Sabtu, 22 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Hisyam Farhansyah Lubis

Garis Besar 16 Tahun Jantungku Berdetak

     Pada hari Jumat tanggal 24 Mei 1996, seorang putra dari pasangan suami istri Efmansyah Iken Lubis dan Lutfie Widyastuti lahir dengan normal di rumah sakit asih dengan berat 3,2 kilogram dan panjang 49 centimeter.  Nama saya Hisyam Farhansyah Lubis.  Nama tersebut diberikan oleh (almarhum) nenek saya dan ayah saya yang artinya dermawan yang suka memberi.  Hari - hari saya saat balita dijalani dengan riang gembira, sebenarnya saya juga tidak begitu ingat tetapi jika dibandingkan dengan sekarang, hidup saya lebih bahagia pada saat balita pastinya. Masa kecil yang indah saya habiskan di rumah saya yang berlokasi di Jalan Gaharu I No. 30, Jakarta Selatan, Jakarta, Indonesia.

Masa Balita

     Jujur saya tak terlalu ingat masa balita saya.  Saya diasuh oleh ibu saya dan bisa dibilang juga diasuh oleh nenek saya.  Pada masa ini juga saya akhirnya memiliki adik yang bernama Dinda Nathania Azzahra Lubis.  Selebihnya kehidupan saya hanya dihabiskan dengan bermain dan menonton televisi


Masa Playgroup

     Saya bersekolah di Al Ikhlas, Cipete, Jakarta. Masa - masa playgroup saya lalui dengan mudah. Tak begitu saya ingat, tetapi banyak ingatan yang terbayang di benak saya apabila bercerita tentang masa playgroup saya.  Pada saat playgroup, ada suatu kebiasaan buruk yang saya miliki yaitu tidak mau makan (yang sekarang menjadi sebaliknya, saya selalu makan).  Keseharian saya pada masa itu sangatlah tidak membebani fisik dan mental saya, hanya makan, minum, mandi, tidur dan sekolah, selebihnya hanya bermain dan itu satu - satunya pekerjaan yang saya sukai hingga sekarang, ya, bermain.  Saya juga masih ingat setiap pulang sekolah saya suka menonton VCD roller coaster dan film - film kartun yang saya sukai.


     Saya menyukai lagu - lagu anak yang dinyanyikan joshua, trio kwek - kwek, dan artis cilik lainnya, mungkin karena memang saya dipaksa untuk mendengarkan lagu ini selagi saya makan, dan anehnya saya tetap mendengarkannya walaupun bosan.  Memang pada saat balita sepertinya semua orang patuh terhadap segala perintah dari orang yang lebih tua perintahkan.


     Peranan keluarga pada masa - masa ini adalah yang paling penting menurut saya.  Saya sering diajak ke sebuah mall yang terkenal di Jakarta ini setelah pulang sekolah dengan nenek dan ibu saya.  Saya juga masih ingat, setiap saya pergi ke tempat ini pasti makan-nya di tempat yang sama, di sebuah restoran favorit saya sejak kecil.  Dahulu saya ke restoran itu karena ada area bermain yang menurut saya sangatlah seru.  Entah kenapa, dahulu saya haru di bawa ke restoran ini supaya mau makan.

     Aktifitas saya di sekolah pun hanya sekedar bermain, menggambar, bersosialisasi layaknya anak - anak biasa.  Itulah mengapa saya berkata bahwa pada masa - masa ini saya tidak menemukan kesulitan dalam hidup ataupun rasa capek yang berlebihan

Masa TK

     Pada masa ini, tak jauh beda seperti masa pada saat playgroup, dan saya pun masih bersekolah di Al Ikhlas.  Saya hanya lebih sadar bahwa saya hidup. Maksud saya disini adalah saya lebih banyak ingat di masa - masa ini.  Saya memiliki teman dekat pada masa ini yang bernama Rezy dan Rildi.  Saya sering bermain bersama 2 anak ini pada masa taman kanak - kanak ini. 



     Pada saat TK A, hari - hari saya masih dilewati dengan mudahnya dan sangat gembira.  Tidak ada hal yang sangat membebani saya.  Disini pun awal mulanya saya senang dengan olah raga sepak bola.  Entah kenapa saya menyukai bermain sepak bola dan mengambil bagian sebagai goal keeper (penjaga gawang).  Saya masih ingat benar sarung tangan pertama saya berwarna hijau. Sampai akhirnya saya naik ke TK B.  Saya masih berteman baik dengan 2 anak yang saya sebutkan tadi. Tetapi ada sesuatu yang paling saya kenang di masa ini.  Seorang nenek yang dahulu sering mengajak saya pergi telah berpulang kepada sang pencipta alam semesta.  Suatu kehilangan bagi saya. Pada masa ini, saya mulai memiliki cita - cita, yaitu menjadi dokter. Pepatah yang berkata bahwa "buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya" mungkin berlaku bagi saya.  Mungkin, saya tertarik dengan kedokteran karena ayah saya seorang dokter.



Masa SD

     Di sekolah dengan yayasan yang sama ini, Al Ikhlas, saya menjalani masa - masa SD saya dengan sangat berkesan dan pasti akan selalu terkenang di benak saya.  Saya bisa mengingat jelas kejadian - kejadian penting yang terjadi pada masa ini, mungkin karena saya merasa lebih hidup, dan sudah tahu benar bahwa saya hidup.  Pada awal SD, saya sudah mendapatkan peristiwa yang memilukan juga.  Kakek dari keluarga ibu saya berpulang kepada sang pencipta menyusul kepergian nenek saya beberapa bulan sebelumnya.

     Kelas 1 SD saya lalui dengan mudah. Walaupun pelajarannya mulai lebih sulit dari masa - masa sebelumnya, tetapi saya bisa melaluinya dengan mudah.  Ibu saya mengajarkan tentang pelajaran sekolah setelah saya pulang sekolah atau malamnya. Saya juga bertemu dengan teman sebangku yang menjadi teman dekat saya sejak SD kelas 1, ia bernama Ardi.  Saya sering mengobrol tentang film kartun yang saya dan ia sukai. Saat kelas 1 ini juga saya pertama kali menaiki pesawat untuk perjalanan ke medan, karena ada  keluarga dari ayah saya yang akan menikah. Kehidupan saya dari kelas satu sampai kelas 2 sangatlah datar (menurut saya).  Sampai akhirnya saya menonton film di bioskop untuk pertama kali, dan juga film itu menjadi motivasi terbesar dalam hidup saya kelak.  Film itu berjudul School of Rock yang dibintangi oleh actor Jack Black (aktor favorit saya sampai sekarang).  Dari film itu saya sangat termotivasi untuk bermain gitar, dan dari film itu juga saya mulai menyukai aliran musik classic rock dan sejenisnya.

     Kelas 3 SD kegairahan saya pada musik pun sangat meningkat dengan ditularkannya selera musik ayah saya olehnya. Ya, saya jadi seorang pecinta musik rock sejak kelas 3 SD. Saya masih ingat lagu Knocking on Heaven's Door dari Guns n Roses pertama kali diperkenalkan oleh ayah saya di samping lapangan bola saat ia mendengarkannya lewat walkman. Sejak saat itulah motivasi saya untuk bermain gitar meningkat. Dengan gitar ayah saya yang usianya lebih tua dari saya, saya mulai dengan petikan asal pertama saya yang dulu menurut saya adalah melodi bagus. Karena penasaran dengan gitar elektrik, saya meminta ayah saya untuk membelikan gitar elektrik tetapi ia membalas dengan memberikan sebuah kata - kata yang masih saya ingat, "kalau kamu mau gitar listrik, juara 1 dulu di kelas". Sejak saat itu saya bersikeras untuk menjadi juara 1 di kelas.

     Naik ke kelas 4 SD, saya tetap meminta untuk dibelikan gitar tetapi ia membalasnya dengan lantunan kata - kata yang sudah saya kutip diatas. Saya juga menemukan teman yang berselera sama dengan saya di bidang musik, ia bernama Iqbal. Karena saya sangat ingin gitar, saya benar - benar belajar dan belajar. Sampai saya memanggil seorang guru les bernama Budi. Ia adalah guru yang paling enak menurut saya. Dan hasil les saya terbukti. Akhirnya, hari penerimaan rapot pun tiba. Saya mendapatkan juara 1, dan karena ayah saya sudah berkomitmen, pada sore harinya saya dan ayah saya mencari gitar di berbagai toko gitar. Pilihan saya jatuh pada sebuah gitar berwarna hitam yang ditutup glitter emas. Sebuah gitar Washburn Maverick tahun 1996 yang seusia dengan saya menjadi teman sejati saya sampai sekarang.

Penampakan Gitar Saya

     Di kelas 5 SD, saya sekelas dengan orang - orang yang kelak menjadi teman baik saya. Di masa ini juga saya mulai berfikir untuk bermain di dalam sebuah band. Dengan skill yang sangat minim, saya mencoba berani untuk membuat sebuah band bersama teman - teman saya. Awalnya saya membuat band dengan pemilihan anggota secara acak dan tanpa perhitungan, anggotanya pun sangat banyak untuk sebuah band, mereka adalah Alby, Adrian, Reno, Yogo, Rauf, dan Iqbal. Awalnya saya juga merekrut Rendy untuk menjadi drummer cadangan (kelak menjadi teman saya di SMA ini). Dan karena suatu perhitungan, saya merubah tata anggota band. Akhirnya band yang bernama popcorn terbentuk dengan anggota saya, Iqbal, Rendy, Rauf, dan Rafi yang akhirnya bergabung. Pada masa ini juga saya mulai tertarik dengan dunia virtual. Saya mulai mengenal internet dan meninggalkan jauh olahraga. Masa - masa SD, saya tidak suka difoto, jadi maaf kalau tidak ada atau minim dokumentasi


     Band saya mulai aktif pada saat kelas 6 SD. Setelah UASBN, kami berlima melaksanakan beberapa latihan band untuk mengisi acara di perpisahan kelas 6 dan wisudanya. Kami berlatih di sebuah studio milik Rafi, salah satu anggota band saya. Dan akhirnya, kami bermain di acara tersebut dengan sukses. Setelahnya saya menikmati liburan dengan sangat tenang.



Masa SMP

     Semua anggota band saya terpecah ke berbagai sekolah, kecuali iqbal saya dan Rauf. Rencananya saya ingin meneruskan band kita yang lama, tetapi karena sudah mulai banyaknya perbedaan pemikiran, tinggal saya dan iqbal saja yang bermain. Pada masa SMP ini juga saya tidak terlalu sering bermain dalam 1 band dan yang menjadi hal menarik di SMP saya ini adalah pertemanan dan petualangannya. Mulai dari kelas 7 saya bertemu banyak teman baru. Disini saya tidak bisa menyebutnya satu persatu. Kelas 7 ini saya mulai menemukan sedikit masalah dalam pelajaran, tapi pada akhirnya, saya bisa melaluinya dengan mudah. Pada masa ini juga saya sangat gemar bermain rubiks cube

   Fokus utama pada masa SMP ini adalah pada saat saya kelas 8. Saya bertemu dengan beberapa teman baru yang kelak menjadi teman baik saya hingga sekarang. Mereka adalah Rizki, Adhi, Dyega, Dana, Andre, Faisal dan banyak lagi yang tak bisa saya sebutkan satu persatu. Seperti anak SMP lain, setiap istirahat kita berbincang - bincang dengan sangat seru dan itu adalah masa - masa terseru bagi saya. Masa - masa kelas 8 ini sampai sekarang adalah masa - masa terindah. Banyak kejadian lucu disini.

    Hingga akhirnya saya naik ke kelas 9. Pada masa ini saya disibukkan dengan belajar untuk masuk ke tahap berikutnya, yaitu SMA. Di masa ini juga diselenggarakan Alix Cup 2010 dan saya tidak bisa ikut serta membantu ataupun hanya sekedar menonton acara tersebut dikarenakan sakit selama 1 minggu yang membuat saya di rawat inap. Di kelas 9 ini juga banyak acara - acara seru seperti Mabit dan Quantum camp. Dua acara itu adalah acara yang paling seru di kelas 9 ini. Mabit adalah acara pembinaan kerohanian dan quantum camp adalah acara dimana para siswa kelas 9 belajar dengan suasana yang berbeda, yaitu di daerah bogor.

    Pada saat acara quantum camp, saya merasakan rasa deg-degan karena sebentar lagi akan ada hari penentuan apa yang telah saya pelajari selama di SMP, UAS dan UAN. Dibalik itu saya juga sangat senang karena sebentar lagi saya juga akan menikmati liburan yang sangat panjang. Singkat cerita, UAN pun tiba. Kami semua berbaris di lapangan untuk berdoa dan membagikan kartu peserta UAN. Hari - hari UAN saya lalui dengan ketegangan tetapi tetap harus santai. Hari terakhir pun tiba, pelajaran IPA menunggu saya di depan mata. Setelah LJK dibagikan, saya langsung mengisi form dengan sangat teliti. Jujur saya sangat deg-degan pada saat itu, tetapi saya merasa euphoria yang teramat sangat mengetahui setelah jawaban selesai dikerjakan, dan setelah bel akhir berbunyi, saya akan bebas dari semua pikiran tentang pelajaran selama 2 bulan! Soal IPA itu pun diberikan, saya mulai mengerjakannya satu per satu, setelah goresan terakhir pensil saya menghitamkan penuh lingkaran jawaban pada LJK, setelah jawaban saya periksa ulang kembali dengan cermat, saya menghelakan nafas panjang tanda kebahagiaan yang sangat - sangat saya nantikan. Bel tanda usainya pengerjaan soal pun dibunyikan. Rasa lega dan bebas yang saya rasakan belum pernah saya alami sebelumnya. Saat itu saya merasakan bagai manusia yang terkurung dalam goa selama bertahun-tahun lalu akhirnya dapat keluar dan menatap indahnya dunia.

     Saya melihat tanaman lebih hijau dari sebelumnya, melihat segalanya lebih indah. Gemuruh suara murid merayakan hari terakhirnya menduduki bangku SMP terdengar jelas setelah bel berhenti berbunyi. Suara langkah kaki berderu keluar dari ruang ujian. Semua berselebrasi, senyuman terlihat di segala penjuru sekolah. Teriakan bebas terdengar di udara. Saya dan teman - teman dekat saya berkumpul untuk melakukan upacara yang biasa kita lakukan setelah mengerjakan tes, mematahkan pensil yang digunakan untuk tes tersebut dan menancapkannya ke tanah. Itu berarti yang sudah lewat, biarkanlah terlewat. Pada saat pengumuman kelulusan, alhamdulillah saya dan semua teman SMP saya lulus. NEM saya pun lumayan bagus. Dan pada saat wisuda, alhamdulillah saya mendapatkan penghargaan lulusan terbaik ke 2, yang pertama didapatkan oleh Prabowo Hanifianto yang kemudian bersekolah di Labsky juga. Setelah acara itu, Petualangan saya di bangku SMP pun ditutup. Dan liburan setelah SMP ini saya lalui dengan bermain sepeda, dan bermain bersama teman.

Masa SMA

    Masa liburan berakhir, rasa kebahagiaan mulai sedikit sirna. Pra mos SMA labsky pun dimulai, saya bertemu kembali dengan teman - teman SD saya. Kita semua disuruh membuat nametag yang menurut saya sulit sekali, nametag tersulit yang pernah saya buat, pikir saya. Pada saat pra mos saya juga bertemu dengan teman - teman baru yang 1 grup dengan saya, Alvin, Audi, Putri, Astrid, Zaren, Kemas, Alfath, dan masih banyak lagi.


   Saat mos tiba. Saya belum pernah berlari di jalan sebelumnya. Berlari adalah hal baru yang saya alami di SMA ini. Saya baru merasakan kedisiplinan yang menurut saya luar biasa di SMA ini. Mulai dari acaranya yang ditata sedemikian rupa. Makan komando yang membuat saya sedikit mual, karena harus menelan dengan cepat, PBB, serta latihan fisik lainnya yang bagi saya baru. Tapi semua itu berlalu, saya pun mulai berkenalan dengan beberapa orang di kelas saya. Ada Teuku, Rafihelmi, Rayhan, Sandhia, Ridho, Bimo, Nabil, Ridha, Dahlia, Alen dan banyak lagi tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Saya mulai mengetahui bahwa SMA labschool kebayoran mempunyai acara yang banyak dan melelahkan. Nilai saya pun turun di semester 1 ini dibandingkan dengan masa SMP. Acara selanjutnya yang mendebarkan adalah pra TO dan TO.

   Acara itu pun tiba, Pra TO. Pada saat mos saya mengira nametag itu adalah yang tersulit bagi saya untuk dibuat. Ternyata nametag TO lebih sulit daripada nametag mos. Pra TO saya ikuti satu persatu, walau lelah tetap saya jalankan. Ternyata bukan hanya otak saja yang diperlukan di SMA ini, Mental juga adalah faktor yang wajib kita miliki. Setelah pra TO terlewati, semua terasa lebih mudah. Kegiatan yang menanti di depan mata adalah TO. Di TO ini saya belajar untuk menjalani hidup yang sederhana, selalu memperhatikan apapun yang kita punya. Harga diri kita dilambakan dengan tongkat yang kita miliki di acara ini. Tongkat ini harus dijaga dan tidak boleh terbalik maupun tidak dibawa. Disayangkan saya tak bisa ikut acara penjelajahan. Malam Api unggun adalah malam yang mengesankan, kebersamaan kita bersatu dalam kobaran api yang menyala - nyala. Nama Dasa Eka Cakra Bayangkara pun resmi menjadi nama angkatan kami.

    Semester 2, saya kehilangan satu teman yang bernama alvin, ia pindah sekolah. Tetapi seorang penggantinya datang. Seorang murid baru bernama Zhafran ditempatkan di kelas saya. Semester 2 ini semangat belajar saya meningkat sedikit, entah kenapa. Pada awal semester ini, kami seangkatan pergi ke bandung untuk melaksanakan study tour. Lepas dari itu, di benak saya masi terngiang - ngiang kata Bintama yang semakin dekat akan datang. Acara 1 minggu di kawasan militer dan dilatih secara militer oleh kopassus itu selalu terbayang di otak saya. Acara itu pun datang.

    Saya dan teman teman saya pergi ke grup 2 kopassus di serang. Saat baru sampai kita juga sudah kena marah para pelatih. Gerakan kita disuruh dipercepat. Kita melakukan upacara pembukaan dan TNT diledakkan, tanda dibukanya acara. Perasaan kaget, takut, dan semuanya bercampur aduk seiring bom itu diledakkan. Tetapi saya sangat senang, dari dulu saya ingin sekali mendengar langsung bunyi tembakan dan bom, disini saya mendapatkan itu semua. Satu hari bagaikan seminggu disana, tak ada satu menit pun saya merasa tenang. Tetapi badai pasti berlalu. Seminggu yang bagaikan sebulan itu pun berlalu, upacara penutupan selesai yang diikuti penciuman bendera dan pembagian sertifikat. Kebahagiaan luar biasa saya rasakan. Setelah penghormatan terakhir dari kopassus, kami pun pergi menuju sekolah dan pulang. Di rumah saya menikmati makan dan minum tanpa di hitung dengan senyuman bahagia.

    Soal terakhir ulangan umum di kelas 10 saya selesaikan, bel tanda selesai pun dibunyikan. Saya dan teman sekelas saya semua bersiap - siap keluar kelas dan bersiap untuk pergi melaksanakan refleksi di puncak. Setelah saya solat zuhur, saya naik ke bis dan bis pun jalan menuju puncak. Disana kita melepas semua keluh kesah selama di kelas 10, semuanya melepaskan dan melupakan "kehidupan" sejenak dengan bermain dan bersantai.

   Liburan kenaikan kelas ini sangat mendebarkan bagi saya, menentukan apakah saya IPA atau IPS, apakah naik atau tidak mengingat nilai saya turun di semester ganjil. Penerimaan rapot tiba, alhamdulillah, saya masuk jurusan yang saya inginkan, IPA. Mulai saat itu saya bisa menikmati liburan dengan tenang.

   Naik ke kelas 11, saya bertemu dengan teman teman sekelas yang baru. Anaknya asik - asik dan seru juga. Tetapi pelajaran IPA yang menurut saya berat mengharuskan saya untuk mengurangi jam bermain saya. Saya juga harus belajar di tempat les. Di kelas 11 ini dalam segi pembelajaran agak sedikit lebih berat, tetapi syukurlah, sudah tidak ada acara yang memberatkan saya lagi.

    Begitulah kira - kira garis besar kehidupan saya. Banyak quotasi yang saya suka dan saya terapkan atau bisa dibilang menjadi motto hidup saya, seperti "Imagination is more important than knowledge" dari Albert Eintstein. Karena menurut saya, orang pintar tanpa kreativitas itu tidak ada apa-apanya. Tetapi quotasi favorit saya berasal dari ayah saya, ia berkata "bukan masalah bisa atau tidak, tapi mau atau tidak". Sekian dari saya, masih banyak nama dan kejadian yang tak sempat saya tulis di sini, Terima Kasih.
Di kapal menuju lampung bersama ayah dan ibu

Saat masa - masa Playgroup
Playgroup

Hobi saya dahulu adalah, manjat.

Bersama ayah ibu dan adik
Bersama adik

Bersama keluarga besar

Bersama saudara
Ngantuk
Saat saya kelas 5 bersama teman - teman, (tengah)
mengisi acara Wisuda SD
Saat bermain dalam band
Saat quantum camp kelas 9
Bintama




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar