Rabu, 19 September 2012

Tugas-1 Autobiografi Dissa Cahya Setyati

Perjalanan Hidup 15 Tahun Sebagai Bekal Kesuksesan di Masa Depan


saat baru lahir


Nama saya Dissa Cahya Setyati, saya adalah anak pertama dari pasangan Pamrihadi Wiraryo dan Sutji Ekajanti Leilasari. Tepat di hari Selasa tanggal 14 Januari 1997. Pada pukul 12.45 siang Di RS Bunda di daerah Menteng, Jakarta Pusat, terdengar suara tangisan pertama yang keluar dari mulut saya. Saya terlahir secara normal dengan berat badan 2.900 gram dan dengan panjang 48 cm. Beberapa bulan setelah saya lahir, mama harus kembali kerja karena masa cuti melahirkannya sudah habis. Sejak saat itu, setiap hari senin sampai jumat saya kerap dititipkan dirumah nenek dan kakek (orang tua mama) disaat mama dan papa kerja. Nenek bilang “dulu Dissa pas masih bayi hampir setiap hari dirumah nenek, nenek sama nany (panggilan untuk tante saya yang mengurus saya saat dititipkan dirumah nenek) yang ngasuh pas mama kerja” ,karena itu lah saya cukup dekat dengan nenek.

MASA BALITA

Dua tahun lebih satu bulan setelah kelahiran saya, lahir lah adik laki-laki saya yang bernama Muhammad Nicko Fabriano. Pada saat itu saya senang dengan kelahiran adik saya. Namun layak nya anak kecil, saya merasa iri kepada adik saya karena perhatian mama dan papa terbagi untuk saya dan adik saya, namun seiring waktu berjalan saya pun terbiasa. Pada usia 3 tahun, saya memasuki sekolah pertama, yaitu sebuah playgroup  yang ada di komplek rumah saya. Karena jarak sekolah yang dekat dengan rumah, saya biasa diantar-jemput kesekolah bersama mama atau pembantu dengan berjalan kaki. Kenangan yang paling pada masa itu adalah ketika saya merayakan ulang tahun ke 4 di MCD bekasi bersama teman-teman dan saudara-saudara saya karena itu pertama kalinya saya merayakan ulang tahun semeriah itu.

Memasuki usia 4 tahun, saat nya saya melangkah ke jenjang yang lebih tinggi ke taman kanak-kanak, namun pada saat itu papa ditugaskan untuk memegang cabang perusahaannya yang ada di Semarang, kami sekeluarga pun pindah ke Semarang. Begitu pindah, mama dan papa segera memasukan saya ke TK islam Isriyati. Saat itu saya harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru dan pelajaran yang tentunya lebih sulit dari saat masih di playgroup. Namun, baru setengah tahun saya beradaptasi dengan lingkungan baru, papa kembali ditugaskan lagi oleh perusahaannya, akhirnya kami sekeluarga pindah ke Bandung. Saya yang belum menyelesaikan tahun pertama di taman kanak-kanak pun akhirnya langsung meneruskan semester genap di TK Al-Azhar 24. Disana saya bertemu dengan teman-teman baru. Setelah akhirnya saya menyeselaikan semester genap di TK A, pihak sekolah memberitahu mama kalau saya bisa langsung masuk SD tanpa harus menjalani setahun lagi di TK B dengan alasan saya sudah mampu dalam bidang akademik untuk lanjut ke jenjang sekolah dasar. Mama pun menyetujui hal tersebut. Akhirnya saya masuk ke SDI Al-Azhar 24 pada umur 5 tahun. 
saat umur 1 tahun
merayakan ulang tahun ke 2 bersama papa & mama yang lagi hamil nicko
di dufan bersama nicko
di bali bersama papa 
merayakan ulang tahun ke 4 di McD
buka kado sama nany & nicko


MASA SD

Meskipun umur saya lebih muda satu tahun dengan teman-teman SD, saya tidak merasa kesulitan untuk bergaul dengan teman-teman baru, saya menjalani masa-masa kelas 1 SD dengan senang dan tanpa kesulitan apapun. Selain bergaul dengan teman sekolah, saya yang pada saat itu tinggal di perumahan Bougenville  juga memiliki banyak teman. Salah satu teman yang paling saya ingat bernama Aji, dia adalah tetangga sebelah rumah saya, umurnya sebaya dengan saya, dan dia memiliki seorang adik perempuan yang biasa dipanggil ‘teteh’. Hal yang paling saya ingat dari mereka adalah es mambo buatan ibunya yang sangat enak, setiap berkunjung kerumahnya, saya selalu mendapatkan sebungkus es mambo rasa strawberry. Warga di komplek saya pun aktiv mengadakan kegiatan-kegiatan seperti acara lomba 17-an, kumpul antar tetangga, potong kurban di belakang mesjid, jadi kegiatan-kegiatan lainnya. Saya masih ingat ketika memenangkan lomba ‘memasukkan pensil kedalam botol’ rasanya gemes ingin memasukkan pensil kedalam lubang botol yang sangat kecil. Saat di Bandung, saya dan adik juga ikut les berenang, uniknya, saya tidak pergi ke satu kolam renang yang sama, melainkan pergi ke kolam renang yang berbeda setiap minggu nya bersama adik, teman-teman les, dan satu guru renang yang sama. Alasannya agar kami tidak merasa bosan sekaligus bisa ‘menjelajahi’ kolam renang yang ada di Bandung.

Setahun sudah saya berada di kelas 1 SD, sekarang saatnya naik ke kelas 2. Sama seperti di kelas 1, saya dengan mudah bergaul dengan teman dikelas yang baru ini. Satu hari yang paling saya ingat di kelas 2 adalah ketika saya dan teman-teman saya harus di suntik imunisasi. Saat menunggu giliran saya dan teman-teman saya menangis ketakutan, namun setelah disuntik kami tidak menangis sedikitpun ternyata rasanya tidak sesakit yang kami bayangkan. Tahun 2004, saya beserta teman-teman seangkatan saya naik ke kelas 3 SD. Saya ditempatkan di kelas 3A, dihari pertama saya masuk sekolah, saya berkenalan dengan murid baru yang bernama Devi. Sejak hari itu kami berteman dengan baik, hingga akhirnya kami berdua bersahabat. Baru 1 semester saya di kelas 3, papa kembali ditugaskan oleh kantornya, kali ini ke Jakarta. Saya merasa sangat sedih harus berpisah dengan sahabat saya Devi, kami pun bertukar kado perpisahan beberapa hari sebelum saya pindah.

Saya sekeluarga tinggal dan menetap sampai sekarang di BSD,  Tangerang Selatan. Saya melanjutkan semester genap kelas 3 di SDI Al-Azhar BSD. Bukanlan hal sulit bagi saya beradaptasi dengan lingkungan baru mengingat sudah seringnya kami sekeluarga berpindah dari kota ke kota. Baru beberapa bulan saya bersekolah di Al-Azhar BSD, saya dan teman-teman sekelas sudah masuk BK (Bimbingan Konseling) karena suatu hal yang sekarang menurut saya sangat lah konyol dan tidak penting. Tahun berikutnya, saya naik ke kelas 4. Saya ditempatkan di kelas 4A. Dikelas 4A inilah saya menemukan sahabat-sahabat baru yang sampai saat ini masih menjadi sahabat terdekat saya yaitu Afi, Aulia, Vira, Putri, Cecen, Nindya, dan Ezky. Dari kelas 4 sampai kelas 6 kami bertujuh sangat dekat, sering kali saya menginap dirumah salah satu dari mereka. Tahun terakhir di SD, kelas 6. Saya ditempatkan di kelas 6C. Tapi ditahun ini, saya dan teman-teman seangkatan saya harus belajar lebih serius. Selain kami akan masuk ke jenjang selanjutnya (SMP), ditahun itu juga pertama kali pemerintah menetapkan program UASBN (ujian akhir sekolah berstandar nasional). Tapi Alhamdulillah dengan usaha yang disertai doa, saya dan teman-teman seangkatan lulus. Alhamdulillah saya lulus dengan nem yang cukup tinggi. Di hari wisuda, saya dipanggil maju ke panggung sebanyak 3 kali atas prestasi yang telah saya raih. Saat itu adalah pertama kalinya  saya merasa sangat bersyukur dan bangga atas hasil dari usaha saya sendiri. 
bersama papa & nicko di bali
bersama teman-teman SDI Al-Azhar bsd
saat wisuda SD


MASA SMP

Saya melanjutkan pendidikan SMP di SMPI Al-Azhar BSD, sekolah yang sama dengan SD saya. Pengalaman pertama di SMP yang saya dapatkan adalah MOS, saat itu saya baru mengenal senioritas. Dulu bayangan saya kakak-kakak senior terkesan galak dan jutek, tapi nyatanya mereka hanya mengenalkan kita pada dunia yang baru, yang jauh berbeda saat masih SD.

Tahun pertama saya di SMP sangat menyenangkan. Saya masih tetap bermain dengan teman-teman dekat saya di SD, tapi bukan berarti saya tidak bergaul dengan anak-anak baru. Saya menemukan beberapa sahabat dekat baru di SMP. Dalam sisi akademik, saya tidak terlalu mengalami kesulitan pada pelajaran-pelajaran di kelas 7. Selain karena guru-guru yang mengajar dan suasana kelas 7.2 (kelas saya) yang sangat nyaman dan menyenangkan untuk belajar, saya juga dibiasakan oleh mama agar mengulang kembali pelajaran yang telah disampaikan guru setiap malam. Masa-masa kelas 7 saya berjalan dengan lancar dan naik ke kelas 8.

Di kelas 8, saya di tempatkan di kelas 8.5. pada awalnya saya merasa betekarena tidak ada satupun teman dekat saya yang sekelas dengan saya. Namun, setelah saya menjalankan hari-hari saya di kelas 8.5, saya merasa sangat nyaman dengan kelas ini, saya menemukan sahabat baru dikelas ini yang bernama fasya. Selama satu tahun saya selalu duduk semeja dengan fasya. Tapi kami tetap bermain bersama teman-teman yang lain. Banyak sekali kenangan yang tidak terlupakan di kelas 8.5, tidak ada hari tanpa tertawa di kelas 8.5, meskipun kelas ini kerap kali di marahi guru. Di kelas 8 ini, saya juga menjabat sebagai pengurus OSIS bidang kesenian. Pada saat itu, OSIS angkatan saya memiliki sebuah program bernama universal, yaitu, sebuah acara yang mengadakan berbagai perlombaan antar sekolah seperti futsal, tari tradisional, paduan suara, dan lain-lain. Serta ditutup dengan acaraclosing party dengan mengundang penyanyi dan band-band ternama sepertivierra, dead squad, endah&rhesa, dan masih banyak lagi. Itu adalah suatu kebanggan disaat acara kami bisa dibilang sukses mengingat usaha-usaha yang saya dan teman-teman osis lakukan seperti mencari dana, mendekorasi tempat, membuat proposal dan lain-lain. Dan di kelas 8 inilah saya dan teman-teman angkatan 16 (angkatan saya) membuat nama angkatan yaitufelliosix yaitu singkatan dari friendship line of sixteen. Di luar sekolah, saya juga mengikuti les vocal di elfa secioria music school bersama teman dekat saya Amanda. Beberapa kali saya tampil bernyanyi pada acara yang diadakan oleh sekolah musik ini dan sekali saya tampil di acara sekolah saat ramadhan dan disiarkan langsung di TV one. Rasanya malu dan deg-degan, tapi itu adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Tahun-tahun dikelas 8 saya memang sangat tak terlupakan. Saya pun Alhamdulillah naik kelas 9 dengan nilai yang cukup memuaskan dan mendapatkan peringkan ke 2 di kelas 8.5.

Memasuki tahun terakhir di SMP, saya ditempatkan di kelas 9.1. Kelas 9.1 adalah kelas unggulan yaitu kelas yang berisi anak-anak dengan nilai diatas anak-anak kelas lain. Ini adalah pertama kalinya saya masuk di kelas unggulan selama di SMP. Pada awalnya saya sangat merasa tidak nyaman dengan kelas ini, anak-anak di kelas 9.1 rata-rata sudah sekelas selama 3 tahun kalau prestasi nilainya stabil, jadi saya merasa seperti orang baru dikelas ini, dan jumlah siswa laki-laki dikelas ini pun hanya 8 orang dari 36 murid yang ada dikelas 9.1. Pada awalnya memang saya tidak senang dikelas ini, apalagi jika dibandingkan dengan kelas sebelumnya di 8.5 yang ribut dan seru. Untungnya ada dua sahabat saya yaitu Afi dan Aulia di kelas 9.1. Seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai terbiasa dengan suasana kelas 9.1 yang terkesan sepi dibandingakan dengan kelas lain. Saya mulai mengikuti gaya belajar mereka dan mulai meninggalkan kebiasaan nyantai-nyantai akan belajar mengingat saat itu saya sudah kelas 9 yang berati akan mengikuti UN (Ujian Nasional). Dikelas 9 ini, saya juga berhenti les vocal dan EF (English First) dan saya juga mengikuti les BP (Bimbingan Pelajar) demi memfokuskan diri untuk UN. Pada bulan Februari, saya mengikuti tes masuk SMA Labschool Kebayoran. Pada awalnya saya hanya mencoba ikut tes saja karena mama saya ingin saya masuk ke SMA tersebut. Seminggu kemudian, hasil tes pun keluar dan Alhamdulillah saya keterima. Saat itu saya masih bingung apakah mau masuk ke SMA itu atau tidak dengan alasan jarak rumah dan sekolah yang terbilang jauh. Saat SMP, saya juga terbiasa bangun jam 6.00 pagi karena jarak rumah dan sekolah yang dekat, maka itu saya ragu apakah saya mampu sekolah di SMA Labschool Kebayoran. Kata mama “kita nggak boleh terus-terusan ada di comfort zone. Kapan lagi mau biasin bangun pagi kalo bukan sekarang. Lagian masa sampe gede kamu mau subuhnya telat terus”. Akhirnya dengan support teman-teman dan keluarga, saya menyetujui untuk mendaftarkan diri di SMA Labschool Kebayoran. Semakin dekat dengan UN, semakin banyak pula bekal yang telah saya dan teman-teman felliosixdapatkan, mulai dari pemantapan  jam 0 (pemantapan yang diadakan jam 6 pagi sebelum KBM berlangsung), pemantapan sore, pemantapan malam, dan Try out yang Alhamdulillah saya selalu mendapatkan peringkat yang cukup baik di angkatan meskipun nilai nya belum mencapai target. Selain mempersiapkan diri untuk ujian nasional, saya terpilih menjadi panitia BTS (Buku Tahunan Sekolah) sebagai ketua seksi tim kreatif. Saya dan panitia BTS yang lain harus mengurus semua buku tahunan angkatan kami seperti melakukan photo shoot setiap kelas ditempat yang berbeda, mengumpulkan data-data, dan merekam secara diam-diam momen-momen selama 1 tahun di kelas 9 untuk dijadikan video angkatan.

Pada tanggal 25-28 April, saya dan felliosix melaksanakan UN. Dengan bekal ilmu selama 3 tahun dan doa, kami yakin akan mendapatkan hasil yang terbaik. Beberapa hari setelah ujian nasional, saya dan felliosix pergi ke Bali dalam rangka perpisahan selama 3 hari. 3 hari yang tidak akan pernah terlupakan. Di malam promnight kami menyaksikan bersama video angkatan dengan tawa dan diakhiri dengan tangisan haru bahwa setelah ini kami harus berpisah. Sepulangnya dari Bali, kami mendapatkan libur yang panjang, namun masih merasa deg-degan menunggu hasil UN. Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun datang, saya dan felliosix beserta orang tua kami pergi ke masjid As-syarif yang terdapat di depan sekolah untuk melakukankhataman yaitu beberapa dari kami terpilih untuk membacakan ayat suci Al-Quran dan kemudian membuka amplop berisi pernyataan lulus atau tidaknya kami bersama-sama. Satu persatu teman-teman saya melakukan sujud syukur ketika mengetahui bahwa ia lulus, saya pun begitu, kami semua lulus 100%. Beberapa hari setelah khataman, kami datang ke acara wisuda. Saat acara wisuda, saya dan teman-teman perempuan saya mengenakan kebaya berwarna putih beserta kain songket, dan yang laki-laki mengenakan jas. Di acara wisuda ini kami dipanggil satu persatu ke panggung untuk diberikan piagam serta ijazah. Alhamdulillah saya mendapatkan nem sedikit di atas target saya yaitu 37,05. Saya cukup merasa puas atas kerja keras yang diiringi doa selama ini, walaupun saya sedikit kecewa tidak mendapatkan penghargaan apapun seperti saat di SD, namun support dari papa yang berkata “gak terlalu penting maju ke depan nerima penghargaan, yang penting usaha yang udah kamu lakukan…lagi pula kan udah keterima di labschool, papa dan mama bangga kok”.
bersama keluarga di universal studio singapore
pelantikan OSIS MPK PASGAP periode 2010-2011
bersama keluarga besar
bersama axel & fasya
bersama panitia buku tahunan sekolah
di hari wisuda bersama aulia & afi

MASA SMA

Akhirnya saya melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya di SMA Labschool Kebayoran. Seperti murid-murid di sekolah lainnya, saya dan teman-teman baru saya mengikuti MOS. Saya mengikuti MOS selama tiga hari, namun MOS di SMA Labschool ini berbeda dengan MOS yang sudah saya alami sebelumnya, kami para siswa baru tidak memakai seragam SMP asal melainkan sudah memakai seragam SMA. Di MOS ini kami membuat nametag yang menurut saya sulit dibuat. MOS dimulai dengan lari pagi dan di akhiri dengan apel penutupan. 

Setelah menjalani MOS selama tiga hari, saya pun memulai hari-hari baru SMA di kelas XF. Di kelas sepuluh, saya cukup cepat beradaptasi dengan teman-teman, namun saya merasa kesulitan beradaptasi dengan pelajaran. Tak seperti di SMP dulu, saya sering kali mendapatkan nilai buruk saat ulangan sehingga harus mengikuti remedial. Oleh karena itu saya mulai meninggalkan kebiasaan buruk saat masih SMP yaitu tidak belajar walaupun besok ada ulangan. Di kelas sepuluh ini, saya dan dan teman-teman juga mengikuti beberapa kegiatan non akademik. Yang pertama, kami mengikuti pilar (psantren islam ramadhan) pada bulan puasa. Beberapa bulan setelah itu, tepatnya bulan Oktober, kami mengikuti Trip Observasi yang di awali dengan pra Trip Observasi, disini terbentuklah nama angkatan kami angkatan sebelas yaitu Dasa Eka Cakra Bayangkara, singkatannya Dasecakra. Kami pergi ke desa Parakan Ceuri selama lima hari. Mengikuti banyak kegiatan seperti menanam padi, membajak sawah, berpetualang di hutan, api unggun, dan lain-lain. Kami mendapatkan banyak pelajaran baru dan merasakan bagaimana hidup di desa, seru dan menyenangkan. Di bulan Januari kami Field Trip ke Bandung selama dua hari. Dan pada bulan April, kami mengikutin kegiatan bintama (bina mental kepemimpinan siswa). Kami pergi selama enam hari ke markas kopasus di Serang, Banten. Disana kami di bimbing oleh kopasus melakukan kegiatan yang menanamkan kedisiplinan. Meskipun bintama melelahkan, saya banyak mendapatkan pelajaran dan kegiatan-kegiatannya pun seru sekali.

Memasuki dua bulan terakhir kelas sepuluh, saya belajar dengan giat, mengingat penjurusan dan kenaikan kelas sudah didepan mata. Saya belajar setiap malam, mengikuti les privat, dan mengurangi waktu main karena harus mengejar nilai untuk penjurusan. Akhirnya Alhamdulillah saya naik kelas dan bisa masuk jurusan IPA.

Sekarang saya sudah kelas sebelas dan masuk ke kelas XI IPA 2. Kelasnya seru dan teman-teman saya di XI IPA 2 pintar-pintar, oleh karena itu saya harus lebih rajin belajar agar dapat meraih apa yang saya inginkan.  Dan semoga saya bisa membuat kenangan-kenangan indah bersama teman-teman di SMA Labschool Kebayoran ini.
saat Trip Observasi. vinny-dissa-kujep-syahla-ario
XF saat lari pagi terakhir :-)
tahun baruan sama teman-teman

dissa-rani-via-farina-inaz
Masih panjang perjalanan hidup yang harus saya lalui, masih banyak pelajaran yang harus saya ambil, masih banyak rintangan di depan nanti, dan masih banyak pula mimpi-mimpi yang harus saya raih. Insyaallah saya masih diberi umur untuk meraih mimpi-mimpi itu dan membahagiakan orang tua saya. amiiin :-)

1 komentar: