Kamis, 20 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi M.Zhafran Adela






16 Tahun Kehadiranku Dimuka Bumi

Masa Kecil

saya saat  1 tahun
Pada hari Jumat tanggal 19 Januari 1996 sekitar pukul Sembilan lewat empat puluh menit di malam hari, ibu saya melahirkan seorang bayi laki-laki yang merupakan putra  kedua dari seorang ibu  yang bernama Kartini Sally dan ayah yang bernama Harry Joenoes di Rumah Sakit Bunda Menteng, Jakarta Pusat. Bayi itu diberi nama Muhammad Zhafran Adela yang artinya orang yang mudah bergaul, tidak suka menyakiti orang dan mudah memahami orang lain selain nama saya memiliki arti memiliki jiwa kepemimpinan dan ksatria. Alhamdullilah saya lahir normal dengan panjang badan 52cm dan berat badan  3,9 kilogram. Kelahiran saya juga sangat ditunggu-tunggu oleh Kakek dari keluarga ayah karena saya adalah keturunan laki-laki pertama yang akan menyandang nama keluarga “Joenoes”, dan nenek dari keluarga ibu saya juga sangat menantikan kelahiran cucu laki-laki pertama dikeluarga ini.  Saya adalah anak kedua dari ayah dan ibu saya dan jarak saya dengan kakak saya hanya berbeda 2 tahun. Sewaktu kecil saya adalah anak yang sangat aktif, tidak bisa diam,  dan terkadang susah makan . Karena perbedaan umur yang cukup dekat, saya sering sekali, atau mungkin setiap hari, berantem dengan kakak saya , hanya karena masalah-masalah sepele seperti rebutan mainan dan sebagainya. Tapi, biasanya memang Saya lah yang bikin masalah, karena dari dulu saya yang suka sekali mengganggu orang. Setiap kakak saya sedang bermain pasti saya ganggu. Waktu itu kakak saya sedang main lego dan sudah susah payah membuat rumah yang besar, tapi dengan sengaja malah saya hancurkan. Saking nakalnya kami berdua, ibu saya sampai menyewa 2 pembantu sekaligus, satu buat saya dan satunya lagi buat kakak saya. Sejak umur 2 tahun, saya paling suka dengan mainan mobil-mobilan. Saya punya banyak sekali mobil, kadang saya juga sering menjejerkannya dengan sangat panjang di dalam rumah dan jika ada orang yang merusak susunannya atau tidak sengaja ketendang, saya pasti langsung marah dan menangis. Waktu terus berlangsung dan pada saat umur 3 tahun saya dimasukkan ke Playgroup di Teddy Bear di daerah Pondok Indah. Waktu itu tepatnya tahun 1999. Disana lah awal dari semua pendidikan saya. Waktu baru masuk Playgroup, saya masih sangat – sangat manja Walaupun sudah 3-4 bulan disitu, saya masih sangat cengeng. Saya harus ditunggui oleh ibu saya selama kurang lebih 1 bulan.
Tapi, dibalik itu semua saya banyak mendapat teman yang asik-asik, baik, dan lucu, guru-gurunya juga sangat sabar menghadapi saya dan teman-teman saya yang sangat nakal. Saya juga mulai bisa membaca, menulis, berhitung, juga dimulai saat Playgroup. Tapi ya namanya juga Playgroup, kita lebih banyak bermainnya walaupun tetap sambil belajar. Dikelas pertama saya itu, banyak sekali mainan dan benda-benda menarik, mulai dari perosotan, mainan balok, angka, dan huruf-huruf alphabet, sampai mainan boneka dan mobil-mobilan pun ada. Walalupun saya punya sangat banyak teman sampai sekarang, ada beberapa teman yang sampai sekarang tidak pernah saya lupakan seperti Faqih dan Fadhil.
saya dengan kakak saya saat umur 1 tahun
                                 






Taman Kanak-Kanak

                Setelah umur saya 4 tahun, saya melanjutkan pendidikan masa kecil saya ke TK. Saya melanjutkan pendidikan saya ke TK Al-Azhar Pusat, karena,TK itu adalah TK yang sangat bagus dan jarak tempuh dari rumahh saya dekat sekali hanya kurang dari 5 menit. Di TK Al-Azhar Pusat, setiap hari seragamnya beda-beda, Senin memakai putih-putih, Selasa putih-hjau, Rabu memakai pakaian olahraga yang warnanya hijau-hijau, lalu Kamis memakai batik khas Al-Azhar, dan Jumat memakai baju muslim khas Al-Azhar Pusat.
saya bersama ayah saya
            Pertama kali saya masuk ke TK, kelasnya banyak sekali buku-buku cerita dan banyak mainan yang lumayan menarik juga. Di TK, saya mendapat kelas A-1 yang temen-temennya asik-asik dan juga lucu-lucu. Di TK ini, pelajaran-pelajaran juga tambah susah, dimulai dari membaca, menulis, dan juga berhitung. Ada satu kegiatan yang saya tidak pernah bisa selesaikan dengan baik yaitu menggambar. Pertama, saya memang benci sekali dengan yang namanya menggambar sampai sekarang, mungkin karena saya memang tidak berbakat ya.
            Dimulai dari TK ini, setiap pagi sebelum mulai belajar kita membaca ikrar agama islam baru setelah itu berdoa dan baru belajar. Saya setiap hari pulang pukul 12 kecuali hari Jumat yaitu pukul 11.
 Pada tanggal 21 April, sekolah saya memperingati hari Kartini. Saat hari Kartini kami disuruh   memakai pakaian adat. Sayapun mencari pakaian adat. Ibu saya  akhirnya menyuruh saya memakai pakaian adat Sumatra yang cukup bagus. Walaupun saya hanya mendapat juara 3 dalam lomba pakaian adat kali ini, saya tetap senang dan ibu saya juga bangga. Disana guru-gurunya sangat baik-baik, Ibu Tita dan Ibu Ria selaku wali kelas saya cukup sabar dalam membantu saya menggunting, makan, dan sebagainya. Mereka juga sabar dalam menghadapi saya yang sangat nakal. Teman-teman saya pun tidak kalah asik, mulai dari Faqih, Fadhil, Irfan, dan lain-lain.
Pada saat semester 2, kami mengadakan pariwisata ke kebun binatang Cipanas. Walaupun saya sudah lupa dengan pengalaman saya ke Kebun Binatang itu, Kami berangkat dan pulang menaiki Bis BlueBird yang besar agar cukup ntuk menampung 3 kelas. Para orangtua juga ikut tapi dengan mobil terpisah. Disana, kami melihat banyak sekali binatang seperti macan, gajah, dan lain-lain. Tapi yang paling membuat kami terkesan adalah Gajah Sumatera itu, karena dia dapat menghitung, menggambar, dan bermain bola.
saya bersama keluarga
             Akhirnya, saya lulus dari TK Adan melanjutkan ke TK B. Disana tidak jauh beda dengan tingkat sebelumnya. Yang berbeda hanya pelajarannya yang makin susah. Tapi, teman-teman yang tidak kukenal juga cukup banyak dan singkat cerita setelah 1 tahun berjalan dengan penuh kebahagiaan, saya sudah hafal hampir semua teman-teman satu angkatan saya di TK.
             Setelah saya dinyatakan lulus dari TK B ini, saya sangat senang sekali karena bisa melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu Sekolah Dasar. Saya menjalani psikotes dan tes-tes lainnya dalam rangka masuk SD yang sama juga yaitu, SD Islam Al-Azhar Pusat. Jalan saya lebih mudah karena saya berasal dari TK Al-Azhar Pusatjuga.









Sekolah Dasar

saya saat kelas 5 sd
Waktu berlalu tidak terasa sama sekali dan saya sudah masuk ke jenjang yang lebih tinggi dan lebih sulit lagi karena disini tidak ada mainan di kelas seperti saya TK dulu. Hari pertama saya masuk SD, saya pulang jam 9 dan semua orangtua masih menunggui anaknya di depan kelas.Tapi itu hanya bisa 3 hari pertama karena memang begitu peraturan dari sekolah saya. Jika sudah lebih dari 3 hari, orangtua harus menunggui anaknya di depan gerbang sekolah. SD Al-Azhar Pusat ini cukup besar atau bisa dibilang sangat besar karena terdiri dari 8 tingkat yang cukup lebar. Secara keseluruhan, sekolah saya ini sangatlah besar karena disini kantin ada 3, lalu ada gedung TK, SD, SMP, SMA, dan juga mempunyai 2 lapangan basket, 1 lapangan Rumput hijau,
Pada Saat Sd ini Saya mendapat banyak teman baru yang belum saya kenal dari TK yaitu: Regi, Ryan, Rafid, Ganen, dan Fadlan. Di Sd ini saya megikuti ekstrakulikuler Basket dari kelas 1 sd sampai kelas 5 sd. Kelas 6 ekskul harus dihentikan karena harus focus pada UASBN. Demi melanjutkan pendidikan ke SMP saya belajar mati-matian agar dapat diterima di SMPN 19 Jakarta. Waktu terus berjalan dan tak terasa saya sudah kelas 6 saja. Akhirnya tiba hari yang saya tunggu yaitu Tes Sbi di SMPN 19 Jakarta. Anak Al-Azhar Pusat yang ingin masuk SMPN 19 Jakarta jalur SBI ini cuma 5 orang, yaitu saya, Regi, Ryan, Dea, dan Runi. Seminggu setelah Hari testmya tepatnya hari sabtu seminggu sebelum UASBN, pengumuman untuk SMPN 19 Jakarta jalur SBI telah dibuka, dan ternyata? Saya diterima!! Saya sangat bahagia, senang, bangga, dan benar-benar senang sekali. Orangtu saya bangga sekali. Dan diantara kami berlima yang test, Kami semua diterima. Saya pun megikuti UASBN dengan perasaan senang karena sudah mendapat sekolah.
Sebulan setelahnya, saat pengumuman kelulusan, ternyata saya lulus dengan nilai memuaskan. NEM saya 26 pas, memang tidak special tapi sudah cukup bagus, karena nilai matematika saya 9,75, bahas Indonesia saya 9,00, tapi IPA saya jelek sekali yaitu 7,25. Saya cukup kecewa dengan nilai IPA saya, tapi berhubung nilai matematika saya bagus sekali dan saya sudah tidak perlu mencari SMP.



saya saat berlibur kelas 5 sd



 Masa SMP

Saya bersama angkatan saya
                 Saya menghabiskan waktu 3 tahun masa smp saya di SMPN 19 Jakarta. Pengalaman saya di sekolah ini sangat banyak sekali terutama pada tanggal 23 januari yang merupakan hari yang tak akan terlupakan oleh angkatan saya. Pertama masuk sekolah ini saya merasa agak canggung banyak sekali orang yang saya tidak kenal karena yang satu SD dengan saya tidak sampai 10 orang. Tetapi lama kelamaan kami 1 angkatan mulai akrab antara anak sbi dan regular sering bermain bersama begitu pula hubungan kami dengan kakak kelas yang cukup baik. Padahal SMP 19 terkenal sebagai salah satu SMP “keras” dijakarta selatan.  Pada awal-awal kelas 7 kami seangkatan masih sedikit kurang akrab karena masih belum kenal, namun setelah kami diajak nongkrong bersama kakak kelas dan dikumpulkan jadi satu oleh mereka di tempat nogkrongnya yaitu WTA dan kami diberi sedikit pendidikan oleh kakak kelas kami, kami 1 angkatan menjadi sedikit kompak. Di awal-awal kelas 7 ini saya merasa sedikit keteteran karena pelajaran di SMPN 19 yang sangat sulit sekali. Namun setelah beberapa bulan saya berhasil beradaptasi dan mendapat nilai yang lumayan.


                
23 januari 2010
                 Masa-masa kelas 8 merupakan masa yang sangat tidak terlupakan dalam hidup saya. Pada tahun itu angkatan saya di “lantik” pada tanggal 23 januari 2010 oleh alumni kami. Pelantikan itu dimaksudkan untuk membuat angkatan kami menjadi lebih solid lagi dan kompak. Setelah dilantik angkatan kami dinamakan “Chimenx 22”. Dan pelantikan itu juga merupakan tradisi turun temurun dari angkatan terdahulu. Pelantikan itu memang sangat melelahkan sekali dan membuat badan kami seperti mau meledak, namun pelantikan itu adalah salah satu hal yang paling menyenangkan dalam hidup saya. Tebukti juga dengan adanya pelantikan  itu angkatan saya menjadi lebih kompak. Kami jadi lebih sering nongkrong sampai larut malam di WTA dan kami jadi lebih sering melakukan kegiatan bersama-sama. Tapi karena dikelas 8 ini saya terlalu sering berkumpul bersama teman-teman saya, nilai saya di sekolah menjadi anjlok sekali. Mungkin ini merupakan nilai terjelek saya sepanjang sejarah hidup saya.
                

                  Pada saat kelas 9 saya malah banyak memakai waktu saya untuk bermain dan berkumpul bersama teman-teman saya. Padahal seharusnya saya menghabiskan waktu saya untuk belajar dan memfokuskan diri untuk menghadapi UAN dan ujian masuk SMA pilihan. Namun karena saya sadar nilai saya saat kelas 8 sangat hancur sekali saya mulai sedikit belajar sambil bermain-main bersama teman-teman saya. Dan berkat itu nilai saya menjadi naik sekali. Bahkan saya mendapat rangking 7 saat pembagian rapot semester 1 kelas 9. Pada saat semester 2 kelas 9 saya sudah benar-benar mengurangi waktu bermain saya. Saya sudah jadi jarang sekali datan ke WTA paling hanya di akhir minggu saja. Saya memfokuskan waktu saya untuk mengejar nilai UAN bagus dan masuk ke SMA yang sudah menjadi impian saya sejak dulu yaitu SMAN 70 jakarta.

ulangtahun angkatan yang pertama

                   Setelah selesai UAN saya memfokuskan diri saya untuk menghadapi ujian masuk di SMAN 70 jakarta. Tetapi orang tua saya tidak menghendaki saya untuk masuk ke sekolah itu. Karena menurut mereka sekolah itu terkenal nakal sekali. Orang tua saya memaksakan saya untuk mengikuti tes di SMAN 28 jakarta. Akhirnya saya terpaksa mengikuti keinginan orang tua saya dan mengikuti tes di SMAN 28. Saya mengerjakan tes itu tidak dengan sepenuh hati karena memang sebenarnya saya ingin tesnya di SMAN 70. Dan hal saya prediksikan terbukti saya tidak lulus tes di SMAN 28 karena memang saya tidak mengerjakannya dengan sepenuh hati. Alhamdullilah saya lulus UAN dengan nilai nem 36.00. dan akhirnya saya memutuskan untuk masuk dulu ke SMAN 82 jakarta yang jaraknya tempuhnya tidak sampai 5 menit dari rumah saya. Saya memilih sekolah itu karena selain jaraknya yang dekat dan saya sudah dijanjikan oleh orang tua saya untuk dipindahkan ke SMAN 70 pada saat semester 2 nanti. Jadi yang penting semester 1 ini saya ada sekolah dulu dan baru nanti semester 2 pindah ke SMAN 70 jakarta.


perpisahan dibali

prom night


Masa SMA

Saya menghabiskan waktu semester saya di SMAN 82 jakarta. Saya memilih sekolah ini karena memang jaraknya yang dekat dari rumah. Disekolah ini saya benar-benar belajar bersungguh sungguh tidak seperti saat saya masih smp dulu yang banyak menghabisakan waktu untuk nongkrong dan bermain. Karena saya mengejar nilai bagus agar dapat dimudahkan jalannya untuk pindah ke SMAN 70 jakarta. Dan ternyata nilai saya benar-benar bagus. Namun ternyata ada saja halangan saya untuk masuk ke SMAN 70. Ternyata 70 tidak mau menerima murid pindahan dari sesama SMA Negeri di Jakarta. Saat mengetahui hal itu saya benar-benar kecewa sekali. Akhirnya saat semester 2 orang tua saya tetap memindahkan saya dari SMAN 82 karena memang ada sedikit masalah di sekolah itu. Dan pilihan itu jatuh ke SMA Labschool kebayoran. Orang tua saya memilih Labsky karena kakak saya juga masih bersekolah di sekolah itu. Saya bukan merupakan satu-satunya murid baru. Ada beberapa orang lagi yaitu devi ,sarah, zhafira, dan via. Pada saat pertama masuk ke labsky saya merasa tidak enak sekali karena memang ini bukan pilihan saya melainkan keinginan orang tua saya. Tapi setelah saya beberapa minggu saya mulai bisa beradaptasi dengan kelas saya yang baru yaitu kelas XA. Sebenarnya dikelas ini saya tidak sulit beradaptasi karena ada 3 orang yang sudah saya sangat kenal di kelas ini. Yaitu: Ridha, Ajeng, dan Dahlia. Dikelas ini saya berkenalan dengan teman-teman baru. Ada Alvinka yang sangat asik, Omes, Dhika , BG, Nabil, Hisyam, Alen, Alif dan Norman. Setelah mengenal mereka lebih jauh ternyata kelas XA ini orangnya asik-asik dan baik sekali. Di sekolah ini saya merasakan BINTAMA yang menurut saya sangat melelakan sekali tapi mengasyikan. Setelah melewati perjuangan  yang lumayan berat di kelas 10 sekarang saya telah naik ke kelas 11 dan masuk ke jurusan IPA. Jurusan yang memang saya inginkan dan impikan. Walaupun setelah masuk kelas 11 ini saya agak merasa kesulitan mengikuti pelajarannya yang memang sangat berat. Dan cita-cita saya adalah menjadi orang yang berguna bagi keluarga serta bangsa ini.
bersama kelas xa
bersama keluarga saat liburan
refleksi xa

reuni smp

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar