Rabu, 19 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Bersekolah di Labsky


POSITIF dan NEGATIF

Mungkin kalian bertanya, apa yang dimaksud “Positif dan Negatif” dalam judul diatas. Pada tugas kali ini, murid kelas XI SMA Labschool Kebayoran harus mewawancara setidaknya tiga alumni SMA Labschool Kebayoran untuk ditanya apa saja kesan-kesan positif ataupun negatif mereka selama sekolah atau pernah sekolah di SMA Labschool Kebayoran ini.
Pada kali ini secara tidak sengaja, saya mewawancarai tiga alumni yang mengikuti program akselerasi atau percepatan sekolah selama dua tahun di SMA. Jadi untuk tugas ini saya berada di sudut pandang siswa-siswi alumni aksel di SMA Labschool Kebayoran
Yang pertama yang menjadi narasumber saya adalah kakak dari teman saja Bhagas Aufa, yaitu Kak Dio dari angkatan sembilan atau Nawastra. Pada hari Rabu, tanggal 5 September di sekolah yang pada saat itu saya mewawancari Kak Dio tidak direncanakan, saat itu saya dan teman-teman saya melihat Kak Dio yang sedang iseng-iseng berkunjung ke SMA, tanpa basa-basi kami mewawancari Kak Dio secara bersamaan.
Adapun informasi yang saya dapatkan dari wawancara ini ialah, Social skill, Labschool Kebayoran tidak hanya mengajarkan pada akademik, kemampuan sosial juga sangat berguna di dunia perkuliahan, sebagai contoh Kak Dio pada saat awal masuk kuliah, berhadapan dengan orang-orang yang berbeda-beda sifat dan asalnya, social skill  dari organisasi MPK atau OSIS sangat berguna.
Lalu menurut kak Dio, kelebihan dari mengikuti program aksel adalah, dapat lulus SMA dengan cepat dua tahun, lalu memiliki distraction kurang, karena belajr terus, jadinya fokus belajar. Kekurangan dari aksel yaitu kurang berhubungan keluar saat istirahat berada di kelas terus menerus.
            Kelebihan dari kegiatan MOS, TO, BINTAMA, dan LAPINSI yaitu awalan untuk skill yang lebih besar lagi. Seperti disiplin, tanggung jawab atas tugas, menentukan mana yang menjadi prioritas, serta membagi waktu (time management) sampai saat ini pun kak Dio masih belajar dalam pembagian waktu. Kalau untuk BINTAMA, kak Dio berpatisitasi di resimen mahasiswa, yang awalnya dikira ekskul ternyata itu seperti kegiatan BINTAMA, tetapi lebih keras. Selain itu teman-teman kuliah yang berasal dari macam-macam kalangan, jadi dapat berbaur dengan semua berkat kegiatan Trip Observasi. Pada saat LAPINSI, presentasi-presentasi dari para motivator itu juga penting untuk informasi saat di kuliah nanti.
            Selain dari kegiatan, kak Dio juga bilang kalau soal ulangan harian Labsky itu susah, tetapi itu menjadi nilai plus karena mungkin saja berkat itu kak Dio lulus kalkulus.
            Kekurangan yang perlu diperbaiki lagi yaitu, image yang borju, pandangan dari teman-teman kuliah saat ini. Jadi harus bisa mengimbangi bagaimana image yang borju itu.
            Saran yang diberikan kak Dio yaitu, nikmatilah masa SMA. Selagi SMA, pintar-pintarlah dalam membagi waktu. Supaya kegiatan sekolah terpenuhi, acara bersama teman dan keluarga juga terpenuhi, terlebih lagi bagi yang OSIS, sangat diperlukan pembagian waktu yang jeli.
            Itulah hasil wawancara saya dengan kak Dio, selanjutnya narasumber yang kedua dan ketiga tidak perlu susah-susah untuk membuat janjian atau mencari data tentang alumni yang bersangkutan. Mereka yaitu kakak saya sendiri. Dulu saat saya baru menginjakan kaki di SMA, atau masuk di SMA Labschool Kebayoran saya sudah merasa tidak asing dengan lingkungannya, begitu juga dengan beberapa guru yang saya ingat. Karena dulu ibu saya cukup aktif di sekolah dan saya seringkali mengikuti ibu saya ke SMA Labschool Kebayoran dan bertemu dengan guru-guru disini. Dengan saya yang dapat wali kelas Pak Eri di kelas XB, dan beberapa guru lainnya yang kebetulan mengenali kakak dan ibu saya, saya semakin merasa senang akan bersekolah di SMA yang hubungan antar guru dan muridnya dekat.
Kembali ke topik dari judul, pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan ke kakak saya mirip. Berikut adalah pertanyaan dan jawabannya.
  1. Labsky saat itu seperti apa?
  2. Di kuliah, mengambul jurususan apa dan sekarang kerja apa?
  3. Hal positif apa saja yang dapat diambil dan diterapkan di kuliah maupun kerja?
  4. Hal negatif yang terdapat di Labsky beserta dampaknya?
  5. Apa saja saran untuk Labsky supaya menjadi lebih baik lagi?
  6. Positif dan negatif akselerasi

Kakak saya yang pertama bernama Adina Nur Hidayatri. Informasi yang dapat saya ambil dari kakak saya ialah.
Dulu, saat kakak saya bersekolah di Labsky, sekolahnya masih baru, masih tahun ke empat, dan menurutnya sudah banyak pilihan ekskul yang menarik. Walaupun masih ditahun ke empat, Labschool Kebayoran sudah bisa mengadakan acara-acara hebat seperti Trip Observasi, dan LALINJU. Tidak kalah juga, Labsky dapat mengimbangi ataupun lebih dengan sekolah-sekolah lain dengan adanya acara pensi Sky Avenue dan ada yang dengan kegiatan olahraga seperti Sky Battle. Guru-guru Labsky juga sangat memahami budaya salaman Labsky, yang setiap pagi berdiri di depan gerbang masuk Labsky yang sampai saekarang masih tercermin.
Dilihat dari program acara Labky itu berkembang, bukan hanya pensi Sky Avenue, tetapi yang kemarin baru diadakan, yaitu drama musical Skylite, jadi kegiatannya tidak cuma itu-itu saja. Lebih hati-hati, untuk siswa yang berpatisipasi di OSIS, sangat oerlu membagi waktunya, dalam bidang akademiknya juga. Jangan sampai, karena kegiatan yang lebih, akademiknya jadi kurang. Peran guru BK juga penting, khususnya aksel, membantu sebagai tempat mengeluarkan keluh kesah, pendapat, dan membantu saat kenaikan kelas dimana mengarahkan masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan.
Kakak saya kuliah di jurusan Teknik Industri (TI) dan bekerja di DBS (Development Bank of Singapore). Sebagai lulusan TI, memperlajari lima aspek. Yaitu manufacturing, ergonomi, sistem informasi, finance, dan management.. Sebagai lulusan Teknik Industri, siap masuk ke berbagai jenis bisnis, bidang usaha, dan jenis-jenis pekerjaan. Untuk pekerjaan pertama, kakak saya, ingin mencoba untuk mempraktekan apa yang dipejarai di kampus, oleh karena itu, untuk pekerjaan pertama, jenis pekerjaan apapun tidak apa-apa. Sampai sekarang kakak saya bersyukur masuk di Teknik Industri, terbukti di pekerjaan pertama ini, bisa survive karena ilmu yang dipelajari, tentunya ada ilmu-ilmu yang diterapkan di realita pekerjaan, tapi kakak saya masih penasaran dengan tipe pekerjaan yang lain, ingin menguji ilmu yang telah dipelajarinya, setelah itu, kakak saya  juga merencakan studi ke jenjang S2. Semoga dengan pengalaman kerja yang sekarang, kakak saya  dapat mengerti, paham dan fokus pada bidang yang kakak saya minati dan tidak hanya minat, tapi juga melambangkan kekuatan kakak saya.
Kakak saya bangga menjadi Sarjana Teknik Industri, kenapa bisa bangga masuk Teknik Industi, itu karena asal sekolah di Labschool Kebayoran, yang benar-benar mensupport siswanya dalam mendapatkan sekolah yang baik, selain itu terinspirasi dari teman-teman kakak saya sendiri serta guru-guru yang sangat bersemangat untuk siswa-siswanya mendapatkan universitas yang terbaik dan yang terpenting adalah penerus bangsa yang bermutu.
Saat Di kuliah kakak saya bercerita, ternyata tidak hanya orang-orang dari Jakarta saja, tetapi banyak juga teman-teman kakak saya yang berasal dari daerah. Teman-teman yang beragam karakteristik, kultur, serta strata ekonomi yang berbeda. Dengan adanya Trip Observasi, kakak saya dapat lebih mengerti dan menghormati teman-temannya di kampus.
Kalau dengan kebiasaan lari di hari Jumat, bukan hanya knowledge yang ditekankan, kesehatan jasmani murid pun juga. Kakak saya menerapkannya dengan lari setiap Sabtu atau pun Minggu di SABUGA yang berdekatan dengan ITB. Tentunya dengan ada BINTAMA, kakak saya insya Allah siap dan cinta pada tanah airnya, Indonesia.
Selain itu, kakak saya juga tidak kaget dengan segala macam OSPEK yang diterapkan kepada mahasiswa baru. Karena sebelumnya sudah pernah mendapatkan treatment yang serupa seperti di Labsky. Ekskul-ekskul yang ada di Labsky sebagian juga ada di kuliah misalnya tari tradisional, modern dance, sampai pecinta alam pun ada. Jadi untuk mahasiswa yang ingin menyalurkan hobi dan kesenengannya dapat bergabung di ekskul-ekskul tersebut. Karena Labsky juga mempunya ekskul-ekskul yang mirip, jadi kakak saya makin suka dengan Labsky yang membekali anak-anaknya pada hobinya masing-masing.
Bukan hal negatif, tetapi tantangan yang besar yang sekarang ada, seperti menjaga kualitas anak-anaknya supaya dapat mengimbangi atau pun lebih baik dengan siswa dari sekolah lain. Menjaga hubungan internal supaya tidak ada masalah-masalah kesiswaan seperti yang kita ketahui senioritas, drugs, dan tawuran.
Dari mental moral guru-guru, karena guru menjadi panutan untuk siswanya, siswa melihat contoh dari guru, oleh karena itu guru menjaga identitas sebagai role model yang baik, bukan hanya sebagai pengajar yang baik.
Untuk murid-murid, jangan ada senioritasan, karena itu dapat menghambat kreativitasan dari murid junior, sebaliknya juga, murid junior juga harus mengerti dan saling menghormati kakak kelasnya. Karena dimana-mana, setiap memasuki lingkungan baru, harus hormat ke orang yang sudah lama berada disitu.
Dari postif aksel, menghemat 1 tahun, kakak saya bisa lebih dulu mengalami kegiatan-kegiatan mahasiswa yang belum dialami oleh teman seangkatannya. Kesempatan lebih fokus mendapatkan universitas yang diinginkan.
Dari sisi negatifnya, kurang masa main remaja-remaja SMA yang biasanya dialami. Dengan adanya tugas dan pekerjaan yang banyak menyebabkan kurangnya pergaulan ke teman seangkatan yang lain, serta yang tidak bisa survive dan stress karena aksel. Dan beberapa anak aksel yang sangat memperhatikan fokusnya untuk lulus, sehingga saat di kuliah, akademiknya menurun, itu juga ada kemungkinan seperti itu
Dan yang terakhir, yaitu kakak saya yang kedua bernama Kinanti Marta Nuraida. Informasi yang saya dapat dari kakak saya ini tidak berbeda jauh dari jawaban-jawaban sebelumnya. pada hasil kali ini, saya hanya akan menampilkan jawaban kakak saya terhadap beberapa pertanyaan yang diajukan. Dikarenakan, jawaban kakak saya sudah seperti bercerita kepada orang yang mewawancarai dia, jawaban-jawaban dari kakak saya ialah.
“Labsky saat itu kondisinya masih ga jauh beda sama sekarang. Labsky masih jalanin tradisi labsky yang lari pagi setiap hari jumat pagi, OSIS MPK harus lari lalinju untuk dilantik, dan lain-lain.”
“Tapi ada sedikit peralihan kegiatan BINTAMA ditahunku, yang awalnya dulu bintama cuma buat anak osis, di angkatan pancatra bintama jadi untuk 1 angkatan. Selain itu diangkatan Pancatra juga mulai tambah ekstrakulikuler : Lamuru sama Paskibra.”
“Untuk kegiatan sekolahnya, waktu dijamanku sistemnya bukan rolling class seperti sekarang, tapi masih cara yang konvensional yang muridnya stay di kelas masing-masing dan gurunya yang datengin setiap jam pelajaran.”
“Aku lulus ambil jurusan Manajemen di School of Business and Management di ITB, Bandung. Sekarang aku kerja jadi Analyst di Divisi Investment Banking,
PT Mandiri Sekuritas. Jadi kerjanya di dunia pasar modal (capital market). Tempat dimana Perusahan-perusahan yang butuh pendanaan : bisa lewat surat hutang, saham, dan lain-lain. Mungkin kalau kamu udah belajar di ekonomi nanti ngerti sama bidangnya”
“Disiplin, budaya disiplin untuk kuliah dan kerja sangat berpengaruh karena waktu di SMA sudah terbiasa, jadinya waktu kuliah maupun kerja, udah ga susah lagi untuk diterapin di kehidupan sehari-hari. Karena mau kemana pun kita nanti, pasti dituntut untuk disiplin.”
“Dibiasakan Olahraga à lari pagi tiap hari jumat itu kasih efek stamina badan lebih sehat, terus kasih energi yang positif buat ngelakuin kegiatan sehari hari termasuk belajar dan kerja. Jadi karena sering olahraga waktu sma, waktu setelah lulus jadi kebawa dan tetep berusaha jadi kebiasaan.”
“Rasa Cinta Indonesia à Kegiatan TO, Bintama bikin tumbuh rasa cinta indonesia di diri sendiri. Jarang sekarang sekolah yang nanamin sifat seperti itu di murid-muridnya. Kita ikut TO untuk liat langsung keadaan warga desa di Indonesia, dan coba terjun langsung dilapangan liat gimana mereka melakukan kegiatan ditiap hariannya. Terus untuk BINTAMA, kita juga dilatih mental dan juga ketemu langsung dengan Kopasus.  Overall, efek di kuliah dan kerjaan walaupun gak terlalu keliatan, tapi yang jelas mental kita lebih dilatih untuk hadepin hal-hal yang baik dan buruk di luar sana.”
Budaya Menyapa dan Salaman à Budaya ini kebawa di kuliah dan kerja, kalau ketemu sama sesama Labsky jadi masih kebawa. Dan nunjukin alumni Labsky di luar itu masih kuat dan ramah kesatu sama lain. Tapi hal ini juga diterapin ke orang lain dan membuat orang lain itu dihargain dan di appreciate dengan kita suka sapa siapapun itu orangnya tanpa liat dia siapa.”
“Dibangun rasa Kepemimpinan à di Labsky dilatih untuk memimpin diri sendiri dan juga orang lain dengan diikutinnya berbagai kegiatan di Labsky. Dan Jiwa kepemimpinan juga dibutuhin waktu di kuliah dan kerja.”
“Dulu masalahnya kayanya hampir ga ada. Paling dari segi cara guru mengajarkan pelajaran aja yang cocok-cocokan. Apalagi aku di aksel yang dibutuhin guru yang dukung sistem belajar yang serba cepet dan ngajarinnya juga cepet. Tapi hal ini udah pernah di solve. Dulu wali kelasku cari jalan supaya guru nya dicari yang dimau sama anak-anaknya. And it’s done.
           Ya, yang tadi merupakan jawaban-jawaban dari narasumber yang saya wawancarai. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil wawancara diatas yaitu, bahwa yang pertama, murid aksel mempunyai kebanggaan tersendiri bila dapat lulus SMA hanya dua tahun. Selain itu mereka juga mempunyai spare waktu satu tahun yang sangat bisa dimanfaatkan dikedepannya. Hal yang menjadi kelemahan dari aksel tidak jauh beda, mereka kurang bersosialisasi dengan murid-murid reguler. Dan juga, kelebihan dari Labschool Kebayoran itu sendiri adalah dengan kegiatan-kegiatan yang membuat jiwa dan karakter siswa Labsky menjadi tough atau kuat. Mungkin sekarang, seperti saya, belum merasakan efek dari kegiatan-kegiatan tersebut, tapi setelah lulus dari SMA, efek dari kegiatan-kegiatan tersebut bisa saja mulai kerasa. Dan salah satu kelucuan karena mengikuti program aksel adalah, mereka tidak pernah menurunkan jabatan, atau kalau kakak saya bilang mereka hanya lalinju sekali, yaitu saat kenaikan jabatan, jadi istilahnya mereka tidak melepaskan jabatan mereka. Ya untuk satu itu buat share saja.


Bersama kakak-kakak saya saat lalinju

Bersama kak Dio

Tidak ada komentar:

Posting Komentar