Sabtu, 22 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Bersekolah di Labsky

          Selama kurang lebih 11 tahun, SMA Labschool Kebayoran telah berhasil meluluskan dengan baik 9 angkatan. Seperti yang kita tahu tentunya, Labschool Kebayoran berhasil mempertahankan gelar “sekolah unggulan” –nya sampai sekarang ini. “Masuk Labschool itu susah!”, itu lah anggapan banyak orang mengenai Labschool. Bayangkan saja dari hampir seribu anak, yang diterima hanyalah 200 anak pilihan dan jumlah tersebut masih dikurangi oleh jumlah anak yang masuk melalui jalur undangan. Sungguh terbayang sulitnya masuk di sekolah labschool ini. Apalagi dengan program-program labschool yang sudah terkenal sangat sangat bagus dan bermanfaat. Seperti bintama, trip observasi, pilar, dan lain lainnya. Kegiatan-kegiatan ini tentunya sangat melekat di hati dan ingatan murid-murid SMA Labschool Kebayoran yang telah menjalankan program ini. SMA Labschool Kebayoran juga merupakan sekolah yang sangat nyaman karena bebas dari ke”senioritas”an, kak kelas menghargai adik kelas dan adik kelas pun menghargai atau “respect” terhadap kakak kelasnya. Tidak pernah ada bullying secara fisik seperti do sekolah-sekolah lain. Hal ini menunjukkan bahwa murid-murid atau siswa siswi SMA Labschool Kebayoran adalah anak-anak yang teredukasi dengan baik. Fasilitas dan prasarana di SMA Labschool Kebayoran ini pun dapat dikatakan baik atau cukup memadai dan memenuhi kebutuhan siswa siswi. Namun tentunya setiap sekolah, sebagus dan sekeren apapun sekolah itu , pasti masih saja ada kekurangannya. Tidak lain hal-nya dengan sekolah kita yang tercinta ini, Labschool Kebayoran. Tentunya sekolah ini mempunyai banyak sekali poin plus, namun untuk mengetahui poin minusnya yang tentunya menurut orang berbeda-beda, saya melakukan wawancara dengan 3 orang alumni Labschool Kebayoran.                                                            
                                                                                                                                                                                                  
Orang pertama yang saya wawancara adalah kak Erik Ekawijaya, wawancara ini saya lakukan via email. Menurut kak Erik, hal-hal positif yang menurut kak Erik ada di SMA Labschool Kebayoran adalah :                                                                                                                                                                  
          Mulai dari yang mengajar dulu deh, menurut kak Erik, guru-gurunya sangat kompeten dan memiliki variasi cara mengajar yang sangat beragam. Sehingga anak-anak semangat untuk belajar, mudah untuk menangkap atau materi yang dijelaskan, dan tentunya pelajaran menjadi menyenangkan sehingga dapat berpengaruh baik terhadap prestasi atau pencapaian akademis siswa siswi. Untuk non akademisnya sekarang.  Kegiatan non akademis ciri khas tahunan SMA Labschool Kebayoran, seperti bintama dan Trip Observasi telah memperkuat mental dan juga fisik murid-murid , dan melatih jiwa kepemimpinan serta kepercayaan diri.
          Kalau untuk hal seperti fasilitas, menurut kak Erik Ekawijaya, sarana infrastruktur SMA Labschool Kebayoran sudah cukup lengkap, gedung yang bagus juga menjadi salah satu penyemangat siswa untuk pergi ke sekolah karena merasa tempat belajarnya nyaman.
          Ekstrakulikuler yang sangat beragam, menunjang saat masih bingung dalam mencari tahu minat di kegiatan non akademis. Lokasi sekolah yang strategis. Kedekatan antara guru dan murid yang lebih daripada yang ada di sekolah lain. Lari pagi yang sangat berguna  dalam menjaga kebugaran tubuh
          Untuk poin minusnya, kalau untuk pertemanan menurut kak Erik, kebanyakan siswanya masih bergaya hidup mewah dan eksklusif dan kalo menurut kak Erik “tidak terlalu cocok dengan saya(kak Erik)”. Adanya gap antara siswa yang berasal dari smp labsky dengan luar smp labsky, tapi wajar karena itu hanya terjadi di awal tahun pertama belajar. “Kalau minusnya fasilitas sih tentunya lahan parkir yang kurang”. Ya, memang benar kata kak Erik, kurangnya lahan parkir sering menyebabkan macet yang teramat sangat dan mengganggu warga di lingkungan sekitar. “Untuk minusnya guru sih mungkin karena sistem kedekatan antara guru dan murid yang lebih banyak daripada di sekolah lain, mungkin bisa timbul kurang hormat kepada guru, yang dilakukan oleh murid yang tidak memiliki mental bagus”. Itulah minusnya labschool kebayoran yang terakhir menurut kak Erik.


          Setelah plusminusnya, kalo menurut kakak keuntungan sekolah di labschool kebayoran ini apasih kak? Per poin aja kak..
·         Koneksi alumni  yang sangat luas, sangat berguna ketika berkuliah di hampir semua universitas ternama jakarta atau luar jakarta, ikatan alumni sangat membantu kegiatan kuliah
·         Ilmu yang didapat dari kegiatan OSIS dan MPK sangat beguna ketika menjalani kegiatan berorganisasi dan kemahasiswaan di universitas
·         Beberapa universitas swasta mengirimkan undangan masuk tanpa tes kepada siswa2 labsky
·         Bintama menguatkan mental dan itu sangat berguna ketika menjalani masa mahasiswa yang sangat individualistis

          Kan tadi yang wawancara kak Erik sekarang, kalau menurut kak Fatria Metsa, alias kak Tia angkatan Nawastra yang baru lulus nih
          “Kak, kalau menurut kakak kelebihannya SMA Labschool Kebayoran itu apasih kak?”
          “Kalo menurut aku sih... Plusnya banyaak banget, dari mulai kegiatannya dulu deh.. Kegiatannya tuh asik-asik banget, berkesan dan bermanfaat banget, ga ada acara atau program sekolah yang “useless” semuanya bermakna, apalagi yang seperti  TO / Trip Observasi, bintama, MOS, selain menambah pengalaman aku, acara-acara kayak gitu ternyata manfaat bgt, seperti waktu TO / Trip Observasi, aku  jadi banyak tau dan mengenal hal-hal baru tentang kehidupan desa yang selama ini engga pernah aku tau atau alamin secara langsung, otomatis kalo kita udah kenal dan tau kita jadi ga akan mandang rendah atau jadi ga menghargai mereka, kita jadi engga diskriminatif atau meremehkan rakyat kecil.”                                                                                                                           
          “Terus kalau bintama, aku jadi tau banyak tentang kopassus jd bisa lebih hargai mereka gitu, tp yg sebetulnya baru kerasa tuh pas aku ga kaget lagi pas ospek kuliah kalo dimarah-marahin, soalnya udah kebiasaan.” Menurut kak Tia kenapa dia terbiasa, karena dari mulai di sekolah dipluitin tiap mau sholat, sama kak OSIS hampir di setiap program/acara osis pasti ada aja yang teriak-teriak/marah-marah. Terus menurut kak Tia, osis/mpk dankepanitiaan juga bermanfaat banget, karena kalau di labsky menurut pengalaman kak Tia, siswa siswi harus terjun langsung/ mengerjakan sendiri serta melaksanakan dan mempertanggung jawabkan rencananya masing-masing, dibandingkan dengan sekolah lain, masih banyak sekolah yang memang sih acaranya bagus tapi untuk terjadinya atau suksesnya acara tuh guru dan orang tua murid  yg lebih banyak kerja, dana juga hanya dari donasi orangtua murid, tidak ada usaha dari murid untuk menggalang dana sendiri, baik dengan sponsor maupun dengan variasi cara lainnya. Karena pengalaman kepanitiaan, saat sudah kuliah kita sudah punya lebih banyak pengalaman di banding yg lain. 


          “Kalau guru-gurunya gimana kak menurut kakak?”
          “Kalo guru gt sih enak2 aja sih tengah2 gak yg terlalu ngurus juga tp gak careless bgt jg jd pas buat anak sma.” Memang seperti kata kak Erik sebelumnya, guru-guru labsky cenderung “friendly” dan membuat murid-murid nyaman berada di sekolah. Guru-guru juga idak melakukan diskriminasi terhadap murid-murid tertentu. Itulah kelebihan-kelebihan SMA Labschool Kebayoran menurut kak Tia.
          Sekarang untuk kekurangan labsky, “Kalo minusnya lapangan parkir tuh minus banget, engga banget deh pokoknya, sekolah gede tempat parkir kecil, udah tau sekolah pinggir jalan sm muridnya banyak lapangan parkir cuma segitu kan pasti bikin macet.” Dan kalo menurut kak Tia sih minusnya atau negatif atau kekurangannya cuma itu. Sarannya dong kak, “Sarannya sih kalo kegiatan-kegiatan tuh pertahanin aja soalnya ternyata memang sangat amat terasa bermanfaat banget, sama tambahin parkirannya hahahah” ujar kak Tia sambil tertawa. Sekian wawancara kak Fatria Metsa, alias kak Tia, angkatan nawastra.                                                                                                                  
                                                                                                                                                                                    
Nah sekarang, kalau menurut kak Edsabella Soetioro yang merupakan angkatan nawastra juga...
          “kak, tolong ceritain kelebihannya SMA Labschool Kebayoran menurut pengalaman kakak ”
          Kalau menurut kak Edsabella, plusnya di labsky itu, banyak kegiatan yg unik yang hanya ada di SMA Labschool Kebayoran, kegiatan-kegiatan itu bisa dibanggain waktu kita (alumni) kuliah karena anak-anak dari sma lain baru tau dan menurut mereka seru bgt acara-acara seperti Trip Observasi, bahkan acara yang menurut kita sudah merupakan rutinitas yang membosankan seperti lari pagi terakhir.

                                                                                                                                                                 
          Untuk  minusnya kadang-kadang kegiatan kita di labsky itu terlalu menumpuk dan capek banget, terus bikin stress.  Dan akibat negatif dari kebanyakan kegiatan dalam sekolah, kita jadi jarang main dengan anak sma lain krn saking sibuknya. “Tetapi pada akhirnya engga menyesal kok krn jd banyak yg bisa diinget dari masa-masa sma.” Itulah statement terakhir yang diberikan kak Edsabella Soetioro yang sekaligus mengakhiri laporan wawancara mengenai plus minus SMA Labschool Kebayoran, yang sudah merangkum pula saran-saran untuk kedepannya agar SMA Labschool Kebayoran dapat berkembang menjadi sekolah yang lebih baik lagi secara akademis maupun non akademis. Terima kasih. Wassalamualaikum wr.wb.
                                                                                                                                                                                                     

                                                                                                     


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar