Sabtu, 29 September 2012

Tugas-1 Autobiografi

                  16 TAHUN PENGALAMAN HIDUP



Waktu bayi
Pada pagi hari tanggal 14 Mei 1996 lahirlah seorang anak laki-laki dengan berat 2,5 kilogram di rumah sakit Asih Jakarta. Anak tersebut bernama Rizki Taufik Megananda Wirahaditenaya, anak pertama dari bapak Tony Gastina Megananda dan ibu Dita Ramdhani Menuk. Asal nama Megananda adalah nama dari marga keturunan ayah saya, nama Wirahaditenaya adalah nama yang diberikan khusus oleh kakek dari ayah saya karena saya anak laki laki dari putranya, dan Rizki Taufik adalah nama saya sendiri. Saya 2 bersaudara, adik saya lahir cukup lama setelah saya, 5 tahun lamanya, yaitu pada tanggal 18 Agustus 2001, sehari setelah hari perayaan kemerdekaan indonesia (17 Agustus).


Waktu bayi bersama ayah

Saat kecil, saya senang sekali merayakan hari ulang tahun saya, seperti anak anak lain kebanyakan, saya merayakannya hampir setiap tahun, biasanya ibu saya mengajak keluarga besar saya atau teman-teman juga tetangga saya. 


Yang ini saat ulang tahun sepupu
 
Taman Kanak-kanak

Pada umur 3 tahun saya akhirnya mulai bersekolah atau masuk ke taman bermain di Kelompok Bermain An-nisaa (KB An-Nisaa). Disana saya mulai mengenal teman-teman baru dan mulai belajar membaca dan menulis, setahun kemudian saya melanjutkan ke tingkat TK yaitu Taman Kanak-kanak dan masih tetap di sekolah An-nisaa tersebut. Saya masih teringat saat itu saya sangat sering bermain dengan teman saya yaitu andra dan randa. Saya sendiri mengalami Taman Kanak-kanak tersebut selama 2 tahun sebelum saya masuk SD, yaitu TK A dan TK B dalam kata lain adalah TK besar dan TK kecil. Saat itu adalah saat benar benar bermain dan belajar. Kadang-kadang juga kita disuruh membawa mainan kita ke sekolah sehingga kita suka bertukar dengan teman-teman lain dan bermain bersama.



Bersama adik saya waktu bayi



 Sekolah Dasar

Setelah menempuh masa-masa yang lebih senang bermain itu akhirnya pada umur 6 tahun saya masuk ke jenjang SD, dan masih di An-Nisaa juga. SD An-Nisaa menurut sya sendiri sangat bagus, sistem pembelajaranny menarik, dimana di setiap kelas terdapat karpet selain meja dan kursi, jadi saat kita mendengarkan guru menerangkan pelajaran, kita semua duduk di karpet dan setelah itu saat mengarjakan tugas atau ulangan, kita duduk di meja. Menurut saya itu sangat efektif buat saya sendiri sehingga sewaktu SD, semua pelajaran tersebut bisa masuk dengan mudah ke otak saya dan Alhamdulillah saya hampir setiap tahun masuk 5 besar.


Acara Keluarga di puncak


Outbond pertama dengan ayah
Di masa-masa SD saya sedang senang-senang nya bermain bola, dan mencoba hal hal baru, seperti foto outbond di samping. hampir setiap hari saya bermain bola, tidak di sekolah dan tidak di rumah pasti selalu bermain bola dan itu membuat kulit saya menjadi lebih gelap pada saat itu. Dulu setiap istirahat kita selalu bermain bola entah itu di hall atau di lapangan hijau, saya juga mengikuti ekskul bola selama beberapa tahun walaupun saya tidak mahir-mahir dalam hal itu, dan saat sepulang sekolah saya selalu ikut tetangga-tetangga saya bermain bola di lapangan bola, kita selalu bermain nyeker atau tanpa menggunakan sepatu atau sandal, karena menurut saya kita akan lebih semangat dan bergerak bebas tanpa ada sesuatu di kaki. Pokoknya semua tentang bola bola dan bola, dimana saya sering membeli bola dan menghilangkannya dan membuat bola tersebut terbang jauh entah kemana.

Tentu saja kita pasti di beri pelajaran-pelajaran dasar saat SD, pelajaran dasar tersebut di antaranya adalah seperti manasik haji, dimana kita berpura-pura melakukan haji, seperti melempar jumrah, memotong rambut, mengenakan pakain haji dan lain-lain. Kegiatan lainnya adalah sex education, pentas seni setiap tahun, assembly di setiap jam akhir hari jumat, dan masih banyak lagi yang terlalu banyak jika saya sebutkan semuanya (padahal lupa nama-nama acaranya).

Acara SD

 
Pada saat SD saya mempunyai sahabat dekat yang sangat baik orangnya, rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari rumah saya, hanya menyebrangi jalan raya satu kali saja, kita sering main bersama baik di sekolah maupun di rumah, dia sering bermain ke rumah saya dan saya juga sering main kerumahnya. Saking akrabnya saya malah sering mengajak tetangga dekat saya untuk main kerumahnya juga, dan dia juga mengajak tetangganya sehingga menambah teman bermain. Dulu kita sering bermain sepeda, bermain bola, juga PS (PlayStation). Ibu kami juga sangat dekat, saat itu juga saya dekat dengan teman saya randa dan ega, dan ibu kami berempat juga sangat dekat, sering mengobrol dan bertemu, sehingga saat kelas 6 SD pun kami 1 tempat les bimbel untuk menghadapi UAN (Ujian Akhir Nasional) pertama untuk tinggat SD. Kalau tidak salah saat itu adalah UAN pertama, tetapi saya tidak ambil pusing soal itu.

Nilai UN saya saat SD cukup bagus, yaitu 26,65 hampir mendekati rata-rata 9. Sampai sekarang pun kami masih menjalin hubungan, seperti buka bareng angkatan 7, reuni angkatan setiap tahunnya dan lain-lain.

Acara keluarga di puncak

Setelah kelulusan SD An-Nisaa saya sudah mencoba tes di beberapa sekolah sepeti LabSchool dan Pembangunan Jaya, tetapi pada saat itu saya tidak diterima di Labschool karena pada saat tes saya tertidur sehingga tidak mengerjakan seluruh soalnya. Ha ha ha. Akhirnya saya di terima di SMP PJ (Pembangunan Jaya). Dan bukan saya sendiri yang diterima di SMP Pembangunan Jaya tersebut berasal dari SD An-Nisaa, terdapat beberapa teman saya juga. SMP Pembangunan Jaya terletak di sektor 3 Bintaro Jaya, saat itu saya memikirkan untuk kembali lagi ke An-Nisaa karena letaknya lebih dekat dan masuknya sedikit lebih siang, tetapi orang tua saya menyarankan agar tetap di Pembangunan Jaya saja.


Lebaran 2008


Sekolah Menengah Pertama

Disuruh membersihkan lapangan
Saat kelas 1 SMP atau kelas tujuh, saya mendapat kelas 7A dan disana saya sering bermain dengan teman saya yg bernama ravi, kami sering ngerjain temen-temen sekelas, dan teman kami yang bernama agie pun punya hobi yang sama, sehingga kita sering merusak kelas. Saat saat ini di mana saya baru beradaptasi di SMP sehingga saya sering cari masalah dengan orang-orang sekitar. Teman saya yang ravi ini sering memalak teman-teman sekelas saya dan kadang dia suka membagi hasilnya kepada saya dan agie. Ravi sudah ada bibit bibit kenakalan sejak dulu sehingga pada saat kelas 8 dia di pindahkan sekolahnya keluar PJ, sedangkan agie. Hampir setiap minggu pasti ada yang kena sama kita bertiga. Saat itu pun di PJ banyak anak berdarah panas yang ingin mengalahkan yang lainnya dalam berkelahi, sehingga awalnya hanya di antara teman sekelas dan akhirnya harus menghadapi teman-teman dari kelas lain juga.


Pada semester 1 pun akhirnya tidak sedikit siswa yang di panggil ke ruang bk dan orang tua pun di panggil ke sekolah. Karena kebodohan seorang teman pun akhirnya video-video perkelahian itu pun tersebar semua, sehingga guru tahu siapa saja yang berkelahi. Apesnya video-video saya juga terpampang disana dan orang tua murid yang di panggil pun di suruh melihat video tersebut. Habislah saya. Kelas 7 adalah masa yg suram karena banyak anak-anak kecil yang sudah merasa dewasa sehingga kelas kita sering melawan guru dan ada juga guru yang keluar kelas atau pun nangis. Tetapi kurikulum di SMP PJ tersebut termasuk bagus, sehingga tidak ada penyesalan juga untuk masuk SMP disana. Tergantung sifat anaknya juga dia ingin jadi apa disana, sehingga hanya sedikit yang berakhir buruk. Di angkatan saya setidaknya ada lebih dari 6 orang yang pindah sekolah keluar PJ, dan ada juga yang pindah masuk ke PJ walaupun jumlahnya lebih dikit dari yang keluar. Saat di SMP pun kami tentu tidak melupakan teman-teman SD dan kita suka mengadakan reuni

Reuni SD
Satu angkatan kami terdiri dari kurang lebih 109 anak pada akhir kelas 3 yang ikut kelulusan. Saat kelas 7 saya memang anak yang nakal tetapi nilai saya baik dan saya masuk 10 besar. Karena kenakalan saya dan ravi, akhirnya saat naik ke kelas 8 saya seperti sengaja di asingkan oleh guru-guru, teman sekelas saya tidak ada yang cowonya bandel banget juga, sehingga saya bandel sendiri. Sayangnya di kelas 8 pun kadang-kadang saya masih suka sedikit melawan guru, tapi kali ini saya sendiri, tidak ada teman-teman seperti dulu waktu kelas tujuh, yang lain hanya melihat dan menasehati. Pada kelas 8 ini kita masih merasa bebas karena belum kelas 9 dan masih lama menyambut UN. Sehabis solat kami sering bermain kuda tomprok atau perang sarung.

Join (9C)
Di kenaikan kelas 9 pun akhirnya semua bercampur, sepertinya semua muridnya sama rata, dan pada awalnya angkatan kita pun (angkatan 15) sudah bersatu, tetapi karena suatu masalah akhirnya angkatan kami terpecah pecah pada pertengahan semester 1, setiap kelas di beri nama, kelas 9A ardhox, 9b sab, 9c join, 9d ordhox. Tetapi terbaginya angkatan kami bukan berdasarkan kelas tetapi teman sepermainan di luar, entah bagaimana tiba-tiba kami memberi nama komplots. Cukup aneh sebenarnya melihat teman seangkatan menjadi berkubu-kubu karena hal sepele, tapi ya semua tidak bisa terhindarkan, masalah-masalah sepele itu bertumpul-tumpuk dan lama-lama meledak tak tertahankan.



Kami sering main bareng dan waktu itu kita juga ke bandung bareng, pertama kita ngumpul di rumah temen subuh subuh, lalu kita pergi setelahnya lewat puncak. Kita makan pagi di puncak di dekat rindu alam dan setelah itu bermain di rumah temen saya di bandung. Memang tidak terlalu banyak yang kita lakukan disana, seperti bermain kartu, main catur, ngobrol-ngobrol, dan makan-makan. Tetapi waktu bisa berlalu dengan sangat cepat jika kita menikmatinya dengan teman-teman terdekat.

Komplots



Setelah sekian lama akhirnya perselisihan sedikit berkurang dan sehari setelah pulang dari Bandung anak-anak yang lain mengadakan acara ke dufan, sayangnya anak-anak komplots tidak ada yang datang kecuali saya, karena saya tidak berselisih dengan siapapun maka disana kami bermain seperti biasanya. Tetapi kita kesana tidak terlalu memikirkan tentang wahananya, kita lebih mementingkan kebersamaan sehingga tidak banyak wahana yang kita naiki, hanya beberapa dan di selingi oleh kumpul-kumpul dan makan saja.

Di akhir kelas 9 sekolah kami mengadakan acara study tour di Bandung, disana kami bebas ingin memilih 1 kamar dengan siapa, 1 kamar isinya 4 anak. Anak-anak di kamar saya memutuskan untuk mengangkat kasur dan bergabung dengan kamar sebelah sehingga menjadi lebih ramai, 1 kamar isinya 8 anak. Disana kami bersenang-senang, ada acara api unggun, prom, dan lain-lain. Kebetulan sehari setelah acara puncak tersebut adalah hari ulang tahun saya, sehingga saat satu angkatan beristirahat di rumah teman kami untuk makan siang mulai terjadi cebur ceburan.

Studi Tour

Tidak terasa ternyata sudah 3 tahun sudah kami lewati, akhirnya pun pengumuman kelulusan menjadi momen penting terakhir selama di SMP buat kami, dimulai dari pembagian lulus atau tidak, pembagian nem (nilai akhir ujian nasional), dan hingga akhirnya wisuda. Semua momen tersebut pun kami rayakan dengan foto-foto dan bercanda ria. Selama liburan pun kami masih sering main bareng untuk mengisi liburan panjang yang kadang membuat bosan tak tertahankan di rumah.

Pengumuman Kelulusan
Wisuda
Saat masih di SMP saya mencoba lagi untuk masuk Labschool Kebayoran, cuma kali ini berbeda, kali ini adalah tes SMA dan kali ini saya tidak tertidur dalam mengerjakannya, tesnya pun cukup lancar hingga akhirnya saya diterima dan masuk ke dalam SMA Labschool Kebayoran, karena sebelumnya ingin masuk ke SMAN 70 dan tidak boleh oleh ibu karena takut seperti dulu lagi, selain itu SMA tersebut masih terkenal dengan taurannya sehingga terdapat kekhawatiran dari orang tua.


Sekolah Menengah Atas

Akhirnya hari yang dinantikan pun tiba, masuk lingkungan baru yang hanya ada 3 anak yang datang dari SMP yang sama dari 240 anak seangkatan. Saat pramos saya pertama kenalan dengan mikhail dary, saat itu dia sangat baik, dia mengajak saya dan rayhan bayu potong rambut bareng dan makan sehabis pramos, sehabis itu dia antarkan lagi ke sekolah. Saat mos saya masih malas banyak ngomong sehingga saya hanya diam dan jarang bergerak. Saat lari pagi pertama mos, saya hanya bermain dengan Bunawar dari SMP Albin (Al-Azhar Bintaro). Dulu SMP kami berdekatan walaupun kami tidak dekat. Akhirnya setelah lari dia mengenalkan saya kepana Maga dan maga mengenalkan kami kepada Rendy yang akhirnya maga dan rendy menjadi teman sekelas saya di XB. 


Ketika bosan di kelas

Saat masuk XB semua terasa berbeda, situasi kelas berbeda menjadi lebih sempit dan muridnya juga lebih banyak. Saat itu saya sering duduk sama maga. Saat pertama masuk kelas saya dan maga sering ngisengin anak-anak padahal belum kenal semuanya. Sampai suatu saat Rendy mengamuk gara-gara di katain oleh saya dan Maga. Saya juga dulu sering ngatain badra, awalnya dia selalu marah dan kami tidak akrab, tapi lama kelamaan dia sudah biasa dan sudah mulai asik sehingga akhirnya saya juga sering bermain dengannya. Selama di xb mungkin saya banyak dosa karena dalam sehari pasti ada yang ngambek, semua anak laki-laki di kelas pasti pernah kena, sampai yang sebesar hasif pun ngambek walaupun jarang. Pas upacara 17-an pertama, saya hasif maga jako pun di suruh untuk menjadi petugas upacara, karena bosan akhirnya pun ya kami mau, tetapi kami tidak melanjutkan menjadi pemeriah.

17 Agustus 2011
Di SMA Labschool, saya dan beberapa teman saya mengikuti ekstrakulikuler rugby karena kelihatannya sangat menarik dan beda dari yang lainnya. Olahraga ini terlihat sangat keras dan oleh karena itu kita harus menahan emosi kita juga untuk mengetes kemampuan kita sendiri
Dan Alhamdulillah setelah beberapa kali latihan dan sparing melawan sekolah lain, akhirnya usaha kami tidak sia-sia dan kami pun memenangkan SkyBattle 2012 :)

Di XB cukup menyenangkan, laki-lakinya sering keluar kelas bermain bola dan XB suka mengadakan acara makrab, bukber, dan lain-lain. Saat kumpul pertama kali kami adakan di rumah Melissa, disana semua berkumpul dan kami pun mengajak pak Eri sekeluarga. Disana kami bermain, solat, makan, dan akhirnya bermain kembang api dan ada kejadian yang hampir membuat arkan gosong tertembak kembang api. Waktu itu dengan tidak sengaja maga mengarahkan moncong kembang apinya kpd arkan, saat itu dia kira sudah habis padahal masih ada 2 atau 3 tembakan lagi. Untung saja arkan sempat menunduk dan kembang meledak di belakangnya menabrak tembok. Semua terdiam kaget dan akhirnya pun tertawa. Kelas XB memang penuh dengan keceriaan disertai tawa.

Bukber pertama XB

SMA Labschool Kebayoran selalu dipenuhi dengan acara-acara non akademis yang bagus, contohnya adalah TO, BINTAMA dan lain-lain. Ini lah yang membuat SMA Labsxhool lebih unggul dari sekolah lain. Di tempat tersebut saya belajar kemandirian, kedisiplinan, dan sebagainya, semua itu kira-kira akan sangat membantu di masa yang akan mendatang. Acara nya menarik dan ingin rasanya mengulangnya lagi, di acara-acara tesebut ada penjelajahan, lintas budaya, bekerja di desa, olahraga pagi saat TO dan jurit malam, survival, dan berbagai cara militer (kopassus) saat bintama.

Penjelajahan TO

Saat refleksi kelas atau di sebut perpisahan kelas pun kami mengadakannya di salon milik sekar yang letaknya di sektor 4 Bintaro Jaya. Tempatnya sangat luas dan juga bertingkat sehingga kami bisa bermain dimana saja, kami mengadakan refleksi itu selama 2 hari 1 malam. Siangnya kita hanya sibuk bermain xbox yang dibawa maga, main kartu, dan nonton. Malam harinya barulah kita menonton poling kelas dan saya mendapat ter-telat dan ter-ngantuk, itu memang ngga adil tapi sayangnya semua itu benar. Setelah itu kita lanjutkan dengan nonton lagi dengan infocus. Saat tengah malam ada yang tidur dan ada juga yang tidak tidur sampai pagi. Saya sempat tidur sejam dan akhirnya saat jam 12 lewat bangun lagi dan tidak bisa tidur sehingga kita bermain kartu dan ngobrol di balkon luar yang besar, karena balkonnya itu bagian dari rumah makan yang berada di dalam salon itu.

Study Tour Bandung 2011
Makan-makan 2011

Di kelas XI dengan rasa sedikit kecewa akhirnya saya masuk IPS, karena mungkin IPA memang bukan jalan saya, jadi ya sudahlah jalani hidup apa adanya kaarena Allah tau yang terbaik. Di kelas sebelas ini (XI IPS 1) memang tidak seramai XB, karena memang jumlah muridnya lebih sedikit dan kita sudah penjurusan jadi tidak terlalu berisik seperti kelas sepuluh. Di masa SMA pun saya tidak melupakan teman-teman SMP, saya masih sering main bareng dan tidak jarang juga ada reuni angkatan. Jangan melupakan teman lama ketika ada teman baru.

Lebaran 2012
Reuni SMP

Mohon maaf karena post ini saya bikin secara singkat karena terlalu banyak yang tidak bisa dipublikasikan.

1 komentar:

  1. "Jangan melupakan teman lama ketika ada teman baru."
    Mungkin ini yang paling berkesan saat saya membaca autobiografi Rizki Pemuda yang biasa disapa "Akang" ini mengakrabi olahraga rugby, dengan prestasi yang patut dibanggakan. "Alhamdulillah setelah beberapa kali latihan dan sparing melawan sekolah lain, akhirnya usaha kami tidak sia-sia dan kami pun memenangkan SkyBattle 2012 :)", begitu Rizki menulis.

    BalasHapus