Kamis, 20 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Ramzy Rayhan

16 Tahun yang Tak Terlupakan

Akte Kelahiran
               Nama saya Ramzy Rayhan, saya biasa dipanggil Ramzy oleh teman - teman saya. Saya lahir di Jakarta, lebih tepatnya di  Rumah Sakit Pondok Indah pada senin pagi tanggal 13 mei 1996. Kata ibu saya, saya dilahirkan melalui operasi caesar karena ukuran saya sewaktu bayi cukup besar. Ya, cukup besar karena saya terlahir dengan berat 4 kilogram dan sepanjang 51 cm. Saya adalah anak ketiga dari 3 bersaudara. Perbedaan umur saya dengan kakak - kakak saya cukup jauh yakni selisih umur saya dengan kakak pertama saya adalah 11 tahun dan kakak kedua saya 8 tahun. Saya terlahir dari kedua orang tua saya yang bernama Mouslim Amir Chaniago dan Lies Anggraeni.

              Kata ibu saya, saya terlahir karena kakak saya ingin mempunyai adik perempuan. Betul, adik perempuan sehingga saya dulu di programkan untuk menjadi anak perempuan. "Kenapa selisih umurmu dengan kakakmu jauh? Ya soalnya dulu kakakmu pengen punya adik perempuan." kata ibu saya. Ya mungkin itulah alasan mengapa saya mempunyai selisih umur saya dengan kakak - kakak saya cukup jauh. Namun Allah berkata lain, saya terlahir sebagai lelaki sejati, meski saya sudah direncanakan untuk menjadi perempuan.


Ramzy ketika masih bayi
             Semenjak saya lahir ibu saya berhenti dari pekerjaannya untuk fokus mengurusi saya. Kata ibu saya sewaktu saya masih bayi saya terlihat seperti anak jepang karena saya mempunyai rambut jabrik dan mata sipit sewaktu bayi.

           

 

Masa Balita


          Masa balita saya, saya habiskan di rumah saya yang dulu di jakarta timur. Kata ibu saya, sewaktu saya balita saya sering sekali minum susu, mungkin itu yang menyebabkan saya memiliki badan yang cukup  besar saat ini. Saya masih ingat ketika gigi pertama saya tumbuh, rasa gatalnya bikin saya menggila sewaktu masih balita. Dan kata kakak saya sebelum saya memotong rambut untuk pertama kalinya rambut lurus, namun setelah tumbuh lagi malah menjadi keriting sampai sekarang ini. Seperti yang saya ceritakan diawal tadi, semasa balita saya diurus oleh ibu saya sendiri. Ketika saya masih balita, saya bukanlah anak yang cukup aktif, kata ibu saya, saya kalau abis minum susu langsung tidur.
Ramzy ketika masih balita

Masa TK

         Tidak banyak yang saya ingat di masa TK saya, saya dulu sekolah di TK Citra Indonesia. TK itu dipilih oleh orang tua saya karena memang letaknya yang tidak jauh dari rumah saya. Semasa TK saya diajarkan banyak, dimulai dari cara berhitung, menulis, membaca dan lain - lain. Sewaktu TK saya berangkat dan pulang sendiri dengan sepeda yang dibelikan oleh ayah saya waktu itu. Setiap saya pulang dari TK saya langsung duduk di depan TV untuk menonton acara favorit saya ketika masih TK, Teletubbies. Entah mengapa sewaktu saya masih TK acara itu sangat menarik bagi saya. Selain Teletubbies saya juga sangat suka menonton Tom and Jerry, yang hingga sekarang pun saya terkadang menonton kartun tersebut. Mungkin karena dulu saya sering menonton Tom and Jerry saya jadi menyukai makan keju.

Masa SD



        Sewaktu saya SD saya sempat beberapa kali pindah sekolah, sewaktu saya kelas 1 SD saya bersekolah di SD Tarakanita 5. Namun setelah saya naik kelas saya pindah rumah sehingga saya harus pindah dari SD Tarkanita 5 karena letak rumah saya yang baru ada di Jakarta Selatan. Setelah pindah dari Tarakanita 5, saya sempat masuk ke SD Bakti Mulia 400 namun saya sekolah disana hanya selama satu bulan saja sebelum akhirnya saya dimasukan ke SD Tarakanita 1. Sewaktu saya SD saya bukanlah anak termasuk aktif dalam kegiatan sekolah, karena saya dimasukan ke tempat les oleh orang tua saya yang menyebabkan jadwal saya cukup padat untuk siswa SD. Sewaktu saya SD saya sempat 2 kali mengikuti lomba bahasa inggris namun saya tidak memenangkan lomba tersebut, karena saya dulu cukup grogi untuk berbicara didepan umum.

Mengikuti lomba pertama
Mengikuti lomba kedua
Ijazah SD
Menginjak kelas 6 SD, saya cukup kaget ketika mengetahui adanya pelaksanakan UASBN untuk siswa SD. UASBN tersebut dilaksanakan tepat bersamaan dengan tanggal ulang tahun saya, 13 mei. Demi kesiapan menghadapi UASBN saya belajar dengan keras dan gigih untuk 3 mata pelajaran yang diujikannya yakni, Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA. Setelah belajar dengan keras dan sabar, akhirnya saya melewati UASBN dengan cukup baik, mendapatkan NEM 25.05 saya pun lulus dari SD. Pada awalnya saya mendaftar untuk SMP Tarakanita 1 untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Setelah mengikut tesnya saya ternyata lulus dan mendapatkan posisi ke 4 tertinggi dari semua pendaftar SMP tersebut. Namun pada akhirnya orang tua saya memilih untuk memasukan saya ke SMP Negeri saja.

Masa SMP

         Seperti yang telah saya ceritakan diatas saya sempat mendaftar ke SMP Tarakanita 1, namun akhirnya didaftarkan lagi ke 3 SMP Negeri yaitu SMPN 19, SMPN 11, dan SMPN 177. Karena NEM saya yang tidak terlalu besar saya akhirnya tidak terpilih untuk masuk ke SMPN 19 dan akhirnya saya masuk ke pilihan kedua yaitu SMPN 11. Di SMPN 11 saya sempat berpartisipasi dalam pemecahan rekor muri yang diselenggarakan oleh Giant.


Sertifikat Partisipasi Pemecahan Rekor MURI


          Namun saya hanya menghabiskan 1 tahun di SMPN 11, karena menurut orang tua saya, saya sudah terbiasa dengan sistem pembelajaran swasta. Mengetahui di SMP Labschool Kebayoran ada 3 bangku kosong, saya pun langsung didaftarkan untuk mengikuti tes masuk SMP tersebut. Saya pun belajar dengan keras lagi agar dapat masuk SMP tersebut. Di luar dugaan saya tes akademiknya menggunakan bahasa inggris, dengan mengucapkan bismillah saya pun mengerjakan soal - soal tersebut. Setelah itu saya pun mengikuti tes wawancara. Setelah tes di SMP Labschool Kebayoran, saya pun menghabiskan waktu libur saya di bali. Sewaktu liburan di bali, orang tua saya ditelpon oleh pihak SMP Labschool Kebayoran bahwa saya diterima sebagai kandidat nomor 1 untuk masuk SMP tersebut. Secara mengejutkan saya mendapat nilai akademik tertinggi dan nilai wawancara kedua tertinggi. Dan setelah membereskan masalah administrasi saya secara resmi adalah siswa SMP Labschool Kebayoran.

       Saya memulai awal baru saya di SMP Labschool Kebayoran dengan tidak terlalu baik, diawal - awal nilai saya turun karena saya belum dapat beradaptasi dengan cara sistem pembelajaran Labschool, saya mengalami tahun yang buruk di kelas 8 karena memiliki nilai - nilai yang tidak terlalu baik. Di kelas 8 ada kegiatan sekolah yang mirip dengan kegiatan di SMA yaitu Bimensi. Bimensi angkatan saya dilaksanakan di SPN Lido.

Sertifikat Keikutsertaan Program Bimensi

      Namun setelah belajar dari pengalaman di kelas 8, saya pun melewati kelas 9 dengan cukup baik. Di SMP Labschool terdapat pelajaran silat perisai terdiri, dan saya sangat tertarik dengan pelajaran tersebut sehingga saya menekuni pelajaran tersebut dengan cukup serius, ternyata saya terpilih untuk tampil sebagai pembuka di acara pertandingan silat tingkat dunia yang pada saat itu dilaksanakan. Sebelum tampil saya, dan beberapa teman saya yang terpilih juga, mengikuti pelatihan silat padang terlebih dahulu.


Sertifikat Perisai Diri



Menginjak kelas 9, saya pun mulai fokus belajar untuk menghadapi UN SMP. Di SMP Labschool saya dibina sebaik mungkin untuk siap menghadapi UN tersebut. Ternyata di kelas 9 kami (siswa kelas 9) diwajibkan untuk mengikuti lomba bahasa inggris tertulis yang diselenggarakan oleh Junior High School English Teacher Association Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Hanya dengan berbekal belajar dari soal - soal yang ada saya pun mengikuti lomba tersebut. Tanpa saya duga, ternyata saya menang menjadi juara kedua dan lulus untuk masuk ke tahap selanjutnya tahap wilayah jakarta selatan. Setelah diberi waktu untuk belajar mengikuti tahap selanjutnya saya pun melaksanakan lomba tersebut. Namun ternyata saya menang lagi sebagai juara kedua dan terpilih untuk mewakili wilayah Jakarta selatan di tahap selanjutnya tahap provinsi.
Sertifikat Juara 2 tingkat wilayah Jakarta Selatan
Ternyata pelaksanaan lomba tahap selanjutnya dilaksanakan bersamaan dengan tes masuk SMA Labschool Kebayoran. Saya pun diberikan 2 pilihan oleh Kepsek SMP saya, mengikuti lomba tersebut atau mengikuti tes masuk SMA. Saya pun meminta kepada kepsek SMA Labsky agar saya diberikan dispensasi untuk mengikuti lomba tersebut terlebih dahulu untuk mewakili SMP Labschool Kebayoran dan mengikuti tes masuk SMA disiang harinya. Ternyata saya diijinkan untuk mengikuti lomba tersebut terlebih dahulu. Saya pun mengerjakan soal - soal lomba tersebut dengan tanpa persiapan dan terburu - buru, setelah itu saya langsung  pergi ke SMA Labschool untuk mengikuti tes masuk. Ternyata saya menjadi kandidat juara ke 4 dan dapat mengikuti tes untuk menjadi juara ke 4, namun saya sudah dalam perjalanan untuk mengikuti tes masuk SMA. Terlambat 15 menit dari tes akademik saya pun hanya berserah diri kepada Allah SWT dalam mengerjakan soal - soal tes tersebut.

Ijazah SMP
Diluar dugaan saya, saya pun lulus untuk masuk ke SMA Labschool Kebayoran, dan saya pun tanpa pikir panjang lagi langsung menerima tawaran tersebut. Setelah itu saya pun dapat fokus belajar menghadapi UN SMP, dan mulai belajar lagi dengan serius. Hari UN pun tiba dan saya melewatinya dengan cukup baik, saya mendapat NEM 36,10.


Masa SMA

 

Ramzy di SMA
Ramzy sebagai pemain rugby di SMA
        Memasuki SMA seperti biasa, sebagai siswa baru saya harus mengikuti MOS. MOS di SMA cukup seru, saya ingat ketika saya dan beberapa teman2 saya kesulitan mencari merk minuman yang harus dibawa di keesokan harinya, namun untung saja teman saya dapat menemukannya dan membelikan 1 botol untuk saya. Setelah mengikuti MOS, ada kegiatan PILAR. PILAR adalah program pesantren yang diselenggarakan di sekolah di bulan puasa. Setelah PILAR ada kegiatan sekolah selanjutnya yaitu TO (Trip Observasi), namun sebelum TO ada Pra TO terlebih dahulu. Menurut saya sendiri TO adalah kegiatan SMA yang paling mengasikan dan tak dapat dilupakan. Begitu banyak pelajaran yang dapat saya petik dari kehidupan masyarakat - masyarakat desa. Selama TO kami disadarkan bahwa kita dapat hidup tanpa adanya handphone, internet, dan teknologi maju lainnya, dimana kesederhanaan dan kebersamaan adalah aspek penting dalam hidup kita. Setelah TO ada kegiatan study tour kebandung disana kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan dipilih untuk pergi ke 4 perusahaan yang berbeda. Waktu itu saya terpilih untuk pergi ke Biofarma.

Ramzy dengan teman - temannya di Study Tour Bandung

Setelah itu ada kegiatan BINTAMA, sebuah program yang sama dengan Bimensi dimana mental dan fisik saya dilatih oleh kopassus (polisi di Bimensi) namun jika dibandingkan, menurut saya  BINTAMA jauh lebih seru. Di BINTAMA kami benar - benar dilatih untuk peduli dan bertanggung jawab 1 sama lain. Banyak pelajaran yang dapat saya ambil dalam kegiatan tersebut, seperti lebih bertanggung jawab, peduli dengan satu sama lain, dan lain - lain.

    


Dan sekarang saya sudah menjadi kelas XI IPA, masih banyak kehidupan yang akan saya lalui, menunggu untuk saya alami.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar