Rabu, 26 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Bersekolah di Labsky


NABIELLA DESSIANY WIBISONO

Pada acara skylite 2012 yang baru saja digelar pada tanggal 16 September 2012 yang bertempatkan  di Taman Ismail Marzuki, saya dan beberapa teman teman saya menginterview narasumber saya yang pertama, salah satu alumni Labschool Kebayoran, yaitu kak Nabiella Dessiany Wibisono. Kak Nabiella Dessiany Wibisono biasa dipanggil dengan panggilan kak Bibil ini adalah salah satu alumni SMA Labschool Kebayoran dari angkatan sembilan, Nawadhrasta Sandiadira yang disingkat menjadi angkatan Nawastra. Kak bibil baru saja lulus dari SMA pada tahun ini. Kak bibil sekarang sedang melanjutkan kuliah di Universitas Atmajaya jurusan kedokteran.



Menurut kak Bibil, tahun pertama berada di Labsky adalah tahun adaptasi dan merupakan tahun yang sibuk karena banyak terdapat kegiatan kegiatan yang harus dijalani. Terdapat pilar, TO (Trip Observasi), dan juga bintama (bina mental kepemimpinan siswa) . terdapat juga kesibukan kesibukan lain yang dikarenakan harus siap siap untuk naik ke kelas 11 dan menyiapkan nilai untuk penjurusan yang diinginkannya. Walaupun banyak kegiatan dan sibuk, justru kegiatan kegiatan seperti pilar TO dan bintama lah yang menjadikan hal positif bagi Labschool. Trip Observasi dan Bintama sangat berguna bagi siswa untuk melatih kekuatan mental juga fisik. Trip Observasi adalah salah satu program yang paling kak Bibil ingat karena pada awalnya merasa malas untuk mengikutinya karena takut bosan dan pasti harus berkotor-kotor di Purwakarta. Tetapi setelah dijalan kan, Trip Observasi ternyata sangat positif, berguna dan bisa menambah ilmu dengan mengetahui lebi lanjut tentang kehidupan didesa. Program sekolah yang kurang kak Bibil minati setelah menjalankannya adalah pilar atau pesantren islam ramadhan. Hal ini disebabkan oleh rangkaian acaranya kurang dikemas agar menarik sehingga terkesan membosankan.
Lain lagi kesibukan yang ia alami di kelas 11. Kak Bibil mengikuti program misi budaya yang diadakan tiap tahunnya untuk anak anak ekskul tari tradisional. Di program misi budaya ini, kak Bibil dan teman temannya pergi ke Paris, Eropa selama kurang lebih 3 minggu. Menurut kak bibil, program misi budaya ini sangat menyenangkan dan mengingat waktunya yang cukup lama dan dengan persiapan menari yang tidak sebentar dan tidak mudah, misi budaya membuat beliau menjadi lebih mandiri. Dikelas 11 ini juga kak Bibil menjabat sebagai anggota OSIS Dranandaraka Wiraksaka di seksi Dana dan Logistik atau disebut juga danlog. Tugas danlog yang utama adalah mencari dana dan atau sponsor yang ia jalani dengan tidak mudah karena danlog sangat dibutuhkan untuk acara acara besar OSIS seperti Skybattle dan Skyavenue. Disinilah kak Bibil belajar untuk pantang menyerah.
“Waktu kelas 3 harus bener bener fokus ke pelajaran..” jadi saat kak Bibil duduk dikelas 3, ia mulai lebih tekun lagi untuk belajar dan mengikuti try out – try out yang disediakan oleh Labschool. Try out tersebut sangat membantu kak Bibil untuk melaksanakan Ujian Nasional namun tentunya tidak membantu untuk memasuki perguruan tinggi. Oleh karena ini beliau mengikuti les bimbingan tambahan di luar sekolah.
Sedangkan untuk hal negatif dari Labschool, kak Bibil mengatakan bahwa Labsky memiliki terlalu banyak acara. Mulai dari kegiatan OSIS, atau kegiatan dari sekolah.
Setelah lulus, kak Bibil kuliah di Universitas Atmajaya mengambil jurusan kedokteran. Saran kak Bibil untuk Labsky adalah tetap jalankan program program utamanya yang sudah terkenal dan semoga selalu sukses kedepannya.

NURUL PRAMESWARI

Untuk narasumber kedua, saya mewawancarai kak Nurul Prameswari yang biasa dipanggil kak Nurul. Beliau merupakan alumni dari angkatan yang bernama Sapta Garuda Adikara atau saptraka. Saat ini beliau sedang melanjukan pendidikan di Universitas Indonesia. Kak Nurul dulu pernah menjabat menjadi sie. Bela Negara di OSIS angkatannya. Sampai sekarang, kak Nurul masih ikut aktif berpartisipasi di dalam kegiatan kegiatan di SMA Labschool Kebayoran.  Ia masih aktif dalam melatih LAMURU(Labsky Drum Communiy) yang dimana ini adalah satu komunitas di Labschool kebayoran yang siswa siswa dilamnya memanfaatkan barang barang bekas untuk dijadikan sebagai berbagai macam alat musik. Pada kegiatan skylite 16 September 2012 kemarin yang digelar di Taman Ismail Marzuki, kak Nurul berperan sangat banyak sekali. Beliau ikut serta dalam penulisan naskah drama, merancang beberapa musiknya, juga membuat, merancang dan melatih koreo koreo yang sangat menarik untuk di mainkan para cast Skylite.
Menurut kak Nurul, bersekolah di SMA Labschool kebayoran adalah merupakan pengalaman yang sangat mengesankan. Banyak sekali hal yang dapat dipelajari dan diambil maknanya. Dalam segi akademis, Labschool Kebayoran tentunya termasuk salah satu yang cukup baik dibanding sekolah sekolah SMA lainnya. Namun selain kegiatan akademisnya,  terdapat banyak sekali kegiatan positif non akademisnya. Di Labschool kita di tuntut untuk dapat mengatur menejemen waktu dengan baik, karena untuk memperoleh nilai akademis yang baik itu cukup berat apa lagi kalau diselingi oleh kegiatan kegiatan Labschool lainnya yang lumayan menyita waktu, pikiran serta juga energi. Tetapi karena di SMA ini kita sudah dididik dan ditempa untuk bisa mengatur waktu dengan baik, saat melanjutkan kuliah nanti, kita pun menjadi sudah terbiasa dan tidak perlu  beradaptasi ulang dan merasa kesulitan untuk mengerjakan tugas tugas nya.
Kak Nurul berpendapat bahwa banyak hal hal positif yang dapat diambil siswa siswa SMA Labschool Kebayoran, yang diantaranya, banyak kegiatan yang positif yang berguna sekali untuk kehidupan kita nantinya.  Kegiatan kegiatan tersebut meliputi TO, Bintama dan pilar. Semua kegiatan kegiatan tersebut bisa membuat kita sibuk dan menurut kak Nurul, itu adalah salah satu tambahan hal positif dari banyaknya kegiatan kegiatan di Labsky.
Kak Nurul juga beranggapan bahwa OSIS di Labschool Kebayoran adalah organisasi yang sangatlah bagus dan paptut diikuti oleh siswa siswa  Labsky yang ingin menyalurkan minat dan bakat serta aspirasi masing masing. Dengan mengikuti OSIS di Labsky, kita akan terbiasa dalam mengikuti kegiatan kegiatan seperti membuat proposal, membuat program kerja, mengikuti kepanitiaan, menggalang dana dan masih banyak hal positif lainnya yang nantinya pasti berguna dan dibutuhkan. Bersekolah di Labschool membuat kita “sibuk” . Menurut kak Nurul, lingkungan di Labschool Kebayoran ini lumayan kondusif untuk para siswa mengembangkan dan meningkatkan tingkat kreatifitas masing masing. Kelebihan lain yang menurut kak Nurul dimiliki oleh Labsky, adalah siswa siswinya terbiasa menghadapi stress. Hal ini merupakan hal yang positif dikarenakan dapat membantu siswa siswi Labschool untuk bertahan hidup dan beradaptasi ketika masuk kuliah dan kerja nantinya. Bakat bakat yang dimiliki oleh masing masing siswa pun dapat terasah dengan baik dikarenakan banyaknya kegiatan kegiatan positif labschool yang dapat membantu siswa siswa untuk ikut serta berperan didalamnya.
Namun, dimana ada kebaikan, pasti ada juga keburukannya. Salah satu keburukan dari banyaknya kegiatan di Labschool adalah, jika kita tidak tahu menahu cara memenejemen waktu dengan tepat, pasti semuanya menjadi berantakan. Terlalu sibuk di kegiatan kegiatan non akademis tersebut dapan menyebabkannya seorang siswa mendapat penurunan dalam hal akademisnya.
Selain dari segi kegiatannya, terdapat juga kekurangan kekurangan yang kak Nurul perhatikan dari fasilitas di Labschool Kebayoran. Dari segala segi fasilitas yang seluruh sekolah di Indonesia miliki, tentunya ada fasilitas yang dilirik dari pertama kali oleh orang-orang. Hal tersebut tidak lain dari toilet. Kebersihan toilet sangat mempengaruhi penilaian orang terhadap suatu tempat, apalagi dalam kasus ini, sekolah. SMA Labschool Kebayoran memiliki total 6 pasang toilet yang terinstalasi di bagian SMA, maupun SMP. Ditambah dengan toilet umum di dekat ruang guru SMA, serta toilet yang terdapat pada tempat wudhu di masjid milik Labschool Kebayoran. 6 pasang toilet masing-masih terlatak di lantai 1, 2, 3, dan 4. Kak Nurul Parameswari mengatakan bahwa kebersihan toilet Labschool Kebayoran cukup bersih, tetapi tidak cukup bersih untuk dikatakan bersih. Dalam artian, sebenarnya wangi yang kurang sedap dapat tercium. Selain kebersihan toilet, kebersihan kantin juga kurang. Kantin merupakan tempat dimana anak-anak didik SMA dan SMP membeli dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang mereka beli atau bawa. Seringkali, kesadaran murid-murid akan kebijakan membuang sampah pada tempatnya kurang. Sehingga menyebabkan sampah dan bekas makanan dimana-mana, walaupun petugas kantin seringkali membereskan. Kak nurul juga berpendapat bahwa pramubakti yang bekerja di Labschool rata rata kurang ramah.
Dapat diakui bahwa bayaran SMA Labschool Kebayoran tidaklah murah. Dengan bayaran yang tidak murah tersebut, seharusnya diharapkan segala fasilitas yang kita butuhkan dapat memuaskan kita, sehingga kita, sebagai murid-murid SMA Labschool Kebayoran tidak sia-sia membayar mahal, asalkan fasilitas yang kita dapatkan sepadan dengan apa yang kita bayar. Ternyata, kak Nurul Parameswari berkata lain, kak Nurul mengatakan bahwa fasilitas yang diberikan Labschool kurang sepadan dengan tagihan pembayaran sekolah. Terdapat fasilitas yang kurang maksimal, sehingga tidak terlalu sukses. Seperti halnya WiFi. SMA Labschool Kebayoran memiliki jaringan WiFi untuk memenuhi kebutuhan siswa-siswinya yang membutuhkan untuk tersambung ke internet. Internet sangatlah membantu dalam penyelesaian tugas siswa-siswi. Akan tetapi, WiFi yang terdapat di SMA Labschool Kebayoran sangatlah tidak memenuhi kriteria WiFi yang dapat digunakan setiap murid. Ironisnya, lebih cepat mencari jawaban pada buku di perpustakaan, daripada menunggu hasil pencarian di internet melalui WiFi SMA Labschool Kebayoran, saking lamanya internet berjalan. Dengan hal ini pun saya setuju dan juga merasakan hal yang sama.
Adapun lagi kekurangan pada fasilitas yang disediakan Labschool Kebayoran, yaitu tempat parkir yang cenderung sempit dan kurang besar. Siswa siswa labschool berjumlah lumayan banyak. Oleh karena fakta itu, kak Nurul berpendapat bahwa lapangan parkir di Labschool itu sempit dan menyebabkan jalanan diluar Labschool ramai akan parkir mobil mobil anak anak Labschool.
Secara keseluruhan, kak Nurul berpendapat bahwa Labschool Kebayoran merupakan sekolah yang bagus dan sangan memperhatikan kegiatan kegiatan yang murid muridnya lakukan. Semoga dikemudian harinya, SMA Labschool terus berjaya.

FATRIA METSA

Narasumber saya yang ketiga/terakhir, adalah kak Fatria Metsa. Kak Fatria Metsa yang biasa dipanggil kak Fatria, adalah alumni SMA Labschool Kebayoran yang lulus tahun kemarin. Kak Fatria adalah siswi Labsky dari angkatan Nawastra yang merupakan singkatan dari Nawadhrasta Sandiadira. Kak Fatria kini melanjutkan kuliahnya di Universitas Kristen Maranatha yang berlokasi di Bandung. Jurusannya adalah kedokteran.




Menurut beliau, SMA Labschool itu sangat bagus karena mengajarkan hal-hal yang sangat berguna untuk dimasa kedepannya. Beliau berpendapat bahwa, program TO atau Trib Observasi itu sangat berguna karena membuat kita bisa mempelajari pola kehidupan orang orang yang tinggal di daerah sana. TO dapat membuat kita sadar bahwa masih ada yang harus hidup kesusahan dan kita akan merasakan bahwa hidup itu tidak gampang. Pelajaran dan dampak yang didapat dari kegiatan TO tersebut akan terasa dalam jangka waktu yang panjang dan membuat kita lebih menghargai hidup dengan berkecukupan. Lain hal nya dengan pra TO. Saat pra TO, para senior bersikap tegas pada juniornya dan sikap tegas mereka tersebut lah yang ternyata membantu pada masa saat kuliah. “Jadi ga kaget kalo kuliah di ospek soalnya ga beda jauh sm pra TO sm bintama gt2.” Tutur kak Fatria. Hal positif lain yang beliau alami adalah banyaknya acara acara Labsky dan di situ gampang untuk mendapatkan sesuatu. Tetapi kita harus bisa bertanggung jawab atas yang telah kita terima dan itu menjadi pelajaran yang berharga menurut kak Fatria. Sejauh ini kak Fatria belum menemukan sisi negatifnya dari bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Hampir semua ajaran yang ia terima sangat berguna.
Sekian data data yang saya dapat dari wawancara tiga alumni SMA Labschool Kebayoran. Semoga Labsky semakin maju dan jaya!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar