Minggu, 02 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi M Rendy Riansyah


15 Tahun Petualangan Hidup Ini

Balita:

Pada 14 Oktober 1996, lebih tepatnya pada pukul 21.00 WIB saya dilahirkan di Rumah Sakit Ongko Mulyo di daerah Pulo Mas . Orang tua saya adalah Renaldi Chaidarsyah dan Neny Asriany.  Awalnya sebelum ibu saya melahirkan dokter berkata “tampaknya anak ibu adalah perempuan” tetapi saya lahir sebagai laki-laki tulen sehingga ibu saya sudah terlanjur membeli baju-baju perempuan dan dengan berat hati saya harus memakainya(walau belum mengerti).  Saya diberi nama Muhammad Rendy Riansyah, ayah saya mengusulkan nama “Muhammad” agar saya bisa berperilaku seperti Nabi Muhammad SAW, lalu “Rendy” dari nama ayah saya “Renaldi” dikurangi “al” jadilah “Rendy”, lalu “Riansyah” adalah nama yang diusulkan kakek saya, saya juga tidak mengerti kenapa riansyah mungkin supaya mirip dengan nama belakang ayah saya “Chaidarsyah”.
saya waktu bayi


Awalnya saya dititipkan ke keluarga ayah saya karena kedua orang tua saya bekerja,namun keluarga ayah saya sedikit kerepotan mengurusi saya. Akhirnya saya dititipkan ke keluarga ibu saya dan sejak saat itu orang tua saya membeli rumah di Puri Cinere dan tinggal disana karena berdekatan dengan rumah kakek dari ibu saya.

Pada saat saya bayi, saya bisa dibilang cukup gemuk sehingga orang tua saya mungkin punya pikiran iseng mengikutsertakan saya di lomba bayi sehat. Ternyata orang tua saya beruntung! saya menjadi juara 1 di lomba tersebut, mereka pasti bangga punya anak yang sehat sejak bayi seperti saya. Saat bayi saya disebut ikan malas karena saat anak lain menangis terus saya malah tidur dengan tenang dan cenderung pemalas.
Saat balita saya bisa dibilang cukup rusuh karena saya sangat aktif bergerak dan tidak bisa diam. Saya sangat suka bermain dan sangat benci tidur. Saya sangat senang mewarnai dan menggambar tetapi tidak pernah menang lomba karena saya terlalu rusuh saat mewarnai. Pada umur 3 tahun adik saya lahir, adik saya adalah perempuan bernama Nesya Annisa Septiani, yang saya ingat waktu saya balita saya pernah menubruk adik saya layaknya pemain american football karena iseng.
sebenarnya saya adalah batman.


Saya masuk ke TK Mutiara Indonesia milik Kak Seto, disana saya bisa dibilang tidak bisa diam dan amat percaya diri. Saat TK saya pernah menubruk jatuh seorang badut tak bersalah di acara kantor ibu saya, ibu saya sangat malu dan meminta maaf pada badutnya tetapi saya malah menertawai badut itu, tampaknya sejak kecil bibit-bibit kejahatan sudah ada pada benak saya.

Saat saya berumur 5 tahun adik kedua saya lahir dengan nama Neira Ramadhania, adik saya lagi-lagi perempuan sehingga saya tidak memiliki teman dirumah. Adik saya yang ini bisa dibilang berbeda dengan saya dan adik saya yang pertama, karena dia amat kecil sedangkan saya dan adik saya yang pertama besar. Perbedaan badan inilah yang membuat saya amat suka mengerjai adik saya yang itu, kadang-kadang bersekongkol dengan adik saya yang pertama untuk mengusili dia.
saat TK B

saya dengan keluarga saya(kanan bawah)


SD:

Saat saya beranjak ke umur 6 tahun, saya dimasukkan ke SD Al-Ikhlas atau Alix, saya sempat bertengkar dengan orang tua saya karena saya ingin masuk ke SD Dian Didaktika mengikuti teman saya tetapi akhirnya saya menyerah karena capek berdebat soal ini. Di SD tidak terlalu banyak yang saya ingat mengenai tahun-tahun awal disana. Saya bisa dibilang cepat bosan dalam memilih ekskul. Saat saya kelas 1 saya mengikuti ekskul karate sampai akhir kelas 2. Selama karate saya sudah naik tingkat 2 kali.

saya saat kelas 2 bersama adik saya Nesya



Saat kelas 3 ya tidak banyak juga yang saya ingat selain saya mengikuti ekskul Tae Kwon Do. Pada saat kelas 3 saya liburan keliling eropa, saya pergi bersama ibu,kakek,nenek, dan keluarga sepupu saya yang tinggal di Cuba karena om saya seorang diplomat. Kami pergi ke Belanda,Prancis, dan Swiss. Yang paling saya ingat adalah di Paris karena saat itu adalah pertama kalinya saya naik ke menara eiffel dan ada kejadian pencopetan yang dialami kakek saya, untung saja tante saya melihatnya dan memukul tangan pencopet itu layaknya adegan film action dan dompet kakek saya berhasil selamat.

Saat kelas 4 saya memasuki kelas 4B, kelas itu bisa dibilang cukup ramai dan sering ada masalah. Saya mulai tidak terlalu belajar dan lebih sering jalan-jalan. Pada masa kelas 4 SD juga saya mulai mengikuti sekolah tennis bersama sepupu saya yang sedang kembali ke Indonesia di Bali View di daerah Pondok Cabe.

Saat kelas 5 saya mengikuti ekskul basket karena iseng dan saya adalah satu-satunya anak kelas 5 yang ikut basket sehingga terpaksa bermain bersama adik kelas dan kakak kelas. Pada kelas 5 inilah juga dimulai kehidupan saya bermain musik, saya memainkan drum. Pada saat inilah saya bertemu Hisyam (yang kelak akan menjadi teman SMA saya juga) dan mengenalkan saya pada musik classic rock. Saya mulai menyukai musik rock klasik padahal sebelumnya saya lebih mendengarkan musik punk atau emo . Akhirnya saya diajak masuk ke band Hisyam yang disebut Popcorn, diband itu saya bermain bersama Iqbal,Rauf, dan Rafi juga. Awalnya saya hanya additional drummer tetapi lama kelamaan saya menjadi drummer tetapnya.

Pada tahun terakhir SD,saya pindah rumah ke komplek sebelah komplek saya terdahulu, dari Puri Cinere ke Villa Cinere Mas.Saya juga tidak mengerti untuk apa pindah sedekat itu.Pada tahun ini juga angkatan saya menjadi percobaaan UASBN karena sebelumnya tidak ada UASBN. Namun pada tahun terakhir ini justru saya malah lebih santai-santai dan lebih sering latihan band. Saya pun mengikuti bimbingan belajar dekat sekolah. Saya jadi rajin mengikuti bimbel bukan untuk belajar, malah bermain karena kelas saya sangat ramai.

Pada saat wisuda band saya tampil memainkan Always Somewhere, kami wisuda di d’best fatmawati. Itu adalah penampilan pertama saya dan saya cukup senang bermain band. Saat wisuda saya mendapat nilai tertinggi UASBN matematika, saya cukup senang mendengarnya tetapi bagi saya yang penting saya lulus. Saya tes SMP di 2 sekolah yaitu SMP Al-Ikhlas dan SMP Labschool Kebayoran.
wisuda SD

SMP:


Kelas 7

Masa SMP ini diawali dengan kejadian sama seperti di awal masa SD, saya lagi-lagi bertengkar dengan orang tua saya karena saya tidak ingin masuk Labschool, bahkan di minggu pertama sekolah saya tidak mau sekolah dan membolos hingga akhirnya guru bk dan wali kelas saya Pak Adi turun tangan menangani masalah ini. Saya memasuki sekolah ini dengan terpaksa awalnya, saya melalui MOS yang amat berat karena saya tidak terbiasa dengan kedisiplinan dan hal-hal semacam itu. Saya memasuki kelas 7D, kelas ini bisa dibilang “memiliki dunia sendiri” karena anak kelas ini cenderung tidak dekat dengan anak kelas lain, hanya beberapa orang yang suka bermain bersama kelas lain. Teman bermain saya di kelas itu adalah Axel,Mubdi, dan Ozzy. Saat kelas 7 saya mengikuti ekskul basket karena wajib memilih ekskul, pada akhirnya ekskul inilah yang saya tekuni 5 tahun kedepan.
kelas 7D

Di ekskul basket saya bertemu dengan orang-orang macam Zio, Arvin, Maga dan Fachri (Dajjal) yang pada akhirnya menjadi teman-teman dekat saya.  Di kelas 7 kehidupan saya tak jauh-jauh dari warnet karena anak kelas saya sangat hobi bermain di warnet, saya menjadi tertular kebiasaan mereka. Pada suatu hari di semester 2 saya mendapatkan surat peringatan pertama saya karena sebuah kasus. Kasus itu adalah kasus geng, saya bersama teman-teman saya yang berinisial AZS,MAA dan MGG dipanggil ke ruangan wakil kepala sekolah karena ketahuan mengikuti geng dan diberikan surat peringatan, orang tua saya tidak peduli jika saya kena kasus dan berakhir seperti tidak ada apa-apa.

Karena sudah susah berhubungan dengan band lama saya popcorn, saya membuat band baru bernama “Black Labyrinth”. Band ini berisikan Maga sebagai vokalis, Zio di gitar, Addo di bass dan saya sebagai drummer. Kami tampil di acara ACEX 2009 saat kami masih kelas 7. Itulah saat pertama kali saya dikenalkan dengan moshing. Setelah ada sedikit perubahan akhirnya kami menambah anggota band menjadi 6 orang dengan tambahan Arvin dan Fachri namun setelah kami tampil di closing Labspart 2009, Arvin keluar dan kami tinggal berlima.
BL di Acex 2009

Saya akhirnya pun berhasil naik kelas dan berpisah dengan anak kelas 7D. Kami melakukan refleksi di rumah Razi yang berada di Cipete. Disana kami melakukan tukar kado, sharing dan saling menceburkan. Ini juga sebagai perpisahan 7D dengan salah satu anak 7D yaitu Nadya yang pindah ke Kanada. Saat tukar kado saya mendapatkan sebuah gembok, saya bingung orang apa yang memberi gembok saat acara tukar kado? Ternyata itu dari Axel, akhirnya gemboknya pun berguna buat sepeda.
bukber 7d (saya yang pojok atas kanan baju hitam)

Kelas 8

Saya pun naik ke kelas 8, saya masuk ke kelas 8E. Di kelas ini banyak sekali “setan” kelas yang menyebabkan kelas kami rusuh sekali. Saya sekelas dengan Zio,Arvin,Gilang,Reyhan,Eki,Swawif dll. Di kelas ini ada murid pindahan dari 19 yaitu Odit, awalnya saya dan teman-teman mengira Odit adalah orang yang kalem, ternyata setelah saya bertemu diluar sekolah dia adalah orang yang asik, usil dan liar. Akhirnya saya pun mulai berteman dekat dengan Odit.
dwiki,hasif,reyhan,zio,azhmi,eki,saya dan maga


Saat kelas 8 kami sempat berganti wali kelas dari Pak Armat dan Pak Joni menjadi Bu Sumi dan Mrs. Lilis. Bu Sumi dan Mrs. Lilis kewalahan menghadapi kami karena kelas kami amat liar, padahal ini adalah pertama kalinya Bu Sumi menjadi wali kelas, untungnya mereka tetap sabar menghadapi kami.

Karena kelas 8 adalah masa “bandel-bandelnya” maka tidak aneh jika suka ada yang bolos kelas, apalagi kelas kami. Kelas kami paling rajin bolos kelas dan kadang-kadang tidak berpikir panjang. Kelas kami juga banyak yang suka sengaja  dikeluarkan dari kelas seperti pura-pura tidak bawa pr dll. Saya juga paling hobi tidur di kelas.Di tahun inilah Swawif harus bersabar karena suka diusili teman-teman sekelasnya apalagi Odit, sudah tak terhitung Swawif menangis di kelas ini. Di tahun ini juga saya mendapat panggilan baru “Brendy”.
tidur dimanapun,bermimpi kapanpun
saya,zio,reyhan,eki dan aliya

Tahun ini band saya membuat perubahan besar dengan mengganti Addo dengan Bayu dan juga memasukan Dorman. Aliran musik kami pun berubah menjadi lebih keras bahkan band kami ganti nama menjadi Cyanoacrylate nama sebuah zat di lem. Suatu hari kami ingin tampil di acara ACEX Labspart 2010 tetapi syaratnya adalah band yang tampil tidak boleh melakukan scream, padahal scream adalah salah satu ciri khas band kami. Akhirnya kami terpaksa berbohong dan melakukan scream saat tampil, memang dasarnya anggota band ini memiliki otak "penjahat" padahal ada ketua osis dan panitia di band kami. Banyak panitia yang panik namun kami mencoba tetap santai dan melakukannya sampai akhir.
Cyanoacrylate di AcexLabspart

Di akhir kelas 8 saya sedikit tersendat karena banyak tugas yang belum di kumpulkan begitu juga remedial, namun akhirnya saya berhasil naik kelas. Saya juga mendapat masalah perilaku bersama Odit namun kami tidak peduli. Kami melakukan perpisahan kelasdua kali . Pertama kami ke puncak, lalu yang ke dua dilaksanakan dirumah Luqman. Karena Luqman teman kami ingin pindah ke Amerika. Akhirnya perpisahan kelas kami berakhir dengan banyak yang menangis.
putri,zio,eki,anne,reyhan,sasha,aliya,saya,dan jafar saat di puncak
lari pagi terakhir kelas 8




Kelas 9

Akhirnya saya pun masuk ke kelas 9 di tahun ini saya sekelas dengan Zio dan Odit lagi di 9C, saya harus bersama “setan-setan” kelas ini lagi. Saya juga sekelas dengan Helmi, Azis,Bima dan juga Hakim dan Sabilal yang merupakan teman kelas 8 saya. Tahun ini akhirnya angkatan saya mendapat nama "Scavolendra Talvoreight" atau disingkat "Scavoreight" atau SVR. Di kelas 9C ini saya mencoba untuk lebih fokus ke UAN tetapi akhirnya saya juga masih malas belajar. Bahkan di pertengahan semester wali kelas saya Mrs. Shelma memasukan saya, Zio, Odit, dan Azis ke kelas khusus yang disebut Success Class akibat perilaku kami, padahal nilai kami di paket tidak bermasalah. Mungkin Mrs. Shelma menilai dari rangking kami, karena kami berempat adalah penghuni rangking 36-39. Tetapi di kelas itu saya malah makin tidak bisa belajar karena ada anak-anak kelas lain yang bisa dibilang semacam dengan kami berempat. 
Saya dan zio saat pemotretan buku kenangan

Saya Zio dan Azis saat foto buken


Beberapa bulan pun berlalu, setelah melalui acara seperti TO UAN dll. akhirnya UAN pun datang,dan berhasil saya lalui. UAN berakhir dan datanglah masa terbaik selama SMP yaitu libur 3 bulan. Selama waktu itu saya hampir tiap hari hanya menongkrong, dan kalau pergi kemana-mana saya selalu naik mobil Azhmi dan Dajjal. Walau libur kami juga mempunyai acara-acara dengan sekolah seperti pengumuman UAN, Farewell, dan Wisuda. Saat Farewell itulah band saya tampil untuk terakhir kali di Labschool dengan membawakan It Never Ends - Bring Me The Horizon dan Letters to You - Finch. Setelah itu kelas saya 9C pun pergi ke anyer,disana kami bermain di pantai dan di hotel. Kami benar-benar merasa senang disana sangat bebas karena tidak terikat dengan sekolah lagi. 

Setelah itu saya lulus dengan NEM 36,25 orang tua saya bangga karena melihat saya jarang belajar. Akhirnya kamipun wisuda dan resmi lepas dari masa SMP. Selama libur itu kami juga harus merelakan teman kami yaitu Odit, Dajjal, Ditto, AP pergi untuk bersekolah di TN. Mereka pun menraktir kami seangkatan makan di Kemang. Setelah mereka pergi entah kerasukan apa saya dan teman-teman membeli ular piton dan diberi nama “Fachri”, kami anggap dia sebagai simbol agar kami tetap solid saat SMA.
refleksi kelas 9c (saya diatas ke3 dari kanan)

farewell SMP
foto wisuda bersama teman saya ebha ,saat rambut masih keren

arvin,azhmi,saya dan bdr saat wisuda

SMA:

Saya hanya tes SMA di Labsky dan diterima, kalau saya tidak masuk labs saya akan masuk antara PL, 6, 70. Saya melalui MOS seperti biasa, lalu saya masuk ke kelas XB dengan wali kelas Pak Eri. Saya sekelas dengan anak-anak tukang rusuh semacam Maga, Akang, Hasif, Caesar, Jako dan BDR. Saya bingung kenapa disatukan bersama mereka semua. Kelas 10 adalah masa yang saya bilang amat berat, pelajarannya amat berbeda dengan SMP.  Suasana di SMA Labs juga berbeda dengan SMPnya padahal berdekatan, karena SMA cenderung lebih bebas dibanding SMP yang amat ketat.  Angkatan saya adalah yang kesebelas dan bernama Dasa Eka Cakra Bayangkara atau Dasecakra.Saya pun mengikuti kegiatan wajib seperti TO, Bintama, Pilar dll. Dan amat melelahkan. Pada akhirnya pun saya berhasil melalui tahun itu dan naik kelas dan masuk ke jurusan IPS sesuai keinginan.
XB
 tahun  baruan di puncak bersama beberapa SVR dan beberapa Dasecakra


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar