Kamis, 20 September 2012

Tugas 1 Autobiografi Mardika Parama


Kehidupan saya selama 15 tahun

Nama saya Mardika Parama umur saya sekarang  15 tahun 11 bulan, saya sekarang bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Saya anak kedua dari dua bersaudara, saya lahir tanggal 28 September 1996. Nama Ayah saya adalah Bambang Gunawan bapak saya adalah seorang konsultan dan seorang dosen, dan nama Ibu saya adalah Hana Farida. Saya memiliki satu kakak perempuan bernama Isthi Prasasya yang sedang bersekolah di Universitas Katholik Atmajaya. Saya memiliki 2 kakek dan 2 nenek, nama kakek dari ibu saya adalah Alm. Bastaman tapi saya memanggilnya ‘Aki Obos’ dan nenek saya namanya Tina Farida, sementara kakek dari ayah saya bernama Alm. Waluyo Pringgokusumo, saya panggilnya eyang kakung dan Soekorini, saya memanggilnya eyang uti.
Sebelum saya bersekolah di SMA Labschool kebayoran saya menghabiskan waktu saya untuk belajar di TK Bakti Mulya 400, lalu melanjutkan sekolah ke SD Bakti Mulya 400, dan akhirnya saya pindah sekolah ketika SMP yaitu ke SMP Labschool Kebayoran, sampai saat ini saya bersekolah di Labschool kebayoran.
Saya lahir di RSPI pada tengah malam, kata ibu saya ketika bayi badan saya cukup besar jadi ibu saya sulit untuk menggendong saya ketika kecil. Ketika bayi saya juga jarang menangis, saya lebih sering tertawa. Saya belajar jalan cukup cepat karena kata ibu saya, saya suka berjalan – jalan bahkan berlari. Saya sewaktu kecil sempat diasuh oleh seorang pembantu yang sering saya panggil ‘Mbak Sus’. Setelah beberapa tahun tepatnya ketika saya berumur tiga tahun, saya masuk ke sebuah playgroup bernama ‘Taman Termain Tupai’. Tetapi saya hanya berada di tempat itu beberapa bulan, karena saya tidak suka tempat itu, lau saya dimasukan ke TK Bakti Mulya 400. Ketika saya berumur 4 tahun saya pernah mengalami cedera patah tulang, tepatnya tulang ditangan kiri, itu terjadi saat saya bermain sepeda, akhirnya saya dilarikan ke sebuah tempat pijat bernama tempat pijat Haji Na’im, disana tangan saya diurut, rasanya sangat sakit. Untuk mengecek apakah sambungan tulang saya sudah benar atau belum setelah selang satu hari saya dibawa ke rumah sakit fatmawati untuk dironsen dan hebatnya sambungan tulang bekas urutan Haji na’im sangat tepat dengan bagaimana seharusnya, akhirnya selama dua minggu penuh saya harus ke tempat tersebut tiap hari dan mengenakan semacam gips. Saya ingat waktu masuk sekolah saya sangat malu karena tangan saya seperti batang pohon (pemikiran saya waktu kecil) namun rupanya saya dan teman teman saya dapat bermain seperti biasa.
Saya berada di TK Bakti Mulya 400 sampai ketika saya berumur 5 tahun. Setelah lulus dari TK Bakti Mulya 400 saya melanjutkan pendidikan saya di SD yang sama dan tempatnya juga bersebelahan, yaitu SD Bakti Mulya 400. Sampai saat balita saya masih baru bias membaca, menulis, dan berhitung sederhana. Di rumah saya biasanya bermain dengan kakak saya dan suster saya. Suster yang menangani saya sering saya panggil mbak sus, ia orangnya agak galak namun peduli terhadap saya. Sementara yang mengurus rumah namanya mbak Ani. Ia orangnya sangat baik kepada saya.
Saya telah berada di SD Bakti mulya 400 ketika berumur enam tahun. Tepatnya ketika saya menduduki kelas satu SD. Saya sangat senang pada waktu itu karena mendapatkan teman yang banyak. Saya menjadi anggota SD Bakti Mulya 400 angkatan yang ke-18. Ketika kelas satu SD saya paling senang pelajaran matematika (namun sekarang tidak), mungkin karena gurunya baik dan enak dalam mengajar, guru matematika saya bernama Bapak Yusman Sandjaja. Orangnya tipe penyayang. Saya dari kelas 1 juga paling senang pelajaran musik, dan tata boga. Mungkin karena saya senang dengan musik dan makan tentunya. (dalam tata boga saya paling senang jadi tester).
Waktu saya kelas 2 SD saya masuk ke kelas 2A, disitu kelasnya aman dan tentram, tidak ada kejadian yang membuat saya mengingat sesuatu, namun pada saat saya kelas tiga, saya ingat saya sangat dendam kepada teman saya yang beranama Wahyu, Karena saya sering dikata – katain olehnya, akhirnya kamipun bermusuhan. Ketika kelas empat saya sekeluarga bertamasya kebali itu merupakan liburan keluarga yang paling berkesan sampai saat ini. Karena pada saat ke bali, kami sekeluarga menikmati waktu kebersamaan kami. Kelas 5 adalah waktu dimana saya disunat (tidak usah dibahas) rupanya sakit juga. Ketika kelas 6 kami semua sudah fokus untuk UASBN. Kami belajar dengan sungguh2 ketika dikelas. Saya sewaktu kelas 6 ditempatkan di 6c.


Setelah 5 tahun saya naik ke kelas 6,  kelas kelas yang saya tempati adalah 1A, 2A, 3A, 4C, 5B, 6C. Dan pada waktu itu angkatan saya adalah angkatan pertama yang merasakan diadakannya UASBN (Unjian Akhir Sekolah Bertaraf Nasional) atau bisa disebut juga UN untuk SD. Selama saya bersekolah di SD Bakti Mulya 400 saya tidak begitu aktif, saya lebih sering belajar dan bermain bersama teman, dan ketika SD saya buruk dalam pelajaran Olahraga dan matematika.
Singkat kata saya lulus SD dan masuk SMP Labschool kebayoran, ketika saya masuk SMP Labschool kebayoran aktivitas pertama saya adalah mengikuti kegiatan MOS (Masa Orientasi Siswa) saya waktu itu dibotaki pertama kali setelah bertahun tahun lamanya, lalu saat pembagian kelas saya masuk ke kelas 7A, dengan ketua kelas teman saya Bima. Selama kelas 7 saya senang membuat blog hingga beberapa tahun, awalnya blog tersebut adalah tugas dari guru bahasa Indonesia saya namun akhirnya saya ketagihan, saya rasa saya cukup baik dalam pelajaran bahasa namun saya tetap memiliki kekurangan dalam pelajaran IPA dan Matematika. Saya memiliki sahabat bernama Hakim dan Fadlan sejak kelas 7 berhubung sangat sedikit teman saya yang dari Bakti Mulya masuk ke SMP Labschool Kebayoran jadi saya banyak membuat teman baru.
Pada saat kelas tujuh saya memasuki kelas 7A dan saya baru saja mengenal Labschool Kebayoran dan pada saat itu merupakan saat dimana saya mulai menyesuaikan diri dengan budaya labschool. Budaya labschool yang saya dapat untuk saya sesuaikan adalah budaya 7 nilai dasar 5 panduan hidup, dll. Dikelas 7 juga dilaksanakan pesantren kilat yang diberi nama kalam, disitu saya menginap di sekolah untuk mendapatkan siraman rohani.
Setelah naik ke kelas 8 saya juga mendapatkan pengalaman baru yaitu mengikuti kegiatan Bimensi, kegiatan Bimensi (Bimbingan mental siswa Indonesia) adalah sebuah program sekolah yang mengirimkan kami ke sebuah sekolah kepolisian agar dididik menjadi siswa yang disiplin. Disana kami belajar banyak hal salah satu diantaranya adalah hidup lebih mandiri. Dilain program program sekolah saya juga mendapat pengalaman dari hidup dan teman – teman saya. Dan pada akhir dari kelas 8 saya ikut sebuah band dengan nama S.I.P (still in progress) sejak 2009- sekarang. Saya cukup senang kehidupan saya saat akhir kelas delapan dan ketika setelah naik kelas ke kelas Sembilan. Dikelas Sembilan saya mendapatkan program sekolah yaitu bernama program paket, program paket adalah program yang ditunjukan untuk meningkatkan nilai.
Pada kelas 8 saya juga mengikuti program Orientasi Lanjutan atau disingkat OL. Pada kegiatan ini saya dikirim kepuncak bersama calon OSIS dan calon MPK lainnya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dikegiatan tersebut kami semua diajarkan tentang kepemimpinan dan cara menjadi pemimpin. Tidak hanya itu kami juga dimarah marahi oleh kakak Pembina OSIS saat itu. Sebenarnya saat itu kurang menyenangkan karena cukup membuat saya gentar ketika dimarah marahi oleh kakak OSIS
Pada kelas Sembilan saya juga melakukan perjalanan keluar negeri pertama saya, saya pertama kalinya jalan- jalan ke Singapore bersama tante dan Om juga saudara saya, saya sangat senang karena sempat jalan jalan selama 3 hari disana walaupun pada saat hari pertama saya kehilangan dompet saya disana.
Pada kelas 9 saya telah meninggalkan kesibukan kesibukan saya mulai belajar lebih intensif, saya belajar lebih banyak dan dinding kamar saya penuh dengan catatan IPA yang cukup membuat saya mual dan sakit kepala. Dan semua itu terbayar ketika saya melihat NEM saya yang cukup memuaskan 34.5 dan nilai IPA saya 8.60! itu seperti mimpi yang menjadi kenyataan, saya sangat senang saat itu.
Setelah itu saya juga mengikuti program success class untuk kelas 9 agar lebih baik dalam menghadapi UN dan Alhamdulillah saya lulus SMP dan Masuk SMA Labschool kebayoran sekarang saya menduduki kelas 10 di SMA Labschool Kebayoran di kelas XE. Pada kelas XE ini saya memiliki wali kelas seorang guru Olahraga bernama Pak Edi, orangnya lucu namun tegas. Di SMA Labschool kebayoran ini saya berharap dapat memperbaiki pelajaran yang kurang saya mengerti dimasa lampau maka itu saya mulai sekarang mengikuti les bimbingan belajar Bintang Pelajar. Saya mengikuti les kurang lebih 3x seminggu

Selain itu menurut teman teman saya, saya ini orang yang humoris dan usil (kadang kadang kelewatan becandanya), saya memang senang membuat orang lain bahagia. Karena jika melihat mereka tertawa saya juga merasakan gembira. Namun kata teman saya kalau saya sudah mengejek kata katanya sangat pedas. Terutama jika saya sedang emosi dan marah, saya sendiri baru tahu beberapa waktu kemudian setelah kejadian tentang apa yang telah saya katakan. Walaupun begitu saya kadang kadang bisa galau juga kalau nilai saya jelek.
Sahabat saya yang paling dekat dengan saya adalah teman ketika SMP yaitu Abdul Hakim Muntashier. Ia merupakan sahabat terdekat saya karena kata orang orang otak kami sama dan serumpun. Hakim dan saya sering menipu teman kami bernama Ananda Utama Ali Bratakusuma atau sering dipanggil Tamy. Terutama kalau sudah berurusan dengan uang otak kami tidak pernah lepas dari masalah kelicikan (kelas ringan) untuk mendapatkan makanan gratis dan minuman gratis atau mendapat persenan dari Tamy. Walaupun begitu ia anak yang sangat alim dan taat agama. Tamy juga merupakan teman dekat saya yang sering saya ledek karena dia enak diledekin.
Selama di SMA saya mengalami banyak memori yang bagus. Hal yang paling saya ingat di kelas X adalah ketika kegiatan kegiatan sekolah. MOS salah satunya, bagi saya MOS merupakan hal yang seru, tidak seperti MOS SMP karena saat SMP saya masih takut dengan yang namanya MOS dan sejenisnya, namun ketika SMA saya telah mengetahui bahwa itu semua hanyalah drama fiksi belaka agar kita dapat belajar menghormati kakak kelas. Saat MOS saya kenal dengan teman teman baru dan menderita bersama. Setelah MOS, TO juga terpatri, namun yang paling berkesan bagi saya adalah ketika BINTAMA, karena saat bintama, saya benar benar tersiksa, tapi entah mengapa saya bahagia (walaupun saya tidak ingin bintama lagi). Saya dilatih bersama KOPASSUS selama hampir seminggu dan seumur hidup saya itu merupakan hari terpanjang yang pernah saya alami, entah karena sugesti atau apapun. Yang paling saya ingat dari BINTAMA adalah ketika acara caraka malam, karena kacamata saya dilepas, saya tidak bisa melihat apapun dan akhirnya bukannya ketakutan saya hanya melihat bayangan bayangan tidak jelas yang membuat saya mengantuk, namun saya sangat kaget saat ada setan setanan yang mangkalnya di atas tempat latihan, karena ia berteriak dan saya tidak dapat melihat wujudnya.



Di kelas XI cenderung lebih santai karena telah dibagi IPA dengan IPS dan sampai sekarang saya mulai mengexpand bisnis saya. Sejak saya berada di kelas 11 saya mulai berjualan dari mulai DVD Game hingga Jersey dan menjadi reseller bagi teman teman saya, jika ada yang berminat tinggal contact saya.
Selama saya hidup, saya dikenal sebagai orang yang careless atau kurang fokus dan berhati hati. Contohnya saya telah kehilangan hp dan dompet berkali – kali, pertama kali saya memegang handphone pada saat saya kelas 5 SD, namun pada kelas 6 akhir hp saya hilang, akhirnya saya membeli hp yang lebih murah. Berhubung juga tidak boleh membawa hp canggih ke sekolah. Namun tak lama kemudian hp tersebut hilang lagi, hal ini terjadi berkali kali hingga saat ini saya sendiri telah lupa berapa handphone yang telah hilang ditangan saya tapi yang pasti handphone yang saya pegang saat ini adalah handphone yang paling awet ditangan saya.
Selain careless saya juga dikenal sebagai orang yang memiliki kemudahan dalam berbicara didepan umum. Pada saat SMP saya tepilih sebagai Majelis Perwakilan angkatan delapan (Hasthaprawira Satya Mahadhika) Kelas koordinator bidang hubungan masyarakat, dalam pelajaran akademikpun saya juga memiliki kelebihan dalam bidang bahasa. Namun kelemahan saya adalah pelajaran ilmu eksak, saya sering mendapatkan nilai buruk dan melaksanakan remedial ketika kelas VIII dan kelas IX.
Menurut saya orang yang paling berjasa dalam hidup saya selama 15 tahun saya hidup adalah ibu saya. Hal itu disebabkan karena ibu sayalah yang mengajarkan saya tentang hidup, sikap sikap, tanggung jawab dan lainnya. Ibu saya juga merupakan orang yang paling menyayangi saya. Selama saya hidup ibu saya adalah salah satu orang yang paling dekat dengan saya. Sifat ibu saya memang dasarnya baik dan lucu namun ia sering melebih lebihkan sesuatu dan menyalahkan orang lain. Ibu saya memang sangat baik namun kalau sudah marah membuat saya menjadi gatal gatal.
Itu adalah 15 tahun dari hidup saya, berhubung saya masih belum berumur 16 tahun, sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar