Rabu, 19 September 2012

Tugas - 1 Autobiografi Sekar Anglila Hapsari


15 Tahun Penuh Warna

Masa Balita

Sekar Anglila Hapsari adalah anak pertama dari Bapak Narendra dan Ibu Riana Permasari. Lahir pada hari Sabtu, 21 Juni 1997 secara sesar di RSB YPK, Jakarta. Sekar, atau biasa dipanggil Ukay, diberi nama oleh ibunya dan neneknya. Namanya mempunyai arti bunga yang menawan (Sekar Anglila) dan keluarga Nabi (Hapsari).

Silsilah Keluarga
Menurut orangtuanya “Sekar (Ukay) mulai dari masih di dalam perut sudah nakal. Waktu mendekati bulan ke 8 kenapa kamu berbalik ke atas? Jadinya kamu lahir dengan operasi karena sungsang”

Banyak orang yang mengatakan kalau Sekar mirip sekali dengan ibunya, terutama hidungnya yang pesek.
Sejak lahir, ibunya Ukay telah mencatat semua perkembangannya. Ukay mempunyai gigi pertamanya pada 1 Desember 1997. Ukay bisa duduk yaitu Februari 1998, lalu berdiri tanpa dukungan pada 4 April 1998. Kata pertama Ukay adalah Mama. Dulu, Ukay besar dan tinggi. Saat Ukay berumur 3 bulan, ibunya harus membelikan baju ukuran umur 6-9 bulan.
Ukay Berumur 3 Bulan

“Sekar (Ukay) memang anak yang pintar, perkembangan dan pertumbuhannya begitu cepat bikin kaget!” Adalah salah satu komentar oleh ibunya di album bayi Ukay.

4 bulan setelah lahir, Ukay dan keluarganya pindah ke Urbana, Illinois, Amerika Serikat. Alasannya adalah karena ayahnya Ukay harus meneruskan sekolah kesana. Pada tahun 1999, Ukay dan keluarganya kembali ke Jakarta, Indonesia; dan tinggal di Kota Wisata, Cibubur.
Ukay di Amerika Saat Musim Gugur
Ukay masuk ke Kelompok Bermain pada Agustus 2000 di Sanggar Bobo. Guru pertamanya adalah Ibu Elis dan Ibu Nona. Katanya dulu Ukay bandel, tapi pintar.

Ukay masuk TK A pada Juli 2001 di Al Azhar 20, Cibubur. Ukay mempunyai banyak teman, yang sampai sekarang masih saling berhubungan. Ukay memulai TK B di tahun 2002. Pada Agustus 2002, Ukay dan keluarganya berpindah lagi ke Singapur untuk pekerjaan ayahnya. Disana Ukay masuk ke Brighton
Ukay di depan rumahnya di Cibubur saat TK di Al Azhar 20
(Foto kiri: Bersama Orangtuanya)

Montessori School di dekat tempat tinggal mereka, Melrose Park Condominium, River Valley.
Di sekolahnya yang baru, Ukay harus belajar beradaptasi dengan lingkungannya. Ukay mulai belajar Bahasa Inggris, dan juga Bahasa Cina.

Masa SD

Ukay masuk SD pada tahun 2003 di Chatsworth International School, yang berlokasi di Orchard Road. Karena ini lingkungan baru, dan Ukay masih belum lancar berbahasa Inggris, Ukay menjadi gugup. Waktu pertama Ukay masuk, dia takut sekali ditinggalkan orangtuanya. Kalau Ukay takut atau gugup, Ukay pasti muntah. Hal ini menyebabkan Ukay jarang masuk karena tidak dapat beradaptasi di lingkungan SD nya. Untung saja, setelah beberapa minggu sekolah, Ukay mulai bisa beradaptasi dengan lingkungannya.

“Sekar (Ukay) waktu kecil gemuk. Kebiasaannya kalau lagi sakit batuk pasti muntah. Kalo kekenyangan juga muntah. Pokoknya sampai umur 5 tahun sering…. Muntah” –Kumpulan Catatan Ibunya Ukay

Selama menetap di Singapur, Ukay dan keluarganya tidak hanya berdiam disana. Mereka sering berjalan-jalan ke berbagai benua. Seperti Cina, Eropa, dan lainnya; karena tuntutan pekerjaan ayahnya Ukay. Setiap lebaran, Ukay dan keluarganya pasti pulang ke Jakarta untuk merayakannya di Jakarta bersama keluarganya.

Ukay dan Ibunya di depan Menara Eiffel

Ukay menetap disana hingga umur 8 tahun, dimana di tahun itu, Ukay mempunyai adik baru bernama Damar Prana Anggakara. Damar, atau dipanggil Umay (mengikuti panggilan kakaknya), lahir pada tanggal 16 Juni 2005. Dari dulu Ukay ingin seorang adik. Alhamdulillah, pada umur 8 tahun, Ukay diberikan seorang adik. Walaupun sering tidak akur, Ukay dan Umay selalu saling menjaga dan saling menyayangi. Karena kelahirannya Umay, kepulangan Ukay dan keluarganya ke Jakarta diundur hingga September 2005.
Umay saat baru lahir (16 Juni 2005)

Saat pulang, Ukay dan keluarganya kembali tinggal di rumahnya yang dulu di Kota Wisata, Cibubur. Kalau dulu pertama di Singapur Ukay tidak bisa berbahasa Inggris, sekarang kembali di Indonesia Ukay tidak bisa berbahasa Indonesia. Alhasil, Ukay didaftarkan di SD High/Scope TB Simatupang.

Saat di Singapur, Ukay bersekolah di sekolah Internasional, sehingga saat pulang, Ukay langsung masuk ke kelas 4 (Ukay loncat kelas 3). Ukay tidak tahu pasti bagaimana ini bisa terjadi, pokoknya antara kelas 1 hingga 3 SD, ada 1 tingkat yang Ukay tidak lewati.

Kembali lagi ke masalah bahasa, Ukay sekarang terbata-bata berbahasa Indonesia. Contohnya, Ukay menyebutkan topi merah, menjadi merah topi (red hat). Kadang-kadang, dia tidak mengerti apa yang dijelaskan oleh gurunya. Sampai sekarang, masih ada beberapa kata atau istilah di bahasa Indonesia yang Ukay tidak mengerti.

Untungnya, di SD High/Scope, Ukay diajarkan untuk membuat essay setiap harinya dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hingga lama kelamaan, Ukay bisa lancar lagi berbahasa Indonesia.

Pada kelas 4 SD, Ukay mengikuti ekskul Taekwondo, hingga akhir kelas 5. Ukay belajar hingga sabuk hijau, dan pernah memenangkan medali untuk kategori “Speed Kick”.

Ukay lulus SD pada tahun 2008.

Masa SMP

Ukay menghabiskan masa SMP nya di SMP Islam Al Ikhlas. Pada saat Ukay kelas 7, dia mengikuti LDKS untuk menjadi OSIS. Ukay menjadi OSIS selama kelas 7  hingga kelas 8 di Sie Mading.
Syncrolix (Angkatan 22 Al Ikhlas)
Saat SMP, Ukay mengikuti berbagai kegiatan. Dia mengikuti ekskul Paskibra, dan juga ditunjuk sekolah untuk mewakili sekolah dalam Olimpiade Matematika dan Olimpiade Bahasa Inggris. Dia paling aktif mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut pada kelas 8. Selain itu, Ukay juga mengikuti ekskul Tari Tradisional Al Ikhlas, atau Tralix. Saat mengikuti Tralix, Ukay sering dimasukkan tim untuk mewakili sekolah dalam berbaga lomba saman dan berhasil meraih prestasi-prestasi yang banyak. Salah satu prestasi yang membuat Ukay paling bangga adalah mengikuti misi budaya ke Turkey untuk mewakili Indonesia bersama anggota-anggota Tralix lainnya pada tahun 2010 (Akhir kelas 8).

Tralix di Turkey
Dalam misi budaya ini, Tralix dikirim untuk mengikuti Children’s Festival, dimana tarian tradisional masing-masing negara yang berpartisipasi dilombakan. Kebanyakan Negara yang mengikuti festival ini adalah dari Eropa. Saat itu, tarian yang Tralix lombakan adalah tarian Kipah dari Aceh. Berbeda dengan tarian lain yang penarinya berdiri dan memakai musik dari CD, tarian kipah ditarikan oleh para penari yang duduk dan menyanyikan lagu untuk mengiringi tarian tersebut disertai dengan suara yang dihasilkan oleh gerakan tangan para penari. Hal ini menarik perhatian para juri sehingga pada saat itu Tralix berhasil mendapatkan Juara 1. Ini adalah salah satu prestasi yang paling dibanggakan oleh Ukay.
Tralix memenangkan Children's Festival di Turkey

Saat kelas 9, Ukay sudah tidak bisa lagi aktif dalam aktivitas non-akademik dan fokus belajar untuk lulus Ujian Nasional. Pada awal tahun 2011, Ukay mendaftar ke SMA Labschool Kebayoran dan mengikuti tesnya. Untuk tes ini, Ukay belajar giat sampai setiap hari Ukay datang ke tempat bimbel untuk belajar.

Sayangnya saat pengunguman, nomor peserta Ukay tidak ada. Saat itu Ukay kecewa, tapi dia tidak menyerah dan minggu depannya sudah mendaftar ke Al Azhar Pusat 01 dan mengikuti tesnya. Beberapa hari setelah tes, ternyata ada pengunguman peserta ya lolos masuk ke SMA Labsky yang kedua, dan ternyata
Ukay lulus. Saat tahu tentang hal ini, dia langsung mendaftar ulang.
Kelas 9E

Setelah Ujian Nasional dan Ulangan Akhir Sekolah telah berhasil dilewati dengan sukses, Ukay dan angkatannya (Angkatan 22, Syncrolix) mengadakan acara wisuda dimana Ukay berhasil menjadi Lulusan Terbaik nomor 6 diangkatannya.
Ki-ka: Ukay dan Manda setelah wisuda

Masa SMA

Setelah berlibur selama 3 bulan, Ukay akhirnya masuk ke sekolah SMA Labschool Kebayoran. Saat masuk SMA, Ukay harus mengikuti MOS. Di acara MOS, Ukay masuk ke kelompok 8-TOBA. Saat itu, Ukay masih belum terbiasa dengan budaya Labschool sehingga sempat kaget. Untungnya, Ukay dapat beradaptasi.

Setelah MOS, Ukay masuk ke kelas XD. Disana, Ukay mendapatkan teman-teman baru dan pengalaman yang tidak terlupakan.
XD 2011-2012
Tentu saja setelah MOS masih ada banyak acara lain. Saat bulan Ramadhan, dilaksanakan acara Pilar. Ukay dan angkatannya dibimbing oleh Pesantren Darrut Tauhid Bandung.

Selain Pilar, ada juga acara Trip Observasi yang diselenggarakan pada bulan Oktober 2011 di Desa Parakan Ceuri, Purwakarta. Sebelumnya, ada acara Pra TO untuk mempersiapkan mereka sebelum TO sebenarnya. Saat Pra TO, angkatan 11 menetapkan namanya, yaitu Dasa Eka Cakra Bayangkara dan ketuanya, Bayu Siswonegoro yang didampingi oleh Rayhan Athaya dan Maga Arsena. Ukay masuk ke dalam kelompok Manuk Dadali bersama Adel, Tasya, Tita, Satri, Ganen, dan Igar. Mentor kelompok tersebut adalah Kak Saly dan Kak Firdha. Gurunya adalah Pak Arifin. Di acara TO, Ukay mendapatkan banyak pengalaman baru dan menjadi lebih mandiri.
Kelompok Manuk Dadali saat TO

Bulan Desember 2011, Ukay kembali mengikuti Misi Budaya ke India. Berbeda dengan misi budaya sebelumnya, dalam misi budaya ini, Ukay berangkat dengan murid-murid sekolah lain, dan juga beberapa murid Labschool yaitu Alsa, Bowo, dan Aqil.
Misi Budaya di India
Setelah tahun baru, Ukay bersama ca-Pemeriah mengikuti pelantikan. Sayangnya, Ukay tidak bisa mengikutinya dengan maksimal karena sedang sakit. Dalam pelantikan ini, Nahiv ditunjuk sebagai ketua Pemeriah Angkatan 11. Beberapa hari setelah pulang dari Pelantikan, Ukay harus masuk rumah sakit karena terkena Thypus. Untungnya, dalam waktu seminggu Ukay dapat sembuh sehingga bisa kembali sekolah. Ukay sempat kewalahan mengikuti susulan berbagai ulangan harian.

Selain Pelantikan, bulan Januari Ukay dan angkatannya berangkat ke Bandung untuk Study Tour. Dimana disana, mereka mengunjungi Museum Geologi Bandung, LEN Industri, dan lainnya.

Kegiatan yang paling melelahkan adalah BINTAMA, atau Bina Mental Siswa.  Disana mental dan fisik mereka dilatih untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Di BINTAMA, mereka tidur di Barak, juga sempat Survival di hutan, dan menjalani penjelajahan malam. Acara penjelajahan malam yang seharusnya menyeramkan menjadi sangat lucu karena kelompok Ukay yang sangat berisik. BINTAMA adalah kegiatan yang paling tidak terlupakan.
Saat BINTAMA
Setelah BINTAMA, Ukay fokus terhadap Ujian Akhir Semester untuk mencapai jurusan utamanya, IPA. Setelah UAS, Ukay dan kelasnya mengadakan acara refleksi kelas pada tanggal 21-22 Juni di rumah Abon. Refleksi kelas XD bertepatan dengan ulang tahun Ukay. Pada tanggal 21 Juni, Ukay dikerjain oleh teman-temannya, juga ibunya, hingga 2 kali dalam sehari. Ulang tahun itu adalah ulang tahun terbaik bagi Ukay.

Di kelas 10, Ukay belajar banyak, dan perubahan pada dirinya juga banyak. Kelas 10 juga salah satu masa yang berat dimana Ukay harus belajar membagi waktu karena di kelas 10, Labschool mempunyai banyak acara/kegiatan, serta harus fokus dengan pelajaran-pelajarannya karena kels 10 menentukan jurusan di kelas 11. Alhamdulillah, Ukay dapat masuk ke jurusan yang diinginkan, yaitu IPA.
Ki-ka: Ukay dan Salsa saat Pelantikan Osis 
Sekarang, Ukay masuk ke kelas XI IPA 3. Saat ini Ukay masih belum mempunyai tujuan jurusan kuliah yang pasti. Tapi untuk sekarang Ukay akan fokus untuk mendapatkan nilai terbaik. Semoga Ukay dapat menjadi orang yang lebih baik untuk kedepannya. Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar