Jumat, 07 September 2012

TUGAS 1 – Autobiografi Lavenia Quinta Saraswati


Lima-Belas Tahun,  Seputar Tangis dan Tawa.
  1. Datang ke dunia
Saat itu hari Kamis, 29 Oktober 1996 yang tidak diduga menjadi tangis pembuka dari separuh kehidupan saya. Yang tidak disangka juga bertepatan dengan hari jadi Ayah saya. Yang pada saat itu Ibu sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan acara ulang tahun Ayah saya, dan tidak mengkhawatirkan bahkan memikirkan bayinya akan lahir saat itu, tapi tiba - tiba saja perut Ibu terasa mulas, dan ingin segera memeriksakan kehamilannya di tempat praktik dr.Waluyo Sapardan SpOG di Panglima Polim Jakarta Selatan. Tanpa disangka setelah tiba disana, dr.Waluyo langsung mensegerakan Ibu saya untuk pergi ke Rumah Sakit, tanpa pulang ke rumah terlebih dahulu. Sejujurnya, Ayah dan Ibu saya sudah memesan tempat di Rumah Sakit Pondok Indah, namun dr.Waluyo langsung mengarahkan Ayah dan Ibu saya ke Rumah Sakit Asih di Panglima Polim, sebab di Rumah Sakit Pondok Indah dikhawatirkan tidak tertangani oleh dr.Waluyo sendiri.
Tanpa pikir panjang, Ayah langsung membawa Ibu ke Rumah Sakit Asih yang ditujukan dokter tadi, dan segera melakukan persalinan maut tersebut. Alhadullilah, menurut ibu saya, proses persalinan anak ke 2 nya itu berlangsung sangat lancar. Dengan berat 3100 gram, kulit kuning langsat dan rambut yang hitam lebat bayi perempuan itu(saya) telah melengkapi harapan keluarga Ayah dan Ibu saya, yang mempunyai keinginan dikaruniai sepasang anak (laki-laki dan perempuan)1. Sewaktu baru lahir, dirumah sakit saya sangat tenang, dan jarang sekali menangis. Kerjanya hanya tidur saja, sehingga Ibu saya sangat senang dan bahagia sekali dengan kehadiran saya (berdasarkan cerita dari Ibu).
Selang 1 minggu, Ibu saya baru mengkaruniakan saya sebuah nama yang hingga saat ini menjadi nama panjang saya, Lavenia Quinta Saraswati. Saya adalah putri pertama dan terakhir dari kedua orangtua saya yang bernama Johnny Idham dan Wianti Soeryani Soedjai. Saya anak terakhir dari 2 bersaudara. Satu-satunya saudara kandung yang saya miliki yaitu kakak laki - laki saya yang bernama Andhika Aditya Rizky Putra, yang akrab dipanggil Andhika. Walaupun beda waktu dengan kelahiran saya 4 tahun, tidak menghalangi saya untuk banyak berinteraksi dengan kakak saya.
Saat saya lahir, Ayah tidak memperbolehkan Ibu saya untuk bekerja karena adanya suatu alasan yang hingga kini saya pun belum dapat mengetahui alasan tersebut. Serba – serbi dirumah kebanyakan mengandalkan jemari Ibu saya untuk membantu membereskan dan menangani hal – hal kecil yang saya perlukan. Saya pun hingga saat ini masih bertanya – tanya, mengapa saya tidak ditangani oleh babysitter seperti kakak saya dulu. Namun hal tersebut dapat memberi saya pengalaman baik buruknya apa yang saya peroleh masa itu. Mulai dari menyisir rambut, urutan mendahulukan tangan daripada kepala saat mengenakan pakaian, menggunakan pensil saat menulis hingga cara memasukkan ikat rambut dan menalikannya. Itu semua telah diajarkan oleh Ibu saya dengan penuh cinta dan kasih sayangnya.
Dari kecil, saya sudah mengidap penyakit asma dan alergi terhadap debu, udara dingin, bulu, dan asap rokok. Awalnya penyakit asma ini turun melalui Ibu saya yang hanya sekedar gejala asma, namun tidak diduga, gejala asma ini turun ke Kakak saya yang belum perlu perhatian khusus untuk dikhawatiri, tetapi yang diturunkan kepada saya bukan gejala namun penyakit asma yang semakin menjadi. Hampir setiap malam asma saya kambuh, bahkan jika tertawa berlebih tiba – tiba suara kucing langsung meringai kuping saya, tepatnya saat saya mengambil nafas. Penyakit bawaan ini hampir selalu membuat sepanjang malam masa kecil saya tidur duduk, karena terlalu sesak bagi saya untuk tidur berbaring atau terlentang. Saat asma saya kambuh karena kecapekan atau udara yang terlalu dingin, saya lebih sering memukul dada dengan kepalan tangan kanan saya, daripada menggenggam tissue untuk hidung saya yang selalu mampet. Hingga tiba saat itu Ibu membawa saya pergi ke Rumah Sakit untuk disuntikkan sesuatu di tangan kanan saya. Sejak saat itu, penyakit asma yang saya alami kian berkurang, dan dengan bertambahnya umurpun telah semakin membantu saya untuk meninggalkan penyakit asma tersebut.
Saat masa kecil juga, sebagai permulaan saya untuk melatih dan mencari bakat saya. Tepat umur 3,5 tahun orangtua saya memasukkan saya ke Playgroup yang bernama TK Kembang. Berbeda dengan Kakak, yang tidak sempat mengalami masa – masa keceriaan saat itu, saya sudah memulai kesibukkan dengan membuat teman baru, mewarnai, menggambar dan mulai mengenali huruf selama genap satu tahun. Sementara Kakak yang sudah lebih dahulu 1 tahun dengan teman – teman TKnya telah membuktikan kejeniusannya dalam belajar saat itu, terbukti dengan keceriaan orangtua saya yang hingga saat ini senang membanggakan umur Kakak yang hemat 1 tahun dalam menuntut ilmu. Sekitar umur 5, saya telah masuk TK nol di Al-Azhar Syifa Budi Kemang. Disana saya mulai belajar membaca, menulis, dan mengembangkan bakat mewarnai saya yang masih sering keluar dari batas garis yang telah ditentukan. Saat TK juga, saya diajarkan membuat prakarya dengan kaos kaki, atau magnet penghias kulkas dengan berbagai macam bentuk sayuran dan buah – buahan, ini adalah salah satu kegembiraan saya sewaktu umur 5 hingga 6 tahun di TK Al-Azhar Syifa Budi Kemang.
Salah satu rutinitas pagi selama 2 tahun di TK Al-Azhar Syifa Budi Kemang, yaitu 30 menit sebelum masuk kelas, yang terjadi dimobil parkiran sekolah. Berhubung Ibu dan saya sering menyisakan waktu sebelum bel dimobil, Ibu biasanya menguncir rambut saya dengan berbagai macam model. Mulai dari kuncir 2, kuncir kuda, bando, atau gerai biasa. Namun menurut sahabat Ibu saya, teman – teman Ibu lebih sering melihat saya dengan 2 kuncir kanan dan kiri dengan tambahan poni (berdasarkan cerita dari kerabat Ibu semenjak saya kecil).
Umur 5 tahun juga, saya disekolahkan disekolah tari Namarina. Ini merupakan permulaan saya untuk bersekolah non akademik. Saya juga tidak menyangka ternyata selama ini saya yang meminta untuk disekolahkan di sekolah tari tersebut bukan karena kedua orangtua saya. Keinginan lain saya dari umur 5 tahun juga untuk les biola, tapi hingga saat ini pun sayangnya masih belum tercapai.

  1. Sekolah Dasar
Beranjak umur 6 ke 7 tahun, langsung saya didaftarkan ke Sekolah Dasar Al-Azhar Syifa Budi Kemang. Kedua orangtua saya langsung saja spontan memilih SD tersebut karena Kakak saya juga bersekolah di SD Al-Azhar Kemang yang akrab dipanggil Azka ini. Alasan untuk memudahkan antar jemput dengan Kakak saya menjadi alasan termudah dan tertepat yang biasa diucapkan oleh orangtua saya. Berbeda dengan Kakak yang besekolah hingga Sekolah Menengah Pertama di Azka, saya hanya hingga lulus Sekolah Dasar menuntut ilmu di sekolah islam tersebut.
Dimulai dari kebiasaan Ibu saya yang membawa kesan sangat mudah saat mengajarkan Kakak. Sementara saya, yang dari TK hanya sekedar tau kesenangan dan kegembiraan sudah terbiasa dengan kesantaian dan gemar menunda pekerjaan, yang membuat saya lebih sering dimarahi oleh Ibu, dibanding Kakak yang sangat pintar. Apalagi soal perkalian yang tidak kunjung hafal. Pengenalan pelajaran yang membutuhkan hafalan otak juga sempat membuat saya dan Ibu menjadi stress. Namun lama kelamaan, akhirnya saya terbiasa dengan hal – hal tersebut. Bila dibandingkan dengan SMP, di Sekolah Dasar adalah pelajaran yang paling tidak membebani otak saya hingga detik ini. Bila dihitung – hitung saat itu, saya hampir belajar hanya disekolah saja, sisa waktu saya habiskan hura – hura, cekikikan dengan teman- teman dan keluarga.
Saat – saat Sekolah Dasar juga dimana saat saya dengan Kakak tercinta mengalami fase – fase kritis dalam mengutarakan perbedaan sudut pandang. Diantaranya dimulai dari perebutan kamar tidur yang berujung kemenangan ditangan saya, karena mutlak kedua orangtua saya pasti membela yang lebih kecil dan sang Kakak harus mengalah. Kedua, dengan perebutan remote tv yang berujung dikuncinya saya dan Kakak di kamar masing – masing. Dan ketiga saat saya bercanda dengan Kakak yang berujung maut untuk saya, lebih rincinya yaitu cakar – cakaran. Yang awalnya saya tercakar oleh Kakak, tapi dengan nafsu dan dendam, dengan senang hati saya membalas cakaran Kakak yang tidak sengaja tadi, namun karena kuku Kakak lebih panjang saya terpaksa kalah mutlak dan lebih banyak tersisa luka saat itu. Hingga saat ini pun masih ada buah tangan dari pertarungan sengit kala itu (berdasarkan cerita dari Kakak).
Saat Sekolah Dasar juga saya banyak menemukan pengalaman baru. Terutama dalam bermain dengan sahabat-sahabat baik saya salah satunya, Carissa Rizki Andiani. Yang biasa dipanggil Icha. Selama 6 tahun lebih saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan dia, maupun itu di Sekolah atau diluar Sekolah. Walaupun dia belum pernah berkunjung kerumah karena saya tau itu terlalu diluar jangkauan dan pasti orangtuanya terlalu khawatir untuk melepaskan dia saat itu untuk silaturahmi ke rumah saya. Namun itu tidak menghalangi saya untuk rajin kerumah sahabat saya itu setiap Jumat. Karena jika hari lain, pasti orangtuanya tidak memperbolehkan saya main kerumahnya dengan berbagai alasan. Saya juga sempat membuat Ibu saya menangis karena pergi ke negeri merlion hanya dengan sahabat saya dan keluarganya saja untuk 1 minggu. Dalam hal pelajaran juga dia tidak dikhawatirkan kepintarannya. Selama Sekolah Dasar Ia rutin menjadi peringkat pertama dikelas, tak heran kalau saya dulu ikut terkena ciprat kepintarannya walaupun jujur hanya sedikit.
Namun sayang, karena Ia ingin fokus melanjutkan ke universitas di luar negeri, Ia didaftarkan kedua orangtuanya di sekolah Global Jaya untuk melanjutkan Junior High School atau sering biasa kita sebut SMP. Akhirnya 6 tahun sekelas pun harus mempunyai ujung, walaupun begitu kami tetap saling berhubungan meski dengan jarak jauh.
  1. Sekolah Menegah Pertama
Pemilihan jenjang selanjutnya untuk masuk Sekolah Menengah Pertama juga bisa dibilang mirip sama dengan Sekolah Dasar yang sudah saya alami. Tapi kali ini dengan ditambah keinginan saya juga yang diawali dengan Kakak yang telah besekolah terlebih dahulu di Sekolah Menengah Pertama Labschool kebayoran.
SMP Labschool Kebayoran telah banyak mengajarkan saya melalui berbagai cara yang menurut saya saat itu sangat tidak nyaman untuk dirasakan. Dimulai dari awal kelas 7 menginjak SMP Labschool, fresh School Day 2008 telah mengajarkan kami pendatang baru SMP Labschool Kebayoran untuk senantiasa sopan dan menghormati kakak kelas dan guru - guru. Juga dimulai dengan perkenalan lagu – lagu Labschool yang rutin dinyanyikan saat Jumat pagi maupun upacara rutin. Kelas 1 di SMP Labschool kebayoran bukan hal yang mudah dijalani bagi saya. Khususnya pada semester pertama, dengan banjirnya tugas – tugas yang setiap hari dijejali untuk menambah pemahaman juga beradaptasi dengan lingkungan yang tergolong baru bagi saya. Apalagi saya yang masih membawa kebiasaan buruk menunda pekerjaan dan terbiasa belajar santai saat SD sangat membuat saya keteteran dalam mengumpulkan tugas ataupun untuk meraih nilai tinggi saat itu. Berbagai program kepemimpinan juga mulai dilaksanakan pada semester genap yang salah satunya dalam pencarian siswa yang mempunyai minat untuk bergabung dalam Organisasi Intra Sekolah.
Masa kelas 2 SMP saya merupakan salah satu bagian yang bisa dibilang bermain dan belajar mempunyai kapasitas sama besar untuk saya. Dengan lebih banyak bersosialisasi dengan teman – teman dibanding saat kelas 7, membantu saya dalam melupakan stress masa itu. Ditambah lagi dengan lingkungan yang sudah tidak awam lagi membuat saya sangat nyaman dan mendukung pembelajaran saya. Dan khususnya teman – teman angkatan saya yang pada tahun tersebut dilantik menjadi Osis Mpk  dan mulai menjalankan 1 tahun program kerja untuk mengharumkan nama sekolah. Tahun kedua ini juga saya lewati dengan program sekolah yang bertujuan untuk mengatas namakan disiplin dalam kehidupan dan juga untuk memantapkan persiapan untuk mengahadapi Ujian Nasional tahun berikutnya. Yaitu program yang biasa kami sebut Bimensi.
Tahun terakhir di SMP Labsky juga telah membuat banyak kesan bagi saya. Terutama dengan Scavolendra. Pada tahun inilah kami benar – benar susah dan senang bersama. Bekerja keras menyusun ulang rencana untuk masuk SMA yang kami tuju berdasarkan nilai yang telah kami raih saat dua tahun sebelumnya. Saat dimana kami memutar balik otak habis – habisan sebelum ujian itu datang, atau dimana saat kebersamaan kami sangat dibutuhkan untuk mendukung satu sama lain. Dan dimana saat, keinginan mengungkiri waktu bahwa perjalanan SMP kami akan segera usai. Semua kebersamaan ini telah saya alami, dan merupakan hal yang tidak biasa bagi saya, dan saya sangat bersyukur telah menjadi salah satu dari mereka.
  1. Sekolah Menengah Atas
Satu tahun pertama di Sekolah Menengah Atas Labschool Kebayoran merupakan hal mewah lainnya selain pengalaman-pengalaman saya hingga mencapai saat ini. Meski hanya 1 tahun  penyesuaian mengawali SMA dari mulai kegiatan MOS, hingga kegiatan-kegiatan bimbingan lainnya sampai kegiatan  Misi Budaya yang menutup semester genap kelas 10 saya setahun silam, adalah  hal yang tidak mudah untuk saya menjalani hal tersebut tanpa adanya kebersamaan dari mereka angkatan 11, Dasaeka Cakra Bayangkara. Tahun kemarin juga saat giliran kami untuk penentuan jurusan kedepannya, yang menjadikan titik tolak pertama meneruskan pencapaian masa depan kami. Yang awalnya didominansi keterpurukan dan keadaan yang sangat sulit bagi saya untuk bersaing hingga mendapatkan jurusan yang saya tuju. Liburan tahun kemarin berbeda dengan liburan-liburan saya tahun sebelumnya yang dimana beberapa dari kami Dasecakra sebagai wakil dari sekolah untuk mengikuti lomba festival Buyukcemece di  negara Turki. Bersamaan dengan 3 minggu tersebut, kami sekaligus melakukan tour dan singgah sebentar ke negara-negara Eropa tetangga.
Hasil dari kerja keras kami selama beberapa bulan terakhir alhamdulillah membuahkan penghargaan dan berhasil mengharumkan nama baik bangsa dinegara luar, namun kami tahu kepuasan kami tidak boleh berhenti hingga saat itu saja.
Tahun kemarin juga, eyangkung harus meninggalkan kami keluarga besar pada tanggal 17 Juli 2011. Kepergian eyang yang tenang dan gagah tersebut membuat Ibu sempat tidak mempunyai hasrat melakukan apa-apa, hal ini juga terjadi pada kakak dan adik-adik Ibu yang kebetulan empat anak eyang adalah perempuan. Eyangti pun hingga kini masih sering teringat tentang kebersamaan dengan eyangkung, mulai dari menonton sinetron Nabila tiap petang, masak didapur bersama, hingga menemani eyangti menyiram tanaman kaktus kesayangannya. Kesedihanpun tidak boleh terlalu larut, kami semua pun kembali menjalani aktivitas tanpa berhenti mengirim doa untuk eyangkung.
Satu tahun SMA telah saya lewati, tantangan dan tahun-tahun berikutnya sudah menanti didepan mata. Kelak saya akan menjadi orang yang berguna dan menjadi jawaban persoalan bagi bangsa dan negara, juga terutama membahagiakan orang-orang penting disekeliling saya, amin.


http://1.bp.blogspot.com/-o9XG3b5HYSw/UEMKu314SaI/AAAAAAAAHJs/FECMgmODkkQ/s320/P1000258.jpg
Foto dengan Bugs Bunny bareng Papa dan Kakak (umur 5 bulan) *mama sedang mengambil foto*

http://1.bp.blogspot.com/-0iGDRIa5YuI/UEMMhshpRNI/AAAAAAAAHJ8/NUdyWG7YjVM/s320/P1000257.jpg
Berenang dengan Kakak (umur 7 bulan)

http://4.bp.blogspot.com/-XLcLRPNSQMg/UEMOfzd-IaI/AAAAAAAAHLE/eaptkUwGv18/s320/P1000256.jpg
Foto dengan Mama (umur 1 tahun)

http://1.bp.blogspot.com/-ZcIXnM0SCRw/UEMO7YsxIKI/AAAAAAAAHLM/m4PiTf0HDWE/s320/P1000249.jpg
Kue ulangtahun Papa dan aku (umur 2 tahun)

http://4.bp.blogspot.com/-i4SK8W3z5ac/UEMQel3lGWI/AAAAAAAAHLU/G_fn5CVhGr0/s320/P1000247.jpg
Pesta ulang tahun Papa dan aku (umur 2 tahun)

http://4.bp.blogspot.com/-blaEbKdJRec/UEMZelYF98I/AAAAAAAAHMM/wmhqZTV9mvk/s320/P1000255.jpg
Penobatan Oma dihotel Shangrilla (umur 3 tahun)

http://3.bp.blogspot.com/-up2fY-Zmbho/UEMaAfaDdsI/AAAAAAAAHMU/_oe0BllrHAM/s320/P1000246.jpg
Photo shoot pertama (umur 4 tahun)

http://3.bp.blogspot.com/-p-QkN4WK1dM/UEMcozpfBCI/AAAAAAAAHNM/wvr5_vrqg3s/s320/n1315485057_30136139_5078493.jpg
TK B di Al-Azhar Syifa Budi Kemang

http://3.bp.blogspot.com/-GOLsoxMykec/UEMc8tiXu3I/AAAAAAAAHNU/HJ8jnfmgqmY/s320/P1000244.jpg
Perpisahan kenaikan kelas sewaktu TK 
ki-ka: Dinda, aku, Mama

http://2.bp.blogspot.com/-fAbygbfOE_M/UEMsjPFBx2I/AAAAAAAAHOU/okwrnJPumWw/s320/P1000252.jpg
Pelulusan TK (umur 5 tahun)

http://1.bp.blogspot.com/-nMz3FsUNguM/UEMveBDfl7I/AAAAAAAAHPM/BQrmznOo5cw/s320/P1000253.jpg
Pelulusan Sekolah Dasar Kakak, saat aku kelas 1 SD (umur 6 tahun)

http://3.bp.blogspot.com/-aPrmqzsE7go/UEMw9hcrkDI/AAAAAAAAHPU/vh6y2ebgqnA/s320/n1411070854_198879_915.jpg
Tari saman untuk perpisahan kelas 6 SD
ki-ka: Vika, Gianty, Aku, Tia, Callista, Tsarah, Nadira, Nimas, Dinar, Zahra, Nabila, Kianty.

http://2.bp.blogspot.com/-SR1IBEByYRk/UEMxJZrPEaI/AAAAAAAAHPc/O9-eqlRkbMo/s320/P1000245.jpg
Umroh dengan keluarga (umur 11 tahun)

http://4.bp.blogspot.com/-NapBU4miB-g/UEM0EljlU-I/AAAAAAAAHQU/4lFxlcIu6eo/s320/n1350611135_290060_2168225.jpg
7a
ki-ka: Naafila, aku, Syahla, Putri, Tikka, Iko

http://2.bp.blogspot.com/-PXyogC1PRNI/UEM0XaY3dLI/AAAAAAAAHQc/L7jqnSbEodA/s320/19366_1304314171858_1350611135_888455_536661_n.jpg
Kota Tua dengan Scavoreight (kelas 8)

http://4.bp.blogspot.com/-ur64_kIMhbI/UEM0zCalFzI/AAAAAAAAHQk/NSnioDZI4VU/s320/24740_386092923925_829373925_3742747_1667237_n.jpg
Keputrian (kelas 9)
ki-ka: aku, Aliya, Ebha, Kristin, Haura

http://2.bp.blogspot.com/-Y0QgzhY-PvU/UEM091qG6MI/AAAAAAAAHQs/-ILFRsNzeDU/s320/216239_1804928014205_1570029352_31748711_2024210_n.jpg
Lari pagi terakhir menjadi Bawang Putih bareng Fiera menjadi kartu bridge (kelas 9)

http://4.bp.blogspot.com/-3GwrMMEd6L0/UEM1EggS9OI/AAAAAAAAHQ0/RH2yY5ezrgA/s320/154214_470919368818_540753818_5529969_1598131_n.jpg
Foto kelas 9c

http://1.bp.blogspot.com/-0tD-uxobfyM/UEM1x54rdwI/AAAAAAAAHQ8/UdAbR5iQHds/s320/S8000168.jpg
Trip Observasi (kelas 10)

http://3.bp.blogspot.com/-B5GRRfQWmiE/UENLFmGIbqI/AAAAAAAAHWo/MjOekqozqog/s320/DSC00626.JPG
Paris dengan Svarnabhadaya (liburan kenaikan kelas 10)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar