Selasa, 25 September 2012

Tugas-2 Plus Minus Bersekolah di Labsky



3 Tahun Yang Penuh dengan Cerita, Ilmu dan Pengalaman


 Labschool merupakan sekolah yang mempersiapkan calon pemimpin masa depan yang bertakwa, beritegritas tinggi mempunyai daya juang yang kuat, mempunyai kepribadian yang utuh, budi pekerti yang luhur, mandiri, serta mempunyai kemampuan intelektual yang tinggi.
Untuk mencapai itu semua, labschool mempunyai program-program yang tidak dimiliki sekolah lain. Program-program itu berguna untuk memaksimalkan potensi setiap siswanya dibidang kepemimpinan, kreativitas dan berdaaya juang tinggi. Contohnya seperti Trip Observasi dan Bintama. Labschool bukan sekolah yang hanya mementingkan akademik namun juga mementingkan tentang terbentuknya kepribadian siswa yang lebih tangguh dan siap untuk menghadapi semua tantangan yang akan dihadapinya kelak.
Labschool kebayoran yang sudah berdiri sejak tahun 2000 sudah mencetak banyak alumni-alumni yang membanggakan. Mereka juga sangat mencintai labschool. Mulai dari budaya perilakunya, guru-gurunya, sampai atmosfer saat mereka masih menjadi siswa labschool kebayoran.
Kali ini saya berkesempatan mewawancarai beberapa almamater labschool kebayoran. Berikut ini kesan dan pesan yang saya dapat dari alumni-alumni Labsky yang masih setia mengunjungi sekolahnya dan bangga menjadi lulusan Labsky.
Lambang Sekolah Kita Tercinta



Kak Adi Cahyo Subowo


Kak Adi sekarang merupakan mahasiswa dari universitas bina nusantara jurusan management. Ia pernah menjadi siswa SMA Labschool Kebayoran dari tahun 2006-2009. Ia merupakan angkatan ke 6 Sma Labsky yang bernama Heksa Satria Cakrawala (Heksakra). Menurut ceritanya, beliau merupakan anak yang termasuk nakal saat sma. Dari kenakalan-kenakalan itulah banyak memori yang tak terlupakan. Menurutnya selama di labschool ilmu yang didapat banyak sekali. Ilmu itu sangat berguna saat ia menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa sekarang. Karena menurutnya siswa labschool akan terlihat berbeda dengan anak dari non labschool. Anak yang dari labschool lebih berani. Berani mengungkapkan pendapat, berani malu, berani mengambil resiko, dan berani memimpin. Hal itu bisa terlihat, karena pada saat menjadi murid di labschool mereka sudah dibiasakan untuk kreatif, inovatif, dan berani untuk bebrbicara di depan umum. Selain itu banyak budaya-budaya labschool yang menurut kak adi sangat berguna saat sudah lulus.

Karena saat sma kak adi termasuk anak yang bandel. Ia sering mendapat hukuman. Sebenarnya labschool tidak memaksa murid-muridnya menjadi anak yang sangat baik. Masa remaja merupakan masa yang dimana seseorang masih mencari jati dirinya. Sehingga banyak hal yang ingin dicoba. Namun tidak semua hal yang dicoba itu bagus. Seperti berantem dengan teman seangkatan atau pun kakak kelas. Labschool mengajarkan senakal apapun perbuatan kita kita harus bertanggung jawab sepenuhnya. Hal itu menurut kak Adi sangat berguna di kehidupan selulusnya dari sma. Tanggung jawab itu adalah suatu hal yang sangat sulit untuk dilaksanakan apabila tidak dibiasakan. Tanggung jawab merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh seseorang. Biasanya dari tanggung jawab lah seseorang bisa meraih kesuksesannya.
Seperti saat murid telat, langsung mendapatkan hukuman. Seperti push-up, jalan jongkok, lari keliling lapangan dan lain-lain. Dari hal-hal kecil yang menurut kita sekarang tidak penting, efeknya akan terasa saat lulus nanti. Seperti kak adi yang saat sma sering telat. Namun karena sering mendapatkan hukuman, kak adi terpacu untuk berusaha agar sampai sekolah lebih pagi. Hal itu teus berlanjut saat kuliah. Sekarang kak adi sangat disiplin waktu. 

Hal kecil yang ternyata sangat membantu adalah terbiasa berbicara didepan. Di labschool kita belajar tidak hanya guru mengajarkan ke murid. Tapi juga ada interaksi antara murid dengan guru. Jadi kita dibiasakan untuk aktif mengeluarkan pendapat. Kita juga sering diperintahkan untuk presentasi tentang suatu hal didepan kelas. Hal itu membangun kepercayaan diri dalam pribadi si murid. Meurut kak adi ini sangat penting dan sangat menguntungkannya dalam kehidupannya saat ini. Ia menjadi lebih terbuka, lebih open minded, dan menjadi orang yang berani bicara. Tidak semua temannya berani berbicara didepan umum. Banyak orang yang sangat pintar, namun tidak diimbangi dengan kemampuan berbicara didepan umum. Sehingga mereka susah untuk sukses. Tapi juga banyak orang yang tak terlalu pintar di bidang pelajaran, namun memiliki kemampuan olah bahasa dan kepercayaan diri yang tinggi untuk berbicara didepan umum yang tinggi justru mencapai kehidupan yang jauh lebih hebat dan sukses.

Selain hal-hal yang berguna, ada juga hal yang diterapkan dilabschool kurang berpengaruh pada kehidupannya sekarang. Salah satunya adalah hukuman menunggu diluar kelas saat telat sesuai dengan jumlah ketelatan. Menurutnya hukuman lebih baik dengan cara fisik. Karena dengan menuggu diluar hanya akan membuat si murid ketinggalan pelajaran. Untuk beberapa anak, hukuman ini justru memberikan kesenangan karena tidak perlu belajar dikelas.

Kak Bima Mandala Putra


Kak Bima sekarang terdaftar sebagai mahasiswa fakultas ekonomi di universitas indonesia. Sebelum di UI, ia mengenyam pendidikan di sma labschool kebayoran. Menurutnya sungguh banyak kesan, pesan, cerita dan pelajaran yang dapat diambilnya saat sekolah di labsky.

Diantaranya adalah lari pagi. Lari pagi merupakan suatu rutinitas labschool yang dilakukan setiap jumat pagi. Siswa sekolah lain yang masuk pukul 07.00, siswa labschool diharuskan sampai disekolah pukul 05.30. Memang mungkin bagi siswa yang baru masuk labschool datang sangat pagi itu merupakan suatu  hal yang sulit dijalani. Apalagi saat sampai disekolah yang mungkin kita masih mengantuk, kita sudah harus pemanasan yang dilanjutkan dengan lari pagi disekitar lingkungan sma labschool kebayoran. Kegiatan yang cukup berat inilah yang membuat anak  labschool memiliki tubuh yang sehat. Selain mendapat kesehatan jasmani, dari kegiatan ini melatih kedisiplinan. Kedisiplinan untuk bangun pagi dan sampai  disekolah tepat waktu. Hal ini akan terasa saat kuliah karena kedisiplinan waktu saat masuk kelas kuliah menjadi mudah. Karena anak labschoolterbiasa bangun pagi.

Budaya labschool selanjutnya adalah budaya sopan santun yang harus selalu di terapkan di sma labschool. Menurut kak Bima kebiasaan sopan santun itu adalah hal yang penting, karena dari sopan santun kitalah orang akan pertama menilai kita. Jika kesopann kita baik, kita akan mudah untuk dekat dengan seseorang. Kak adi merasakan keuntungannya pada saat berbicara pada dosen. Saat mahasiswa lain tak menghiraukan sopan santun kepada dosen, kak adi  sangat sopan kepada dosen. Sehingga efeknya dosen lebih suka ke kak bima, dan mempermudah dalam pemberian nilai atau hal-hal lain yang berkaitan dengan kelulusannya.


Kak Fitri Prameswari Dewi



Kak Fitri sekarang menjadi mahasiswa jurusan akuntansi di universitas atmajaya . Ia pernah menjadi siswa SMA Labschool Kebayoran dari tahun 2006-2009. Ia merupakan angkatan ke 6 Sma Labsky yang bernama Heksa Satria Cakrawala (Heksakra).  Walaupun sekarang sudah kuliah, menurutnya saat ber sma di labschool kebayoran sangat berkesan dan banyak ilmu yang dapat dipanggil dan juga berguna bagi kehidupan nyata.

Salah satu program wajib besar sma labschool kebayoran adalah Bina Mental dan Kepemimpinan Siswa (BINTAMA). BINTAMA merupakan suatu kegiatan dimana siswa diharuskan untuk hidup ala militer selama kurang lebih 5 hari. Disana kita diajarkan bagaimana kita sebagai satu angkatan harus menjadi satu kesatuan, yang kompak, solid, dan tidak apatis. Kita juga diajarkan untuk melakukan segala hal dengan cepat dan tepat. Kedisiplinan kita juga dilatih dengan cara, bangun tepat waktu, makan komando, kelengkapan dalam beratribut serta kekompakan dalam baris berbaris. Memang di kegiatan ini kami banyak dibentak dan banyak diberi hukuman. Namun karena itu semualah BINTAMA menjadi kegiatan yang sangat berkesan. Sangat banyak cerita ketika pulang darisana. Walaupun efek BINTAMA tidak langsung terasa sepulangnya dari sana, menurut kak fitri, efek BINTAMA akan sangat terasa 2-3 tahun setelahnya. Seperti mental kita menjadi kuat. Tidak mudah menyerah jika diremehkan orang, kita akan terbiasa akan kritik-kritik yang tidak enak didengar, kita juga menjadi lebih yakin dalam mengambil keputusan apapun karena kita siap dengan segala resiko dan tanggung jawabnya. Lalu juga karena BINTAMA diajarkan solidaritas kita juga menjadi lebih peduli terhadap sesama. Jika kita baik kepada orang lain, orang itu akan baik juga kepada kita. Semakin mudah juga kita dalam bergaul dan mencari teman. Dari situlah network-ing kita dimulai, teman-teman yang banyak itu akan membantu kita dalam banyak hal. Seperti dalam hal mencari kerja. Nantinya akan banyak teman-teman kita yang misalnya sudah bekerja di perusahaan tertentu yang akan membantu kita mencarikan lowongan di perusahaannya. Semakin banyak berhubungan baik degan orang, semakin banyak yang membantu kita.

Hal yang mungkin sudah dibiasakan di labschool adalah tugas yang numpuk. Dilabschool kita sering diberikan tugas yang banyak dalam kurun watu tertentu. Hal-hal semacam inilah yang menguntungkan alumni-alumni labsky yang jadinya sudah tidak kaget lagi mengerjakan tugas kuliah atau nantinya pekerjaan-pekerjaan yang harus dikerjakan dalam batasan waktu tertentu.

Namun menurut kak fitri ada satu hal yang menurutnya saat ber sma di labschool kebayoran yang cukup berguna. Yaitu adalah moving class. Moving class moving class adalah sistem perpindahan kelas. Murid mencari ruang gurunya, sehingga murid lebih aktif. Moving class itu menyenangkan, karena kita tidak mudah bosan di kelas. Karena suasana kelas selalu berganti-ganti. Kita bisa menemukan kelas yang asik, bahkan kelas yang paling membosankan, atau bahkan kelas yang kotor. Maklum dalam pergantian kelas , bisa kelas mana saja yang menempatinya. Dukanya moving class itu, mungkin capek. Karena bisa dari lantai tiga ke lantai satu dan kembali ke lantai tiga lagi, ditambah menenteng tas kemana-mana. Menurut kak fitri hal ini kurang efektif. Lagipula setiap kelas suasananya tidak terlalu menggambarkan pelajarannya.
Kak Fitri, Saya, Kak Bima, Kak Adi (Kiri ke Kanan)



Sekian cerita plus dan minus sekolah di sma labschool kebayoran dari para alumninya yang bisa saya dapat. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembacanya. Terimakasih

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar