Minggu, 23 September 2012

TUGAS 1 - AUTOBIOGRAFI











Saya adalah seorang murid di SMA Labshool Keayoran, nama saya Estu Kresnha. Disini saya akan menceritakan setiap tahun yang selama ini telah saya lalui. Selamat membaca


A.      MASA BALITA

-          0 – 1 tahun :
 Saya lahir di sebuah kota kecil di Jawa Tengah, tepatnya di Temanggung. Saya lahir pada 29 Agustus, 1996. Proses kelahiran saya dibantu oleh seorang dokter dari RSUD Temanggung, yaitu dr. Sudomo Spog. melalui proses ceasar. Di usia ini, saya sering keluar masuk rumah sakit karena dokter menduga saya memiliki kelainan pada pencernaan. Sampai sampai dokter melarang saya untuk minum ASI dan harus diganti dengan susu kedelai. Tapi setelah saya menginjak umur 1 tahun, kondisi kesehatan saya semakin membaik

-          1 – 2 tahun :
Pada usia ini saya sudah mulai bisa berjalan. Saat itu saya memiliki seorang pengasuh yang sangat perhatian, namanya mba asih. Dia memperlakukan saya layaknya sebuah boneka. Setiap sore setelah saya selesai mandi, dia akan mengajak saya main keluar, tapi tentu dengan tidak boleh ini itu. Anehnya di usia ini setiap saya akan tidur siang, ayah  saya akan membawa saya berkeliling dengan sepeda motor agar saya cepat tidur.
-          2 – 3 tahun :
Saat itu saya memiliki sebuah boneka kesayangan, boneka hijau berbentuk buaya. Setiap kali saya mau tidur, saya harus memeluk boneka itu. Bahkan saat boneka itu rusak dan dibelikan boneka yang baru, saya menolak boneka itu dan lebih memilih boneka yang lama

-          3 – 4 tahun :
Saya sangat senang diajak berkeliling oleh ayah dengan motor. Pada saat itu saya senang jika melihat mobil Derek atau mobil VW, terutama yang berwarna merah. Masih senang bermain di Playgroup saat itu, bermain sepuasnya disekolah. Saya masih ingat kalau disekolah saya paling senang bermain didekat sebuah pohon manggis yang cukup besar. Karena saya dan teman teman bisa menggunakan buahnya untuk lempar lemparan atau untuk kami makan. Tapi pada tahun ini juga saya pindah rumah ke Pamulang, dan saya juga harus lanjut sekolah di tempat lain, saya melanjutkan ke TK Al – Hidayah.

-          4 – 5 tahun :
Karena jarak dari rumah ke sekolah cukup dekat, maka saya seringkali dating di saat saat bel sudah mau berbunyi. Kata orang tua saya, saya adalah anak yang penurut saat itu, tapi saya malah merasa kalu dulu saya susah diatur dan nakal. Dii ngatan saya, dulu setiap kali ada upacara baris berbaris di depan kelas, saya akan duduk duduk dan tak mau keluar untuk mengikuti upacara karena saya malas. Lalu guru akan masuk dan membujuk saya untuk keluar, tapi saya tetap tidak mau dan akan menunggu sampa teman teman selesai mengikuti upacara. Saya dan beberapa teman juga pernah kabur dari sekolah untuk bermain dirumah salah seorang teman, kami pergi saat guru mengijinkan kami untuk ermain di halaman sekolah. Kami bermain di rumah salah seorang teman dan baru kembali saat sekolah sudah mau selesai.
B.      MASA SD
-          5 – 6 tahun :
Pada tahun ini saya pindah rumah lagi, masih di Pamulang tapu kali ini letaknya cukup jauh dari TK saya. Saat itu mba asih, pengasuh saya sejak kecil, pulang ke kampungnya karena beliau akan menikah. Maka rumah saya dating dua pengasuh baru bernama mba Lastri dan adiknya mba Esti. Sekarang saya harus naik antar jemput untuk pergi ke TK, hal ini mengakibatkan saya harus bangun lebih pagi. November tanggal 16 saya mendapatkan seorang adik bernama Dinda. Sama seperti saya, dia dilahirkan dengan cara Caesar di RSPI. Pertama kali dia tiba dirumah, saya merasa kurang senang karena saya harus selalu mengalah dan sabar jika dia merengek. Apalagi saya tidak suka dengan bau makanan bayinya, amis dan menjijikan.
Saya lulus dari TK Al – Hidayah setelah selama ini saya senang bermain dengan teman teman saya disana. Lalu saya melanjutkan ke SD Al – Zahra, sekolah yang jaraknya hanya 400 meter dari rumah. Tadinya saya akan dimasukan ke Al – Azhar, tapi ayah saya kurang senang dengan sekolah itu. Jadilah saya setiap pagi ikut antar jemput ke sekolah yang sangat dejat dari rumah.
Saya masuk dikelas 1 D dengan ibu Mega sebagai  wali kelasnya. Saya masih ingat bahwa kami sekelas dibuat kerepotan dengan pelajaran tulis sambung dan diwajibkannya memakai pena setiap kali menulis. Kami belajar tulisan sambung dengan susah payah karena ini pertama kalinya bagi kami menulis sambung, apalagi dengan peraturan peraturannya. Belajar di SD untuk pertama kalinya, saya merasa enjoy dengan teman temannya dan bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Tapi pernah suatu ketika saya berkelahi dengan seorang teman. Saya memukul teman tersebut di bagian hidung sampa hidungnya mengeluarkan banyak darah dan dia menangis. Jelas bahwa saya akhirnya dipanggil oleh wali kelas ke ruang guru dan disuruh meminta maaf, itu biasa saja, dan bagusnya wali kelas saya tidak menghukum saya sama sekali bahkan saya lupa apakah saya dimarahi atau tidak. Tapi tetap pada akhirnya saya dan teman saya itu berbaikan, konyol, hahahahaha.

-           

-          6 – 7 tahun :
Ini sudah masuk pada semester dua dikelas satu ini. Kami melewatkan semuanya dengan biasa biasa saja, bermain, belajar, seperti anak anak lainnya. Kami menutup tahun ajaran di sekolah dengan mengikuti lomba lomba yang diadakan. Kelas kami mengikuti semua lomba yang ada, dan pada akhirnya kelas kamilah yang menjadi juara umum pada perlombaan tersebut. Dan ternyata tahun pelajaran yang sudah mau selesai itu saya tutup dengan berkelahi dengan seorang teman bernama Dani hanya karena masalah sepele, maklum kami masih anak anak saat itu.
Adik saya dirumah juga semakin bertambah besar, orang tua saya sangat menyayanginya dan mereka mau saya akur dengannya. Tapi dia masih satu tahun dan saya disuruh mengalah dan memaklumi setiap tindakannya, setiap.
Liburan telah usai dan saya sudah harus masuk ke sekolah lagi. Kali ini saya ditempatkan di kelas 2 A, tapi saya lupa siapa wali kelas nya. Saya sangat senang di kelas 2 A karena mendapat teman teman yang seru dan baik disini. Ada Ihsan yang anaknya ramai, tidak bisa diam, lucu dan setia kawan walaupun sering dianggap sedikit bandel. Lalu ada Lucky dan Raka yang senang bermain bola, kompak, baik dan suka bercanda. Dan sekedar informasi, anak yang bernama Dani itu sudah pindah sekolah, saat itu saya tidak tahu kemana dia pindah dan mengapa dia pindah.


-          7 – 8 tahun :
Kelas dua semester dua kami lalui seperti biasa. Sama seperti semester semester lainnya, akhir semester diadakan dengan lomba lomba. Saya tidak ingat banyak tentang perlombaan kali ini, tapi saya ingat bahwa kelas saya mengikuti lomba sepak bola dan kami meraih peringkat kedua.
Adik saya kira kira sudah  berumur 2,5 tahun dan dia sedang mulai aktif aktifnya. Seperti anak kecil pada umumnya, dia suka tidak mau mengalah pada siapapun, gampang marah dan menangis, sering teriak teriak dirumah, dan dia sangat sering mencakari saya.
-          8 – 9 tahun : Kelas 3 C dengan wali kelas pak ahmad, seorang guru mengaji dan agama islam yang nantinya akan menjadi guru privat saya. Beliau adalah orang yang sangat sabar dan memiliki suara merdu, terleih saat membaca al quran. Seingat saya, pada kelas tiga inilah saya mulai merasa sudah besar. Di kelas ini teman temannya kompak kompak dan tidak bisa diam, tidak pernah bisa diam. Saat kelas kelas lain mengobrol dikelas sembari menunggu guru mereka dating, kelas kami akan rebut dan berisik di koridor sekolah karena bermain kejar kejaran atau yang lainnya. Setiap pulang sekolah kami juga sering bermain di kantin sekolah, kami berkumpul di dekat pohon kecapi , memetiknya, lalu menjualnya atau kami makan bersama. Kami juga sering mencari kodok di belakang panggung sekolah, biasanya hanya satu orang dari teman kami yang berani menangkap kodok. Kodok itu kami gunakan untuk bermain, maklum sajalah, bagaimanaoun kami memang masih SD
-           
9 – 10 tahun :
Saya tidak begitu ingat tentang masa lalu saya di kelas 4. Tapi saya ingat bahwa saya berada di  kelas 4 A dengan wali kelasnya ibu Ganti Endang. Mungkin karena tidak ada sesuatu yang special atau mungkin karena memang saya sedang lupa, maka cerita saya di kelas 4 tidaklah banyak. Yang saya ingat hanya pada tahun itu, salah satu teman saya akan pindah ke luar kota selama satu tahun.
10 – 11 tahun :
Saya memasuki kelas 5, tepatnya di 5 A dengan wali kelas bu Arnita. Wali kelas kami dikenal dengan kedisiplinannya dan seramnya beliau ketika marah. Beliau adalah guru matematika dan nantinya menjadi kepala sekolah ketiga. 
Saya naik ke kelas 6, dan artinya sebentar lagi saya akan naik ke jenjang yang leih tinggi, yaitu SMP. Di tahun ini adik saya sudah masuk sd kelas satu dan di sekolah yang sama dengan saya. Di kelas ini pula saya dan teman teman kami benar benar dipaksa untuk terus belajar dan bekerja keras karena angkatan kami akan menjadi angkatan pertama yang mengikuti UN di jenjang sekolah dasar
11 – 12 tahun :
Saat itu saya sedang mencari SMP yag tepat, dan pada akhirnya saya memilih Nurul Fikri Boarding school yag terletak di Anyer. Sembari mempersiapkan diri untuk UN saya juga mempersiapkan diri untuk masuk ke SMP, terlebih saya akan tinggal di asrama.
Saya berhasil melewati UN dengan baik dan mendapat nilai yang cukup memuaskan. Saat itu yang ad dipikiran saya hanyalah cara menghabiskan waktu saat liburan dan tidak terpikirkan bahwa saya akan segera masuk SMP.
Akhirnya setelah libur usai, saya datang ke Nurul Fikri dan mulai merasa asing dengan keadaannya, walaupun saya sudah sempat survey kesana. Hari pertama saya di sana hanya diisi dengan sedikit pengarahan dan pembagian asrama serta kamar. Pada malam hari orang tua saya pulang ke rumah, dan barulah saya sadar bahwa saya sudah tidak akan tinggal di rumah untuk beberapa saat.
Saya menangis dan merasa tidak betah sekolah di sana, saya masih merasa home sick. Tapi nanti dengan berjalannya waktu perasaan itu akan menghilang dengan sendirinya.
-          12 – 13 tahun :
Di tahun kedua keadaan menjadi lebih baik. Saya menjadi lebih senang di asrama dan bermain dengan teman yang sudah serasa seperti saudara sendiri. Kekompakan di angkatan kami memang sangat terasa dan itu adalah hal baru buat saya, yaitu bisa begitu kompaknya dengan semua teman. Kami main bersama, pergi bersama, bahkan dihukum pun bersama.
Nama angkatan saya adalah RAVELIX, disingkat dari kata kata dalam bahasa peranci, saya sudah lupa arti dan kepanjangannya.
-          13 – 14 :
Kelas tiga ini kedekatan di antara angkatan saya semakin erat dan kami benar benar merasa senasib sepenanggungan. Di sekolah, kami digemblleng dan dituntut untuk terus terusan belajar tanpa kenal lelah, hal ini lah yang makin mendekatkan kami. Semester pertama kami lalui dengan bermain dan belajar.

-          14 – 15 tahun :
Kami bersiap melalui UN dan harus belajar mati matian sampai kami merasa siap. Guru dan Orang tua selalu berkata bahwa mereka mendoakan kami.
Akhirnya UN pun selesai dan kami merasa sudah bebas dari asrama dan kehidupan SMP. Kami melewati awal liburan bersama sama dan itu terasa benar benar menyenangkan.
Sebelum libur usai, kami kembali lagi ke sekolah untuk mengikuti acara perpisahan. Semua teman menangis karena merasa akan berpisah dengan saudar saudara mereka. Suasana saat itu memang benar benar sedih.
Saya sendiri selesai liburan sudah mendapatkan SMA dan siap untuk masuk ke jenjang tersebut.
-          15 - 16 tahun :
Saya masuk ke SMA Labschool Kebayoran. Pernah merasakan kelas akselerasi sebelum akhirnya kembalik ke kelas regular. Saya memilih kelas regular karena keinginan saya untuk aktif dan berperan dalam kegiatan OSIS.
Setelah mencoba melalui berbagai macam tes agar dapat menjadi anggota kepengurusan OSIS, akhirnya saya berhasil menjabat sebagai pengurus OSIS.
Namun kegiatan akademik tetap saya dahulukan, karena keinginan saya untuk menjadi tiga besar haruslah tercapai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar