Jumat, 21 September 2012

Tugas-1 Autobiografi Ravenska Marintan Nania


15 TAHUN YANG TIDAK TERDUGA

Jumat 11 Oktober 1996 pukul 01:30 merupakan hari kelahiran saya. Saat itu, saya dilahirkan di RS MMC dengan berat 3,3 kg dan panjang 47 cm dan menjadi anak pertama bagi kedua orangtua saya, James Hendry dan Ivy Meyana. Saya diberi nama Ravenska Marintan Nania dan biasa dipanggil Nania. Sejak kecil, saya dikenal sebagai anak yang sering menangis. Tidak jarang saya membuat orangtua saya terbangun di tengah malam karena tangisan saya. Inilah salah satu kebiasaan buruk yang terbawa hingga saya masuk ke jenjang Sekolah Dasar. Setelah 1 tahun 10 bulan menjadi anak tunggal, lahirlah adik perempuan saya pada bulan Agustus 1998 yang diberi nama Divanka Alberta.
Saat baru lahir

Bersama Mama dan Adik umur 3 tahun

Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak
Pada usia 3 tahun, saya dimasukkan ke sebuah kelompok bermain yang bernama Kidsclub. Saya tidak terlalu mengingat banyak hal di kelompok bermain, yang saya ingat hanyalah kegiatan yang saya lakukan sehari-hari adalah bermain, bernyanyi dan mempelajari hal-hal yang masih dasar. Sewaktu saya masih berada di Kelompok Bermain, saya sering sekali membawa buku dan berpura-pura bisa membaca dengan menceritakan isi buku tersebut sesuai keinginan saya. Ya, saat itu saya memang belum bisa membaca tetapi saat TK, saya bisa mewujudkan keinginan saya untuk membaca dengan masuk ke kursus membaca dan menulis. Salah satu kegiatan yang saya ikuti saat kelompok bermain dulu adalah acara Halloween yang diadakan pada tanggal 31 Oktober. Pada acara tersebut, setiap anak harus menggunakan kostum dan membawa labu  yang nantinya akan diisi oleh permen dan coklat oleh para guru. Saat itu, saya memakai kostum peri. Saat saya berusia 4 tahun, saya dimasukkan ke TK Tarakanita 1 karena memang sudah saatnya saya berpindah ke jenjang pendidikan berikutnya yaitu Taman Kanak-Kanak. Selain masuk ke TK, pada usia 4 tahun saya juga dimasukkan oleh mama saya ke berbagai tempat kursus untuk mengisi waktu luang yang saya miliki. Selain kursus baca tulis seperti saya sebutkan diatas, saya juga mulai mengikuti kursus vokal, menari, ballet dan bahasa inggris. Pada hari pertama TK, saya sangat senang melihat banyak mainan  yang terdapat disana tetapi saat orang tua saya akan pulang dan meninggalkan saya, saya menangis. Hal itu membuat beberapa teman saya dan wali kelas saya harus menenangkan saya. Selain mudah menangis, saya juga termasuk anak yang penakut. Saya tidak berani mencoba beberapa permainan karena takut terjatuh. Berbeda dengan sebagian besar teman saya yang ingin mencoba berbagai hal. Maka itu, hingga saat ini saya belum pernah memiliki pengalaman dijahit dan semacamnya, “Kamu waktu kecil gapernah aneh-aneh, tapi cengeng.” Itulah yang dikatakan mama saya. Di TK, selain bermain saya juga diajarkan berhitung, menggambar, membaca serta menulis oleh para guru. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan dasar-dasar yang nantinya akan berguna di Sekolah Dasar. Semasa TK, kegiatan yang paling saya tunggu setiap bulannya adalah kegiatan makan bersama. Jadi, pada hari itu beberapa siswa diharuskan membawa makanan untuk satu kelas yang terdiri dari 4 sehat 5 sempurna. Biasanya, kegiatan tersebut diadakan setiap hari Sabtu dan siswa yang membawa makanan akan digilir. Pada akhir semester, biasanya akan diadakan pementasan yang diisi oleh seluruh siswa dengan penampilan berupa tarian, nyanyian ataupun drama. Tetapi, kelas saya lebih sering menampilkan tarian dalam setiap pementasan akhir semester ini. Selain mengikuti pementasan disekolah, saya juga pernah mengikuti  beberapa pementasan ballet, vokal ataupun menari melalui tempat kursus saya. Dua tahun di TK rasanya begitu singkat, saya masih ingin terus bermain tetapi karena umur maka saya harus berpindah ke Sekolah Dasar.
Hari Pertama TK

Bersama teman-teman TK

Mengikuti pementasan menyanyi 
SEKOLAH DASAR
Saya mengikuti Sekolah Dasar di SD Tarakanita 1. Saat itu, banyak teman-teman TK saya yang melanjutkan SD disana sehingga saya sudah mengenal sebagian teman di angkatan saya saat itu. Di awal masuk SD terutama di kelas 1, saya cukup sulit menyesuaikan diri dengan cara belajar di SD. Saya harus merelakan waktu bermain saya dipotong untuk belajar, mengerjakan PR serta mempersiapkan diri untuk ulangan. Semua itu saya lakukan dengan bantuan mama saya, meskipun kadang saya membuat mama saya kesal karena saya lama dalam menghafalkan pelajaran. Tetapi akhirnya pada saat ulangan saya bisa mendapatkan nilai yang memuaskan.  Pada bulan April 2003 saat kelas 1 hampir berakhir, lahirlah adik laki-laki saya yang diberi nama Davalezka Daud. Meskipun perbedaan usia kami 6,5 tahun, tapi saya lebih akrab dengan adik saya yang satu ini. Saya pun naik ke kelas 2, di kelas 2 ini banyak sekali kejadian yang terjadi. Dimulai dari penurunan nilai matematika saya karena sering melakukan kesalahan penulisan soal. Mata saya saat itu mulai mengalami rabun jauh, tetapi karena tidak ingin menggunakan kacamata maka saya hanya mengatakan kepada orang tua saya kalau saya kurang teliti. Karena penurunan nilai tersebut, akhirnya saya dimasukkan ke les Kumon. Selain itu, saya dan teman saya juga pernah bertukar lembar jawaban saat ulangan. Jadi, saya mengerjakan kertas ulangan dengan namanya dan dia mengerjakan kertas ulangan saya. Saat ulangan dibagikan, hasil pekerjaannya mendapatkan 100 dan hasil pekerjaan saya mendapat 90. Hampir seluruh ulangannya mendapatkan 100, sehingga ketika ia mendapat 90 orangtuanya bingung dan bertanya kepada guru. Kami pun jujur dan saya terkena marah oleh orangtua saya dan orangtuanya. Di kelas 3, karena semakin banyak kesalahan tulis yang saya buat maka saya disarankan oleh guru untuk mengecek mata dan ternyata saya memang diharuskan memakai kacamata. Sejak saat itu nilai saya kembali meningkat. Selain itu, di kelas 3 saya mencoba mengikuti ekskul tari Bali. Sayangnya, guru ekskul saya mengalami kecelakaan dan meninggal dunia setelah ekskul berlangsung selama ±9 bulan. Kegiatan ekskul kemudian diberhentikan karena tidak ada pengajar. Naik ke kelas 4, saya diwajibkan mengikuti kegiatan Pramuka. Begitu juga di kelas 5 sehingga saya terpaksa keluar dari les menari karena waktu yang bentrok dengan pramuka. Pramuka di kelas 4 bagi saya menyenangkan karena pembelajaran diadakan dalam bentuk permainan yang menarik. Tetapi di kelas 5, saya tidak begitu menyukai kegiatan ini bahkan saya tidak begitu mengerti materi yang diajarkan dan hanya menunggu kegiatan camping serta berharap kegiatan pramuka segera berakhir. Disela-sela kesibukan kelas 5, saya juga beberapa kali diminta untuk mengikuti lomba matematika. Akhirnya, saya naik ke kelas 6. Saat itu,muncul kabar bahwa mulai tahun ajaran tersebut ujian nasional akan mulai diberlakukan bagi siswa SD. Saya bingung karena tidak memiliki gambaran akan soal ujian nasional, tetapi dengan diadakannya Try Out maka saya menjadi lebih siap untuk mengikuti UN. Syukurlah, saya pada akhirnya dapat lulus dengan nem yang memuaskan serta menjadi lulusan terbaik kelima di angkatan saya. Masa SD saya berakhir dengan diadakannya acara perpisahan angkatan dalam bentuk kegiatan outbound selama 1 hari penuh.
Liburan kelas 1 SD

Kelas 2SD, saat adik laki-laki saya baru lahir

Perpisahan SD
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
SMP Tarakanita 5 adalah tempat saya meneruskan sekolah ke jenjang berikutnya. Setelah mengikuti MOS selama 3 hari, saya pun mulai belajar seperti layaknya murid SMP. Pelajaran di SMP sebelumnya pernah diajarkan di SD hanya saja IPS dibagi menjadi ekonomi, geografi dan sejarah serta IPA dibagi menjadi biologi dan fisika. Sejak kelas 7, saya memiliki ketertarikan terhadap ekonomi sehingga saya telah memutuskan untuk masuk di jurusan IPS saat SMA dan masuk Fakultas Ekonomi saat perguruan tinggi nanti. Di kelas 7 ini, saya mengikuti ekskul softball karena saat itu setiap siswa diwajibkan untuk mengikuti setidaknya 1 ekskul. Setelah 3 bulan mengikuti ekskul, saya mengikuti Turnamen Pelajar atau pertandingan softball antar sekolah. Tim sekolah saya berhasil menjadi juara 1. Selain mengikuti kegiatan softball, saya juga mencoba untuk ikut kursus piano tetapi saya menjadi berhenti kursus vokal karena waktu yang tidak sesuai. Di akhir kelas 7, saya dipercaya untuk menjadi OSIS periode selanjutnya. Saya pun kemudian naik ke kelas 8, masa dimana waktu yang ada lebih banyak dihabiskan untuk bermain dibandingkan belajar. Di kelas 8, saya keluar dari ekskul softball dan pindah ke ekskul fotografi karena waktu yang tidak memungkinkan. Selain itu, di kelas 8 saya mengikuti kegiatan studi lapangan ke Jogjakarta bersama teman-teman seangkatan. Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan belum lagi  kunjungan ke tempat-tempat yang bagus seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Saya juga sempat mengikuti lomba matematika dan juga biologi pada kelas 8 ini. Di semester 2, saya dipercaya untuk menjadi panitia acara sekolah yaitu Tarlim Cup X pada Februari 2010 dan kembali menjadi OSIS periode berikutnya di akhir kelas 8. Akhirnya, tibalah saya di tahun terakhir di SMP. Kelas 9 merupakan masa yang berat karena banyak sekali tes yang harus diikuti mulai dari Tes masuk SMA, Try out, Ujian Praktek, Ujian Akhir Sekolah dan juga Ujian Nasional. Saya pun harus mengikuti bimbingan belajar untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian tersebut.  Tetapi, saya tetap aktif dalam kegiatan sekolah salah satunya dengan menjadi panitia dalam Tarlim Cup XI, meskipun begitu saya juga tidak melupakan kewajiban saya untuk belajar. Seminggu setelah Tarlim Cup berakhir, saya harus mengikuti tes masuk SMA di Labschool Kebayoran. Sebelumnya, saya telah mengikuti Test di SMA Tarakanita 1 sebagai cadangan jikalau tidak diterima. Saya sangat berharap dapat diterima di SMA Labschool Kebayoran meskipun saya cukup pesimis saat mengerjakan soal yang diujikan. Tetapi syukurlah saya berhasil diterima meskipun merupakan cadangan. Setelah test SMA, masih tersisa beberapa ujian yang harus diikuti dan saya berhasil menyelesaikan semua ujian itu dengan lulus dari SMP dengan nilai yang bagi saya sudah cukup memuaskan. Sebelum meninggalkan SMP, masih ada dua kegiatan lagi yang merupakan acara terakhir saya di SMP yaitu prom night dan wisuda. Kebetulan saya saat itu menjadi koordinator kelas saya untuk acara prom night. Semua kegiatan tersebut terlaksana dengan baik dan memberikan kenangan terakhir yang indah bagi saya.
Kelas 8

Ulangtahun ke-14

Bersama teman-teman terdekat

Prom Night
SEKOLAH MENENGAH ATAS
SMA Labschool Kebayoran, akhirnya menjadi tempat saya menjalankan masa SMA saya. Lingkungan baru, teman-teman baru dan juga pelajaran yang lebih berat membuat saya harus cepat melakukan adaptasi. Saya mengawali masa SMA dengan mengikuti kegiatan Pra-MOS dan MOS seperti sekolah lain pada umumnya. Setelah 3 hari mengikuti MOS, saya memulai kegiatan belajar di SMA. Saya ditempatkan di kelas XB, kelas yang nyaman tetapi memiliki persaingan nilai yang cukup ketat. Pada bulan Oktober, siswa kelas X wajib mengikuti kegiatan Trip Observasi yang diawali dengan Pra-TO. Pada kegiatan Pra-TO, nama angkatan 11 resmi terbentuk yaitu Dasa Eka Cakra Bayangkara dan memiliki ketua angkatan. Untuk kegiatan TO sendiri, kami mengunjungi Desa Parakan Ceuri dimana kami semua tinggal di rumah penduduk setempat dan mengikuti kegiatan orangtua asuh kami. Melalui TO, saya belajar untuk lebih bersyukur dengan kehidupan yang saya miliki. Setelah TO, masih ada kegiatan yang wajib diikuti oleh kelas X yaitu Studi Lapangan yang dilaksanakan di bulan Januari akhir dan Bintama di bulan April. Kegiatan Bintama diadakan di Grup 1 Kopassus, sungguh melelahkan karena kegiatan tersebut berlangsung dari pagi hingga malam, bahkan kami beberapa kali dibangunkan pada tengah malam. Tetapi, banyak pelajaran yang saya dapatkan melalui bintama. Salah satunya adalah untuk lebih disiplin dan mau mencoba hal baru. Pada bulan Mei, diadakan kegiatan lapinsi dan TPO bagi yang berminat untuk menjadi pengurus OSIS dan MPK. Saya  mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Syukurlah, saya diterima dan menjadi pengurus OSIS untuk periode berikutnya. Pada liburan akhir kelas X, saya mengikuti kegiatan Misi Budaya ke Turkey yang dilanjutkan dengan Tour Eropa. Kegiatan ini diikuti oleh 27 orang siswa yang terdiri dari 17 penari dan 10 pemusik. Nama tim kami adalah Svarnabhadaya Balawandipta. Kami mewakili Indonesia dalam Buyukcekmece Culture and Art Festival yang juga diikuti oleh 20 negara lainnya. Disana, kami membawakan budaya Indonesia dalam bentuk tarian dan juga musik yang menarik perhatian para penonton yang hadir. Dalam kegiatan ini, kami berhasil mendapatkan penghargaan sebagai “The Best Female Dancer.” Setelah festival selesai, kami melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi beberapa negara di Eropa. Perjalanan kami berlangsung selama 21 hari. Bagi saya, mengikuti kegiatan misi budaya ini sangat mengesankan. Walaupun latihannya melelahkan dan cukup menyita waktu , tetapi saya mendapatkan berbagai pengalaman baru dan pelajaran hidup yang berharga dan tidak bisa saya dapatkan di sekolah. 
XB, Lari pagi terakhir

Svarnabhadaya Balawandipta

Paris bersama Ella dan Ristya

Dana&Logistik 2011-2012 & 2012-2013
Setelah misi budaya selesai, saya kembali masuk sekolah dan ditempatkan di kelas XI IPS 2. Saya berharap, nantinya dapat lulus dari SMA dengan nilai yang memuaskan dan meneruskan pendidikan ke FEUI. Saya juga berharap di masa depan nanti, saya dapat meraih apa yang saya inginkan dan membanggakan kedua orang tua saya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar