Selasa, 18 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Taufik Ramadhanu



Perjuangan Selama 16 Tahun

Nama saya Taufik Ramadhanu, Saya lahir di Jakarta pada 17 Februari 1996. Saya merupakan anak ke tiga dari empat bersaudara, perbedaan umur antara kami cukup jauh, kakak pertama saya kini sudah menginjak umur 25 tahun sedangkan saya baru berumur 16 tahun, kemudian Almarhum kakak kedua saya berumur  dan adik saya yang kini menginjak 13 tahun. Dengan jarak umur yang jauh ini tidak membuat kita menjadi saling tertutup, justru kita saling berbagi pengalaman di tingkat kehidupan yang berbeda. Saya termasuk orang yang pemalu sehingga sedikit menutup dengan dunia luar namun saya tak punya masalah dengan berteman karena teman dapat menemukan jati diri kita sebenarnya.
Hobi saya yang pertama adalah membaca novel/komik, karena benda seperti itu dapat menghibur saya jika saya sedang bosan atau saat sedang sendirian dan bisa membuat ketawa sendiri karena saya senang tertawa, kemudian hobi saya selanjutnya adalah menonton film namun lebih cenderung ke film barat. Film banyak menginspirasi kita dalam kehidupan sehari dan karena saya beserta teman-teman suka membuat film, hobi ini juga bisa dibuat untuk pembelajaran. 
Saya beserta kakak dan adik saya cukup beruntung selama ini karena memiliki orang tua yang sangat mempedulikan kami, apa lagi dalam hal pendidikan kedua orang tua saya selalu mendukung apapun keputusan yang kami pilih dan mereka hanya membantu untuk lebih sukses dan saya harus bisa balas budi ke mereka suatu saat nanti, kakak saya sudah bisa sukses di bidang pekerjaannya dan nampaknya membuat bangga orang tua. Saya kini duduk di bangku SMA yang sebagian orang bilang adalah masa-masa bahagia dan ada juga yang bilang masa frustasi, namun jika dibilang masa frustasi itu kurang tepat karena sehabis SMA kita akan bertemu rintangan hidup yang sebenarnya, memang berat namun jika kita bisa melewatinya maka kita adalah orang yang mandiri. Oleh karena itu saya mulai belajar dari SMA untuk selalu siap dan jangan terlena. Rintangan di SMA pun sudah sulit, tetapi saya optimis bisa melewatinya.
Petualangan saya dimulai ketika saat berada di play group, sangat beruntung saya sekolah di Hong Kong karena bapak saya dipindah kerjakan ke negara tersebut. Sungguh indah disana dan pengalaman tak terlupakan walaupun sudah 12 tahun yang lalu, tetapi ada saatnya kita senang dan ada saatnya kita kesulitan. Saya susah untuk beradaptasi disana dengan umur saya yang masih belia dan memakai bahasa asing yang baru saya kenal. Namun bahasa Inggris disekolah saya dulu merupakan bahasa utama yang dipakai walaupun saya juga cukup kesulitan namun saya pikir lebih mudah dibandingkan belajar bahasa mandarin. Di Hong Kong lah saya mulai tertarik belajar bahasa Inggris dan hasilnya berguna hingga sekarang.
Ketika menginjak TK, saya dan keluarga sudah kembali ke Indonesia, tepatnya di Jakarta, kangen rasanya kembali ke kampung halaman dan kembali ke keluarga besar. Sangat sibuk ketika kembali, karena kami se-keluarga harus mengurus berbagai urusan rumah tangga, sekolah, dan Perkerjaan. Saya dan kakak harus beradaptasi lagi di sekolah baru kami sedangkan adik saya yang masih balita hanya menetap di rumah diurus ibu saya. Saya ditempatkan di TK Muhammadiyah. Tak banyak yang saya ingat ketika berada di TK kecuali teman-teman saya yang bertemu kembali di SMA. Saya masih berada di sekolah yang sama ketika naik ke kelas satu SD dan tahun terakhir saya sekolah di SD muhammadiyah.
Tahun pelajaran berikutnya saya pindah sekolah ke Al-Azhar Pusat bersama adik saya yang sudah mulai sekolah. Saya pindah sekolah karena kami harus pindah rumah tinggal yaitu dari Radio Dalam menuju Sriwijaya karena rumah yang kami tinggali adalah milik kantor.kembali kami harus memulai dari nol, menyusun perabotan dalam rumah dan beradaptasi di sekolah baru. Di Al-Azhar memang dari kualitas lebih bagus  dan sangat besar, awalnya sedikit kikuk tapi bisa berbaur dengan teman. 5 tahun saya di sana banyak yang saya alami dan peljari mulai dari mendapat hukuman hingga mendapat prestasi, salah satau prestasi saya adalah juara satu Qira’at berkelompok se-Kotamadya.Qira’at adalah membaca qur’an dengan senandung. Dan bagi saya itu pencapaian yang baik untuk lebih maju. Alhamdulillah saya lulus SD dengan hasil yang memuaskan.
Masuk ke lingkungan yang berbeda, saya memasuki tingkat SMP dan tujuan saya hanya satu yaitu SMP Labschool Kebayoran . Saya mencoba spekulasi dengan hanya mencoba tes masuk Labschool saja tanpa mencoba sekolah lain, pada awalnya saya melihat soal tes masuk Labschool tahun-tahun sebelumnya sepertinya susah dan memang susah setelah saya coba mengerjakannya, namun tak menghentikan saya untuk masuk SMP Labschool sehingga saya memanggil guru untuk membahas soal tersebut dan rasanya sangat membantu. Saat waktu telah tiba untuk melakukan tes Labschool saya sudah persiapkan mental dan pikiran walaupin gugup, dan apa yang saya pelajari dengan guru saya ternyata keluar hanya berbeda tipe soal. Alhamdulillah saya diterima di SMP Labschool Kebayoran setelah kerja keras yang sudah dilakukan.


Masuk Tahun ajaran 2008/2009 saya sudah memakai seragam putih biru. Minggu pertama anak kelas 7 melakukan kegiatan MOS yang diadakan sekolahdan pengalaman pertama yang menarik. Kelas 7 adalah waktunya kami beradaptasi dengan SMP karena pelajaran yang lebih banyak dan lebih mendalam. Saya mengikuti ekskul komputer dan baseball selama di SMP, saya mengikuti komputer karena saya tidak  terlalu mengerti tengtang teknologi dan memakai komputer kemudian mengikuti baseball berawal dari mencoba ikutan saja namun saya menjadi senang dengan olahraga tersebut sehingga saya lanjutkan terus dan bisa mengikuti beberapa kompetisi bergengsi dalam olahraga tersebut. Sekolah Labschool mempunyai banyak kegiatan untuk membentuk kepribadian kami, sehingga saat kelas 7 saya sempat bingung mengatur waktu untuk belajar. Saya harus mulai belajar disiplin dan beruntung dengan bantuan orang tua saya yang selalu mengajari dan mengingati saya. Karena “time is money” namun jika kita melakukan kegiatan dengan senang waktu pun bukan masalah. Nilai-nilai pelajaran saya jug rata, kadang bisa bagus dan juga bisa jelek tapi jika jelek bisa remed jadi saya bersyukur atas usaha saya.
Di kelas 7 mungkin prestasi terbaik saya adalah mendapat nilai tertinggi PKn pada saat kenaikkan kelas, karena persaingan sekarang semakin ketat  dan banyak teman-teman saya yang kreatif dan berintelektual tinggi. Sempat saya minder namun saya lupakan rasa itu dan terus lanjutkan saja pendidikan saya biarpun biasa-biasa saja toh saya masih bisa tertawa.



Salah satu perjuangan yang harus dilalui adalah berintraksi dengan guru, ya guru disini bermacam ragam dari guru yang bisa membuat kita selalu tersenyum lebar sampai guru yang membuat bulu-bulu kita berdiri lebat, namun apa yang bisa kita perbuat tanpa jasa mereka dan selalu mereka lah yang membantu kita. Saya sempat kesulitan memahami beberapa pelajaran yang menurut saya baru sudah begitu dibantu oleh guru yang tegasnya luar biasa membuat saya cukup tertekan waktu itu sehinnga nilai pun tidak maksimal, karena nilai tidak maksimal mood saya menurun, karena mood menurun nafsu makan menghilang dan karena nafsu makan menghilang sehingga kekurangan energi saya pun mengantuk di sekolah. Mengantuk sangat berbahaya karena jika tertidur beberapa menit saja saya akan ketinggalan materiyang baru saja dijelaskan maka itu saya selalu menyiapkan air minum dekat saya untuk membasahi muka. Pada akhirnya saya mampu naik ke kelas 8 dengan lancar.



Masuk ke kelas 8 saya mulai biasa menghadapi tugas-tugas yang diberikan oleh guru walaupun diselesaikannya tidak sendirian.Kelas 8 waktunya berkenalan lebih jauh dengan teman-teman dan betul ternyata saya lebih fleksibel berteman saat dikelas 8 karena mulai kenal dengan teman-teman seperjuangan. Di kelas 8 sekolah memiliki kegiatan yang dinamakan “BIMENSI” (Bina Mental Siswa) kita akan dilatih oleh anggota kepolisian untuk membentuk sikap 7 nilai dasar yang tertera di SMP Labschool Kebayoran.
Kelas 9 saatnya saya kembali fokus karena kami akan menghadapi UN yang menentukan naik atau tidaknya kami ke tingkat SMA. Kami diasah oleh para guru untuk mempersiapkan UN salh satunya dengan program penambahan materi yang dilaksanakan sepulang sekolah, memang menyita waktu istirahat kami namun disitu saya merasa bisa lebih kompak dengan teman-teman sekelas dan belajar lebih fokus dan saya sangat bersyukur telah lulus SMP.
Memasuki tingkatan sekolah berbeda yaitu seragam putih abu-abu atau SMA saya kembali bersekolah di SMA Labschool Kebayoran dan alhamdulillah saya masuk SMA Labschool Kebayoran melewati jalur khusus tanpa harus melewati tes akademik. Minggu pertama dimulai denagn kegiatan MOS kembali yang sudah pernah saya rasakan dan lakukan, namun saya harus menyesuaikan diri kembali dengan lingkungan baru karena terdapat banyak teman baru, guru baru, dan gedung yang berbeda. Walaupun sebagian besar anak SMA Labschool kebayoran sudah saya kenal karena mereka merupakan alumni SMP Labschool Kebayoran , saya tetap seperti orang baru karena pasti akan ada perbedaan buadaya. Menyenang kan sekali saya masuk dalam kelas yang anak-anaknya humoris dan saling terbuka sehingga saya pun tak perlu takut mengekspresikan diri dan ternyata kami adalah kelas yang kompak.

Saya merasakan persaingan di SMA semakin berat, saya belum menorehkan prestasi tapi tujuan saya adalah sukses di masa depan. Awal masuk saya kesulitan dengan nilai saya beberapa kali menjalani tes saya mendapatkan hasil yang tidak memuaskan sehingga saya harus merubah cara belajar saya dan ternyata cukup berhasil untuk memperbaiki nilai saya. Tujuan saya adalah masuk jurusan IPA karena Insya Allah saya ingin masuk Tehnik Geologi
Sehingga saya harus menunjukan kenaikan grafik agar dapat masuk IPA, beruntung saya mampu bangkit dan mempunyai rasa bangga tersendiri dalam mencapi tujuan saya.
Kelas 11 ini saya tak tahu apa yang akan terjadi dan saya berharap dapat mengatasi rintangan yang ada dengan sedikit menghilangkan kebiasaan buruk saya disekolah yaitu tertidur. Semoga saya mendapat teman-teman yang baru kemudian lebih meningkatkan kreatifitas saya karena masa SMA lah waktunya kita unjuk bakat dan kemauan kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar