Rabu, 19 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Nabila Radityanti


Masa Balita  
   Minggu,15 September 1996 di Jakarta atau tepatnya di Rumah Sakit Bunda. Hari itu adalah hari dimana saya, Nabila Radityanti lahir. Saya lahir dari seorang ibu yang bekerja sebagai pegawai swasta di salah satu perusahaan di Jakarta. Ayah saya bekerja sebagai TNI-AL. Pada saat saya lahir, ayah saya sedang berada di Amerika, sehingga ayah saya baru bertemu dengan saya, ketika saya sudah berumur beberapa bulan.
 Saya adalah cucu pertama dari keluarga ibu saya tetapi, saya bukan cucu pertama di keluarga ayah saya. Di keluarga ayah saya, sebelum saya sudah ada 4 cucu lainnya atau kakak-kakak sepupu saya. Jadi, saya adalah cucu ke-5 dari keluarga ayah saya. Jarak umur antara saya dengan kakak sepupu saya yang paling tua, adalah kurang lebih 8 tahun, Sedangkan jarak umur antara saya dengan kakak sepupu saya yang ke-4 adalah 2 tahun.
  Dulu, saya dan orangtua saya tinggal di rumah nenek dan kakek dari ibu saya. Tidak banyak yang saya ingat ketika saya tinggal di rumah kakek dan nenek saya. Tetapi ada beberapa foto yang sedikit mengingatkan saya dengan hari-hari dimana saya tinggal bersama nenek dan kakek saya. Masa balita saya pun dimulai dari sini. 
  Ketika ayah saya belum pulang ke Indonesia, tentunya nenek dan kakek saya juga ikut membantu mengurus saya. Bahkan ketika ayah saya sudah kembali ke Indonesia pun, mereka tetap membantu ibu dan suster yang mengurus saya.
 Pada saat kecil, kakek saya sering mengajak saya jalan-jalan ke daerah sekitar rumah kami. Ketika itu saya sudah bisa berjalan, tetapi saya tetap digendong oleh kakek saya. Karena pada saat itu saya cucu pertama dan satu-satunya, jadi kakek dan nenek saya sering bermain dengan saya.


"Kamu dulu waktu kecil, makannya gak pernah milih-milih." -Ibu

  Tahun 1997, sepupu saya lahir. Dia merupakan cucu kedua dari keluarga ibu saya. Saya tidak lagi menjadi cucu satu-satunya dari keluaga ibu saya. Dia juga menjadi teman bermain saya.
   Pertengahan tahun 1998, saya mulai masuk playgroup. Tak banyak yang saya ingat pada saat playgroup, yang paling saya ingat adalah ketika acara “Hari Kartini” sekolah saya mengadakan acara semacam festival. Semua murid diminta untuk mengenakan pakaian daerah. Ketika itu saya mengenakan pakaian daerah Jawa, yaitu kebaya.
  Oktober 1998, adik saya.Muhammad Fahreza, lahir pada saat saya berumur kurang lebih 2 tahun. Jarak umur antara saya dan adik saya adalah 2 tahun. Adik saya lahir pada 4 Oktober 1998.  Ketika adik saya lahir, saya dan orang tua saya sudah tidak lagi tinggal di rumah nenek saya, tetapi masih tinggal di daerah yang sama dan juga tak jauh dari rumah nenek saya.

"Kamu pas umur 3 tahun, dilepas di kolam renang juga bisa berenang sendiri." -Ayah

  Saya melanjutkan TK di sekolah yang sama dengan tempat saya bersekolah pada saat playgroup. Pada saat TK, saya sering mengikuti berbagai lomba, seperti lomba bernyanyi (per-group), mewarnai, menggambar, gerak jalan, dan sebagainya. Totalnya, saya mendapat 5 piala ketika TK.
  Saya juga mendapat teman yang banyak pada saat TK. Selain teman di sekolah, saya juga bermain dengan anak-anak yang tinggal di sekitar rumah saya. Salah satu dari mereka menjadi teman dekat saya untuk waktu yang cukup lama.

Masa SD
  Pada awalnya saya mengikuti beberapa tes terlebih dahulu sebelum masuk sekolah dasar. Sampai pada akhirnya, sekitar tahun 2002 saya masuk sekolah dasar. Saya bersekolah di SDI Al-Azhar Syifa Budi Jakarta, di daerah Kemang,Jakarta Selatan. Ketika itu bersamaan juga dengan adik saya yang akan masuk TK di sekolah yang sama dengan dengan saya.
  Tahun pertama di sekolah dasar, saya telah memiliki banyak teman. Banyak kegiatan yang saya jalani di tahun pertama, sepertifield trip dan berbagai lomba. Ketika kelas satu, setiap kelas hanya diajar oleh satu atau dua guru, sehingga kami sangat dekat dengan guru-guru kami. Namun sayangnya, karena ada beberapa murid di kelas saya kurang tertib dan kurang mau menaati aturan guru, salah satu dari wali kelas kami mengundurkan diri dan pindah untuk mengajar SMP tetapi masih di sekolah yang sama. Tak lama kemudian, sudah ada guru pengganti. Guru pengganti dan wali kelas kami ini menjadi wali kelas kami sepanjang kelas satu sekolah dasar. Pada saat kelas satu, seinggat saya, pelajaran yang sering kami jumpai adalah matematika. Pada saat itu sekolah saya menggunakan kurikulum Singapore, sehingga bukunya menggunakan bahasa Inggris. Biarpun menggunakan bahasa Inggris, tetapi pelajarannya sangat mudah untuk dimengerti. Saya selalu masuk peringkat lima besar kelas ketika kelas satu, nilai-nilai yang saya dapatkan cukup membanggakan bagi saya. Untuk membantu saya dalam pelajaran matematika, saya mulai mengikuti les ‘kumon’ pada saat kelas satu.
  Tahun kedua di sekolah dasar, saya juga mendapatkan teman-teman baru di tahun kedua karena, kelasnya berbeda dan muridnya juga berbeda.  Kami mulai diajar dengan guru-guru yang berbeda untuk setiap mata pelajaran. Sehingga, saya mengenal lebih banyak guru pada tahun kedua. Pelajaran yang saya senangi ketika itu adalah pelajaran matematika dan bahasa Inggris. Pada tahun ini, juga saya mulai mengikuti les bahasa Inggris.
   Pada tahun ketiga, kelas yang saya tempati memiliki murid yang berbeda. Hanya sedikit dari teman saya pada saat kelas dua berada di kelas yang sama dengan saya, kembali sekelas lagi dengan saya di kelas tiga. Saya kembali menambah teman baru. Pada saat kelas tiga, nilai sekolah saya sangat baik dalam semua mata pelajaran. Saya selalu berada di peringkat satu di kelas. Pelajaran yang saya senangi pada saat kelas tiga adalah matematika dan prakarya. Diluar kegiatan sekolah, pada saat tahun ketiga di sekolah dasar ini, saya memulai belajar piano klasik.
  Tahun keempat, saya dipindahkan ke kelas ‘berbakat’ karena nilai saya mencukupi.  Tak disangka, ternyata wali kelas saya di kelas empat sama dengan wali kelas saya ketika saya duduk di kelas tiga. Teman-teman saya dikelas benar-benar berbeda dengan teman-teman saya sebelumnya. Hampir semua dari mereka tidak pernah sekelas dengan saya. Tetapi, saya mudah berteman dengan mereka bahkan diantara mereka ada yang sampai sekarang masih satu sekolah dengan saya di SMA ini. Di kelas empat, saya mulai mengikuti banyak kegiatan seperti paskibra dan sebagainya. 
  Pada saat kelas empat, itu juga saat pertama kali saya tampil di konser piano yang diadakan oleh tempat les piano saya, padahal saat itu saya masih berada ditingkat dasar jadi kemampuan bermain piano saya masih jauh dibawah yang lainnya, tetapi saya mencoba memberanikan diri untuk tampil pada konser itu.
  Banyak hal baru yang saya alami pada saat saya duduk di kelas empat sekolah dasar, atau tepatnya ketika saya berumur kurang lebih 10 tahun. Banyak pengalaman berkesan yang saya dapatkan ketika duduk dikelas 4. Kelas kami sering ada kegiatan diluar sekolah, seperti misalnya menyanyi di sekolah cabang dari yayasan sekolah saya. Sehabis mengisi acara, kami diperkenankan untuk memilih selanjutnya kemana kita akan pergi. Pada saat itu kelas kami memilih untuk pergi ke Dufan. Kami sekelas  pun bermain berbagai wahana yang ada di Dufan hingga sore hari.
Walaupun nilai saya sempat menurun sewaktu kelas empat, tetapi pengalaman yang saya dapatkan ketika itu sangat banyak, berharga dan tidak terlupakan.
  Tahun kelima saya di sekolah dasar tidak jauh berbeda dengan ditahun keempat. Murid-muridnya masih sama dengan tahun sebelumnya hanya saja, kelas kami mendapat dua murid baru dikelas. Ya, semenjak kelas empat kelas yang saya tempati, muridnya tidak berubah. Dikelas lima, pelajaran seperti matematika dan ipa, sudah tidak lagi menggunakan buku berbahasa Inggris karena untuk persiapan UASBN.
 Tahun itu saya mengikuti berbagai kegiatan, seperti paskibra dan ensemble music. Saya juga sempat mengikuti beberapa lomba paskibra dan ensemble music. Pelajaran yang paling saya senangi dikelas lima adalah IPA dan prakarya. Saya juga sempat beberapa kali meraih nilai tertinggi untuk mata pelajaran IPA.
    Lima tahun disekolah dasar terasa cukup lama banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan, ada yang baik juga ada yang kurang baik. Tapi kebanyakan pengalaman yang saya dapatkan adalah pengalaman dan rasa senang yang sulit untuk dilupakan.
  Tahun keenam, atau tahun terakhir saya duduk disekolah dasar, sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Karena, pada saat itu UASBN baru pertama kali akan dilaksanakan. Guru-guru mungkin khawatir kami tidak lulus, jadi kami diberi “PR Khusus” setiap hari senin dan rabu. PR khusus umumnya berisi soal-soal matematika, tetapi terkadang kami juga diberi soal-soal IPA. Pada tahun-tahun sebelumnya, ‘pemantapan’ atau tambahan materi untuk ujian akhir dimulai di semester dua, tetapi pada tahun ketika saya duduk di kelas enam, ‘pemantapan’ dimulai sekitar bulan Agustus/September. ‘Pemantapan’ dilaksanakan setiap hari selasa dan kamis setelah pulang sekolah, biasanya ‘pemantapan’ selesai pada pukul 15.30. Murid-murid dibagi menjadi 5 kelas, tiap kelas terdiri dari murid-murid yang berasal dari kelas yang berbeda-beda. Yang dilakukan pada saat pemantapan, biasanya kami diberi soal untuk dikerjaan pada waktu yang sudah ditentukan oleh guru, setelah itu soal akan dibahas dan diberi nilai.
  Di kelas enam, belajar efektif hanya sampai dengan semester satu, sedangkan semester dua diisi dengan berbagai try-out dan mengulang-ngulang pelajaran dari kelas 4 sampai dengan kelas 6 untuk persiapan UASBN dan UAS.
  Saya dan teman-teman saya sering sekali mengikuti try-out, sampai rasanya muak melihat soal-soal try-out. Soal-soal try-out itu berdasarkan kisi-kisi UASBN, jadi rata-rata soalnya selalu mirip-mirip. Setiap try-out selalu ada rankingnya, sesekali saya pernah masuk 10 besar untuk matematika. Selain try-out, juga ada latihan mengisi atau menghitamkan LJK. Selain persiapan UASBN, juga ada persiapan UAS dan ujian praktek. Ujian praktek ada bermacam-macam, mulai dari lari, berenang, story telling, mendengarkan, praktek doa,wudhu dan sholat sampai prakarya.
  Selain try-out, saya juga mengikuti tes penerimaan siswa baru di dua sekolah. Sekolah yang pertama adalah SMP Al-Azhar Pusat, saya mengikuti tes SMP bilingual disana bersama beberapa teman saya, namun juga ada beberapa teman saya yang mengikuti tes regular. Alhamdulilah, saya dan kebanyakan teman saya diterima di Al-Azhar Pusat. Beberapa bulan kemudian, saya mengikuti tes penerimaan siswa baru di SMP Labschool Kebayoran. Banyak sekali yang mengikuti tes disana, rasanya saya pesimis biarpun beberapa hari sebelum tes saya sudah belajar bersama dengan guru private saya tetapi, sebelum tes saya tidak belajar sama sekali, hal ini yang membuat saya takut. Setalah lama menunggu hasil, akhirnya hasil tesnya keluar juga. Setelah diberi tahu teman ibu saya, ibu saya mencoba membuka website SMP Labschool untuk melihat hasil tesnya sebelum saya berangkat sekolah, tak disangka ternyata nomer peserta tes saya ada di  daftar. Saya diterima di SMP Labschool Kebayoran. Sampai disekolah, banyak dari teman saya member tahu bahwa merekapun juga diterima disana, saya pun merasa senang.
  Tiba saatnya UASBN, hari pertama yaitu pelajaran bahasa Indonesia. berjalan dengan sangat baik. Namun, dihari kedua saya sakit demam tetapi masih bias mengerjakan soal matematika. Dihari ketiga, demam saya semakin parah. Waktu itu teman saya yang pertama kali menyadarinya, ia member tahu salah satu guru, guru-guru pun panic terutama wali kelas saya, mungkin mereka takut saya tidak bias mengerjakan soal IPA dengan baik lalu tidak lulus. Biarpun sakit, saya tetap berusaha mengerjakan soal IPA dengan sebaik-baiknya.
  Karena sakit, saya harus mengikuti ujian susulan untuk beberapa mata pelajaran UAS yang saya tidak bisa ikuti pada waktu yang seharusnya. Saya juga tidak ikut acara perpisahan karena sakit.
  Pengumuman hasil UASBN yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Hari itu bersamaan dengan khataman Al-Qur’an di sekolah saya. Setelah khataman Qur’an di masjid atas, kami turun ke lapangan conblock untuk menunggu guru-guru membagikan amplop yang berisi nilai UASBN kami. Saya mendapat nilai nem yang tidak terlalu bagus, yaitu 24.6. Hasilnya tidak terlalu mengecewakan bagi saya, mengingat waktu itu saya sedang sakit. Selain hasil UASBN juga diumumkan nilai tertinggi UAS dan ujian praktek, saya mendapat nilai tertinggi untuk UAS mata pelajaran IPS dan beberapa mata pelajaran lain yang kurang saya ingat, juga nilai tertinggi untuk ujian praktek prakarya.
Coba lakukan yang terbaik dalam segala hal, hidupi kehidupan dengan berfikir optimis daripada pesimis--Guru Private
  Setelah lama bingung memilih antara SMP Al-Azhar dan SMP Labschool, akhirnya saya memutuskan untuk masuk ke SMP Labschool Kebayoran.

Masa SMP
   Masa SMP saya dimulai dari sini. Memilih SMP Labschool Kebayoiran adalah pilihan saya untuk belajar selama 3 tahun di masa SMP. Hari pertama masuk sekolah adalah pada saat pra-mos. Pra-mos kebanyakan isinya adalah briefing untuk mos dan pembagian kelompok, setelah itu hari Seninnya baru akan dilaksanakan mosnya.
   Dari mulai membuat nametag, mendengarkan materi dari guru, dikuncir enam, pbb, sampai hari terakhir mos, semua dijalankan dengan senang. Saya mulai ada semangat untuk bersekolah di SMP ini.
   Saat pembagian kelas pun tiba, saya sedikit iri dan kecewa karena,teman sekelompok saya banyak dari mereka yang masuk dikelas yang sama, sedangkan saya tidak. Namun, kekecewaan saya bisa terobati karena ada beberapa teman SD saya yang sekelas dengan saya. Ditambah lagi, saya mendapat tujuh teman dekat yang tidak dapat saya lupakan. Kelas 7D menjadi awal perjalan saya di SMP.
  Penurunan nilai akademis, adalah bagian dari penyesuaian bagi saya. Karena pelajaran seperti fisika tidak dipelajari ketika di SD, sedikit sulit bagi saya untuk menyesuaikan. Sampai pada akhirnya  disemester dua, nilai saya sedikit demi sedikit mengalami kenaikan.Saya memilih extrakurikuler bola basket pada saat kelas tujuh. Dikelas tujuh ini, saya juga mengikuti konser piano ketiga saya, konser ini menjadi konser piano pertama saya yang pada saat itu saya memainkan lagu pop bukan lagu klasik.
  Kelas delapan adalah tahun yang paling tak terlupakan ketika SMP. Tahun ini adalah tahun kedua saya. 8A adalah suatu kelas yang muridnya sangat dekat satu sama lainnya. Walaupun awalnya kami kurang dekat dan cenderung grouping, tapi pada akhirnya kami bisa kompak. Mulai dari lari pagi, bimensi, acex, class meeting, sampai acara perpisahaan, kita bersama. Ada beberapa kegiatan yang saya ikuti di kelas delapan ini, salah satunya adalah lomba/film festival dari SMP High Scope, yaitu HIFFEST 2009. Awalnya, saya dan teman-teman saya hanya iseng mengikuti workshop ini, karena ingin mendapat nilai tambahan untuk tugas film. Workshop dilaksanakan selama 2 hari, dan guru kami tidak bilang apa-apa tentang lomba. Ketika sampai disana, kami baru tahu bahwa nantinya, team dari tiap sekolah akan membuat film dan filmnya akan dilombakan. Kami diberi waktu kurang lebih satu bulan untuk membuat film ini. Sempat terfikir oleh saya betapa banyaknya tugas kami nanti, sedangkan film yang menjadi tugas wajib sekolah saja belum selesai, apalagi ditambah dengan film untuk lomba.
  Sedikit demi sedikit kami mulai shooting untuk film ini. Dari mulai shooting pada saat pulang sekolah, harus izin keluar sekolah dan tidak ikut pelajaran, sampai shooting hingga jam 10 malam untuk menyelesaikan film ini. Berbagai halangan kami dapatkan, dari mulai dilarang shooting, baterai handycam yang sering habis, terhambat kegiatan student exchange dan sebagainya.
  21 November 2009, hari itu adalah hari film festivalnya, sedangkan kami baru mengumpulkan film yang kami buat pada tanggal 20 malam. Tak disangka, film yang kami buat mendapat 4 pengahargaan, dan salah satunya adalah ‘best movie’ kami sangat senang ketika itu dan langsung menelfon guru bahasa Indonesia kami. Dari kegiatan ini, saya mendapatkan labstar pertama dan kedua saya. Labstar adalah semacam pin penghargaan dari sekolah untuk siswa/siswi yang berprestasi.
  Pada saat kelas delapan, saya juga dipilih untuk menjadi panitia angkatan untuk acara ACEX dan Labspart SMP Labschool Kebayoran, umumnya panita adalah anggota osis, namun dipilih lagi 25 panitia tambahan termasuk saya untuk membantu acara. Saya dipilih sebagai seksi dana usaha dalam acara ini.
  Nilai saya menurun dikelas delapan, terutama di mata pelajaran matematika. Namun, sekali lagi di akhir semester saya dapat memperbaiki nilai saya. Rasanya saya tidak ingin mengakhiri masa kelas delapan, karena kelas sembilan nanti akan banyak persiapan UAN.

   Kelas sembilan, 9B adalah kelas terakhir saya di SMP. Lain halnya dengan kelas tujuh dan delapan, dikelas sembilan, nilai saya mengalami kenaikan. Remedial ulangan yang saya ikuti bisa dihitung dengan jari satu tangan, sangat berbeda dengan kelas tujuh dan delapan. Tugas-tugas dikelas sembilan juga tidak terlalu banyak.
  Di awal kelas Sembilan, saya pergi ke Jepang untuk mengikuti kegiatan lintas budaya Jepang selama kurang lebih 2 minggu. Sebelum pergi kami mempelajari bahasa Jepang dan tarian saman terlebih dahulu. Ketika disana, kami kebanyakan tinggal di hotel. Namun selama 3 hari kami tinggal di rumah warga sana, seperti semacam homestay.
  Ketika pulang, saya sedikit ketinggalan pelajaran. Namun, dengan cepat bisa mengejar. Tugas juga banyak menumpuk, sampai saya pernah tidak tidur satu hari untuk menyelesaikannya. Untungnya, tugas-tugas itu mendapat nilai yang baik.
Bersama teman-teman XE di Tanjung
Lesung.
  Saya juga dipilih menjadi panita buku kenangan di SMP. Posisi saya adalah editor. Banyak sekali suka dan duka yang saya dan teman teman saya alami selama menjadi panitia buku kenangan.
  Sama seperti SD, sebelum ujian pasti kami diberi tambahan materi. Menjelang UAN, kelas Sembilan diwajibkan mengikuti tambahan materi dan biasanya ada tes-tesnya. Tiap tes, nilai yang saya dapatkan tidak terlalu bagus, begitu juga di try-out. NEM bayangan yang saya dapatkan tidak pernah lebih dari 32,00. Sampai di tes terakhir saya mendapatkan NEM 36,4.

  Tiba saatnya hari ujian nasional. Semua saya kerjakan dengan lancar kecuali matematika. Saya merasa kurang focus dalam mengerjakannya.
  Setelah lepas dari UAN dan UAS, setiap tahunnya sekolah saya mengadakan acara perpisahan atau Farewell. Ketika itu, Farewell dilaksanakan di Crown Plaza. Semua senang pada acara itu.
  Pengumuman hasil UAN sangat ditunggu-tunggu. Setelah libur panjang tanpa tau hasil UAN dan UAS, akhirnya tiba juga hari pengumuman UAN. Alhamdulilah, saya mendapatkan nilai yang cukup memuaskan dan tak pernah saya bayangkan. Saya mendapat NEM 38,5. Saya sangat senang dengan apa yang saya dapatkan.
   Pada akhirnya, saya tidak mendaftar online untuk masuk SMA Negeri, saya memilih untuk masuk di SMA Labschool Kebayoran.

  Sekarang, saya telah memasuki tahun kedua sekolah di SMA Labschool Kebayoran. Saya masuk jurusan IPS, sekarang saya berada di kelas XI IPS 3.

   Setelah kurang lebih 16 tahun, akhirnya saya sampai disini, saya sekarang sudah duduk di kelas 11 SMA di SMA Labschool Kebayoran,dan saya disini menulis 10.000 karakter++ yang berisi tentang catatan dan sejarah hidup saya selama 14 tahun untuk tugas sejarah saya, “Membukukan Masa Silam”. Tahun ke 16 yang baru saja saya mulai beberapa hari yang lalu ini, semoga akan menjadi 16 tahun yang menyenangkan dan tidak terlupakan dalam hidup saya. 

Saya dan teman-teman SMP saya, 2012.
ketika saya berumur beberapa bulan.

Umur 2 tahun

Umur 4 tahun

Umur 5 tahun

Saya, tahun 2000.




Saya & Adik saya.



Kelas 8


Di Jepang bersama teman-teman SMP saya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar