Rabu, 19 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Melissa Putri Hidayat


16 Tahun, 16 Cerita


“Kenapa nama kamu Melissa? Yaa mama pengen aja namanya itu”
–Sakhiyah Hidayat

Periode Balita

Kamis, 23 Mei 1996, 07.34 WIB. Terdengar tangisan seorang bayi perempuan di rumah sakit harapan kita, bayi gemuk dengan berat 3,8 kilogram dan tinggi 51 cm bergolongan darah O yang lahir dari pasangan Sakhiyah Hidayat dan Hidayat Nyakman diberi nama Melissa Putri Hidayat.

Beberapa jam sebelumnya, saat ibu saya sedang membersihkan rumah dan ayah saya sedang bekerja di depan komputernya, ibu saya tidak sengaja mencabut kabel komputer yang terpasang di stop kontak sehingga pekerjaan ayah saya terhentikan, ia pun kesal dan menyuruh ibu saya keluar, namun tidak lama setelahnya justru saya yang keluar.


Saya memiliki 4 orang kakak, 2 laki-laki dan 2 perempuan, namun kakak saya yang pertama (perempuan) meninggal 3 hari setelah kelahirannya karena ada masalah dalam pernafasan. Kakak laki-laki saya yang pertama bernama Sahid Ramadian yang saat ini bekerja di ABNR. Kakak laki-laki saya yang kedua bernama Taufik Hidayat dan telah beristri yang memiliki nama Ana Muan, kakak saya ini bekerja di sebuah perusahaan IT yang ia dirikan sendiri. Kakak perempuan saya yang kedua bernama Meuthia Sylviana Hidayat, saat ini ia baru saja memasuki kuliah(UI-Inter AKUN)

Saat saya baru berumur beberapa bulan, ibu saya memakaikan saya bando, tetapi karena sejak lahir saya sudah gendut bando itu tidak cocok jika saya pakai dipake bando jelek jadi ibu saya tidak memakaikannya lagi. 



Orangtua akan pergi haji
Belum bisa berdiri
Bermain mandi bola 


Bersama Nyakwa




Periode TK

Saat masuk taman kanak-kanak, saya sulit sekali lepas dari orang tua saya, bahkan beberapa kali ayah saya harus ikut masuk kedalam kelas agar saya tidak menangis lagi. Saya masuk ke taman kanak-kanak angkasa V, disana saya mengikuti banyak lomba seperti lomba menyanyi bersama dan lomba pakaian adat pada hari kartini.

Sejak saya lahir daerah tempat saya tinggal, cawang, merupakan daerah yang rawan banjir, sehingga saya sering kali mengungsi ke hotel ataupun kerumah saudara.

Saat saya berumur 2 tahun, orang tua saya pergi haji, dan saat itu yang merawat saya adalah kakak dari ayah saya atau yang biasa saya panggil makna, biasanya saya sering sekali main keluar rumah untuk bermain bersama tetangga-tetangga yang sebaya dengan saya dan tetangga saya yg cukup tua dan dipanggil nyakwa, tetapi makna tidak mengijinkan saya keluar rumah sehingga saat itu saya sering sakit dan juga stress. Saat orang tua saya kembali dari Mekkah, saya sempat tidak mau digendong oleh mereka karena saya sudah lama tidak bertemu dengan mereka. 

Berumur 3-4 tahun, sangat banyak kenakalan-kenakalan yang saya lakukan, salah satunya saat nyakwa datang kerumah saya untuk bermain, namun karena saya sangat suka bermain dengan beliau, saat ia akan pulang, sering sekali saya menyembunyikan barang-barang miliknya seperti sendal, kunci rumah, dompet, dan apapun yang bisa saya sembunyikan agar beliau tidak pulang. 

Awalnya saat di taman kanak-kanak, saya adalah anak yang cukup pemalu, tetapi sejak saya mengikuti lomba paduan suara bersama teman-teman saya, saya menjadi berani. Bahkan karena saat itu saya sudah bisa membaca, saya menjadi perwakilan seangkatan saat kelulusan.


Ulangtahun ke 6
Lomba hari kartini



Bersama kakak-kakak
 Periode SD
Saat kelas 1 SD, saya bersekolah di sekolah percobaan IKIP di rawamangun yang sudah 1 gedung dengan SMP dan SMA Labschool Rawamangun, antara SD, SMP, dan SMA hanya dibatasi oleh sebuah pagar kecil. Saya sangat menyukai belajar disana walaupun sangat sulit dan saya seing mendapat nilai nol, sayangnya saat kelas 2 SD saya harus berpindah sekolah ke SD Lazuardi karena saya harus berpindah rumah ke daerah yang memang lebih baik, awalnya hanya ayah saya yang ingin berpindah rumah, saya dan kakak-kakak saya tidak mau karena kami tidak ingin berpisah dengan teman-teman sekolah kami, bahkan ibu saya pun turut menolak, tetapi, ayah saya (rencana dibaliknya). ia sering mengajak kami kerumah baru kami itu untuk berenang dan makan siang di restoran di dekat rumah baru saya itu, kami pun senang-senang saja untuk pergi, namun setelah beberapa kali kami mulai sadar ada yang janggal di rumah lama kami, perabotan-perabotan mulai hilang, ternyata ayah saya sedikit demi sedikit membawa perabotan tersebut ke rumah kami, hingga akhirnya kulkas pun ikut dibawa, saya, ibu saya, dan kakak-kakak saya pun menyerah dan menerima kenyataan bahwa kami memang harus pindah.

Awalnya ibu saya menginginkan saya masuk ke SD Madania, namun ternyata sekolahnya sudah penuh, dan memang waktu saya yang cukup aneh untuk berpindah tidak mendukung keinginan ibu saya. Pelajaran di SD Lazuardi ternyata tidak sesulit di IKIP, saya pun selalu mendapat nilai 100 saat kelas 2, bahkan mendapat student of the year beberapa kali. Saat kelas 2 SD saya memiliki dua orang teman yang sangatlah dekat dengan saya, mereka bernama Salsa dan Icha, bahkan karena terlalu dekat guru-guru memisahkan kami ke tiga kelas yang berbeda saat kelas 3 SD, tetapi
ternyata tidak terlalu berpengaruh karena kamipun tetap sering bertemu, karena itu saat kelas 4 SD guru-guru tetap memisahkan kami ke tiga kelas yang berbeda.

Sejak saya berumur 5 tahun, saya tidak pernah melaksanakan lebaran di Jakarta, karena saya sekeluarga selalu mengikuti acara di perusahaan tempat ayah saya bekerja yang saat itu terletak di Aceh, hal ini pun berlangsung hingga saya berumur 11 tahun. Tetapi ternyata ayah saya kemudian berpindah perusahaan, perusahaan ini terletak di Kalimantan Timur, dan tradisi itupun berlanjut, saya pun terus mengikuti acara perusahaan ayah saya di Kalimantan Timur. Bahkan ketika ayah saya bekerja di PT Pupuk Kaltim itu, lebaran saya pun menjadi lebih sibuk.

Biasanya kami sekeluarga akan datang ke rumah dinas yang terletak di Gresik, 1-2 hari sebelum hari lebaran, saat hari lebaran, kami melaksanakan sholat ied di sebuah masjid di kompleks rumah dinas tersebut, seusai sholat, ayah dan ibu saya bersama teman-temannya akan menaiki sebuah bus perusahaan, begitu pula dengan saya, kakak-kakak saya, serta anak-anak dari teman-teman orang tua saya. Bus itu berangkat menuju ke beberapa tempat seperti rumah walikota, dll. Setelah itu, saya sekeluarga kembali kerumah dinas untuk menyiapkan acara perusahaan yang diaadakan di rumah tersebut, acara ini biasanya selesai kurang lebih sebelum maghrib. Keesokan harinya saat pagi hari, saya sekeluarga beserta teman-teman orang tua saya kemabli menaiki bus perusahaan untuk menuju rumah-rumah (dandrem), kapolres, pimpinan daerah, dll. Setelah itu, kami menaiki pesawat perusahaan untuk menuju ke Samarinda, sesampainya disana kembali kami menaiki bus perusahaan untuk mengunjungi rumah gubernur, kapolres, dll. Perjalanan belum selesai sampai disitu, kami manaiki pesawat lagi untung menuju ke balik papan, lagi-lagi di Balikpapan telah ada bus yang siap untuk mengantar kami mengunjungi rumah (pangdam), dan rumah-rumah lainnya. Setelah selesai, kami menaiki pesawat untuk kembali lagi ke Jakarta, sesampainya di Jakarta, hari sudah malam, namun saya sekeluarga tetap harus mengunjungi rumah saudara. Setelah selesai, akhirnya saya sekeluarga dapat kembali kerumah, walaupun keesokan harinya tetap harus mengunjungi banyak rumah saudara lagi.
Kelas 2 SD



Bersama teman-teman satu angkatan


Pergi Umroh
Menjenguk kakak sebelum dioperasi
Periode SMP
Saya memasuki SMP Al-Izhar Pondok Labu seperti kakak saya. Disana saya bertemu dengan banyak teman-teman baru, bahkan tidak ada seorangpun teman dari sd saya yang memasuk Al-Izhar sehingga semua orang disana terlihat asing bagi saya, namun saat MOS saya memiliki teman-teman baru, bahkan tidak diduga-duga, teman pertama saya di Al-Izhar menjadi ketua OSIS nantinya, saya dan teman-teman saya sering bermain bersama-sama, setiap mengambil rapot, pasti sudah ada acara yang kami siapkan, entah menginap, pergi ke suatu tempat, dan lainnya. Saat saya naik ke kelas 9, saya tidak sekelas dengan satupun teman dekat saya, namun hal tersebut ternyata member dampak positif karena membuat saya mempunyai teman-teman baru yang cukup berbeda lingkungannya dengan teman dekat saya.

Wisuda
Bermain bersama teman



Class Meeting





















Periode SMA
SMA yang saya pilih juga mengikuti kakak saya, yaitu SMA Labschool Kebayoran, awalnya saya kira saya tidak akan diterima karena saya tidak bisa mengerjakan soal-soalnya dengan cukup baik saat tes masuk, tetapi Alhamdulillah saya diterima. Saat hari pertama masuk ke sekolah, sata cukup kebingunan karena walaupun teman-teman saya dari Al-Izhar juga ada yang memasuki SMA Labschool Kebayoran, saya tidak terlalu dekat dengan mereka, namun setelah mengikuti Pra MOS dan MOS, saya memiliki teman-teman baru yang menyenangkan.
Tidak lama setelahnya saya mengikuti PILAR, namun teman sekelompok yang saya kenal saat itu hanya teman sekelas saya, walaupun sudah berkenalan dengan yang lain, saya memang memiliki kesulitan dalam menghafal nama dan muka orang, karena itu saat saya mengobrol dengan teman sekelompok saya, saya tidak bisa mengingat dengan siapa saya mengbrol, muka ataupun namanya.
Saat bulan Oktober, saya mengikuti Pra-TO, setiap hari saya selalu pulang malam untuk menyiapkan barang-barang yang harus dibawa setiap harinya, memang berat, namun setelah Pra-TO dan TO (Trip Observasi) selesai, saya merasakan sangat banyak manfaat yang didapatkan darinya, angkatan saya juga memiliki nama yaitu Dasa Eka Cakra Bhayangkara.  Saat TO, saya tidak bisa mengikuti penjelajahan karena saat Pra-TO saya sempat demam. Walaupun saat TO saya tidak lagi sakit, dokter tetap tidak memperbolehkan saya untuk mengikuti penjelajahan untuk jaga-jaga.
Bintama juga merupakan salah satu acara yang wajib diikuti siswa, program ini juga cukup mencapekkan karena kami dilatih selama 5 hari oleh kopasus dengan tegas, bahkan saat kembali kerumah saya langsung sakit dan tidak terbangun-bangun dari tidur saya. Namun acara tersebut tidak akan terlupakan dan sangat berharga bagi saya. Saya juga tertarik untuk menjadi OSIS, karena itu saya mengikuti LAPINSI dan TPO, dengan kerja keras, saya ternyata lulus dan menjadi CAPSIS. Saat kenaikan kelas saya memilih jurusan IPA, walaupun awalnya saya bingung akan memilih apa. Saya juga mengikuti LALINJU dan akhirnya dilantik menjadi seksi Kesehatan dan Kemanusiaan Masyarakat tahun ajaran 2012-2013. 

Presentasi negara Arab saat kelas 10
Lalinju 2012






Tidak ada komentar:

Posting Komentar