Jumat, 21 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Ghibran Al Imran



16 Tahun Lika-Liku Hidup

10 Juli 1996, sekitar jam 8 pagi seorang bayi lahir dari pasangan Tutuka Wirdjaatmadja dan Ati Saraswati di rumah sakit Harapan Kita di Jakarta barat.  Saya lahir tidak ditemani ayah saya karena sedang mengambil  S2 di Australia tepatnya di Brisbane. Tetapi ibu saya ditemani oleh paman saya, yaitu adik bungsu ayah saya. Pertama kali kakak saya melihat saya ia mengatakan hal yang konyol tapi lucu juga kalau saya ingat-ingat sekarang. Ia berkata “adeknya kok kayak monyet” sambil tertawa.
Saat itu saya belum bernama sampai saya berumur 2 atau 3 hari. Lalu orangtua saya member nama yaitu “Ghibran Al Imran”. Nama “Ghibran”yang diambil dari kahlil Gibran karena ibu saya menyukainya dan dekat pula dengan “Jibril”. Dan nama “Al Imran” yang diambil dari surat ketiga dari kitab suci Al-Quran, yang juga berarti keluarga Imran atau keluarga yang sholeh. Jadi boleh dikatakan arti nama saya adalah “pembawa rezeki dari keluarga yang sholeh”.  Ada yang mengatakan bahwa nama adalah doa, jadi mudah-mudahan nama yang diberikan oleh orangtua saya ini dapat menjadi suatu kenyataan pula.
Ibu saya juga berani saat mengasuh saya dimasa bayi. Seperti sehari sebelum melahirkan saya, ibu saya masih menyetir sendiri dan jarak yang lumayan jauh pula yaitu dari Jakarta ke bogor. Lalu juga saat saya lahir, saat saya berumur 2 minggu saya telah dibawa pergi ke bandung. Itu perjalanan saya pertama keluar kota sejak lahir. Setelah itu tepat saya berumur 3 bulan saya juga telah pergi ke jogja karena ibu saya ada dinas disana. Saya harus ditinggalkan ibu saya intuk melakukan tur di eropa dengan perusahaanya, saat itu saya berumur 18 bulan dan mau tidakmau saya berhenti meminum asi. Memang ibu saya sering bepergian.  Hal ini masih sering ia lakukan hingga sekarang. Tetapi walau begitu ia selalu menyempatkan waktu untuk keluarganya. Semua yang ia lakukan juga untuk keluarganya.
Saya beranjak masuk ke playgroup. Asalnya saya tidak mau masuk sekolah sampai ibu saya mengatakan “kalo mau punya kebun binatang harus sekolah” karena saat itu cita-cita saya memiliki kebun binatang. Saya disekolahkan di tk kembang, tempatnya jauh dari rimah saya jadi setiap hari saat saya dianta supir yang bernama pak ubay saya selalu tidur di mobil. Bukan hal yang jarang lagi kalau saya tertidur sehingga saat masuk sampai saya tidak mau masuk dengan alasan mengantuk dan kembali ke rumah lagi. Saya juga sering meliburkan diri, saat itu kakak saya libur akhir semester selama 1 bulan tetapi saya hanya linur beberapa hari akhirnya saya mengikuti kakak saya yang libur sebulan dengan  bolos.
Saat kecil saya juga anak yang gampang jijik, saya bahkan tidak mau makan atau minm dari piring, alat makan dan gelas oranglain walaupun sudah dicuci. Apalagi saat acara makan-makan disekolah yang dilakukan setiap bulan. Jadi saya rutin membawa piring sendiri, sendok dan garpu sendiri dan gelas sendiri. Dirumah juga tidak beda, saya memiliki set alat makan sendiri yang hanya saya yang menggunakan.  
Masa playgroup juga membawa kenangan-kenangan yang baik, seperti setiap hari saat jam pulang saya dijemput nenek dan selalu membeli kue semprong didepan sekolah. Lalu sesampainya dirumah saya akan memutar vcd “lion king”,“dinosaur”, menonton power rangers atau telletubies bersama anak pembantu saya yang beda satu tahun umurnya dengan saya, dia bernama ahmad. Ia hampir tiap hari kerumah dan bermain bersama. Suatu hari kami pernah menonton berita dan terlihat ada yang sedang demonstrasi, kami akhirnya mengambil kursi roda kakek saya dan “berkonvoy” keliling rumah bersama kakak saya. karena kami belum tahu apakah merdeka itu kami mendengar  mereka yang menyebut “hidup, merdeka!” menjadi “hidup mentega!”. Kami berteriak-teriak “hidup mentega” berkeliling rumah dengan didorong kakak saya diatas kursi roda.
Lalu saya melanjutkan di TK Putra II di ujung jalan rumah saya, memang sengaja dicari yang dekat.  Disana banyak tetangga-tetangga saya juga yang bersekolah, salah satunya teman baik saya disaat tk yaitu Alvin. Hal yang lucu darinya adalah setiap ditanya apakah ia sudah makan ia pasti mengangguk dan menjawab “makan pake papaya”.  Tetapi saat TK B saya pindah ke TK islam Harapan Ibu. Disana suasananya beda dengan saat di TK Putra II karena  TK Putra merupakan TK yang kecil dan saat saya pindah ke Harapan Ibu sangat luas karena digabung dengan SD, SMP dan SMA Harapan Ibu.
Saat saya TK saya juga mengikuti beladiri Tae kwon do di dekat rumah saya besaman kakak saya dan teman saya Alvin. Waktu itu kami sempat hingga tahap hijau strip kuning tetapi akhirnya guru kami tidak bias mengajar lagi karena mereka akan melanjutkan studi mereka diluar kota dan kami terpaksa berhenti.
Masa SD, saya sekolah di SDI Harapan Ibu. Ini merupakan perubahan yang besar bagi saya, pindah dari TK ke SD. Kelas 1 sd, saya masuk dikelas 1F bersama ibu muliyati. Cukup menyenangkan bagi saya. lalu kelas 2 SD di kelas 2A bersama ibu tami, kemampuan saya belajar sesuai dengan sikap guru terhadap muridnya dan saat kls 2 guru saya sangat menyenangkan dan prestasi saya lumayan baik di kls 2. Di kelas 2 juga saya bertemu teman yang dekat dengan saya, ia bernama Zaki. Tetapi saat kelas  3 di 3F bersama pak Burhanudin prestasi saya menurun. Saya tidak terlalu menyukai pak burhan. Di saat kelas 3 saya bertemu dengan seorang anak pindahan yang bernama ozan. Dia menjadi teman yang lumayan dekat dengan saya. Kelas 3 saya kelas yang kecil, hanya terdiri dari 18 anak, 10 perempuan dan 8 laki-laki dan kelasnya cukup kompak karena jumlahnya yang sedikit ini. Kelas kami juga kecil dan terpojok, jadi kadang saya kurang berbaur dengan kelas lainnya. Kelas 4 sd merupakan saat-saat terbaik bagi saya saat sd karena prestasi saya cukup memuaskan, saya termasuk dalam rangking 2 dan 3 untuk pertama kalinya. Ini juga dipengaruhi oleh guru, yaitu ibu ani dia sangat menyenangkan dalam mengajar bagi saya. Saya juga bertemu teman-teman, salah satunya putra dia cukup dekat dengan saya. Di kelas 4 juga diadakan persami atau perkemahan sabtu minggu. kls 5, saya ditempatkan di kelas 5D, kelas unggulan tetapi menurut saya sama saja dengan kelas lainnya hanya mendapat fasilitas yang sedikit lebih. Disana saya bertemu lagi dengan 3 teman saya yaitu putra, ozan dan zaki. Wali kelas kami tahun itu adalah ibu etty. Di kelas 5 diadakan pesantren kilat yang cukup menyenangkan. Kami menginap di suatu pondok, satu pondok diisi 6 anak dan 1 guru pendamping. Karena kelas kami dibedakan dengan kelas lain kami juga menjadi lebih kompak. Kelas kami juga tetap bersama di kelas 6, murid-muridnya tetap sama. Kami berada di 6D bersama pak hardyantha. Kelas 6 saya serius belajar karena tahun itu pertama diadakannya UASBN atau seperti UAN yang diadakan di SMP dan SMA. Kami mendapatkan materi tambahan setiap pulang sekolah hari senin rabu dan jumat.  Dan untuk hari selasa dan kamisnya saya mengikuti tambahan pelajaran di tempat les. Selain itu saya juga belajar untuk Ujian akhir sekolah dan ujian praktek. Salah satu yang saya diwajibkan adalah menghafal beberapa surat dalam al-quran karena sekolah saya adalah SD Islam. Saya susah dalam hal menghafal jadi saya tidak terlalu menyukai hal itu. Selain itu saya juga harus belajar untuk tes masuk ke smp Labschool dan saya diterima.
UASBN pun tiba, hari pertama adalah pelajaran bahasa Indonesia. Saya mengalami kesulitan saat awal-awal, saya telah menjawab jawaban tapi ingin menggantinya jadi saya hapus. Tetapi jawaban itu susah terhapus, saya mulai berkeringat dan salah satunya ada yang menetes ke tempat yang ingin saya hapus. Tiba-tiba hal yang fatal terjadi, kertas saya bolong. Saya panik dan langsung menuju ke penjaga ruangan saya. Mereka mengatakan masih memiliki beberapa kertas jawaban di ruang guru, dan untungnya masih ada. Keesokan harinya hal ini terjadi lagi dan saya menunggu seperti hari sebelumnya, untungya masih ada kertas sisa lagi. Esoknya untungnya hal yang sama tidak terjadi lagi. Saya lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Setelah itu saya pergi bersama kelas saya untuk perpisahan di villa orang tua saya di lembang, bandung. Kami menginap disana selama 1 malam, melakukan banyak aktivitas seperti outbond dan jalan-jalan.
Masa-masa SMP dimulai, pertama-tama kami semua siswa baru SMP Labschool kebayoran bertemu dengan masa orientasi siswa atau yang disebut “fresh school day” di SMP Labschool. Kami belajar tentang semua yang perlu diketahui di SMP Labschool termasuk lari pagi yang sangat mengasyikkan walau kadang lelah. Kami saling berkenalan dengan teman-teman yang merupakan satu kesatuan yaitu angkatan 8. Saya masuk ke dalam kelas 7D dengan 40 siswa lainnya yang kemudian diambil untuk akselerasi hingga jumlahnya menjadi 38 siswa. Kami bertemu dengan pertukaran pelajar dari SMP 19 yang bernama Chakra dia mengikuti program akselerasi dan sekarang ia menjadi kakak kelas di SMA Labschool. Di kelas 7 saya salah satu anak yang aneh. Tetapi kelas 7D atau dengan namanya Ho7Dog merupakan kelas yang menyenangkan bersama pak adi, bu ida dan miss lesi. Lalu ada kegiatan-kegiatan  seperti Aktual, Acex dan kalam yang pada tahun ini kita lakukan bersama-sama sebagai angkatan. Kemudian ada juga pemilihan calon pengurus osis, saya mengikuti sampa tahap pemilihan terakhir tetapi saya gugur. Pada kelas 7 saya juga mulai berusaha yaitu berdagang nasi goreng setiap hari jumat yang terus saya lakukan hingga sekarang.
Kelas 8 adalah masa paling santai di SMP. Teman-teman saya dilantik menjadi osis yang bernama Hasthaprawira satyamahadhika dalam acara lari lintas juang pada tangggal 17 agustus.  Saya masuk di kelas 8A. Di saat kelas 8 saya juga mengikuti program pertukaran pelajar ke SMP 12. Saya bersekolah disana selama 5 hari bersama dengan 4 anak lainnya. Program ini tidak berhenti sampai disini, berlanjut ke tingkat nasional dengan pemilihan lagi saya mengikuti yang tingkat nasional ke Palembang dengan 4 anak lainnya dan 1 guru pendamping. Disana kami menginap semalam pertama di rumah nenek dari vika, salah satu siswa yang ikut ke Palembang juga. Lalu esoknya kami menginap di rumah siswa pendamping dari SMPN 1 palembang, tempat kami bersekolah dalam 5 hari itu. Selain bersekolah kami juga berjalan-jalan disama seperti memakan pempek dan naik perahu di sunga musi. Hari terakhir kami kembali menginap dirumah nenek vika. Setelah itu saya juga mengikuti tes pemilihan untuk melakukan program kelanjutannya homestay di Melbourne atau Sydney. Saya diterima untuk mengikuti homestay ke Sydney bersama 20 siswa dan 2 guru pendamping yang akan dilaksanakan di awal kelas 9.
Salah satu acara penting di Labschool yaitu BIMENSI atau Bina Mental Siswa yang dilaksanakan di SPN Lido. Kami berlatih disiplin disana selama 6 hari, walaupun capek tetapi pengalaman ini sangatlah berharga. Setelah itu ada acara ACEX dan Labspart, tahun ini osis kamilah yang menyelenggarakan kedua acara tersebut. Tetapi osis juga dibantu oleh panitia dari angkatan dan saya salah satunya. ACEX dan Labspart adalah rangkaian perlombaan-perlombaan olahraga dan keterampilan yang diadakan Labschool setiap tahunnya. Tetapi tahun ini adalah tahun pertama saat ACEX dan Labspart digabung menjadi 1.  Acara ini sangat penting bagi kami dan labschool dan membuat angkatan 8 lebih kompak lagi.
Kami beranjak ke kelas 9, saya berada di kelas 9B bersama pak nurdin sebagai wali kelas dan pak Hasyim wakil wali kelas. Awal kelas 9 saya mengikuti program homestay Sydney, Australia. saya berangkat dengan 19 siswa lainnya termasuk vika yang pergi bersama saya saat pertukaran ke Palembang. Disana kami dibawa ke rumah masing-masing host family kami. Satu rumah ditempatkan oleh 1 sampai 2 anak. Saya ditempatkan berdua dengan teman saya resa di keluarga kovanis. Mereka memiliki 3 anak. Saya diajarkan bermain skateboard oleh james anak tengah mereka dan sampai di Jakarta saya terus bermain skateboard. Disana kami bersekolah di Menai High School dan ditemani oleh buddy dari siswa disana. Selain bersekolah kami juga mengunjungi tempat-tempat wisata disana seperti Sydney aquarium, blue mountains, taronga zoo bahkan saya dan teman laki-laki saya dibawa ke restoran masakan padang disana setelah sholat jumat. Selama 2 minggu kami menjadi dekat dengan hostfamily kami disana dan rasanya sulit untuk berpisah. Tetapi akhirnya kunjungan itu selesai dan kami pulang kembali. 2 minggu tersebut sangat berharga bagi saya.
Setelah acara homestay tersebut saya menjadi cukup dekat dengan siswa yang mengikuti homstay juga, terutama dengan vika. Setelah itu kami juga harus membuat buku yang berisi pengalaman kami bersama disana dan juga presentasi didepan untuk melaporkan perjalanan kami.
Bulan ramadhan tahun 2010, kami mengadakan buka puasa bersama angkatan 8 yang hari itu namanya berubah menjadi SCAVOLENDRA TALVOREIGHT. Nama kami yang berarti “eight is a typical entity wich figure a never ending story”. “a never ending story” berarti kami angkatan 8 tidak akan pernah berakhir. Sekarang angkatan kami telah memiliki ketua angkatan yaitu bayu dan jajarannya panitia farewell dan buken dan saya salah satu dari panitia tersebut. Tahun baru kami berkumpul bersama dan melakukan acara bersama di rumah fachri, mantan ketua osis kami.
Kami mulai serius untuk mencari SMA, UAN dan ujian-ujian yang lainnya. Paket juga telah berjalan, tambahan pelajaran yang dilakukan hampir setiap hari sebelum pelajaran mulai atau setelah pulang sekolah. Saat awal tahun itu saya juga sedang mengikuti pemilihan untuk jalur khusus masuk ke SMA Labschool dan Alhamdulillah akhirnya saya diterima. Sekarang saya serius belajar untuk rangkaian ujian-ujian. Kami melaksanakan ujian-ujian bersama yang terasa lama tetapi akhirnya selesai dengan hasil yang cukup memuaskan. Kami mendapatkan peringkat 7 di DKI Jakarta. Kami melaksanakan farewell party yang kami sendiri yang menyiapkan. Hari itu sangat membahagiakan kami semua yang telah melewati semua rangkaian ujian. Setelah itu kami melaksanakan wisuda, sangat mengharukan karena angkatan kami akhirnya harus berpisah juga.
Dengan kelas masing-masing kami melaksanakan refleksi kelas ke sekitar anyer. Saya dan 9B menginap di tempat penginapan di anyer selama 2 hari 1 malam. Disana kita melakukan perpisahan terakhir kalinya bersama kelas kami. 
Selama 3 bulan libur yang diberikan setelah melaksanakan semua ujian saya mengisinya dengan sering berlatih skateboard. Saya sering berlatih ke skatepark di taman mini dan Hamptons apartemen bersama teman-teman saya. Saat awal-awal saya bermain juga saya telah mengalami cedera yang parah yaitu retak 
Akhirnya liburan berakhir dan kami yang asalnya satu angkatan Scavolendra Talvoreight dipisahkan oleh sekolah masing-masing. Saya melanjutkan ke SMA labschool dimana saya telah melaksanakan Masa Orientasi siswa dan pesantren ramadhan. Dan disinilah saya sebagai salah satu siwa XE SMA Labschool kebayoran.

Awal kisah
Moron


bersama kakak

Masa lulus tk, kobam

Bersama keluarga di Bandung

bersama kelas 9E di Anyer

Tamatlah Arziki

SYD 

Brsama keluarga Kovanis

TG Lesung

Batara Asmara

XE!


keluarga tercinta
bersama keluarga

tangkuban perahu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar