Senin, 24 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Bersekolah di Labsky



SMA Labschool Kebayoran atau yang biasa disingkat SMA Labsky berada di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Selama 12 tahun SMA Labsky berdiri, sudah 9 angkatan yang lulus. Lulusan – lulusan dari sekolah ini tentu saja baik dan berkualitas. Sekolah ini termasuk sekolah unggulan yang banyak peminatnya. Namun, hanya menerima sekitar 200 orang di tiap sekolah dari peserta tes yang bisa mencapai 1000 orang. Labschool memang memiliki standar yang ketat untuk murid-muridnya.
Selain tugasnya yang banyak, SMA Labsky juga memiliki kegiatan-kegiatan yang tak kalah banyaknya, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Contoh dua kegiatan yang paling terkenal adalah TO dan BINTAMA. TO adalah Trip Observasi dimana murid-murid kelas 10 bersama dengan pengurus OSIS dan MPK pergi ke desa dan menginap di rumah-rumah penduduk selama 5 hari. Mereka juga melakukan aktivitas yang dilakukan penduduk sehari-hari. Lain halnya dengan BINTAMA, disini para siswa kelas 10 dibina mentalnya sesuai dengan kepanjangan BINTAMA yaitu Bina Mental Kepemimpinan Siwa. Di kegiatan ini, para siswa pergi ke base militer selama 5 hari. Saat angkatan saya (angkatan 11 atau Dasecakra) dibina oleh Kopassus. Kami melakukan kegiatan-kegiatan yang menguji adrenalin dan kekuatan diri.  Kegiatan ini sangat seru dan berkesan.
SMA Labsky memiliki OSIS (Organisasi Intra Sekolah) yang dilantik pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya dengan Lari Lintas Juang dari Kalibata. Bersamaan dengan pelantikan OSIS, MPK (Majelis Perwakilan Kelas) dan Palabsky (Pencinta Alam Labsky) juga turut dilantik. OSIS mengusung dua program besar yaitu SkyBattle dan SkyAvenue. SkyBattle adalah pertandingan-pertandingan olahraga antar sekolah dalam berbagai cabang olahraga. SkyAvenue adalah pentas seni SMA Labsky yang selalu menampilkan pertunjukan-pertunjukan terbaik dari murid SMA Labsky dan artis-artis ternama.
Tentunya, dengan sekolah semenarik ini, para alumni pun memiliki kesannya masing-masing juga opini mereka tentang SMA Labsky. Karena itulah saya mewawancarai 3 alumni yaitu Kak Putri Athira dari angkatan Hastara, kak Ganis Syahputra dari angkatan Saptraka, dan kak Belanegara Abimanyu dari angkatan Dwi Satria Mandala untuk mengetahui plus minus bersekolah di labsky dan pengaruh kegiatan-kegiatan Labsky di jenjang berikutnya

1. Putri Athira

Kak Putri Athira atau yang akrab dipanggil kak Puput ini merupakan lulusan SMA Labsky dari angkatan 8 atau Hastara yang merupakan kependekan dari Hasta Praja Sanggakara yang lulus pada tahun 2011. Kak Puput merupakan ketua OSIS Ksatrianala Sagrayudha. Sekarang, beliau kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Kak Puput merupakan seorang pribadi yang sangat baik, asik, dan seru. Sehingga tidak ada halangan saat saya mewawancarai beliau.
Menurut kak Puput, murid-murid di SMA Labsky ditanamkan disiplin yang tinggi. Karena Labschool menerapkan banyak aturan yang mengharuskan kita untuk selalu disiplin dalam hal waktu, kegiatan akademis, dan kegiatan non akademik. Contohnya, bel sekolah berdering pukul 07.00, murid-murid yang datang lebih dari jam 7 walaupun hanya semenit langsung diberi peringatan dan bagi yang sudah terlambat berkali-kali tidak diperbolehkan mengikuti pembelajaran dalam kelas atau bahkan dipulangkan. Labschool juga mengajarkan kita untuk selalu menghormati orang yang sedang berbicara di depan. Contohnya saat guru sedang menjelaskan, pembicara sedang menjelaskan materi, atau teman kita sendiri yang sedang berbicara di depan. Hal ini merupakan nilai yang sangat penting di jenjang selanjutnya dimana kita akan lebih banyak mendengarkan ajaran-ajaran baik dari lingkungan sekitar. Dalam pergaulannya, Labschool juga sangat memperhatikan sikap saling menghormati antara murid, guru dan seniornya. Sehingga kasus bullying di Labschool dapat dihindari.
Kegiatan yang paling berguna bagi Kak Puput adalah TO dan BINTAMA. Karena saat TO, kita mengenal kehidupan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Kita jadi bisa lebih toleransi dan berempati dengan kehidupan orang-orang disekitar kita. TO juga merupakan momen untuk mengenal karakter teman-teman seangkatan. Sedangkan BINTAMA berguna karena saat itu kita diajarkan disiplin tinggi dan mencoba hal-hal baru yang, menurut Kak Puput, dapat mengurangi rasa ketakutan kita terhadap suatu hal.
Kegiatan yang menurut Kak Puput kurang berguna adalah kegiatan Study Trip yang diadakan saat kelas 12. Karena seringkali, materi yang didapat saat Study Trip bukanlah hal baru yang bisa berguna saat belajar di sekolah. Terutama pada program IPA, tambah Kak Puput.
Kak Puput juga merasakan manfaatnya ikut berorganisasi di Labschool. Apalagi saat itu beliaulah yang enjabat sebagai ketua umum OSIS. Menurut Kak Puput, organisasi di Labschool merupakan organisasi yang lebih hidup daripada organisasi di sekolah lain. Karena kita menjadi tahu caranya mengatur suatu program dan waktu dan dipacu untuk terus memiliki ide-ide kreatif serta terobosan baru dalam setiap programnya. Selain itu, dengan berorganisasi di Labschool, kita menjadi tahu caranya bekerjasama dengan orang-orang yang memiliki karalter yang berbeda. Mulai dari teman sendiri, guru, senior, dan orang-orang luar sekolah.
Menurut Kak Puput, sekolah di Labschool amat sangat membantu kehidupan di universitas. Semua hal yang dilakukan di Labschool memiliki standar tinggi sehingga Kak Puput tidak merasa kaget di universitas. Contohnya saat ospek di fakultas dan universitas. Kita sudah mengerti apa yang ada dibalik semua arahan yang disampaikan oleh senior karena kita sudah terlatih saat TO dan BINTAMA. Untuk manajemen waktu yang baik dan bekerjasama dalam seluruh kegiatan di kampus pun sudah menjadi hal yang tidak sulit lagi. Karena sudah terbiasa mengatur banyak program kerja dan kegiatan akademis ketika di Labschool.
Saran untuk Labschool dari Kak Puput adalah pertahankan semua program yang sudah menjadi unggulan dan ciri khas Labschool. Karena bagi kak Puput sendiri, manfaatnya sudah sangat terasa. Dalam menjalankan setiap programnya pun jangan sampai hilag semangatnya dan tetap mengingat segala tujuan yang ingin dicapai dari setiap kegiatan yang ada. Kak Puput juga menyarankan untuk mempertahankan budaya saling menghormati dan menghargai yang sudah sejak lama ada di Labschool.

2. Belanegara Abimanyu

Kak Belanegara atau yang akrab disapa Kak Abe, merupakan lulusan SMA Labsky angkatan kedua yang bernama Dwi Satria Mandala. Sekarang Kak Abe berkuliah di Jurusan Komunikasi London School Of Public Relations. Kesibukan kak Abe adalah menjadi music director untuk film dan iklan juga sebagai music producer/arranger. Kak Abe merupakan salah satu dari pencetus LAMURU yang merupakan kelompok perkusi SMA Labsky yang sudah terkenal. Ia masih sering datang ke Labsky untuk mengawasi Lamuru di sela-sela kesibukannya.
Menurut kak Abe, kelebihan bersekolah di sini adalah murid-muridnya yang terbiasa tertib dan disiplin karena peraturan di Labsky yang cukup ketat, dari ketepatan waktu sampai berpakaian. Ini bisa membuat kita menjadi figur yang lebih baik di dunia kuliah dan kerja seusai sekolah. Kak Abe pun merasakan sendiri manfaatnya. Budaya Labsky, yaitu senyum dan tegur sapa membuat kita menjadi lebih ramah dan lebih bisa menghargai orang lain.
Kegiatan di Labsky yang manfaatnya sangat terasa di dunia kerja dan kuliah adalah TO. Karena di TO kita dimasukkan ke dalam lingkungan yang sangat berbeda dengan lingkungan kita sehari-hari sehingga kita harus bisa beradaptasi. Terlebih lagi, kita diharuskan tinggal di lingkunagn itu selama beberapa hari. Semua nilai-nilai yanhg diajarkan di TO masih terbawa oleh kak Abe sampai di dunia kerja karena Ia jadi lebih menghargai dan menghormati orang lain.
Dunia kuliah dan kerja menurut kak Abe tentunya sangat berbeda dengan sekolah. Karena di kuliah kita dituntut lebih mandiri dalam mengatur kuliah ita dan membagi waktu. Di kuliah, Ia mempelajari dasar-dasar kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja. Kalau di dunia kerja, selain dibutuhkan kemampuan dan tekad, juga dibutuhkan link atau hubungan baik dengan orang lain. Menurut kak Abe, budaya saling senyum dan bertegur sapa di Labschool membuatnya lebih kenal dengan oarang-orang lain dan orang-orang tersebut bisa menjadi Link kita saat membutuhkan sesuatu.
Selain sisi positifnya, kak Abe juga menyebutkan sisi negatif dari sekolah Labschool. Menurutnya, Labschool kurang menghargai hasil kreatifitas dari murid-muridnya. Seringkali Labschool tidak memberikan dukungan yang penuh. Padahal, kalau kegiatan itu terus dibina dan didukung, bisa menjadi kegiatan besar dan mengharumkan nama sekolah. Terlebih akan menjadi ciri khas Labschool.
Saran-saran untuk Labschool dari kak Abe ada dua. Pertama, ia menyarankan untuk meningkatkan kembali rasa kekeluargaan yang ada. Karena, perubahan itulah yang terlihat sangat jelas dibandingkan dengan saat Ia bersekolah dulu. kak Abe juga menambahkan bahwa bahkan anak-anak Labschool sekarang ini cenderung acuh dengan kakak dan adik kelasnya.
Kedua, perlunya idde-ide kreatif dari murid-murid SMA Labsky dari bidang kesenian atau bidang apapun. Ide-ide ini pun akan terlaksana dan menjadi ciri khas Labsky. Setelah Lamuru Percussions yang ia rintis, sepertinya belum ada lagi kegiatan yang bisa mendorong murid-murid untuk berkarya bersama dan mengharumkan nama sekolah.

3.  Ganis Syahputra

Kak Ganis Syahputra atau yang lebih akrab disapa kak Ganis, adalah lulusan Labschool dari angkatan Hastara. Sekarang, kak Ganis berkuliah di fakultas hukum Universitas Indonesia. Saya mewawancarai kak Ganis saat ia menjadi pembawa acara di acara Skylite tanggal 16 September kemarin.
Kelebihan sekolah di Labschool adalah kegiatan-kegiatannya yang membuat kak Ganis lebih mempuyai persiapan diri saat kuliah dan survive di dunia perkuliahan. Khususnya adalah kegiatan TO yang membuat kak Ganis harus beradaptasi dengan lingkungan baru, sama seperti di kuliah. Karena, kuliah dangat berbeda dengan sekolah. Kegiatan TO membuatnya lebih cepat beradaptasi sehingg nyaman di kuliah.
Diantara kegiatan-kegiatan di Labschool, TO merupakan kegiatan yang paling bermanfaat dan berguna bagi kak Ganis. Tidak ada kegiatan yang ia bilang tidak berguna dengan alasan bahwa setiap kegiatan di Labschool itu pasti ada tujuannya. Sehingga tidak mungkin tidak berguna.
Manfaat yang kak Ganis rasakan di kuliah adalah menjadi lebih pintar membagi waktu. Kegiatan organisasi di Labschool juga membuatnya bisa mengorganisir suatu kegiatan dan hidupnya di perkuliahan dengan baik. Saran untuk Labschool adalah tetap dipertahankan segala hal-hal yang baik agar Labschool bisa menjadi sekolah nomor satu di Indonesia.

1 komentar:

  1. HARGA PROMO TERMURA TERBESAR SE INDONESIA PIN BB : 264093EF .HP : 085-756-676-237 website:http://ardhanionlineshop.blogspot.com/ Produk dijamin asli Ready Stock ! Ready Stock! Apple iPhone 5 32GB Rp.2.500.000
    Ready Stock! Apple iPhone 5S 32GB Rp.3.000.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy A3 A300H Rp.1.500.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy A5 A500F Rp.2.000.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy E5 E500H Rp.1.500.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy Grand Prime SM-530H Rp.900.000.
    Ready Stock! Asus Zenfone 2 ZE551ML RAM 4GB Rp.2.000.000

    BalasHapus