Minggu, 02 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Ristya Nintyana


Menerobos Ribuan Kisah Selama 16 Tahun

Sekitar 16 tahun yang lalu, saya lahir pada tanggal 29 Juli 1996 di Rumah Sakit Bersalin YPK Jakarta. Saya merupakan anak pertama dari orang tua saya yang bernama Nugrah Bintas Hendrastya dan Trismardiani. Saya diberi nama Ristya Nintyana yang berasal dari nama orang tua saya. Kata 'RIS' berasal dari nama Ibu saya yaitu Trismardiani, sedangkan kata 'TYA' berasal dari nama Ayah saya yaitu Hendrastya. Saya mempunyai satu adik perempuan bernama Rindra Diandra Hendrastya dan satu adik laki-laki yang bernama Muhammad Granantya Hendrastya.

Masa Balita
Saya lahir sekitar 3 minggu sebelum waktu yg diperkirakan, sehingga banyak 'treatment' yang dibutuhkan untuk menstabilkan kondisi tubuh saya. Setelah bebas dari 'treatment' yang diberikan, tidak banyak berbeda dengan aktivitas anak-anak lainnya yang saya lakukan selagi saya masih kecil, tidak lain dari bermain, belajar berjalan dan lainnya.
Saya dan Saudara

Pada umur 3 tahun, saya mulai mempunyai aktivitas baru diluar rumah. Ibu saya memutuskan untuk mendaftarkan saya di salah satu kelompok bermain di daerah kemang yang bernama Kembang Playgroup. Kegiatan hanya 2 hari dalam seminggu, tetapi setiap harinya kegiatan tidak pernah berjalan dengan lancar, karena saya selalu menangis dan ngambek tidak mau ditinggal oleh Ibu saya yang sedang mengurusi adik saya yang masih bayi. Saya rutin mengikuti kegiatan di kelompok bermain ini selama satu tahun.

Masa TK
Saya dan Adik
Pada usia 4 tahun, saya bersekolah di TK Yasporbi 2 yang ada di daerah Pasar Minggu. Di TK, saya mulai mempunyai teman-teman baru. Kegiatan-kegiatan saya sangat lancar selama di TK, tidak seperti di kelompok bermain, tetapi terkadang saya tidak mau pergi ke sekolah untuk beberapa minggu karena hal yang sepele. 2 tahun lamanya saya bersekolah di TK Yasporbi 2 ini.

Masa SD
Di usia 6 tahun, saya mulai bersekolah di SD Yasporbi 3. Lokasi sekolah saya tidak jauh dari TK Yasporbi 2. Saya dimasukkan dalam kelas 1B yang akan terus bersama-sama selama 6 tahun di Sekolah Dasar ini. Kelas saya merupakan kelas paling ramai dan berisik diantara dua kelas lainnya. Saya mendapatkan juara 1 di kelas 2, 3 dan 5, dan mendapatkan juara 2 di kelas 4 dan 6. Selain itu, saya merupakan bagian dari tim dokter kecil, tim paskibra, dan tim paduan suara di sekolah saya. Beruntung, saya juga mendapat kesempatan mengikuti Olimpiade Matematika sampai tingkat Jakarta Selatan, tetapi saya tidak mendapat kesempatan untuk melanjutkan ke tingkat selanjutnya. Di kelas 6, saya juga mengikuti lomba TIK di tingkat wilayah dan kecamatan, dan mendapat juara pertama pada tingkat wilayah.

Saya dan teman-teman di kelas 6B
Perpisahan Angkatan 33
 Di akhir tahun ke 6, saya mengikuti perpisahan angkatan ke 33 SD Yasporbi 3 yang bertempat di Safari Hotel, Cisarua. Acara memakan waktu 2 hari 1 malam. Pada hari pertama kami menghabiskan waktu dengan 'games' yang telah disiapkan oleh orang tua. Kami dibagi beberapa tim lalu bertanding. Malamnya, ada acara malam keakraban dimana ada panggung yang akan di isi dengan penampilan-penampilan tiap kelas. Kelas saya 6B, menampilkan tarian saman, tetapi saya tidak termasuk yang mewakilkan kelas 6B. Saya tampil bersama tim paduan suara yang tampil di akhir acara.

Masa SMP
Bukber kelas 7B
Di usia 11 tahun, setelah lulus dari SD, saya mempunyai beberapa minat di beberapa SMP antara lain SMPN 115 dan SMPN 41. Alhamdulillah, saya diterima di SMPN 115 RSBI, tetapi Ibu saya memberi masukan beberapa SMP lain salah satunya adalah SMP Labschool Kebayoran. Akhirnya saya mencoba mencari tahu tentang SMP ini dan saya memutuskan untuk mencoba mengikuti tes masuk Labsky. Setelah diterima, saya akhirnya lebih memilih melanjutkan sekolah di SMP Labschool Kebayoran. Pada awalnya, saya cukup kaget dengan kegiatan SMP yang sangat berbeda dengan kegiatan SD, sehingga pada minggu pertama memulai beraktivitas di SMP Labschool Kebayoran, kesehatan saya pun menurun. Saya ditempatkan di kelas 7B, kelas 7B sangat seru dan anak-anaknya ramah. Di tahun pertama, saya mengikuti kegiatan MOS, KALAM (Pesantren Ramadhan), dan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa). Setahun kemudian, saya ditempatkan di kelas 8C, kelas ini merupakan kelas yang cukup kondusif saat kegiatan belajar mengajar. Di tahun kedua ini, saya mengikuti kegiatan yang bernama BIMENSI. Bimensi merupakan suatu kegiatan dimana siswa di bina kepemimpinannya. Bimensi untuk angkatan 8 ini, dilaksanakan di Lido,Sukabumi. Bimensi angkatan kami sedikit berbeda dengan angkatan-angkatan sebelumnya. Kami dibina oleh Polisi, sementara angkatan sebelumnya marinir dan kopasus. Selain Bimensi, saya juga mengikuti program Labsbassador atau yang sering disebut pertukaran pelajar. Pada awalnya saya mengikuti tingkat antar sekolah, saya ditempatkan di SMPN 115 Jakarta untuk satu minggu. Setelah itu saya mengikuti tingkat nasional, dan saya ditempatkan di kota Palembang di sekolah SMPN 1 Palembang. Selama di Palembang, saya tinggal di rumah salah satu murid di sekolah tersebut yang kebetulan merupakan ketua osis pada periode itu. Setelah tingkat nasional, saya mengikuti tingkat internasional dan memilih negara Singapur dan Malaysia sebagai tujuan. Di Malaysia, saya bersekolah di Cempaka Secondary School, teman-teman di sekolah Cempaka ini pun ramah-ramah. 
Student Exchange di Palembang
Besama teman dari Cempaka School, Malaysia

Di kelas 9, angkatan kami resmi mempunyai nama yaitu Scavolendra Talvoreight, saya bangga menjadi salah satu dari angkatan ini. Kelas 9 ini penuh dengan perjuangan untuk meraih nilai terbaik dalam Ujian Nasional, satu tahun ini penuh dengan Try Out, Tes masuk SMA, dan lainnya. Beruntung, saya tidak mengikuti tes/ujian tertulis masuk SMA apapun, karena saya telah mengikuti tes jalur khusus SMA Labschool Kebayoran yang hanya memerlukan nilai rapor.

Masa SMA
Saya melanjutkan sekolah di SMA Labschool Kebayoran, tidak terlalu sulit bagi saya untuk memilih sekolah dari SMP ke SMA. Pada awalnya, saya berkeinginan untuk meneruskan sekolah ke SMAN 28 yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah saya, yaitu di daerah Pasar Minggu. Banyak keunggulan yang dimiliki SMAN 28 sehingga saya tertarik untuk meneruskan sekolah di sana. Tetapi, saya ditawarkan untuk mengikuti tes jalur khusus yang diadakan oleh SMA Labschool Kebayoran. Beruntung, saya diterima. Akhirnya saya telah berkeinginan penuh untuk melanjutkan sekolah di SMA Labschool Kebayoran. Di SMA Labschool Kebayoran, saya sudah cukup beradaptasi dengan lingkungan di SMA Labschool Kebayoran karena tidak jauh berbeda dengan lingkungan di SMP. Saya ditempatkan dikelas X-C. Di tahun pertama, saya mengikuti kegiatan MOS, PILAR, Trip Observasi, dan Bintama. Banyak pengalaman menarik saat melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut.

Bersama sebagian dari kelas X-C
Study Tour di Bandung
Di pertengahan tahun pertama di SMA, pada hari Jumat, 3 Februari 2012, keluarga saya mendapat musibah kebakaran. Rumah dimana kami sekeluarga tinggal, habis terbakar tanpa sisa. Alhamdulillah,tidak ada korban di dalam peristiwa ini. 
04/02/12
Bersama Keluarga di Rumah
Pada peristiwa tersebut, kami sekeluarga sedang beraktivitas diluar rumah dan tidak ada seorang pun yang berada di dalam rumah. Dengan kondisi rumah yang dikunci rapat-rapat dan bertepatan dengan waktu solat jumat, pemadam kebakaran tidak bisa segera masuk ke dalam rumah dan memulihkan kondisi rumah yang terbakar. Saat kebakaran terjadi, saya masih melakukan aktivitas di sekolah sampai sore hari dan tidak ada satupun yang mengabarkan tentang peristiwa ini. Pada jam 5 sore, saya baru pulang dari latihan untuk keperluan misi budaya dan semua orang bertingkah aneh didepan saya , saya cukup curiga dan bingung apa yang sebenarnya terjadi, sampai saat salah satu teman saya mengirimkan pesan singkat mengenai peristiwa tersebut saat perjalanan pulang ke rumah.  Saya kira apa yang teman saya bicarakan hanyalah bercanda seperti apa yang ia sering lakukan, tetapi dengan melihat tingkah laku orang-orang di sekitar saya, saya pun mulai percaya. Awalnya saya cukup kaget dan sedih, tetapi saya mulai meyakinkan diri inilah jalan terbaik yang Allah telah berikan untuk saya dan keluarga untuk kedepannya. Sesampai saya dirumah, saya tidak melihat lagi ada rumah lagi di tempat itu. Pandangan saya kosong menerobos dari ujung ke ujung, hanya ada puing-puing bangunan yang berserakan ditanah. Tidak ada satupun yang tersisa. Saat itu, satu-satunya barang yang kami punya hanyalah baju yang melekat di tubuh. Semua keluarga dan rekan telah mengetahui peristiwa ini pada saat itu, kecuali adik perempuan saya yang masih mengikuti kegiatan camping di daerah Sukabumi. Ia baru mengetahui tentang kejadian ini 2 hari kemudian. Dan untuk sementara ini, kami tinggal di rumah nenek yang berada persis disebelah rumah kami sampai sekarang.
Saya dan adik


Bersama Keluarga
Tidak lama ini, pada bulan Juni 2012, saya mendapat kesempatan mengikuti program Misi Budaya.  Tim misi budaya tahun ini mempunyai nama yaitu Svarnabhadaya Balawandipta. Tim kami mengikutin festival di Büyükçekmece, Turki. Beban yang kami bawa cukup besar, karena kebetulan tahun ini mengikuti kompetisi. Festival dan kompetisi diikuti oleh banyak negara seperti Korea, Belanda, Serbia, Slovakia, Ukraina, Brazil, dan masih banyak lagi. Acara ini merupakan suatu pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi saya, dimana kami bisa mengikuti parade, menikmati wisata sekitar, tampil didepan ribuan penonton asing, dan lainnya. Kami membawakan 7 tarian tradisional Indonesia. Karena jumlah peserta perwakilan dari Indonesia yang cukup banyak, kami dibagi 2 kelompok, kelompok pertama membawakan tarian Nandak Ganjen, Soya-Soya,  dan Lontar. Sementara kelompok kedua yaitu kelompok saya, membawakan tarian Tifa yang berasal dari daerah Papua, tarian Tokecang dan tarian Piring yang berasal dari Sumatra Barat. Penampilan kami juga tidak lepas dari pemain music yang beranggotakan sepuluh orang terdiri dari dua perempuan 8 laki-laki. Alhamdulillah, kami mendapat pengehargaan sebagai "Best Female Dancer" di dalam acara ini.

Svarnabhadaya Balawandipta
Festival dan kompetisi ini berlangsung selama 10 hari, setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Eropa untuk tur. Kami mengunjungi beberapa negara yaitu Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, Swiss, dan Itali. Negara tujuan pertama setelah Turki ialah Perancis, kami mengunjungi ibu kota dari Negara perancis yaitu kota Paris. Di kota Paris, kami mengunjungi menara Eiffel yang sangat popular itu, kami juga mengunjungi Musium Louvre, Champ Elysees Street, dan  Disneyland Paris.Setelah Paris,kami melanjutkan perjalanan ke Belgia, Belanda, Jerman, Swiss, dan destinasi terakhir yaitu Itali. Di Negara Itali, kami mengunjungi dua kota yaitu kota Milan dan Kota Venice.
Musée du Louvre
Saya dan Kannia di Disneyland Paris
  Sepulang dari perjalanan ke Eropa, saya memasuki tahun kedua di SMA Labschool Kebayoran. Saya diberi kesempatan untuk melanjutkan tahun kedua ini di jurusan IPA. Dan saya ditempatkan dikelas XI IPA 2. Selama kurang lebih satu bulan belajar bersama teman-teman XI IPA 2, suasana kelas cukup kondusif. Semoga untuk setahun kedepan kelas ini bisa menjadi teman berjuang bersama untuk mendapatkan nilai rapor bagus agar bisa mendapatkan Universitas yang terbaik 2 tahun lagi.

1 komentar:

  1. "Pertengahan tahun pertama di SMA, pada hari Jumat, 3 Februari 2012, keluarga saya mendapat musibah kebakaran. Rumah dimana kami sekeluarga tinggal, habis terbakar tanpa sisa. Alhamdulillah,tidak ada korban di dalam peristiwa ini."

    Peristiwa ini jarang dialami. Oleh karena itu, catatan tentang peristiwa semacam ini senantiasa menjadi sesuatu yang menarik. Apalagi jika mencermati kalimat terakhir pada kutipan itu. Betapapun rumah sudah ludes habis terbakar, tetapi masih patut mensyukuri nikmat Tuhan, karena ada yang lebih berharga daripada rumah dan isinya: FISIK dan NYAWA manusia. "Alhamdulillah,tidak ada korban (FISIK dan NYAWA manusia) di dalam peristiwa ini."

    BalasHapus