Jumat, 21 September 2012

Tugas-1 Autobiografi Zayyan Misykati Razdiq



16 Tahun Hidup yang Mengesankan!
MASA BALITA
Saya adalah anak perempuan pertama dari Ibu Layla Cholilah Soamole dan Ayah Setyo Duhkito Moersidik. Lahir secara normal pada hari Selasa 2 Juli 1996 jam 22.10 WIB di Bandung, dengan berat badan 3500 gr dan panjang  51 cm. Sebenarnya hari itu Bunda tidak terlalu yakin kalau sudah mau melahirkan jadi ia cuma bilang ke Ayah yang bekerja di jakarta “Kayanya ini sih bukan mau melahirkan“.
Tapi ternyata sakitnya semakin menjadi-jadi akhirnya dia bergegas ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Sukajadi untuk menemui dr. Agustina, SpOG dan ternyata dr. Agustina sedang mengikuti kongres obgyn akhirnya bunda, kakek, dan nenek mencari-cari dokter pengganti yang lain akhirnya mereka pergi ke tempat praktek dr. Udin Sabarudin SpOG setelah diperiksa ternyata bunda sudah mengalami pembukaan ke 8 dan harus segera dibawa ke rumah sakit akhirnya lahirlah anak perempuan bernama Zayyan Misykati Razdiq di RS Muhammadiyah Bandung.
Saat baru lahir
Umur 4 bulan
“Lahir putih bulet kaya orang jepang deh“ kata Bunda. Nama Zayyan berasal dari bahasa arab yang berarti wajah yang bulat, bersih, bersinar. Lalu Misykati artinya cahaya dari segala cahaya dan Razdiq yang diambil dari nama kedua kakek saya yaitu Radjak dan Moersidiq. Jadi nama Zayyan Misykati Razdiq itu artinya anak dengan wajah bulat putih bersinar, cahaya dari sumber cahaya cucu abah Radjak dan eyang Moersidik. Saya adalah cucu ke dua di keluarga ibu dan cucu ke 31 dari keluarga Ayah. Selang 16 bulan kemudian lahirlah adik laki-laki saya yang bernama Zaid Ghifari Razdiq, saya senang sekali punya teman bermain di rumah. Waktu kecil saya dan ghifar selalu tidur bersama bunda dengan posisi bunda di tengah, ketika bunda menghadap ke sisi kanan atau kiri pasti diantara kami akan protes jadi biar adil bunda harus selalu menghadap ke tengah. 
Umur 6 bulan di pernikahan tante

photoshoot pertama bersama ayah&bunda


TAMAN KANAK-KANAK
            TK Salman Al-Farisi bandung menjadi pilihan orang tua untuk menyekolahkan saya di sana. TK Salman Al-farisi termasuk taman kanak-kanak yang berkonsep full day school masuknya mulai dari pukul 07.30 pagi sampai pukul 16.00 sore jadi setiap hari ada tidur siangnya. Yang paling saya ingat waktu TK adalah kalau makan siang anak-anak harus memakai celemek untuk makan, di celemek itu ada saku besar di tengahnya kadang-kadang kalau ada makanan yang tidak kita sukai, makanan itu kita sembunyikan di saku tersebut tapi nanti ketahuan sama bu guru karna saat celemek di gantung makanan disaku itu jatuh.
 Saya juga termasuk murid yang susah untuk bobo siang kalau tidak bobo siang kita boleh main di tempat bermain tapi nanti saat teman-teman yang lain selesai bobo siang kita harus menggotong kasur bekas mereka, tetapi saat saya bobo siang saya jadi orang yang paling susah untuk dibangunkan sampai-sampai bu guru harus menggendong saya baru saya bangun :D. Mungkin karena jam sekolah yang lama dan jarak antara rumah dan sekolah cukup jauh, rumah di daerah cimindi sementara sekolah di daerah dago saya jadi sering tidak masuk, tapi saya senang sekali di salman al-farisi karena tempat permainannya luas dan bagus saya juga memiliki sahabat pertama saat tk namanya Jehan.
Saya dan Jehan selalu main bersama, kemana-mana berdua. Karena Jehan makannya lama sekali saya jadi terpengaruh olehnya, kadang-kadang kami berdua harus disuapin bu guru agar makannya lebih cepat. Dan ketika kami makan lebih cepat dari biasanya bu guru akan memberikan kami hadiah. =)

waktu di taman safari

dicium Ghifar :)

bersama ghifar


SEKOLAH DASAR
            Saya bersekolah dasar di SD Hikmah Teladan bandung, SD tersebut dekat sekali dengan rumah kakek nenek saya di Bandung tetapi saya biasanya diantar mobil oleh kakek saya. Seru sekali bersekolah disana tempatnya luas ada lapangan rumput, lapangan basket, kolam ikan, saung, taman tanaman obat, kebun jagung dll. Waktu SD saya aktif dalam kegiatan dokter kecil. Saat SD kerjaan saya hanya main terus, karena rumah nenek dekat dengan rumah tante, saya seringkali berkunjung kesana untuk main bersama sepupu tapi sepupu saya setiap hari harus tidur siang jadi saya suka bikin pusing om dan tante karena mengajak sepupu untuk tidak tidur siang agar bisa bermain dengan saya.
Sebenarnya sejak September tahun 1998 sampai November 1999 saya sempat tinggal di kawasan Cinere, Jakarta. Tetapi karena ayah akan melanjutkan S2-nya di University of Southern California, Los Angeles, Amerika dan Bunda juga akan melanjutkan pendidikan dokter spesialis anak dan pendidikan magister S2 di Universitas Padjadjaran sehingga keluarga sayapun pindah kembali ke Bandung. Ketika ayah sudah selesai masa kuliahnya beliau melanjutkan dengan bekerja di Jakarta sementara bunda masih menyelesaikan pendidikannya, sehingga seringkali setiap weekend ayah akan pergi ke Bandung. Bunda yang waktu itu masih menjadi ppds dan kadang harus jaga malam di rumah sakit. Pengalaman yang paling saya ingat adalah ayah, saya, dan Ghifar pernah ikut menemani bunda jaga malam di rumah sakit dan kamipun tidur berempat. Lalu saat kelas 4 semester 2 saya pindah ke Jakarta karena bunda yang sudah menyelesaikan S2-nya dan akan berkeja di Jakarta mengikuti ayah.
Kemudian saya bersekolah di SDIT Auliya Bintaro, waktu baru pindah saya masih menggunakan ‘aku kamu’ dan kata ‘teh’ seperti orang sunda dan teman-teman baru saya heran dan bingung apa maksud dari kata ‘teh’ yang sering saya ucapkan. Menurut saya masa SD tidak terlalu mengesankan untuk dikenang mungkin karna saya yang masih kecil. Saat kelas 6 angkatan saya adalah angkatan pertama yang mengalami UASBN, stetelah lulus dengan nem cukup memuaskan akhirnya saya masuk SMP.
pikinik bersama keluarga


SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Karena Yayasan Auliya juga mempunyai SMP, akhirnya saya dimasukan ke SMPIT Auliya. Saya masuk kelas VII Raden Patah dengan banyak teman yang berasal dari SDIT Auliya juga. Seru sekali kelas 7, saya bersemangat masuk sekolah karna teman-temannya yang asik. Waktu itu di hari guru teman-teman sekelas sepakat untuk memberi surprise kepada wali kelas kami yaitu Bu Tiwi, hari itu kita berisik banget sampai-sampai bu Tiwi marah saat itulah kita semua membacakan puisi untuknya lalu memberi hadiah dan bu Tiwipun terharu :’).
Naik kelas 8 saya masuk kelas VIII Sultan Hasanudin dengan wali kelas Bu Naniek yang santai dan asik, teman-teman di kelas SH tidak seseru di kelas 7 RP tapi tetap asik karna saya berteman dengan teman-teman dari kelas lain. Saat kelas 8 saya mengikuti organisasi seperti osis tetapi dengan nama BEST (Badan Eksekutif Siswa Terpadu) Auliya, saya anggota bidang akademik karena kelas 9 sudah sibuk dengan persiapan UN kamilah yang lebih sering berinteraksi dengan adik kelas. Di SMP saya mempunyai 12 orang sahabat. Menurut guru-guru kami termasuk nakal tetapi sebagian besar dari kami memiliki prestasi yang membanggakan di sekolah jadi guru-guru pun membiarkan hal tersebut.
Akhirnya saya naik kelas 9, karena angkatan kami adalah angkatan dengan murid terbanyak akhirnya auliya harus membuka kelas baru untuk kelas 9, kelas baru itu diberi nama Budi Utomo. Saya adalah salah satu murid kelas IX Budi Utomo, karena kepanjangan ketua kelas kami memberi singkatan budut, wali kelas saya yaitu Pak Ghozi sedikit tidak setuju dengan nama singkatan budut yang terdengar seperti butut, nama kelas kamipun hampir diganti karena hal tersebut tapi tidak jadi. Teman-teman di kelas Budi Utomo asik-asik jadi kelasnya seru, kelas Budi Utomo juga bisa dibilang paling kompak diantara kelas-kelas lainnya. Kami pernah mengerjai salah satu teman yang takut cicak dengan menaruh cicak diatas kepalanya, saat salah satu teman sekelas berulang tahun ia diikat di tiang bola basket di tengah lapangan dan kami lempari tepung dan air. Pokoknya kelas kami disebut kelas yang rusuh. Karena Auliya adalah sekolah baru, angkatan kami baru mendapatkan AC di kelas saat menduduki kelas 9. Kelas budi utomolah yang pertama diberi AC, mungkin karena anak-anak kelas lain iri setiap pagi saat masuk kelas saya menjumpai kelas saya penuh dengan anak-anak murid kelas lain yang ingin menumpang adem, haha.
Memasuki semester 2 kami sudah mulai serius dengan pelajaran karena harus melewati Ujian Nasional atau UN. Hampir setiap minggu tepatnya hari Jumat dan Sabtu kami harus mengikut Try Out (TO) mungkin karena sudah terlalu sering kadangkala saat mengerjakannya kami sambil bermain-main seperti sedang tidak mengikuti TO. Akhirnya semakin dekat waktu menuju UN, dan satu per satu teman-teman mulai memilih akan memasuki SMA mana. Saat itu saya sangat ingin masuk SMAN 70 Jakarta, sama sekali tidak ada rencana untuk masuk ke SMA Labschool Kebayoran.
Mendengar teman-teman terdekat saya mengikuti seleksi masuk SMA Labschool Kebayoran, saya belum tertarik sama sekali tapi saya dipaksa teman-teman untuk ikut. Akhirnya saya mengikuti juga seleksi masuk SMA Labschool Kebayoran. Tanpa persiapan khusus seperti yang teman-teman saya lakukan (membeli buku soal masuk SMA Labsky) akhirnya saya mengikuti tes, hampir saja pendaftaran ditutup tapi untung saja saya masih sempat untuk mendaftar. Saya tidak terlalu yakin apakah saya masuk atau tidak karena saya mengerjakan soal seleksi sebisanya, setelah itu hasil tes pun keluar ketika di cek secara online nomor tes saya tidak ada, saya sedikit kecewa tapi yasudah tidak apa-apa. Ternyata saya salah melihat,yang saya lihat adalah hasil seleksi SMA Labschool Jakarta atau Rawamangun haha=D lalu ayah mengecek lagi di SMA Labschool Kebayoran dan ternyata saya lulus seleksi akhirnya keesokkan harinya saya tes urin. Dari 12 orang yang tes dari Auliya yang diterima hanya 3 orang yaitu saya, Thya, dan Hafizh.
Setelah mempersiapkan diri selama 1 tahun sayapun harus mengikuti UN, dengan usaha dan doa akhirnya saya lulus UN dengan nilai yang cukup memuaskan. Lalu bergerombolan semua teman-teman saya mengikuti tes masuk SMA negri.
Karena tekad pertama saya masuk SMAN 70 Jakarta sayapun mengikuti tes untuk RSBI. Tapi mungkin karena seolah-olah Labsky sudah ditangan, saya menyesal sudah merendahkan dan main-main dalam tesnya akhirnya saya tidak diterima padahal menurut saya soalnya lebih susah Labschool. Mungkin tuhan sudah menakdirkan.
bersama Laras (kiri) dan Sitha (kanan) saat farewell party SMP

SEKOLAH MENENGAH ATAS
            Memasuki masa SMA yang menurut orang-orang adalah masa-masa yang paling menyenangkan, sementara saya pada saat awal mulai duduk di kelas 10 mendapati fakta bahwa SMA jauh lebih susah, capek, sibuk dan saya bertanya-tanya dimana masa-masa yang paling menyenangkannya?. Dengan atmosfer yang sangat baru bagi saya, dulu SMP rumah ke sekolah hanya 10 menit sekarang bisa sampai 45 menit bahkan satu jam, teman-teman baru, sekolah baru, guru-guru yang baru. Pokoknya semua baru. Ditambah lagi dengan berbagai program wajib Labschool yang mau tidak mau harus diikuti. Saya merasa kewalahan akhirnya setelah mulai beradaptasi beberapa bulan semuanya mulai terasa biasa.
            Saya masuk ke kelas XA dengan wali kelas Pak Yusuf Effendi, waktu pertama melihat pak Yusuf orangnya sepertinya sangat straight dan flat, tapi setelah setahun dengan beliau ternyata beliau orangnya asik juga dan cukup tidak jelas. Kebanyakan murid di kelas XA berasal dari SMP luar atau non Labschool. Akhirnya saya cukup mengenal keseluruhan di kelas itu. Memasuki semester 2 kami sekelaspun sudah akrab dan kompak jadi sering main bareng-bareng. Nilai akademik saya di SMP dan SMA jauh berbeda mungkin karena Labschool kriterianya jauh lebih tinggi dibanding SMP dulu sehingga nilai akademik SMA lebih rendah daripada SMP, tapi gapapa saya akan lebih berusaha J.
            Akhirnya saya naik ke kelas XI, dan alhamdulillah saya bisa masuk jurusan yang saya inginkan yaitu IPA. Di kelas 11 ini saya masuk di kelas XI IPA 2. Dan menurut saya, kelas XI IPA 2 ini teman-temannya lumayan asik dan seru sehingga saya dapat dengan mudah beradaptasi. Tapi saya masih beradaptasi dengan pelajaran-pelajaran IPA kelas 11 karena pembahasannya yang lebih detail. Semoga saja saya bisa mendapatkan nilai yang memuaskan sehingga bisa mendapatkan undangan di PTN favorit, dan meneruskan mimpi saya untuk menjadi dokter anak ataupun kandungan. Itulah perjalanan 16 tahun hidup saya banyak suka maupun duka tapi perjalanan saya masih panjang, semoga saja saya dapat banyak belajar dari pengalaman saya sehingga menjadi orang yang lebih baik nantinya, dan saya harap saya dapat memberikan banyak manfaat bagi orang lain. Amin 

bersama keluarga saat Lebaran 2012

bersama teman-teman XI IPA 2 (saya paling kiri;depan)

Bersama teman-teman X-A saat refleksi ke puncak

Saat pra TO bersama Dasecakra           



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar