Rabu, 19 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Ihsan Perdana Hutapea


16 TAHUN YANG BERARTI
MASA BALITA

Sekitar 16 tahun yang lalu, saya dilahirkan ke dunia ini. Melalui rahim ibu saya, Yuarti Bakar, saya memulai hidup saya di dunia ini pada hari Rabu, 11 Juli 1996 pada jam 03.00 pagi di Rumah Sakit Bina Wanda dengan dibantu oleh Dr. Mismasdi. Pada saat kelahiran saya, ayah dan ibu saya memutuskan untuk memberi saya nama “Ihsan Perdana Hutapea”, Ihsan berarti kebaikan dan Perdana berarti pertama yang jika nama saya diartikan menjadi “Kebaikan Yang Pertama” karena saya adalah anak pertama dan diharapkan membawa kebaikan.  Dengan adanya kelahiran saya, bertambahlah anggota keluarga pasangan Firman Mulia Hutapea dengan Yuarti Bakar. Saya menjadi anak pertama dari 2 bersaudara di keluarga ini. Saya memiliki seorang adik perempuan bernama “Nadira Fairuz Hutapea” yang lahir sekitar 1 tahun kemudian, lebih tepatnya tanggal 26 September 1997 pada jam 07.00 pagi di Rumah sakit Tri Putra.

Saya saat masih bayi
Saat masih kecil, saya tergolong sebagai anak yang cukup aktif dan usil. Terkadang saya menjadi terlalu aktif dan melukai diri sendiri. Pernah suatu ketika saya sedang berkunjung ke rumah paman untuk mengunjungacara keluarga. Tidak lama kemudian, sepupu-sepupu saya yg lainnya mulai berlarian, bermain di tengah rumah, dan kegiatan anak-anak lainnya. Pada saat itu saya sedang digendong oleh orang tua saya. Karena saya bosan dan ingin ikut bermain dengan sepupu saya yang lainnya, saya pun akhirnya berusaha utuk turun dari pangkuan orang tua saya. Ketika sudah berhasil turun, saya pun mulai naik ke atas sebuah meja kaca. Saat saya naik ke atas meja terseebut, saya pun mulai kesenangan sendiri dan kemudian mulai melompat-lompat diatas meja tersebut. Karena meja tersebut tidak kuat menahan lompatan-lompatan tersebut, meja tersebut pun pecah berkeping-keping. Saya yang berada di atas meja tersebut pun ikut terjatuh dan terkena serpihan kaca. Saya pun mendapatkan luka yang cukup parah yaitu 3 sobekan di dahi. Walaupun begitu, itu tidak menghentikan saya untuk menjadi anak yang aktif.



MASA TAMAN KANAK-KANAK

            Ketika saya masih kecil, saya tidak masuk ke KB terlkebih dahulu, namun langsung masuk TK, yaitu TK Nurul Huda. Saya memilih untuk masik ke TK tersebut karena letaknya yang dekat dengan rumah saya. Ketika saya masih TK A, saya masih sering minta diantar oleh orang tua, namun ketika saya mulai masuk ke TK B, saya mulai pulang ke rumah sendiri. Di TK saya mulai mengikuti banyak lomba-lomba seperti cerdas cermat, lomba mewarnai, dan sebagainya. Biarpun saya tidak sering menang, saya tetap senang karena bisa aktif di TK ini.

            Karena saat TK saya adalah anak yang agak manja, saya selalu ingin untuk dijemput oleh ibu saya. Pernah suatu ketika saya masih TK A, saya menceburkan teman saya ke kolam lele karena masalah ini. Pada  waktu itu, ibu saya sedang berada di rumah temannya. Karena tidak bisa menjemput saya, ibu saya pun menyuruh saya untuk bermain ke rumah teman terlebih dahulu. Sebenarnya saya agak kesal, tapi apa boleh buat saya pun pergi ke rumah teman saya. Ketika saya sedang berjalan di sekitar rumah teman saya, teman saya memanggil saya dan bilang kalau orang tua saya datang. Saya pun lari ke gerbang dan melihat bahwa teman saya tersebut bohong. Karena kesal saya pun mendorongnya ke kolam lele di rumahnya. Saya pun di usir oleh kakaknya dan pulang sendiri ke rumah.


Saat lulus TK
Saat saya TK, saya sudah memiliki adik perempuan yang baru berumur sekitar 3 tahun. Karena saya memiliki adik, saya pun senang karena ada seseorang yang bisa diajak bermain bersama, walaupun terkadang kami sering disuruh istirahat dan tidur siang karena terlalu banyak bermain seperti anak-anak TK lainnya. Pernah saat saya masih kecil, saya memiliki seorang suster untuk menjaga saya dan adik saya. Pada waktu itu, suster tersebut sedang menggendong adik saya dan berusaha untuk menidurkannya. Karena saya sedang bosan dan tidak ada kerjaan, saya pun ingin bermain dengan adik saya. Suster itu pun melarang karena adik saya harus tidur. Saya pun terus memaksa, walaupun suster tersebut tetap saja berusaha agar adik saya tidur. Karena suster tersebut mengyun-ayun kan adik saya agar mengantuk, sikutnya pun mengenai dahi saya yang sedang berada disampingnya. Saya pun jatuh terguling-guling di tangga garasi hingga menabrak mobil. Ajaibnya, saya tidak menangis dan tidak mendapat luka sedikitpun. Sejak saat itu, orang tua saya mengurus saya dan adik saya langsung tanpa menyewa suster atau semacamnya.

Merayakan  ulang tahun ke 5 bersama adik



MASA SEKOLAH DASAR
           
            Pada saat saya berumur 6 tahun, saya masuk SD. SD saya adalah SDI Al-Syukro. Pada saat SD, saya mulai mengenal berbagai macam kegiatan ektrakurikuler, beberapa diantaranya adalah sepak bola, basket, dan pencak silat. Pada saat kelas 1 SD saya pun bergabung dengan ekskul pencak silat. Banyak hal yang saya lakukan disana. Saya bertemu dengan banyak teman baru. Pada saat SD kelas 4, saya sangat suka bermain sepak bola bersama dengan teman-teman saya yang lainnya. Saya bermain setiap istirahat, setelah shalat dhuha, setelah shalat dzuhur, dan setelah pulang sekolah. Karena senangnya saya ddengan sepak bola, saya selalu terlambat mengikuti pelajaran. Karena saya dan teman-teman saya sering terlambat, kami sering diberi hukuman, salah satu hukuman yang paling sering di berikan adalah berkeliling sekolah untuk meminta tanda tangan para guru sebagai imbalan agar dapat masuk ke kelas. Selain bermain bola, saya juga sering bermain tenis meja bersama dengan teman-teman saya.

Foto kelas 2 SD


Ketika saya beranjak ke kelas 5 SD, saya pindah ke SDN 10 Pagi Pondok Pinang. Waktu itu angkatan saya hanya ada 1 kelas namun jumlah muridnya sangat banyak, yaitu mencapai 53 murid. Hal itu menyebabkan saya kurang bisa mengerti dengan pelajaran disana karena jumlah uridnya yang sangat banyak dalam satu kelas dan membuat guru sulit mengajarkan materinya. Suasana di SD tersebut sangat berbeda, dimana pada SDI Al-Syukro sekolahnya cukup teratur sedangkan di SD 10 Pagi meemiliki peraturan yang agak longgar. Beberapa guru disana sering memberikan tugas yang “tidak biasa” dengan tugas-tugas yang sering saya kerjakan. Selama saya bersekolah di SD 10, saya sering mengikuti berbagai macam perlombaan seperti Olimpiade Matematika Pasiad, Olimpiade MIPA, dan lain-lain. Pada saat kelas 6, saya mengikuti bimbel untuk persiapan UASBN. Saya pun  mendapat nilai NEM 22,85.

Foto SD 1 angkatan
MASA SMP

            Sebelum saya lulus SD, saya sudah mulai mencari SMP. SMP yang saya pilih adalah MP atau Madrasah Pembangunan. Setelah saya lulus tes, saya pun mengalami kegiatan yang bernama MOS. MOS di MP tidak seperti OSPEK yang ada di Universitas. Kita hanya membuat nametag, mendengarkan materi, dan berkeliling sekolah.

            Pada saat saya kelas 7, kegiatan saya masih banyak didominasi oleh kegiatan sekolah seperti jambore ekskul, bakti sosial dan pesantren ramadhan. Saat kelas 7, saya masih binggung dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler. Ekskul pertama yang saya ikuti adalah Bola Basket. Saya mengikuti ekskul itu tidak terlalu lama, hanya sekitar 3-4 bulan lalu saya keluar. Kemudian saya bergabung dengan ekskul English Club (EC). Walaupun ekskul tersebut tidak terlalu aktif, saya tetap ikut hingga kelas 8.

First impression teman-teman saat bertemu saya
Hari terakhir di 7C
            Saat kelas 8, saya bergabung dengan kelas 8A. Saat itu saya sekelas dengan sepupu saya, Abib. Disini saya bertemu dengan teman-teman yang berbeda dengan yang saya temui di kelas 7. Karena nilai-nilai saya yang memburuk ketika kelas 7, saya pun mulai berusaha memperbaikinya di kelas 8 ini dan akhirnya berhasil. Karena bosan dengan EC, saya pun pindah lagi ekskul Tenis Meja. Disini saya kembali mengikuti beberapa kejuaraan Tenis Meja walaupun sayangnya tidak sampai final.

Saya dan teman-teman 8A
Tanding Rubiks Cube

            Di kelas 9, saya masuk ke dalam kelas 9D. Di kelas ini saya bertemu dengan teman-teman yang bisa dibilang cukup “unik”. Saya yang awalnya cukup pendiam mulai mengeluarkan lagi sifat-sifat jahil karena adanya teman saya yang luar biasa kejahilannya. Karena sudah tidak adanya ekskul di kelas 9, saya pun menjadi kekurangan aktivitas di sekolah. Kemudian teman saya pun  mengajak saya ke komunitas dancenya, Universal Hardstyle (UHS). Walaupun awalnya hanya ikut-ikutan saja, saya pun mulai tertarik dengan kegiatan tersebut, namun akhirnya saya tinggalkan karena ingin fokus ke UN SMP. Ketika UN SMP, saya mendapatkan nilai NEM yang cukup tinggi yaitu 36,05 namun tidak saya gunakan karena ingin masuk SMA swasta, yaitu SMA Labschool Kebayoran.

Wisuda Mts. Pembangunan
Jadi BP saat pembuatan short movie “ I LOVE INDONESIA”
Kerjaan selama SMP
Foto Abituren

MASA SMA

            Pada awalnya, saya binggung ingin masuk ke SMA mana karena saya ingin menghindari tawuran namun sebagian besar SMA melakukannya. Setelah bertanya dkepada orang tua dan ke beberapa orang lainnya, saya pun akhirnya memutuskan untuk masuk ke SMA Labschool Kebayoran. Saya dan 20-an siswa siswi MP lainnya pun mencoba untuk mengikuti tes di sekolah ini. Pada saat psikotes saya masih optimis bisa masuk ke Labschool, namun ketika menerima soal-soal mata pelajaran. Saya pun menjadi pesimis dan berusaha mencari alternatif lain jika tidak diterima di Labschool. Saya pun berpikir untuk masuk SMA 70 jika gagal masuk Labschool. Hari pengumuman pun tiba. Saya tidak sempat melihat langsung karena pengumumannya tepat pada hari saya bersekolah. Setelah diberi tahu orang tua bahwa saya lulus, saya pun sangat gembira karena bisa diterima oleh salah satu sekolah terbaik di Jakarta menurut saya, bahkan mendapat kesempatan untuk masuk kelas akselerasi. Setelah memantapkan keyakinan saya, saya pun resmi menjadi siswa SMA Labschool kebayoran.

            Ketika pertama kali masuk Labschool, saya agak kaget karena budaya sekolahnya yang sangat berbeda dengan sekolah-sekolah saya sebelumnya. Pada saat MOS saja, kami ditugaskan untuk membuat nametag yang sangat sulit dan adanya lari pagi dilengkapi pula dengan adanya makan komando yang sangat membuat saya anti-makan. Adanya kegiatan MOS yang seperti itu memang mengagetkan, tapi karena bantuan teman-teman yang merupakan alumni SMP Labschool, saya jadi bisa melewatinya dengan lebih mudah.
           
            Minggu pertama setelah MOS diisi dengan 2 kegiatan yaitu Matrikulasi dan EXPO Ekskul. Pada saat EXPO, berbagai macam ekskul ditampilkan seperti Basket, Rugby dan Pecinta Alam. Saya tidak pernah mendengar ekskul pecinta alam sebelumnya, saya bahkan mengejek teman saya yang berasal dari SAI untuk masuk ekskul tersebut agar “kembali ke alam”. Awalnya saya berniat untuk masuk ekskul basket karena ingin tinggi dan sudah pernah ikut basket sebelumnya, namun ketika saya melihat presentasi dari PALABSKY, saya pun terkagum dan speechless melihat kegiatan mereka. Mendaki gunung, ORAD, dan berbagai kegiatan lainnya yang mereka lakukan membuat saya bersemangat untuk ikut. Akhirnya tanpa pikir panjang saya pun mendaftar untuk mengikuti ekskul PALABSKY.

Kelompok MOS saya, kelompok 1, digabungkan dengan kelompok 2 sehingga menjadi kelas X-A dengan wali kelas Bpk. Yusuf Effendi. Pada awalnya saya hanya mengenal beberapa orang saja di kelas ini. Saya mulai akrab dengan anak-anak lainnya sejak semester 2. Saya yang awalnya hanya kenal Audi, Ghazi, dan Omes mulai berkenalan dengan yang lainnya seperti Ridho, Sandhia, Rafihelmi, dan yang lainnya. Anak-anak X-A lainnya pun mulai terbuka pada satu sama lain. Pada semester 2, anggota X-A berkurang dengan pindahnya Alvin ke SMA 8 namun langsung digantikan dengan datangnya Zhafran dari SMA 82. Kedatangan Bella dari kelas Axel juga ikut meramaikan suasana X-A. Walaupun kadang terjadi pertengkaran, tapi pada akhirnya itu menjadikan kelas ini kompak. Sebelum berpisahnya X-A, kita memberikan kejutan kepada Pak Yusuf yang baru saja berulang tahun. Dengan beramai-ramai kami menuju ke ruang guru sambil membawakan rainbow cake untuk Pak Yusuf.

Refleksi X-A

Hidup sebagai kelas X di Labschool cukup sulit saya rasakan. Banyak mata pelajaran, kegiatan wajib sekolah yang harus diikuti dan kegiatan di PALABSKY yang membuat saya harus mengatur waktu agar dapat mengerjakan semuanya. Tidak sedikit remedial-remedial yang harus saya tempuh untuk mendapatkan nilai 75. Biarpun begitu, tetap saja bersekolah di Labschool memberikan pengalaman yang jauh berbeda dari apa yang saya alami di sekolah yang lain. Disini sering dilaksanakan kegiatan yang melibatkan angkatan sehingga saya lebih mudah untuk mengenal angkatan saya sendiri, Angkatan 11 yang bisa juga disebut Dasa Eka Cakra Bhayangkara atau disingkat DASECAKRA yang berarti angkatan 11 yang menjaga keseimbangan roda kehidupan.

Pelantikan Rohis Dasecakra

Arkan, Saya dan Kalista saat Eksplorasi Merapi
Berbagai macam kegiatan baru saya alami di Labschool ini. Salah satu kegiatan tersebut ada Trip Observasi atau biasa disebut TO. TO adalah sebuah kegiatan dimana kita tinggal di sebuah desa selama sekitar 5 hari. Disana kami melakukan berbagai macam pekerjaan seperti bertani dan mengajar. Kami juga diajarkan untuk mandiri dengan masak sendiri, mencuci baju sendiri, menyapu rumah dan pekerjaan lainnya.  Selain kegiatan harian tersebut, kami memiliki kegiatan lain seperti penelitian, lintas budaya, penjelajahan dan pensi. TO merupakan suatu hal yang tidak akan terlupakan oleh semua murid Labschool manapun.

Dimana pada saat TO kami diajarkan tentang kekeluargaan, pada saat BINTAMA kami diajarkan kedisplinan dan kekompakan. Dididik langsung oleh para anggota Grup 1 Kopassus selama hampi 1 minggu. Kami diajarkan bagaimana cara melakukan mountaineering, survival, navigasi dan berbagai macam ilmu-ilmu yang berguna. Dari semua hal yang kami alami disana, semuanya mendidik kami untuk menjadi kompak, tahan banting, dan tegar menghadapi semua masalah yang ada di depan kami.

Sampailah kami di kelas 11. Kami mulai berjalan di jalan kami masing-masing. Anak-anak IPA akan bertemu lagi dengan pelajaran MIPA sedangkan kami, anak-anak IPS, akan berjuang dalam merebut nilai-nilai terbaik dalam bidang kami. Semoga kita semua dapat berhasil meraih apa yang telah kita cita-citakan selama ini. Terima kasih karena telah membaca autobiografi saya. Wassalamualaikum.

Saya, Sessa Sedpacta dan Nakshatragana setelah pelantikan
            


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar