Rabu, 19 September 2012

Tugas-1 Autobiografi Hafizh Fauzan


16 Tahun Perjalanan Hidup Yang Tak Terlupakan

            12 July 1996, adalah hari yang sangat bersejarah bagi keluarga saya, pada hari itulah lahir seorang anak, yang merupakan anak pertama dari 3 bersaudara, ya pada hari itulah saya lahir, Hafizh Fauzan. Seorang yang merupakan hasil jerih payah orang tua, hasil jerih payah ibu yang telah 9 bulan mengandung, pada hari itulah saya melihat dunia yang penuh suka cita, duka, kasih saying, dan tantangan/rintangan hidup. Saya terlahir dengan panjang 45 cm dengan berat 3,2 kg. dari kecil saya adalah anak yang sangat aktif, saya selalu ingin mengetahui hal-hal baru dan saya merupakan orang yang sangat mudah penasaran, berumur 3 tahun saya sedang berada di dapur dan ketika itu saya melihat pintu gudang yang sedang terbuka, saya penasaran dan ingin tahu akan apa yang ada di dalamnya, dan akhirnya saya memasuki gudang tersebut dan saya melihat banyak sekali barang yang sudah tidak digunakan, dan tanpa saya sadari tiba tiba pintu gudang pun tertutup dengan sendirinya dan terkunci otomatis saya pun akhirnya nangis dan teriak-teriak minta tolong setelah hampir 15 menit terkunci didalam gudang akhirnya paman saya mendengar teriakan saya dan langsung mendobrak pintu gudang tersebut dan akhirnya saya pun bisa keluar.

            Pada umur 4 tahun itu adalah pertama kalinya saya memasuki taman kanak kanak dan ketika itu saya adalah anak yang sangat pemalas, pada saat hari pertama masuk sekolah saya tidak mau masuk kelas, saya hanya menunggu diluar sambil bermain ayunan guru saya membujuk saya agar masuk kelas tapi saya tetap tidak mau masuk sampai waktu bel berbunyi pun saya tetap tidak mau masuk, hal itu berlangsung hingga minggu pertama masuk sekolah. Pada minggu kedua akhirnya saya mau memasuki ruangan kelas akan tetapi saya tidak mau mengikuti pelajaran, ketika yang lain belajar dan mendengarkan guru saya hanya tidur-tiduran dengan posisi badan di lantai dan kaki lurus dengan tembok. Pada minggu keempat akhirnya saya bisa mengikuti pembelajaran dikelas dengan baik meskipun terkadang jika saya sudah bosan saya sering mengganggu teman yang sedang serius memperhatikan guru. Tak terasa setahun berlalu akhirnya saya naik ke kelas TK B dengan hasil yang cukup memuaskan di TK A. Di TK B saya sudah dapat belajar dengan baik dan lebih serius dibandingkan dengan ketika saya di TK A. Pada suatu hari ketika hari libur saya diajak oleh ayah saya ke kantor tempat bekerja beliau, tempatnya di daerah thamrin. Ketika sampai disana saya dan ayah saya langsung memasuki lift untuk naik ke lantai 12 tempat ruangan ayah bekerja. Ketika sudah sampai ayah langsung memasukan name tagnya untuk membuka ruangan bekerjanya, di dalam tempatnya sangat nyaman, terdapat 3 buah shofa dan sebuah meja ditengahnya serta sebuah kulkas dan TV. Meja kerja ayah terletak di pojok ruangan, ketika ayah bekerja saya duduk di shofa sambil makan cemilan dan nonton TV, sejam berlalu saya mulai bosan dan akhirnya saya berlari lari di dalam ruangan tersebut lalu loncat loncat di atas shofa yang empuk, ketika saya loncat loncat, tiba tiba saya kehilangan keseimbangan  dan jatuh kebawah dengan posisi tangan kanan menahan tubuh, akibatnya tangan saya pun sangat sakit, tanpa basa basi ayah saya langsung membawa saya menuju rumah sakit, ketika diperiksa ternyata tangan kanan saya mengalami patah tulang, dan akhirnya tangan saya di gips.

           Setelah kejadian itu saya tidak pernah loncat-loncat di shofa lagi, hari hari berlalu tak terasa sudah saatnya saya meninggalkan taman kanak kanak dan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi yaitu sekolah dasar, pada saat sd saya bersekolah di SDIT Auliya. Ketika hari pertama masuk sekolah saya tidak lagi bersikap seperti ketika hari pertama masuk TK, saya mengikuti instruksi guru-guru yang baik nan ramah, dan tentu saja saya pun mengenal teman teman baru yang juga tidak kalah baiknya. Dikelas saya dikenal sebagai anak yang pendiam namun pintar, guru saya sendiri yang mengatakan hal itu kepada orangtua saya ketika pengambilan rapot dan akhirnya saya naik ke kelas 2 dengan nilai memuaskan.

           Di kelas 2 saya terkenal dengan anak yang jago bermain sepak bola atau futsal, pada saat itu pun saya juga mahir bermain basket akan tetapi saya lebih berminat di futsal akhirnya saya pun memilih ekskul futsal. Di kelas 2 juga saya sering bermain congklak disekolah, permainannnya sangat asik akan tetapi banyak dari teman saya yang bermain tidak jujur jadi permainannya tidak menyenangkan, di kelas 2 pun terakhir kali saya melihat kakek saya tercinta, kakek saya meninggal di pada usia 63 tahun, beliau meninggal akibat penyakit yang menyerang paru parunya, penyakit itu diakibatkan karena kakek saya sering merokok dan itu menjadi pelajaran bagi saya bahwa merokok itu tidak baik, hanya akan merusak organ tubuh dan hingga saat ini pun saya belum pernah merokok. Setahun pun berlalu tak terasa saya akhirnya naik ke kelas 3.          Di kelas 3 saya kurang beruntung karena saya ditempatkan di kelas yang berisi anak anak nakal akibatnya saya pun tergoda, ketika mereka bercanda terkadang saya ikut bercanda, walaupun sedikit lebih nakal di kelas 3 tapi saya tetap naik kelas dengan nilai yang memuaskan. Di kelas 4 saya lebih sibuk menjalankan hobi saya yaitu bermain sepak bola, saya ikut sekolah sepak bola sejak kelas 3 akan tetapi hasil yang saya dapat baru saya rasakan di kelas 4 setelah seleksi pembentukan tim. Di tim saya, saya diberikan tanggung jawab seorang kapten. Ya, saya dipilih untuk menjadi kapten tim oleh pelatih. Saya sudah mengikuti beberapa kompetisi tapi di kelas 4 ini tak ada satupun gelar yang saya dapatkan. Di kelas 4 juga saya pertama kalinya melakukan camping, acara ini diselenggarakan oleh sekolah dan seluruh siswa kelas 4 wajib mengikuti acara ini. Di acara camping kali ini saya sangat senang mengikuti acara ini mulai dari outbound, api unggun, games kelompok, jurit malam, hingga perjalan pulang walaupun saat itu sedang musimm hujan sehingga tenda yang saya gunakan bocor dan membasahi tas saya, sehingga pada hari ketiga saya kehabisan stok pakaian, seluruh pakaian saya basah. Tapi walaupun basah saya tetap enjoy mengikuti acara tersebut.          Setahun kemudian saya memasuki kelas 5, di kelas 5 ini saya mendapatkan wali kelas yang diberikan julukan “gaul” oleh guru guru lain, ya memang benar wali kelas saya mengajar mata pelajaran ipa dan dia adalah guru yang paling baik dan asik yang pernah saya temui, beliau sangat jarang sekali memberikan pr dan tidak pernah pelit dengan nilai serta selalu memberikan jam pelajaran tambahan bagi mereka yang belum mengerti tentang materi yang diajarkan. Berkali kali saya melakukan kesalahan tapi berkali kali itu juga saya tidak diberi hukuman dan cara metode pembelajarannya pun tidak membosankan, jarang ada catatan, terkadang diselingi dengan gamesKetika di tahun terakhir saya bersekolah di sekolah dasar yaitu kelas 6, saya mulai fokus dengan ujian nasional, seluruh waktu bermain saya berkurang dan digunakan untuk mengulang pelajaran. Setiap hari sabtu saya datang ke sekolah untuk pemantapan materi. Tapi berkat usaha dan kerja keras saya dapat mengeerjakan ujian nasional dengan baik dan pada kelas 6 pula saya untuk pertama kalinya merasakan indahnya jatuh cintaSetelah lulus sekolah dasar saya melanjutkan sekolah di SMPIT Auliya, sebenarnya saya bosan bersekolah di Auliya lagi akan tetapi orangtua saya ingin saya berada di Auliya walaupun sebenarnya nilai ujian nasional saya cukup untuk masuk ke smp negri. Ketika pertama kali masuk smp, saya bertemu dengan wajah wajah baru. Di hari pertama mos kakak kakak osis kami sangat ramah dengan kami mereka menyuruh kami membawa barang barang akan tetapi nama barang barang tersebut tidak diberi tahu, saya hanya diberikan petunjuk/clue nya, keesokan harinya saya membawa barang barang tersebut dan barang barang yang saya bawa benar, pada hari itu saya mendapatkan ilmu tentang sekolah baru saya, yang dijelaskan oleh kakak osis. Acara kegiatan mos berjalan selama seminggu, seminggu setelah itu saya berusaha beradaptasi dengan suasa smp, yang dimana suasananya sangat berbeda dengan sd, perlahan tapi pasti saya dapat menerima suasana baru di smp. Di smp saya bertemu dengan teman teman yang sangat asik meskipun jahilnya bukan main, di kelas 7 saya juga mengikuti acara camping, acara ini wajib diikuti siswa kelas 7. Dan pada saat itu saya diberi tugas sebagai ketua kelompok memimpin kelompok lebah (nama kelompok saya pada saat itu). Di hari pertama tiba saya dan kelompok saya langsung menuju tenda dan merapikan tempat dan tas/ransel, acara camping pada saat itu sangat seru apalagi ketika melakukan jurit malam, saya sebagai ketua kelompok paling depan memimpin kelompok saya mendaki gunung di tengah malam, sungguh pengalaman yang tidak terlupakan. Lalu keesokan harinya saya mengikuti acara outbound, games kelompok dan masih banyak lagi. Sebelum pulang para pembina mengumumkan kelomok terbaik, dan tanpa saya sangka kelompok saya lah yang disebutkan, saya pun sangat senang dan kelompok saya mendapatkan hadiah berupa piagam. Di akhir semester kelas saya mengadakan perpisahan, walaupun sudah berpisah tapi saya tetap akan mengingat kenangan yang terjadi selama kelas 7               Setelah setahun kemudian saya masuk ke kelas 8, dikelas 8 kenakalan saya bertambah, akan tetapi kenangan yang saya dapat di kelas 8 sangatlah banyak. Di awal awal semester 1 kelas 8 saya belum terlalu menyatu dengan kelas tersebut karena kelas tersebut berisi anak anak pendiam, jadi saya tidak ada teman untuk ngobrol dan bercanda. Akan tetapi ketika masuk pertengahan semester 1 mulai keliatan sifat aslinya yang biasanya pendiam jadi pengganggu dikelas, saya pun akhirnya dapat menyatu dengan kelas tersebut. Di semester 2 siswa siswi kelas 8 melakukan ASR yaitu singkatan dari auliya student research, di kegiatan itu para siswa dibawa kesebuah desa lalu didesa tersebut kita melakukan penelitian entah itu berupa wawancara atau penelitian ilmiah, kebetulan penelitian saya berupa wawancara, tuganya pun terbilang mudah hanya tinggal mewawancarai penduduk desa tersebut, desa tempat saya melakukan penelitian sangatlah alami masih dikelilingi sawah sungai dan rumah rumah penduduknya pun masih terbuat dari kayu, serta di desa itu tidak ada listrik, sehingga ketika malam sangatlah gelap. Meskipun gelap tapi itu tidak menyurutkan semangat saya dalam mengikuti kegiatan tersebut. Setelah 3 hari menginap dan melakukan penelitian didesa tersebut akhirnya kami pun pulang.             Setelah melakukan kegiatan tersebut saya membuat semacam laporan penelitian yang akhirnya harus dipresentasikan di kelas 9, ketika kelas 8 juga saya membawa tim futsal auliya mendapatkan juara ketiga pada sebuah turnamen futsal smp, ketika kelas 8 juga saya mengikuti beberapa olimpiade matematika akan tetapi 2 kali saya tidak mengikutinya karena sakit. Dikelas 8 pula saya pertama kalinya kabur dari sekolah, tapi dibalik kenakalan saya, nilai nilai saya tetap stabil seperti biasa, dan akhirnyapun saya naik ke kelas 9.                      Dikelas 9 inilah dimana saya sudah sangat mulai serius belajar, di kelas 9 ini saya sudah fokus untuk ujian nasional. Pada saat itu juga saya sudah mulai mengurangi waktu bermain dan bercanda, setiap minggu saya melakukan try out dan dihari sabtunya diadakan pendalaman materi, pada semester kedua awalnya tekat saya sudah bulat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di sekolah negri, akana tetapi tuhan berkehendak lain. Setelah tes penerimaan siswa awalnya saya sudah pesimis tidak masuk, akan tetapi tuhan berkata lain, dan saya diterima di sma labschool kebayoran, tanpa berfikir panjang saya pun langsung menerima tawaran tersebut. Ketika ujian nasional pun beban fikiran saya berkurang karena saya sudah mendapatkan sma, jadi saya berhasil mengerjakan ujian nasional dengan cukup baik. Walaupun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Ketika liburan panjang akhir semester saya banyak menghabiskan waktu bersama teman teman, bermain bersama dan jalan jalan bersama dan lain-lain. Dan pada hari pertama masuk sekolah baru, saya cukup gugup secara tidak ada satupun anak yang saya kenal kecuali 2 teman saya yang berasal dari smp yang sama. Pada 3 hari mos saya dibimbing dan dibina untuk menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab dan lebih solid terhadap teman satu kelompok, pengalaman mos tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan pula. Setelah 3 hari mos hari kamis dan jumat dilakukan tes matrikulasi dan expo ekskul, di acara tersebut saya memilih ekskul futsal sesuai dengan hobi dan minat saya, diminggu berikutnya sudah mulai belajar seperti biasa, akan tetapi saya belum terlalu kenal dengan anak- anak dikelas saya, setelah hampir 2 minggu saya berusaha beradaptasi akhirnya saya bisa beradaptasi dengan kelas tersebut.













           Sebenarnya saya sangat malas ketika mengerjakan tugas autobiografi ini, akan tetapi apa boleh buat ini adalah salah satu tugas sejarah yang diberikan oleh guru sejarah kami tercinta, pak Sobirin. Itulah pengalaman 15 tahun perjalanan hidup saya, penuh tantangan dan ujian semoga ditahun yang akan datang saya bisa menjadi lebih baik lagi, AMIN.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar