Rabu, 26 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Hafiz Audiatamma


16 Tahun Kenangan Di Dunia Yang Berharga
                 

Sekitar 16 tahun 4 bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 18 bulan May  tahun 1996 dan pada pukul 5 lebih 10 menit, seorang ibu yang bernama Reno Widya melahirkan saya. Saya dilahirkan di jakarta yaitu di rumah sakit Asih, Kebayoran.  Anak yang merupakan keturunan campuran antara sunda dengan padang ini dinamai dengan Hafiz Audiatamma dengan arti Hafiz yang artinya adalah penghafal al-quran, Audi yang berarti kesayangan, dan Tamma yang artinya adalah yang utama. Saya bukanlah anak pertama yang dilahirkan oleh ibu saya. Saya merupakan anak bungsu dari dua bersaudara, saya mempunyai kakak perempuan yang umurnya berbeda tiga tahun dengan saya yang bernama Muthia Amanda. Sejak saat itu, Pasangan Dodi Iskandar dengan Reno Widya mendapatkan anggota keluarga baru yaitu saya.

Masa Balita
Saya bersama kakak
            Kata ibu saya waktu saya berumur 0 -1 tahun saya termasuk anak yang doyan tidur dan saya juga susah untuk dibangunkan. Pernah saat ibu saya ingin memberikan saya ASI, saya susah sekali bangun dari tidur. Sampai akhirnya ibu saya harus menelanjangi saya dan menggelitik saya agar saya bisa bangun dari tidur dan minum ASI. Tetapi setelah saya terbangun, saya meminum ASI dan tidak beberapa lama kemudian saya tertidur lagi. Ibu saya pun harus membangunkan saya berkali-kali agar saya meminum ASI yang cukup.

                 Saat saya berumur empat tahun, saya dan kakak saya dibawa oleh ayah  ke Amerika untuk mengunjungi ibu saya yang sedang mengambil S2 di cleveland state University. Selama tiga bulan saya harus tinggal di cleveland  tanpa mengerti bahasa inggris sama sekali  sampai ibu saya lulus dari sana dan kami pulang ke Indonesia. Disana saya diajak berpergian sama ayah saya keliling-keliling amerika. Setelah tiga bulan akhirnya kami pulang ke indonesia. Walaupun saya masih berumur empat tahun dan masih tidak mengerti apa-apa, menurut saya itu adalah pengalaman yang sangat berharga.
Bersama keluarga di amerika

Masa TK
Saat Lomba Mewarnai
                Setelah pulang dari Amerika, saya yang sudah berumur 5 tahun ini di daftari ke TK yang bernama Al-Hidayah tanpa memasuki KB terlebih dahulu. Saya didaftari ke TK Al-Hidayah karena letaknya yang dekat dengan rumah saya dan kata orangtua saya TK Al-Hidayah adalah TK yang bagus.Saat TK A setiap berangkat menuju TK saya diantar oleh pembantu saya dan pada pukul 10 saya selalu dijemput pembantu saya kembali. Tetapi saat saya TK B, saya pergi ke TK tidak diantar oleh pembantu saya lagi melainkan menggunakan Antar jemput karena teman-teman saya pada menggunakan antar jemput juga. Saya sering bercanda dengan teman-teman saya di antar jemput tersebut, sampai pernah juga saling kesal karena rebutan kursi belakang antar jemput. Pernah suatu hari pada hari sabtu saya berantem dengan teman saya karena kami memperebutkan kursi belakang sampai kami berdua menangis, walaupun pada akhirnya kursi belakang tidak ada yang menempati juga karena ternyata kami berdua dijemput oleh orangtua masing-masing.


                Saat TK saya tergolong anak yang cukup aktif. Jika ada perlombaan saya selalu berinisiatif untuk mendaftarkan diri saya, seperti lomba menggambar, mewarnai, dan lomba puzzle. Pada lomba puzzle saya sering memenangkan perlombaan tersebut karena Hobi saya waktu kecil adalah memainkan puzzle. Walaupun pada perlombaan yang lain saya jarang menang, tetapi saya tetap senang.

                Seiring dengan berjalannya waktu saya sudah ingin lulus dari TK dan saya sudah harus mendaftarkan diri saya ke SD. Setelah saya lulus TK,  saya pun mendaftarkan diri saya ke Madrasah Pembangunan cabang Pamulang karena jaraknya hanya beberapa langkah dari TK saya, dengan kata lain dekat dengan rumah saya. Sejak saat itulah berakhir sudah kehidupan TK saya.


Masa SD
          Saat dimasukan ke SD Madrasah Pembangunan cabang Pamulang saat saya berumur 6 tahun. Saat saya disana saya sempat sedih karena teman-teman saya banyak yang tidak bersekolah di Madrasah Pembangunan , tapi perasaan itu pun hilang setelah saya teman baru disana. Saat saya kelas satu, pembelajaran hanya sampai jam sebelas siang. Maka dari itu saya pun di daftari oleh orangtua saya untuk mengikuti les beladiri Tae Kwon Do, les mengaji di mesjid komplek saya, dan  les bahasa inggris cambridge. Tetapi les tae kwon do saya hanya bertahan sampai saya beranjak kelas 4 karena sekolah saya sudah pindah ke Madrasa Pembangunan Ciputat.

                Madrasah Pembangunan Pamulang itu termasuk sekolah yang kecil, hanya terdapat 6 kelas, yaitu 2 kelas untuk kelas 1, 2 untuk kelas 2, dan 2 untuk kelas 3. Jadi pada saat saya kelas 4, saya harus pindah ke Madrasah Pembangunan yang ada di ciputat.  Saat saya disana terjadi perbedaan yang besar dengan yang ada di pamulang, seperti kelas nya yang berjumlah 8 kelas untuk tiap tingkatannya. Disana juga saya bertemu dengan teman-teman saya yang baru, seperti dito, bimo, farhan, perins, dll.
                                                                                                                                                                                      
Bersama keluarga saat pelulusan SD
                Naik kelas 6 saya sudah harus mendaftar ke smp. Karena saya ingin memasuki smp labschool, saya pun mendaftarkan diri untuk mengikuti tes masuk smp labschool kebayoran. Saya ingin masuk ke smp labschool karena saya ingin mengikuti jejak kakak saya yang smp nya di labschool juga. Setelah pemberitahuan seleksi masuk, nomor ujian saya tidak ada di pemberitahuan murid yang diterima maupun di tempat cadangan. Karena itu saya pun mendaftarkan diri saya ke smpn 161 tanah kusir. Setelah saya melaksanakan UASBN dan Ujian Sekolah, saya pun lulus dengan nilai NEM 23,80. Setelah selesai melaksanakan upacara pelepasan dll. Saya pun terbebas dari beban sekolah dan sudah siap untuk menjadi murid di smpn 161 tanah kusir. Tetapi pada H-1 pra-mos sekolah, saya tiba-tiba di telepon oleh kepala sekolah smp labschool dahulu yaitu pak masribi dan dia menawarkan saya untuk masuk smp labschool. Saya dan orangtua saya tentu saja sangat senang dan menerima tawaran beliau. Pada hari yang sama pula saya dan orangtua saya pergi menuju labschool untuk mengurus administrasi dan membeli baju untuk persiapan pra-mos besok hari. setelah selesai mengurus bermacam-macam hal, orangtua saya menelepon ke smpn 161 bahwa saya mengundurkan diri dari sana. Pada hari itulah saya tercatat menjadi siswa smp Labschool Kebayoran dan mengahiri kisah kehidupan SD saya.
                                                                                                                                                      
Masa SMP

                Setelah saya melaksanakan pendidikan selama enam tahun di Madrasah Pembangunan, saya berpindah sekolah ke smp Labschool Kebayoran. Siswa Sd Madrasah pembangunan yang diterima ke smp labchool hanya 5 orang saja termasuk saya, karena itu saat pertama kali masuk, saya hanya mempunyai  5 orang teman saja. Saya masuk ke smp Labschool kebayoran dan memasuki angkatan ke delapan dengan nama yaitu Scavolendra Talvoreight.

                                                                                                                                                                          
                Saya masuk ke kelas 7B dengan nama kelas yaitu au7oBots dengan walikelasnya adalah miss tamy. Pada awal kelas tujuh merupakan masa yang menurut saya sangat sulit karena saya masih belum bisa beradaptasi dengan lingkungan. Dan juga Kegiatan pembelajaran yang dilakukan di Labschool sangat berbeda dengan yang ada di sd saya dulu, terutama pelajarannya yang bertambah banyak. Tetapi untung saja di labschool tidak ada mata pelajaran Bahasa Arab yang merupakan mata pelajaran yang sangat saya benci waktu sd. walau begitu tetap saja pelajaran-pelajaran di labschool itu sulit.
                                                                                                                                                                                   
                Setelah saya mengikuti Ujian kenaikan kelas, saya pun naik ke kelas 8D dengan namanya yaitu e8uDdy karena pada waktu itu tema nama kelasnya adalah tentang internet. Di kelas delapan ini, banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh angkatan saya, seperti Bimensi. Bimensi adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk membimbing mental kita. Saat Bimensi kami dilatih oleh polisi dan kami harus menginap ke sekolah polisi yang berada di Lido, Sukabumi selama lima hari. Selain Bimensi juga ada kegiatan bernama exasky, yaitu drama teater yang dipentaskan oleh masing-masing kelas 8 dan ditampilkan nya bergiliran. Dan juga ada kegiatan ACEX yang dimana kelas saya mendapatkan stand tentang negara Malaysia.
                                                                                                                                                                                      
Bersama dengan Host family saat Homestay Program
                Pada akhir semester dua, saya mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan Homestay Program ke Melbourne, Australia. sebelum berangkat ke melbourne kami ber-15 di ajari tarian-tarian adat indonesia. Saya dan 4 orang teman saya kebagian untuk menarikan tarian papua dan juga menari saman. Setelah tiga bulan kami diajari menari adat, tibalah kami pergi ke melbourne. Host family saya disana adalah bringham family yang sangat baik kepada saya. Disana saya diajak untuk belajar ke sekolah wiliamstown highschool dan juga saya diajak jalan-jalan keliling melbourne. Selama 2 minggu saya tinggal bersama host parents saya dan setelah dua minggu saya pulang ke indonesia.

               
                Di kelas 9 saya masuk ke kelas 9C dengan nama van9Couver. Di tahun ini merupakan tahun yang sibuk karena saya sudah harus belajar untuk Ujian Nasional. Setiap hari sabtu, kami semua dapet paket mata pelajaran untuk UN. Pada semester dua saya sudah harus mencari SMA. Saya memilih untuk mengikuti tes Masuk SMA labschool sesuai keinginan saya. Pada awalnya saya ingin mengikuti jalur khusus ke labschool tetapi ternyata saya gagal mengikutinya, karena itu saya memilih mengikuti tes ujian. Karena saya tidak ingin kisah sd saya terulang kembali, saya belajar mati-matian untuk masuk tes SMA labschool dan Alhamdulillah saya diterima masuk ke SMA Labschool. Saya pada akhirnya lulus dari smp Labschool Kebayoran dengan nilai nem 34,80. Dan itulah mengakhiri kisah smp saya.


Dengan teman-teman kelas 9C
               
Saat Pelulusan SMP
Masa SMA


          Untung saja saya masuk ke SMA labschool kebayoran, sekolah yang tidak asing lagi oleh saya. Karena itu saya tidak mengalami kesulitan saat beradabtasi. Walaupun begitu, di SMA Labschool kita disini sudah harus bisa membagi waktu, disiplin, dan mandiri. Saya masuk ke SMA Labschool Kebayoran menjadi angkatan ke sebelas dengan namanya yaitu Dasa Eka Cakra Bayangkara. Setelah saya MOS saya ditempatkan di kelas XA dengan walikelas saya adalah pak yusuf. Saat kelas sepuluh inilah saya  banyak dikenakan kegiatan-kegiatan dari sekolahan seperti Pilar, Pra TO, TO, Bintama, Studi Lapangan ke bandung, dan lain-lain. Dan sekarang ini saya sudah menduduki kelas XI IPS 2 dengan walikelas saya yaitu bu Yuni.

                Begitulah sekilas tentang kisah kehidupan saya selama ini. Masih banyak lagi kisah saya yang belum saya ceritakan disini. Waktu berjalan begitu cepat. Tidak terasa saya sudah menjalani hidup selama 16 tahun ini. Walau begitu ini bukanlah akhir dari kisah kehidupan saya. Sekian dari saya, dan Terima Kasih.


Kelompok 17 saat penjelajahan TO

Saya dengan Teman-Teman Palabsky


Bersama XA saat Refleksi kelas


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar