Sabtu, 01 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Dina Ramadhanti

16 Tahun Perjalanan Hidup yang Tak Terduga

16 tahun yang lalu pada tanggal 27 Januari 1996 bertempat di Rumah Sakit Asih di daerah Blok M, Jakarta Selatan, lahirlah seorang bayi perempuan dari pasangan Dadang Setiabudi dan Hera Suprihatin. Bayi itu lahir pada Hari Sabtu sekitar pukul 05.30 di di bulan Ramadhan, bayi tersebut kemudian diberi nama yaitu Dina Ramadhanti.
saya (3 bulan) dan papa saya
Bayi itu adalah saya, anak kedua dari dua bersaudara. Saya terlahir dengan berat badan 3,2 kilogram dan tinggi 51 cm, tidak jauh berbeda dengan bayi lainnya pada waktu itu. Orang tua saya memberikan nama kepada saya tidak lama setelah saya lahir, arti dari nama saya tersebut adalah Agama Islam dari kata ”Dina” dan bulan Ramadhan pada kata ”Ramadhanti”. Menurut perkataan bapak saya, saat saya lahir itu sedang bulan puasa dan saya lahir tidak sesuai dengan perkiraan, bapak saya berkata ”waktu itu kamu lahir lebih lambat dari perkiraan dokternya dan waktu itu lagi bulan puasa papa nungguin kamu lahir sampai hampir waktu imsak dan papa hampir tidak sahur waktu itu karena nunggu kamu lahir” begitulah kira-kira perkataan bapak saya. Saya mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Nina Amanda yang berbeda 3 tahun dengan saya, saat saya lahir kakak saya yang masih berumur 3 tahun menunggu di rumah bersama dengan mbak saya karena tidak diperbolehkan ikut ke rumah sakit oleh orang tua saya. Sehabis proses bersalin ibu saya masih harus menginap di rumah sakit 3 hari untuk mendapatkan perawatan sampai akhirnya bisa kembali ke rumah.
saya umur 9 bulan

Masa Balita
saya umur 2 tahun
Sejak saya lahir sampai saya lulus TK saya bertempat tinggal di rumah dinas kantor bapak saya yang terletak di bilangan Cipete Selatan, nama komplek tersebut adalah Komplek BRI sesuai dengan nama kantor bapak saya, alamat saya di Jalan Kremuna no. 6. Pada saat saya berumur 3 tahun saya masuk ke playgroup di kompleks saya yang bernama KB/TK Birrul Amin.
saya umur 2 tahun
Awalnya saya tidak mempunyai tetangga yang bisa diajak bermain karena banyak yang sudah memasuki masa SD sedangkan saya masih berumur 3 tahun, jadilah saya sering ikut bermain dengan kakak saya yang waktu itu sudah memasuki masa SD. Kebanyakan anak-anak disekitar rumah saya adalah anak laki-laki namun karena orangtua kami dekat satu sama lain akhirnya kami pun juga bermain bersama walaupun rata-rata berbeda umur 3 sampai 5 tahun dengan saya, saya tetap ikut bermain dengan mereka.


Masa Taman Kanak-Kanak
saat wisuda S2 Papa saya.
ki-ka: Papa, Dhanti, Mama
Saya mulai masuk TK pada saat umur saya 3 tahun, saya memasuki sekolah yang sama saat saya playgroup yaitu KB/TK Islam Birrul Amin, di sekolah saya mendapatkan teman yang sama saat saya masih playgroup hanya beberapa teman baru saja. Saya masih tinggal di Komplek BRI dan saya sangat senang dengan rumah saya di sana karena memiliki halaman belakang yang sangat luas sehingga sering saya pakai untuk bermain bersama kakak saya, dulu saya mempunyai kolam renang dari plastik dan saya sering sekali bermain air menggunakan kolam renang tersebut sampai-sampai kolam renangnya sudah ditambal menggunakan lakban beberapa kali saking seringnya saya bermain air dan bocor. Saat saya memasuki TK saya mendapat teman baru yaitu tetangga yang baru saja pidah di sebelah rumah saya, keluarga yang baru pindah tersebut mempunyai 3 anak perempuan dan anak yang paling kecil berumur 2 tahun yang bernama Karina Azariatri karena umur yang relatif dekat dengan saya jadilah saya sering bermain dengannya dan saya juga satu TK dengannya bahkan saya memasuki sekolah yang sama dengannya dari TK sampai SMA sekarang.
saya umur 3 tahun
Kenangan TK yang saya ingat dengan jelas yaitu rutinitas saya saat pulang sekolah yaitu berganti baju kemudian menunggu film kesukaan saya dimulai yaitu Amigos dan saat sudah sore saya akan bermain keluar dengan tetangga saya sampai hampir maghrib. Saat saya bersekolah pada Hari Sabtu saya selalu diantar oleh ibu saya walaupun TK saya berjarak sangat dekat dengan rumah saya waktu itu, maklum saja ibu saya bekerja dari Hari Senin sampai Jumat jadi ketika ibu saya dirumah saya ingin sekali diantar ke sekolah oleh ibu saya karena jika hari kantor saya selalu diantar ke sekolah oleh mbak saya. Kira-kira itulah kenangan TK yang masih saya ingat sampai sekarang.

Masa Sekolah Dasar
 Saya memasuki sekolah yang beda dari TK saya yaitu Sekolah Dasar Islam Al-Ikhlas, dulu saya sempat tidak mau bersekolah mungkin salah satu faktornya adalah karena tidak ada teman TK saya yang masuk ke sekolah yang sama dengan saya sehingga saya tidak mempunyai teman dekat saat masuk SD karena rata-rata banyak siswa lainnya yang berasal dari TK Al Ikhlas yang otomatis mereka sudah kenal dan dekat satu sama lain sedangkan saya tidak mempunyai teman dekat pada masa itu. Saat saya memasuki kelas 1 pula saya pindah rumah ke bilangan Ciputat tepatnya di Taman Rempoa Indah Blok B nomor 6, karena rumah saya terbilang jauh dari sekolah maka saya saat pulang sekolah diantar oleh antar jemput. Saat saya memasuki kelas 1 ibu saya mendaftarkan saya pada ekskul menari di sekolah itu tapi karena saya tidak begitu suka maka pada kelas 2 saya dipindah jadi mengikuti ekskul menggambar mungkin ibu saya mengira karena kakak saya mempunyai minat dan bakat di bidang gambar saya pun akan seperti kakak saya namun ternyata saya hanya suka mewarnai saja tidak suka membuat gambar atau lukisan seperti kakak saya jadilah saat saya kelas 3 saya tidak mengikuti ekskul apapun karena di SD saya ekskul bukanlah kewajiban bagi muridnya.
Saya sangat puas dengan pencapaian nilai akademik saya di SD, selama 6 tahun saya bersekolah di SD Islam Al Ikhlas saya selalu masuk ke dalam 5 besar peringkat saya di kelas. Saat saya kelas 6 saya pernah ditunjuk untuk mengikuti lomba menulis kaligrafi mewakili sekolah saya.
Di SD pula saya mulai belajar beradaptasi dan bersosialisasi dengan lebih banyak orang. Saya mendapat banyak teman baru, guru baru, lingkungan baru yang jauh berbeda dari lingkungan saya saat TK. Saya mulai belajar mandiri karena saya selalu pulang dengan antar jemput tidak pernah dijemput oleh orangtua atau mbak saya lagi. Tapi saat saya naik ke kelas 5 saya pindah rumah menjadi ke daerah Cipete lagi tepatnya di bilangan Cipete yang masih saya tempati hingga saat ini. Jadilah sejak saya pindah ke rumah saya yang sekarang saya pulang sekolah sendiri entah itu memakai kendaraan umum seperti angkot atau bajaj ataupun jalan kaki menuju ke SD saya karena letak SD saya yang terbilang cukup dekat dengan rumah saya maka saya diperbolehkan untuk jalan kaki sendiri saat pulang sekolah.
Saat memasuki akhir kelas 6 saya mulai dihadapkan dengan pilihan ingin masuk SMP mana, karena saya belum tahu tentang SMP mana saja yang bagus di Jakarta maka saya menetapkan pilihan ingin masuk ke SMP Labschool Kebayoran karena kakak saya bersekolah disitu.

Masa Sekolah Menengah Pertama
Saya memulai masa SMP dengan bersekolah di SMPN 19, ya waktu itu saya memang ingin masuk ke SMP Labschool Kebayoran namun karena saya belum diterima maka saya memutuskan untuk masuk di SMPN 19, saya bersekolah di SMPN 19 selama 1 semester atau 6 bulan mungkin karena lingkungan yang berbeda jauh dengan SD saya jadilah saya kurang bisa beradaptasi dengan cepat  di SMP tersebut namun saya juga menemukan teman-teman baru yang menyenangkan di SMPN 19. Saat saya libur semester 1 waktu itu Bulan Desember tahun 2008 ibu saya menawarkan untuk tes di SMP Labschool Kebayoran dan alhamulillah saya diterima pada saat itu jadilah pada Bulan Januari tahun 2009 saya resmi menjadi siswi SMP Labschool Kebayoran.
Pertama kali saya menjadi siswi di SMP Labschool Kebayoran saya masuk ke dalam kelas 7A yang waktu itu bernama ra7Atouille, saya cukup cepat beradaptasi pada saat masuk Labsky mungkin dikarenakan saya mempunyai teman dekat dari SD yang bersekolah disini juga sehingga saya tidak terlalu sulit mengejar keterlambatan saya selama 1 semester tersebut. Metode belajar di SMP Labschool Kebayoran ini agak berbeda dengan metode belajar di SMPN 19 ataupun di SD saya sehingga saya sempat kewalahan sendiri dengan metode belajar di Labschool ini namun saat saya memasuki kelas 8 saya sudah dapat mengikuti metode pembelajaran tersebut.
face8Book
Saat kelas 8 saya tergabung dalam kelas 8B yang bernama face8Book yang terdiri dari orang yang berbeda lagi dengan kelas 7A. Saat memasuki kelas 8 mungkin inilah dimulainya masa yang sangat berbeda dengan yang dahulu. Dengan dimulainya masa kepemimpinan dari OSIS MPK angkatan saya yang terdiri dari kurang lebih 60 orang angkatan saya sudah mulai solid satu sama lain, selain itu kita juga sudah mempunyai adik kelas yang rasanya sangat berbeda dengan mempunyai adik kelas saat saya masih SD dulu. Di masa ini pula saya mulai mempelajari bagaimana mengurus suatu acara yaitu ACEX LABSPART 2010 walaupun saya tidak tergabung dalam OSIS maupun MPK namun saya berkesempatan untuk ikut berpartisipasi sebagai panitia dalam acara tersebut. Kemudian adapula kegiatan wajib dari sekolah yaitu BIMENSI, pada saat itu saya sangat takut dan deg-degan dengan kegiatan tersebut karena saya tidak mempunyai bayangan apa-apa mengenai acara tersebut namun ternyata BIMENSI cukup mengasyikkan dan membuat saya lebih mengenal teman-teman saya di angkatan 8. Saat kelas 8 adalah masa-masa yang sangat bebas dan menggembirakan bagi saya mungkin karena saat kelas 8 tidak terlalu banyak beban yang harus dikejar maka saya sering bermain sepulang sekolah sampai saya pulang jam 5 sore (pada saat itu sekolah bubar pada jam 14.30) namun alhamdulillah saat kelas 8 saya termasuk 10 besar di kelas saya.
saya dan Mimin saat homestay di Sydney
Pada awal kelas 9 saya bersama 19 teman saya dan juga 2 guru pendamping berkesempatan untuk mengikuti program homestay di Sydney, ini adalah kali pertama saya bepergian keluar negeri tanpa keluarga saya, program ini berjalan 2 minggu dan saya sangat senang dan mendapat banyak manfaat dari program tersebut. Memasuki masa-masa kelas 9 saya tergabung dalam kelas 9A yaitu Rio de 9Aneiro, saya dan teman-teman seangkatan saya mulai disibukkan dengan persiapan menghadapi UN, namun saat kelas 9 juga saya semakin mengenal dengan baik teman-teman saya. Di kelas 9 ini pula angkatan saya sudah mempunyai nama yaitu Scavolendra Talvoreight dengan kita mempunyai nama angkatan kemudian terbentuk pula lah kepanitiaan Buku Kenangan (Buken) dan juga Farewell, saat itu saya dipercayai untuk menjadi koordinator dokumentasi pada Buken dan Farewell saya senang namun juga bingung pada awalnya, bingung karena saya diberi amanat untuk mengerjakan tugas yang tidak cukup mudah padahal saya sudah mau menghadapi rangkaian ujian akhir sekolah tapi pada akhirnya saya dan teman-teman saya alhamdulillah dapat mengerjakan tugas tersebut dengan baik dan cukup memuaskan. Untuk menghadapi Ujian Nasional di SMP Labschool Kebayoran mengharuskan murid-muridnya untuk mengikuti paket atau pendalaman materi sesuai jadwal yang ditentukan dan juga ada TO UAN yaitu sebuah acara untuk membangun keyakinan dalam diri kita untuk menghadapi UN nanti. Saat sudah semakin mendekati UN saya sempat kewalahan dengan pelajaran IPA karena pada tryout-tryout yang sudah saya jalani memang nilai IPA yang paling rendah diantara mata pelajaran lainnya namun akhirnya saya mendapatkan nilai yang cukup memuaskan pada saat UN. Setelah UN saya menjalani serangkaian acara lagi seperti farewell, pengumuman kelulusan, dan wisuda. Alhamdulillah saya menyelesaikan masa SMP dengan nilai yang cukup memuaskan dan saya pun saat wisuda mendapatkan nominasi sebagai Trustworthiness.
farewell. &Putri
Kelas 9.
ki-ka: Ziha, Dindol, Dhanti

Rio de 9Aneiro
Scavolendra Talvoreight
Masa Sekolah Menengah Atas
XB
Sekarang saya bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, saat pertama memulai masa SMA saya tidak terlalu takut seperti saat memulai masa SD dan SMP maklum sebagian besar teman SMA saya berasal dari SMP yang sama dengan saya sehingga saya sudah mempunyai banyak teman dekat, namun tetap saja memulai sekolah baru berarti memulai beradaptasi dan memulai pertemanan baru dengan orang-orang baru pula maka di SMA ini saya mempunyai banyak teman baru yang sangat menyenangkan. Di kelas X saya masuk di dalam kelas XB yang berjumlah 39 siswa dengan wali kelas Pak Eri, jujur saja awalnya saya sangat kewalahan dengan pelajaran SMA banyak sekali nilai-nilai saya yang turun terutama di pelajaran matematika tapi alhamdulillah pada akhir kelas X saya mendapatkan nilai yang memuaskan sehingga saya dapat masuk ke program IPA seperti keinginan saya. Di kelas X banyak kegiatan yang telah saya lalui seperti MOS, Pilar, Pra-TO, TO, BINTAMA, dan study tour Bandung, angkatan saya yaitu angkatan 11 juga sudah mempunyai nama yaitu Dasa Eka Cakra Bayangkara.
Saat ini saya tercatat sebagai siswa XI IPA 2 yang beranggotakan 34 siswa dengan wali kelas Ibu Wulan, dengan sudah tercapainya keinginan saya memasuki program IPA saya berharap keinginan saya di SMA lainnya akan terpenuhi juga.


Lalinju 2011
ki-ka: Alissa, Dhanti, Izza
27 Januari 2012. Ultah ke-16
ki-ka: Ella, Nadhira, Dhanti, Ziha


Bukber XI IPA 2
ki-ka (Atas): Astrid, Sarcil, Kujp. (Bawah):  Zayyan, Dhanti











1 komentar:

  1. Pada autobiografi ini seakan-akan Dhanti memberi strategi lain kepada pembaca tentang bagaimana cara masuk SMP/SMA Labsky apabila tidak lolos seleksi masuk pada tahap Penerimaan Siswa Baru. Perhatikan ketika Dhanti menulis, "Saat saya libur semester 1 waktu itu Bulan Desember tahun 2008 ibu saya menawarkan untuk tes di SMP Labschool Kebayoran dan alhamulillah saya diterima pada saat itu jadilah pada Bulan Januari tahun 2009 saya resmi menjadi siswi SMP Labschool Kebayoran."

    BalasHapus