Kamis, 27 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Muharam Kemal Adam


16 Tahun Yang Penuh Dengan Warna-Warni

 Sejarah hidup saya dimulai pada hari Minggu, 19 Mei 1996 pada pukul 22.20 WIB di Rumah Sakit Asih Jakarta, dengan berat 3,3 kg yang dilahir secara normal dari pasangan Zamil Zaidan dan Ayulia. Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara, saya mempunyai seorang adik laki-laki yang hanya berbeda 4 tahun dengan saya. Pada saat saya lahir kedatangan saya sangat dinanti-nantikan oleh banyak saudara dan keluarga. Ketika saya menginjakan kaki ke dunia ini seluruh saudara dan keluarga saya sangat senang dan bahagia.

Namun, kebahagian ini tidak bertahan lama. Ketika saya berumur 9 bulan, ibu saya terkena tetanus yang mengakibatkan dirinya mengalami koma. Ibu saya mengalami koma sekitar 45 hari. Pada saat itu, dokter yang merawat ibu saya sudah tidak dapat menolongnya. Dokter tersebut pun berkata, bahwa waktu ibu saya tidak lama lagi. Namun, Allah SWT berkehendak lain, ibu saya yang sebelumnya dikatakan tidak dapat tertolong lagi dapat hidup kembali. Katanya, dengan adanya saya di sisinya keadaannya semakin membaik dari hari ke hari. Setelah mendengar kisah tersebut, saya ingin bercita-cita menjadi seorang dokter agar jika ibu saya sakit lagi, maka saya lah yang akan menolongnya. Itulah impian yang saya inginkan pada saat saya kecil.

Saya dari kecil dibesarkan bersama kedua orang tua saya di Jalan Jembatan Selatan no. 25 Blok A Keb.baru Jakarta Selatan. Selama kecil saya selalu bermain bersama dengan kakak sepupu saya yang tinggal bersama dengan saya. Saya menganggap kakak sepupu saya itu sebagai kakak saya sendiri, karena kakak sepupu saya tersebut selalu mengajarkan bagaimana cara bermain kartu, bermain catur, dan cara membaca. Walaupun saya pada saat itu juga kurang mengerti bagaimana cara mainnya walau sudah diajarkan berkali-kali.

Masa KB/TK

Masa kanak-kanak saya , saya habiskan di TK Aisyiah yang terletak di Kebayoran Baru. Selama saya disana saya mengenal banyak teman dan banyak pengalaman. Salah satunya adalah pentas Drum band, pentas ini diadakan sebagai ajang perlombaan dalam acara 17 agustus, sebelum hari perlombaan itu datang, saya selalu berlatih sepulang bersama teman-teman dan guru-guru pendamping. Hari yang dinanti-nantikan pun datang, awalnya saya gugup karena melihat begitu banyak peserta dari berbagai sekolah, selain itu, pentas ini adalah seni pertunjukan pertama bagi saya. Akan tetapi, salah satu guru pendamping saya memberi nasihat kepada saya, ia berkata,”walaupun nanti kamu kalah atau pun menang itu adalah suatu pengalaman pertama bagi kamu, jika nanti kita kalah , itu adalah suatu babak awal bagi kita untuk menjadi seorang pemenang”. Setelah saya mendengar nasihat dari guru saya itu, saya pun membuang rasa gugup saya dan tampil dengan penuh semangat. Pada akhirnya, saya mendapatkan piala juara 2, walaupun saya tidak mendapatkan piala juara 1, saya tetap bersyukur karena ini adalah pengalaman pertama saya dalam seumur hidup.

Selain memiliki pengalaman mengikuti pentas Drum Band, sehari-harinya saya dan teman-teman saya selalu membaca Iqro setiap pagi hari sebagai pembuka awal kegiatan belajar dan mengajar dan setiap hari sabtu kami selalu membawa mainan kesukaan kami ke sekolah, karena setiap hari sabtu adalah hari yang sangat menyenangkan dan santai bagi kami.

Saat saya berulang tahun ke 6, saya ingin merayakan bersama dengan teman-teman saya. Maka itu, orang tua saya mengabulkan keinginan saya itu dan saya merasa sangat senang karena ini ulang tahun pertama saya yang dirayakan bersama dengan teman-teman saya di sekolah, selain merasa senang karena dirayakan bersama dengan teman-teman, saya juga merasa bahagia, karena teman-teman saya memberikan banyak hadiah kepada saya.

Masa SD

Saya dahulu sekolah di SDS Muhammadiyah 5 yang bertempat di jalan Limau 3. selama bersekolah disana saya memiliki teman baru dan karena sekolah ini adalah sekolah Islam, maka kami semua diwajibkan mengkhatam Al-Qur’an ketika lulus di kelas enam nanti. Selain itu, yang membuat saya senang bersekolah disini adalah Classmeeting dan Pariwisata bersama teman-teman dan guru-guru setiap semesternya.

Namun, pada hari pertama saya masuk ke kelas enam, wali kelas saya mengatakan bahwa pada angkatan saya untuk meneruskan ke jenjang SMP saya harus melewati ujian nasional atau yang disebut dengan UASBN (Ujian Akhir Sekolah Bertaraf Nasional) yang dilaksanakan pertama kalinya untuk tingkat SD. Saya pun langsung khawatir jika saya tidak dapat lulus ujian nasional. Akan tetapi, rasa khawatir yang saya alami pada saat itu mulai reda ketika wali kelas saya mengatakan bahwa dia sangat yakin bahwa angkatan saya dapat menempuh ujian nasional itu. Maka dari itu, kami selalu banyak mendapatkan latihan atau bimbel khusus dari para guru yang mengajar dan pada setiap akhir bab pelajaran kami selalu mengikuti TO (Try Out). Walaupun memang awalnya saya mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Tapi, saya tidak ingin putus asa, saya selalu belajar dengan giat bersama dengan ibu dan ayah saya dan terkadang saya juga minta bantuan ke kakak saya juga jika ayah atau ibu saya tidak ada di rumah.

Hari yang sudah ditunggu-tunggu pun datang, saya menjalani semua ulangan yang diantaranya ujian praktek, Ujian Akhir Sekolah (UAS), dan UASBN dengan baik, walaupun ada beberapa mata pelajaran yang saya kurang yakin untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pada saat semua ujian telah selesai dilaksanakan, orang tua saya menyarankan saya untuk melakukan shalat malam setiap hari selama liburan agar semua usaha yang telah saya lakukan dapat berjalan dengan baik. Ternyata ujian yang telah saya lalui itu mendapatkan hasil yang maksimal.

Masa SMP

Saat duduk di bangku kelas 2 SMP

Saya melanjutkan tingkat pendidikan kejenjang menengah pertama, yaitu SMPN 11 Jakarta. Saya masuk ke sekolah ini bersama dengan angkatan saya yaitu angkatan 2011. Selama bersekolah di SMPN 11 saya memiliki banyak pengalaman yang bias dikatakan seru. Awal masuk ke sekolah ini saya mengalami Masa Orientasi Siswa (MOS) selama 4 hari. Disana saya diperkenalkan apa-apa saja peraturan yang ada, sistem belajar, kegiatan yang biasa dilakukan setiap minggu, dll. Selama MOS saya memiliki kegiatan yang tidak dapat dikatakan mudah, karena selama MOS saya harus bangun pagi dan saya baru boleh diijinkan untuk pulang ketika waktu sudah menunjukan pukul 4 sore.

Selain memiliki pengalaman MOS, saya juga memiliki pengalaman berorganisasi, pada saat itu saya menjabat sebagai wakil ketua bidang 2 yang bertugas mengawasi bidang bendahara dan sekretaris. Pada awalnya saya bingung kenapa wakil ketua bidang 2 hanya menangani bagian bendahara dan sekretaris, sedangkan wakil ketua bidang 1 menangani seluruh bidang, seperti bidang rohani, bidang olahraga, bidang pendidikan, bidang acara, bidang kesenian, dan bidang kesehatan.

 Ternyata itu dikarenakan bagian bendahara adalah bagian yang selalu berurusan dengan uang yang telah dikumpulkan dalam bentuk kas. Sedangkan, sekretaris adalah bagian yang selalu membuat surat-surat perizinan tertentu yang dibutuhkan oleh OSIS. Maka dari itu, dua bidang ini tidak dapat digabungkan dengan bidang-bidang lainnya. Walaupun saya hanya menangani bagian bendahara dan sekretaris, namun. Saya juga membantu wakil ketua bidang 1. dan masa jabatan saya berakhir pada bulan November 2010.

Pada saat saya duduk di bangku kelas 3 SMP, saya mulai memikirkan kemana saya akan melanjutkan jenjang pendidikan saya dan berapa target nilai Ujian Nasional (UN) saya nanti, karena untuk mendapatkan target nilai yang diinginkan tidak dapat diraih dengan waktu yang singkat. Maka dari itu, saya mulai mengikuti les tambahan yang ada diluar sekolah maupun yang ada di sekolah yang diadakan oleh guru. Karena saya ingin mendapatkan hasil yang maksimal saya sering pulang telat karena saya sering pergi ke tempat les, walaupun hal ini sangat melelahkan dan menguras otak saya, tapi saya tetap berjuang demi mendapatkan hal yang saya inginkan. Selain harus meningkatkan sistem pembelajaran, saya juga harus memikirkan saya ingin melanjutkan ke sekolah apa, apakah negeri atau swasta?.

Kelas 3 SMP (paling kiri-atas)
Orang tua saya saat itu menganjurkan saya untuk mengikuti tes masuk sekolah untuk beberapa sekolah swasta, seperti SMA Al-Azhar 1, SMA Labschool Kebayoran, dan SMA Bakti Mulya. Dan hasilnya saya lulus tes masuk diketiga sekolah tersebut. Walaupun saya sudah melakukan tes di beberapa sekolah swasta namun, tujuan awal saya saat itu adalah untuk masuk sekolah negeri, seperti SMA Negeri 70 atau SMA Negeri 6.

Selama 4 hari Ujian Nasional (UN) berlangsung, saya setiap pagi selalu shalat Tahajud, karena walaupun saya sudah bekerja keras, namun, yang tetap menentukan saya lulus atau tidak lulus, mendapatkan nilai yang maksimal atau tidak adalah Allah SWT. Dan akhirnya saya pun bersyukur dapat lulus dengan hasil yang cukup bagus.


Masa SMA

Menurut saya masa SMA ada masa yang warna-warni karena selama saya bersekolah di SMA Labschool Kebayoran saya mengalami latihan untuk bagaimana cara hidup sebagai orang yang mandiri, disiplin, dapat menghormati orang lain, tidak hanya mementingkan diri sendiri saja, namun juga dengan orang lain, dll. Semua saya rasakan pada masa SMA ini, bahagia, sedih, capek saya rasakan semua disini bersama dengan angkatan sebelas yang sudah bersatu menjadi angkatan yang bernama Dasa Eka Cakra Bayangkara.

Masa SMA saya awali dengan MOS yang jauh berbeda dibandingkan dengan MOS saat di SMP. Selama tiga hari saya harus bangun pagi yang diawali dengan lari pagi dan ditutup dengan apel. Selain itu, saya juga harus mempersiapkan hal-hal yang akan digunakan untuk pentas seni bersama-sama dengan teman sekelompok saya. Walaupun lelah, tapi saya dengan teman-teman sekelompok saya selalu bersunda gurau dan tertawa bersama-sama untuk menghilangkan rasa lelah dan letih.

Masa SMA saya awali bersama dengan teman-teman saya di kelas X-C, bersama mereka saya menjalani masa SMA dengan penuh ceria. Selama kelas sepuluh saya juga harus mentargetkan saya untuk masuk kelas jurusan ipa nantinya, karena saya ingin menjadi seorang dokter.

Selain itu, selama kelas sepuluh saya dang teman-teman saya memiliki segudang kegiatan yang menunggu seperti Trip Observasi (TO), Latihan Kepemimpinan Siswa (LAPINSI), Pesantren Kilat, Studi Lapangan, dan juga Bintama. Karna itu saya harus membuat jadwal belajar yang efektif agar saya dapat masuk jurusan yang saya inginkan. Dari kegiatan yang tadi saya sebutkan, kegiatan pertama yang saya jalani adalah kegiatan Pesantren Kilat. Disana saya mendapatkan Mentoring dari kakak Darut Tauhid tentang hal-hal yang kita belum ketahui tentang Islam. Walaupun memang selama kami pesantren, setiap harinya kegiatan selesai sekitar jam 11 malam dank arena hal ini saya sering merasa mengantuk ketika Mentoring di malam harinya, tapi walaupun melelahkan kakak dari Darut Tauhid selalu membuat saya dan teman-teman saya tertawa dengan sunda gurau mereka.

Selanjutnya adalah kegiatan Trip Observasi (TO), selama 5 hari 4 malam saya dengan teman teman saya pergi ke desa Parakan Ceuri di daerah Purwakarta. Sebelum kami pergi kesana saya mengalami dulu yang namanya Pra TO selama tiga hari, yang dimana saya diajarkan bagaimana cara memasak makanan yang enak, disini saya dan teman-teman saya harus mengecat tongkat yang sudah ditentukan warna dan gambarnya dan juga saya diharuskan membuat Name Tag.

Dan kegiatan yang menurut saya cukup berat adalah saat saya menjalani kegiatan Bintama yang dilatih oleh Kopassus. Disana saya menjalani banyak kegiatan yang cukup berat diantaranya seperti jurit malam, survival, dll. Menurut saya kegiatan yang paling seru bagi saya adalah jurit malam, dimana kami harus membawa pesan rahasia yang tidak boleh diberitahukan kepada siapa pun kecuali orang yang akan menunggu di pos terakhir. Disana kami dibagi berkelompok yang isi setiap kelompoknya adalah 4 orang. Dan saya saat itu sekelompok dengan Farah, Annisa dan Athira. Namun di pos ke 3 saya dan kelompok saya dipecah lagi dan saya mendapatkan kelompok baru bersama dengan Ridha, Zayyan dan Ghazi. Dan menurut saya Bintama adalah kegiatan yang berat dan susah namun, dibalik beratnya latihan yang saya jalani disana ada keharuan, dimana berat hatinya kami untuk melupakan kegembiraan dan kesusahan yang saya dan teman-teman saya alami bersama dengan para pelatih Kopassus ketika kami beranjak untuk pulang.

Foto bersama teman-teman OSIS dan MPK
Selanjutnya ada kegiatan yang diwajibkan bagi siswa yang ingin menjadi pengurus OSIS yaitu Latihan Kepemimpinan Siswa (LAPINSI). Selama LAPINSI saya dilatih bagaimana cara menjadi seorang pemimpin yang benar, apa ciri-ciri orang yang memiliki jiwa kepemimpinan yang besar, dan masih banyak lagi. Dan setelah saya lulus dari LAPINSI, saya haru menjalani tes berikutnya yaitu Tes Potensi Berorganisasi (TPO), dimana tes yang ada adalah tes kerohanian, ter olahraga, dan tes makalah. Dan saya bersyukur dapat menjadi salah seorang dari 60 siswa yang diterima menjadi calon pengurus OSIS pada periode yang akan datang.

Selama saya duduk di kelas X-C banyak hal yang tidak dapat saya lupakan, banyak hal yang kami lakukan bersama dari buka puasa bersama sampai membuat kekacauan dan menurut saya hal seperti itu hanya ada di kelas ini. Selain itu, kelas ini adalah kelas yang selalu tiada hari tanpa tertawa, maupun suka duka selalu kelas ini jalani.

Reflexy dan Perpisahan X - C (Paling Kiri)
Namun, sekarang saya sudah duduk di bangku kelas 2 SMA yaitu kelas XI IPA 4 dan saya berharap kelas ini tidak kalah serunya dengan kelas X-C. saya memiliki harapan demi masa depan saya yaitu saya ingin menjadi orang yang dapat membanggakan kedua orang tua saya dan saya ingin melanjutkan tingkat pendidikan saya ke tingkat yang lebih tinggi dengan masuk ke Universitas Indonesia jurusan Fakultas Kedokteran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar