Minggu, 09 September 2012

Tugas-1 Autobiografi Dhia Nada Nabila

"16"


Nama saya Dhia Nada Nabila atau biasa akrab dipanggil dengan Biby. Saya lahir di rumah sakit YPK Jakarta, hari Jumat tangal 13 bulan September tahun 1996. Saya lahir secara normal pada pukul 17.18 WIB dengan berat badan 3,1 kilogram, panjang 51 cm. Saya lahir dalam keaadan kuning sehingga harus di inkubasi selama kurang lebih 2 hari baru boleh dibawa pulang oleh kedua orang tua saya.
Saya adalah anak pertama. Orang tua saya bernama Eva yorita dan Dundi Insan Perlambang. Saya merupakan cucu ke 6 dari keluarga ibu, dan cucu ke 3 dari keluarga ayah.
Setelah di inkubasi selama beberapa hari di rumah sakit, akhirnya saya diperbolehkan untuk pulang ke rumah pertama di Kebayoran Lama. Saya dan keluarga tinggal bersama eyang, ibu dari ibu saya, dan bude, kakak dari ibu saya.
Ibu - Biby - Acha - Ayah
Masa Balita:
Pada umur 3 tahun, saya mulai bersekolah di TK Al-Azhar 4 Kebayoran Lama.  Meskipun saya memiliki sifat yang periang, saya merupakan anak yang pemalu didepan orang orang baru. Maka dari itu, sampai saya memasuki tingkat TK A, setiap bersekolah, saya masih ditemani ayah atau ibu.
Saya tidak hanya tumbuh menjadi anak yang periang saja. Tetapi juga sangat aktif dan tidak bisa diam. Sehingga suatu hari terjadi kecelakaan kecil dimana dagu saya tersangkut pada kayu sofa yang mengakibatkan dagu saya pun harus dijahit beberapa jahitan.
Tidak hanya itu saja kecelakaan yang pernah terjadi di masa kecil saya. Suatu ketika saat saya dan keluarga hendak pergi ke suatu tempat di malam takbiran, saat saya duduk di mobil, saya merasa ada suatu ganjalan dari tempat duduknya. Dan ternyata saya menduduki suatu benda kecil. Bingung antara itu makanan atau bukan, saya hendak mengendus benda itu, akan tetapi benda tersebut malah masuk ke lubang hidungnya. Pada awalnya orantua saya sangat panik bagimana cara untuk mengeluarkan benda itu. Dicobanya lah menaburkan merica ke sekitar hidung. Beberapa menit bersin-bersin, benda kecil itu pun tidak keluar keluar. Akhirnya orang tua saya memutuskan utntuk membawa saya ke Rumah Sakit Pondok Indah. Sesampainya disana saya langsung dibawa ke ruang UGD. Setelah dikeluarkan, ternyata benda kecil tersebut adalah manik-manik dari gelang. Semenjak itu lah saya dikenal di keluarga sebagai anak yang “bandel”.
Pada saat saya berumur 5 tahun, ibu saya melahirkan seorang anak perempuan lagi yang di beri nama Dhia Dita Salasabila. Setelah 5 tahun kesepian tanpa adanya saudara kandung yang bisa diajak bermain, akhinya saya memiliki seorang adik perempuan yang biasa dipanggil Acha.

Acha - Biby - Ibu
Saat berumur 10 bulan

Masa SD:
Saya masuk ke SDI Al-Azhar 4 Kebayoran Lama saat berumur 5 tahun. Saya  memiliki banyak teman saat SD karena banyak teman teman saya yang dari TK, bersekolah di SD yang sama juga. Saya juga memiliki banyak teman baru.  Sifat pemalu saya lama kelamaan menghilang semenjak kelahiran adik saya  yang membuat saya harus lebih mandiri dan tidak boleh manja lagi kepada kedua orang tua saya.
Saat saya berumur 6 tahun, saya dan keluarga pindah rumah ke pondok indah. Saya dan keluarga sudah tinggal selama 10 tahun sampai sekarang di rumah pondok indah.
Dimasa kecil, saya tumbuh menjadi anak yang periang dan pencinta seni. Saya senang menari, memainkan musik, dan menyanyi. Kesenangan saya dalam seni tari dimulai sejak umur 5 tahun dimana saya sudah mulai mengikuti sanggar tari tradisional. Akan tetapi karena sifat seorang anak yang masih kecil mudah bosan, setelah 1 tahun menari, saya berhenti menari dan mulai menyukai musik lebih.
Saya mulai tertarik dengan biola. Setelah beberapa bulan mengikuti les biola, tiba saatnya untuk ujian kenaikan tingkat. Akan tetapi, saya merasa kesulitan dengan pelajaran yang diberikan oleh tempat les saya, dan belum siap untuk menghadapi ujian, emosinya yang belum teratur membuat saya merasa kesal dan saya pun merusak biola sebagai alasan supaya tidak bisa mengikuti ujian.
Setelah beberapa bulan berhenti bermain biola, saya mulai tertarik dengan piano semenjak ayah memperkenalkan saya pada alat musik tersebut. Saya mulai mengikuti les piano sejak umur 7 tahun. Setelah belajar piano sampai kira kira selama 3 tahun, sifat bosannya pun mulai mendominasi akhirnya membuat Biby menghentikan les pianonya.
Pada tahun 2006, ditayangkan sebuah film di salah satu channel kesukaan saya, “Disney Channel”, mengenai kehidupan murid murid pencinta seni di suatu sekolah. Dari film tersebut saya mulai menyukai seni teater. saya merasa disaat itu, bahwa menjadi “triplets” (seseorang yang mahir dalam menyanyi, menari, dan akting) merupakan suatu mimpi yang ingin sekali saya nyatakan.
Pada saat menduduki kelas 4 SD, ada peluang dimana saya bisa menguji bakat saya. Yaitu memainkan sebuah peran dalam pentas operet akhir tahun yang berjudul “Si Pitung”.
Saat kelas 4 terjadi suatu kejadian dimana saya sedang bermain perosotan lalu dahi saya terbentur ujung perosotan dan akhirnya mengakibatkan dahi saya harus dijahit beberapa jahitan.
Saya tidak hanya menyegani seni dalam kehidupan saya. Saya juga sangat menyukai olahraga seperti ayah saya. Diawali dengan mengikuti eksrakulikuler olahraga bola basket di SD saya sejak kelas 4 sampai kelas 6, diluar itu saya juga mengikuti les Tennis, Golf, dan renang.
Sampai suatu ketika saat kelas 5 SD, saya sedang mengikuti pertandingan basket di Al-Azhar Pejaten, dan mengalami cedera yang membuat tangan kanan saya patah karena jatuh saat bertanding basket. Dan kejadian itu membuat saya sedikit trauma dengan bermain basket.
Satu tahun pun berlalu, dan tiba lagi saat pemilihan peran untuk operet akhir tahun saat kelas 5 SD. Setelah beberapa hari penantian, saya akhirnya mendapatkan hasil yang saya inginkan dan saya mendapat peran dalam operet yang berjudul “Malin Kundang”.
Kelas 6 SD adalah tahun yang ditakuti oleh saya. Karena, angkatan saya adalah angkatan pertama yang akan melalui kelulusan dengan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN). Dan juga karena tahun berikutnya saya ingin memasuki SMP impian saya yaitu, SMP Labschool Kebayoran. Selama satu tahun, saya mempersiapkan diri untuk UASBN dan tes seleksi masuk SMP Labschool Kebayoran. Saya juga mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah untuk mempersiapkan kedua ujian terbesar di tahun itu. Dari tempat bimbingan belajar tersebut, saya mendapatkan banyak teman teman baru dan mendapatkan banyak informasi mengenai sekolah impian saya. Dan dari kesibukkan di bimbingan belajar, saya akhirnya terpaksa untuk tidak melanjuti kegiatan olahraga dan seni.
Akhirnya saya lulus dari SDI Al-Azhar 4 Kebayoran Lama dengan nilai yang memuaskan, dan diterima pula di SMP Labschool Kebayoran.
Sebelum tampil menari

Masa SMP:
            Ketika saya SMP di Labschool Kebayoran, angkatan  saya merupakan angkatan yang ke delapan. Saat pertama kali saya ke sekolah baru saya, saya sudah memeiliki beberapa teman dari SD saya dulu, dan beberapa teman dari tempat les saya sehingga saya tidak sendirian di hari pertama sekolah.
Hari pertama sekolah adalah Pra-Mos. Pra mos adalah hari dimana kita mempersiapkan segala sesuatu yang perlu dipersiapkan saat  Mos atau Masa Orientasi Sekolah. Setelah disebutkan kelompok keompoknya, saya masuk ke kelompok 12. Pada awalnya saya tidak mengetahui siapa siapa yang ada di kelompok saya itu. Tetapi ternyata ada teman saya dari tempat bimbingan belajar yang datang telat. Dan sebelum teman saya datang, saya sudah berkenalan dengan teman baru sayan yang akrab dipanggil Aza.
Di Pra-Mos, kami di beri tahu mengenai apa saja yang perlu kami siapkan untuk Mos nanti. Kami wajib membuat name tag untuk perorangan dan polanya ternyata cukup sulit. Kami juga diberi tahu bahwa adanya beberapa barang bawaan yang wajib kami bawa untuk selama mos. Diantaranya adalah, perbekalan makan siang, tas dari bahan tertentu yang harus ditulis “Labs Fresh School Day” dan “Heksatriya Praja Danadhyaksa” yaitu nama OSIS angkatan ke 6 di SMP Labschool Kebayoran yang pada saat itu sedang menjabat. Mos dilaksanakan selama 5 hari.
Setelah 5 hari  yang berat, akhirnya datang juga dimana Mos akhirnya berakhir. Saatnya masuk ke kelas baru saya yaitu kelas 7B. Dengan wali kelas yang biasa dipanggil Mrs. Tami. Setelah beberapa minggu ada di kelas 7B, tibalah waktu untuk pemilihan MPK (Majelis Perwakilan Kelas). Saya pun mencalonkan diri sebagai perwakilan kelas. Dan akhirnya pun saya  terpilih sebagai perwakilan kelas bersama dengan teman saya yaitu Fachri. Setelah beberapa kali pertemuan dengan calon OSIS dan MPK lainnya, tibalah waktunya untuk pelantikan.
 Di Labschool Kebayoran, pelantikan OSIS dan MPK beda daricara pelantikan OSIS dan MPK di sekolah sekolah lain biasanya. Di Labschool Kebayoran, pelantikan OSIS dan MPK dilaksanakan pada 17 Agustus dengan Lari Lintas Juang (Lalinju) dari gedung Satria Mandala sampai ke sekolah. Sesampainya di sekolah, dilaksanakan upacara bendera kemudian berlanjut ke acara pelantikan OSIS dan MPK.
Ditahun saya menjabat, OSIS dan MPK nya bernama Saptanayaka Wirja Dhyatmika dari bahasa sanksekerta. Saya menjabat sebagai koordinator seksi kesenian.
Beberapa bulan setelah pelantikan, disekolah diadakan acara pecantren kilat atau yang biasa disebut dengan Kalam. Pada saat Kalam, kami diwajibkan untuk menginap di sekolah selama 3 hari 2 malam.
Setelah Kalam, ada lagi acara yang wajib diikuti yaitu Aktual. Aktual adalah nama dari kegiatan field trip. Dan untuk angkatan saya, kami mengunjungi daerah Pasir Mukti.
Di kelas 7 saya mengambil kegiatan ekstrakulikuler tari tradisional karena saya sudah lama tidak menari lagi.
Satu tahun pun berlalu akhirnya saya naik kelas 8. Dan saya masuk di kelas 8A. Di kelas 8, terdapat banyak sekali kegiatan yang menyenangkan. Ada EXASKY, dan BIMENSI.
Di awal kelas 8, merupakan akhir dari masa jabat saya sebagai koordinator seksi kesenian di MPK. Upacara turun jabatan, sama dengan naik jabatan, kami mengikuti kegiatan Lari Lintas Juang (lalinju).
Kegiatan EXASKY, setiap kelas dari kelas 8 dengan cara bergantian setiap minggu menampilkan pertunjukan drama di hari jumat setelah kegiatan lari pagi. Kelas saya menampilkan drama tentang seorang anak yang sedang mencari kakaknya. Dan saya berperan sebagai seorang ibu kost yang mengamuk. Dengan kerja sama teman teman sekelas, drama kelas kami sukses.
Di kelas 8 saya tidak melanjuti ekstrakulikuler tari tradisional karena saya baru masuk ke sekolah tari, Gigi Art of Dance. Setelah hampir 6 bulan belajar menari di sana, GAoD mengadakan acara tahunan dimana semua kelas menampilkan tarian. Di acara yang bernama E-Motions. Dan untuk tahun itu E-Motions berjudul, Expression by Movements. Dan untuk E-Motions waktu itu, saya menari 1 kali.
BIMENSI (Bina Mental Siswa) adalah suatu kegiatan wajib. Untuk angkatan saya, kegiatan BIMENSI dilaksanakan di SPN Lido dan kami dilatih oleh Polisi dengan cara cara mereka. Kami dilatih untuk menjadi lebih tegas, disiplin dan kuat fisik maupun mental. Menginap disana selama beberapa hari bukan merupakan suatu pengalaman yang terlalu buruk, karena saya mendapatkan berbagai pengalaman yang tidak akan saya lupakan.
Akhirnya kelas 9 pun tiba. Saya masuk di kelas 9B. Di kelas 9 saya merasa bahwa kali ini waktunya untuk fokus belajar agar bisa lulus dari SMP dengan nilai yang sempurna, dan juga masuk ke SMA yang diinginkan. Kegiatan di kelas 9 sangat banyak yang menyangkut dengan pelajaran pelajaran. Ada Try out, kelas tambahan, TO UAN (Persiapan Uan). Saya juga mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah dan les private di rumah untuk membantu saya dalam pelajaran.
Pada awalnya, saya ingin bersekolah di Bina Nusantara (Binus) yang ada di daerah serpong. Setelah test disana, wawancara, dan mendapat hasil bahwa saya diterima disana, ayah ibu berkata bahwa serpong terlalu jauh dari rumah kita yang ada di pondok indah. Akhirnya saya menuruti perkataan orang tua saya untuk mengikuti tes masuk SMA Labschool Kebayoran. Beberapa lama setelah tes saya mendapatkan hasil bahwa ternyata saya diterima. Dan saya akhirnya memilih untuk melanjutkan sekolah di Labschool Kebayoran lagi untuk SMA.
Setelah bersusah payah belajar untuk UAN akhirnya tiba juga waktu pengumuman. Alhamdulillah saya mendapatkan nilai yang sangat bagus. Dan akhirnya saya lulus dari SMP Labschool Kebayoran, dan melanjutkan ke SMA Labschool Kebayoran.
Selama 4 bulan libur kelulusan, saya mengisi liburan itu mempersiapkan untuk pentas E-Motions ke 2 di bulan Oktober nanti. Di E-Motions ke 2, saya audisi untuk memainkan peran dan bukan hanya menari. Saya memainkan peran seorang perempuan yang sangat girly. Di E-Motions ke 2 yang berjudul A Journey Trough Movements, saya menari 2 kali.

E-motions pertama (Kedua dari kanan)
Nenek - Cicha - Haura - Biby saat lari pagi
Scavolendra Talvoreight


Masa SMA:
           
            Sama dengan dulu saat SMP, sebelum kegiatan Mos, pasti diadakan Pra-Mos. Kegiaan Pra-Mos SMA kurang lebih sama dengan Pra-Mos SMP. Di SMA Saya merupakan bagian dari angkatan ke 11. Setelah beberapa hari menjalani kegiatan Mos, akhirnya saya masuk di kelas 10B. Di SMA saya mengikuti ekskul modern dance yang biasa disebut Dazzling.
            Setelah Mos ada lagi kegiatan Pesantren Ramadhan, PILAR, yang dilaksanakan pada saat puasa. Kegiatannya juga kurang lebih sama sperti kegiatan KALAM di SMP. Tetapi pada saat SMP, KALAM dilaksanakan bukan saat bulan puasa. Beberapa bulan setelah PILAR, ada lagi kegiata sekolah yang bernama Trip Observasi (TO). TO adalah kegiatan yang wajib diikuti. TO adalah kegiatan dimana semua murid di satu angkatan pergi ke desa yang biasanya di laksanakan di daerah Purwakarta dan untuk angkatan saya, dilaksanakan di desa yang bernama desa Parakan Ceuri. Kami dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari 9 orang, di desanya kami tinggal di rumah penduduk. Saya masuk ke kelompok 25 yang ber anggotakan, saya, Alsa, Astrid Levina, Shanty, Badra, Bunawar, Ojan, Pakin, dan Kak Vadilla. Kami tinggal di rumah penduduk yang bekerja sebagai petani yang bernama Pak Cucu.
            Sebelum TO, di adakan kegitan yang dinamakan Pra-TO. Di pra TO, kami dipersiapkan bagaimana cara memasak nanti saat TO, kami disuruh membuat tongkat dan name tag perorangan. Sialnya bagi saya, Pra-TO dilaksanakan beberapa hari sebelum pentas E-Motions ke 2. Maka dari itu, selama 2 hari Pra-TO, setiap harinya saya hanya mengikuti kegiatan sampai setelah sholat zuhur saja karena keharusan untuk latihan E-Motions.  Dari kegiatan Pra-TO juga nama angkatan 11 dibentuk yaitu, Dasa Eka Cakra Bayangkara atau Dasecakra yang berketua angkatan Bayu, Maga, dan Abon.
            Setelah TO, kegiatan berlanjut lagi dengan study tour ke Bandung. Study tour yang berlangsung selama 2 hari 3 malam itu diawali dengan kunjungan ke pabrik Pudak Scientific, lalu lanjut ke Museum Geologi, terakhir ke penginapan kami yang ada di lembang. Dimalam harinya, diadakan malam keakraban. Esok paginya kami melanjutkan perjalanan ke Taman Botani. Setelah dari sana kami kembali ke Jakarta.
            Kemudian acara terakhir di kelas 10 pun datang, yaitu BINTAMA. Kurang lebih BINTAMA kegiatannya sama seperti BIMENSI di SMP. Tetepi kali ini kegiatannya jauh lebih sulit, lebih keras, di tempat yang berbeda yaitu di Kopassus, Serang. Akan tetapi saat BINTAMA hari ke 3 saya sakit jadi tidak bisa mengikuti kegiatan sepenuhnya dan harus istirahat di tempat pengobatannya.
            Berakhir juga kelas 10 dan saya pun naik ke kelas 11. Di kelas 11 ada penjurusan antara IPA atau IPS. Dan menurut minat dan bakat, saya lebih menjurus ke IPS dan Alhamdulillah di kelas 11, saya masuk di kelas 11 IPS 2. 

Dasa Eka Cakra Bayangkara

Dengan kelas 10B 

E-motions kedua (Paling kanan)

Farina - Biby - Syahla - Anne saat study tour di bandung

Biby - Haura - Dinda saat reuni scavoreight

Tidak ada komentar:

Posting Komentar