ngajarin anak-anak yang masih belom ngerti terutama pas kelas 12 nanti.

              Sisi negatif yang ka abi rasakan saat berada di Labsky adalah bahwa makin lama kualitas programnya makin menurun.  Jadi beberapa kegiatan yang diadakan sekarang mungkin tidak sebagus yang sebelum - sebelumnya. Trus beberapa guru di Labsky juga ada yang masih males-malesan ngajar jadi ilmu yang semustinya diterima oleh muridnya itu didapat kurang maksimal. Kadang kadang juga suka banyak kelas kosong padahal lagi butuh pelajaran dari gurunya. Tetapi secara overall kekurangannya gak terlalu banyak. Kalau untuk manfaat di kuliah, ka abi berkata “Kalo dibilang bermanfaat buat kuliah ya bermanfaat banget. Jadinya udah biasa menghadapi ospek-ospek dari fakultas soalnya kita udah dilatih untuk hidup keras waktu digembleng di kegiatan Labschool. Mungkin waktu terasa pertama keras banget tapi kalo udah kerasa manfaatnya itu bakal kerasa banget. Labschool juga pendidikannya punya standar yang cukup tinggi jadi gak bakal banyak bikin ketinggalan waktu ngikutin pelajaran di kuliah. Oiya, sama acara-acara olahraga kaya lari pagi itu juga bermanfaat buat di kuliah. Stamina kalian bisa terjaga, jadi kalo kuliah udah nggak capek lagi kalo harus jalan-jalan di komplek kampus yang luas.”

Ka Ardelia Djati Safira

Berikutnya adalah Ka Ardelia Djati Safira atau lebih akrab dipanggil Ka Fira yang saat ini sedang menekuni ilmu di Prasetiya Mulya Business School  pada jurusan finance , dia merupakan salah satu alumni labsky angkatan 7 Sapta Garuda Adikara atau disingkat Saptraka. Selama bersekolah di labsky, Kak Fira pernah menjabat di OSIS Diwakara Balasena sebagai Sekretaris Umum. Ka Fira berkata bahwa labsky, memberikan banyak pengalaman di bidang yg jarang anak SMA hrsnya rasakan. Contoh, kegiatan TO, BINTAMA, dll. Dibiasakan untuk kerja dgn bnyk tugas. Hrs pintar mengatur waktu kalo ga mau tertinggal dibanding yg lain. Menurut ka safira, beberapa sisi negatif dari labsky adalah bahwa guru - guru hrs lebih perhatian dengan materi yg diajarkan. Kadang - kadang senengnya buru - buru dan ga peduli muridnya udh ngerti atau belum tetapi hal ini hanya terjadi di beberapa guru saja katanya, ia juga berkata bahwa beberapa guru harus memperhatikan keadaan murid secara personal. Jangan subjektif. Guru - guru hrs memandang semua murid itu sama. Jangan memanjakan mereka yg mungkin menurut guru berpotensi lebih dibanding yg lain. Sehingga, murid nantinya akan merasa setara satu sama lain. Mereka akan lebih termotivasi utk berprestasi di bidangnya masing-masing. Kalau untuk keuntungan di dunia perkuliahan Ka Fira berkata bahwa “Labsky lebih melatih time management, fisik & mental dan juga membuat murid lebih terbiasa sama kegiatan yg banyak & lingkungan baru. Belajar beradaptasi dengan orang baru yang karakternya berbeda-beda.  

Ka Rizki Muhammad

Yang terakhir kali saya wawancarai adalah Ka Rizki Muhammad atau lebih akrab dipanggil Ka Rizki yang saat ini sedang menekuni ilmu di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang merupakan satu angkatan dengan Ka Abi yaitu angkatan ke 9 Nawa Drastha Sandhyadira atau disingkat Nawastra. Selama di labsky, Ka Rizki pernah menjabat di OSIS Dranadarama Wiraksaka sebagai salah satu anggota seksi Bela Negara. Ka Rizki berkata bahwa overall di labsky itu acara acaranya itu seru seru menurutnya, seperti TO, BINTAMA, dll. “Di Labsky itu lo bakal ngerasain pentingnya orang lain di dalam dunia lo gitu dan kalau udah lulus sih itu bakal jadi bahan bahan nostalgia di masa depan lo nanti” katanya. Dalam segi negatif Ka Rizki merasa ada “crack” di dalam segi angkatan. Karena di dalam suatu angkatan ada beberapa orang yang mungkin terkucilkan di angkatan mereka. Ka Rizki berkata bahwa “Suatu angkatan itu akan tetep jadi angkatan sampe kapanpun, jadi kalau bisa sih dalam salah satu angkatan itu saling ngerangkul satu sama lain, kalo bisa jangan sampai ada yang terkucilkan” katanya. Untuk manfaat pengalaman – pengalaman labsky di dunia perkuliahan, ia berkata bahwa acara acara di labsky itu semuanya bertujuan untuk mengembangkan softskill kalian secara ngga langsung, di kuliah ada juga tuntunan untuk kalian biar mandiri dalam segala hal. “Mungkin di SMA masih enak tugas dikit, dan deadline lama serta masih bisa lah nyontek gitu tetapi kalo di kuliah udah banyak tugas, dan ngga bisa juga niru cara/jawaban temenmu, terutama di fakultas gw karena mereka ada program untuk ngecek jawaban lo nyontek atau ngga” tutur katanya. Ka rizki juga mempunyai pesan untuk yang masih sekolah di labsky, ia berkata bahwa “Gua berharap bahwa angkatan setelah gua itu bakal makin membaik dan jangna sampai ada ‘crack’ di dalamnya dan semoga selamat menikmati masa masa lo di labsky, bakalan seru kok”

Beberapa dari kalian mungkin akan berpikir bahwa sekolah di labsky tuh terlalu banyak kegiatan atau bikin cape aja banyak tugas. Tetapi mungkin setelah membaca beberapa testimoni dari beberapa alumni labsky, mungkin kalian akan merubah cara fikir kalian dan menyadari bahwa kegiatan kegiatan yang diadakan labsky itu pasti ada manfaatnya walaupun kalian kira itu sepele, mulai dari lari pagi hingga BINTAMA semua itu pasti akan ada gunanya di kemudian hari dan mungkin setelah kalian lulus baru akan terasa efek efek dari kegiatan labsky. Tetapi percayalah testimoni dari kaka kaka kalian yang telah lulus ini bahwa 3 tahun di SMA Labschool Kebayoran itu pasti tidak akan terbuang begitu saja tanpa ada manfaatnya di kemudian hari.

Semoga untuk kalian yang akan masuk labsky di masa depan, akan dapat membuat labsky semakin membaik dalam segala aspek dan dapat menghilangkan sisi negatif dari labsky satu persatu. Semoga dengan tugas ini, dapat membuat labsky menjadi sekolah terbaik sejakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar