Jumat, 21 September 2012

Tugas-1 Autobiografi Camilia Adianti

16; Jumlah Lilin di Kue Ulang Tahun, Jumlah Tahun yang Telah Dijalani

Tanggal 21 Januari 1996 adalah awal dari segalanya. Ya, di tanggal itulah aku lahir di RS. Bunda, Menteng, Jakarta Pusat setelah sebelumnya Mamaku sempat mengalami keguguran tahun 1994. Aku lahir dari seorang ayah bernama Teguh Trihono(Teguh) dan Mama bernama Siti Sekarwati (Inot) yang menikah pada tanggal 27 Desember 1992. Aku lahir dengan berat 2.95 kg dan panjang 48cm. Camilia Adianti adalah nama yang diberikan kedua orangtuaku. Camilia berarti pohon yang kehijau-hijauan, serta Adianti adalah gabungan dari kata-kata Adi yang berarti satu dan Anti yang bermakna ‘Anak Teguh Inot’. Secara keseluruhan, nama belakangku berarti Anak kesatu Teguh dan Inot. Dengan diberikannya nama itu, orangtuaku berharap agar sebagai anak pertama, aku dapat meneduhkan dan melindungi keluarga kami.


Sewaktu umur 1 hari

 Masa Batita
                Semasa kecil, aku tinggal cukup jauh dari rumah sakit tempatku lahir, yaitu di Kompleks Deppen, Cibubur. Di rumah Cibubur, aku mempunyai banyak teman. Beberapa nama yang aku ingat adalah Mas Dwi, Oji, Arum, dan Riris. Aku sering sekali bermain ke rumah teman-temanku tersebut untuk sekedar menonton DVD dan makan bersama. Ngomong-ngomong soal makan, aku adalah anak yang susah sekali disuruh makan saat kecil. Pengasuhku saat kecil yang bernama Mbak Leha sampai harus berkeliling kompleks 2 sampai 3 kali sambil menyuapiku karena makanku yang sangat lama. Untuk mengisi waktu dan menambah kegiatan bermanfaat, orangtuaku mendaftarkanku di Taman Pendidikan Al-Quran(TPA). Aku senang sekali pergi ke TPA setiap sore bersama teman- teman. Hobiku semasa kecil adalah berenang. Ya, aku dibiasakan berenang sejak kecil  oleh Mama agar tidak takut air. Umur 2 tahun aku sudah berani melompat sendiri dari pinggir kolam berenang. Saat umurku 3 tahun, aku dikaruniai seorang adik perempuan bernama Nisrina Dwianti yang biasa dipanggil Wina. Karena melahirkan Wina, Mama harus menginap di rumah sakit. Hal itu membuatku sedih dan kesepian karena tidak biasa tidur tanpa Mama di rumah. Setelah menghabiskan 4 tahun tinggal di rumah Cibubur, aku dan keluarga pindah ke rumah yang aku tempati hingga sekarang yang beralamat di Jl. Taman Kebon Sirih Jakarta Pusat.



Posisi favorite saat tidur: Tengkurap dengan dot di mulut

Ulang tahun pertama, bersama Mama

Ulang tahun ke-2, bersama Ayah dan Mama

Ulang tahun ke-3

Berenang bersama Mama

Masa TK
                Setelah pindah ke Jakarta, aku disekolahkan di TK Cut-Mutiah yang jaraknya cukup dekat dengan rumah baruku. Nurul, Gaby, Kevin, Muhammad, Seno, Fariz, dan Dilla adalah nama teman sekelasku di TK. Dengan teman sekelas yang  hanya 7 orang, aku menjadi sangat akrab dengan mereka. Setiap pagi sebelum masuk ke kelas, aku mengisi absen dibantu oleh Mama. Aku ingat pernah mengikuti kegiatan bazaar di TK. Aku menjual alat tulis bergambar Harry Potter dan semuanya laku terjual. Aku juga ingat pernah memimpin pembacaan ikrar di acara manasik haji di Masjid Istiqlal yang diikuti banyak murid TK se-Jakarta. Belajar di kelas dan bermain di halaman sekolah menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan saat itu. Mencocok, menggambar, bernyanyi, menari, bermain operet, ayunan, dan perosotan adalah hal-hal yang tidak pernah absen menemani hari-hariku dan teman- teman di TK. Saat umurku 5 tahun, aku kembali dikaruniai adik perempuan yang bernama Nadhifa Trinaura yang biasa dipanggil Dhifa. Aku senang sekali mempunyai banyak adik karena menambah teman bermain di rumah. Tahun 2002 aku lulus dari TK Cut-Mutiah dan melanjutkan ke tingkat Sekolah Dasar.


Wisuda TK

Masa SD
                SD Ar-Rahman Motik di bilangan Setiabudi, Kuningan adalah sekolah pilihanku sendiri untuk melanjutkan jenjang pendidikan. “Dulu waktu milih SD, kamu Mama bawa ke Artik sama ke Besuki biar kamu bisa liat sendiri calon sekolah kamu. Eh kamu milih di Artik. Ya udah Mama daftarin.” Sejak dulu orangtuaku membebasku untuk memilih sendiri apa yang aku inginkan khususnya di bidang pendidikan. “Mama sama Ayah sih terserah kamu aja, yang penting kamu seneng dan tanggung jawab sama pilihan kamu” Kata-kata itu sering sekali diucapkan oleh kedua orangtuaku sampai sekarang.
                Hari pertama masuk SD, aku diantar sampai ke gerbang depan dan naik sendiri menuju ruang kelas 1. Aku sempat bingung harus masuk ke kelas yang mana. Namun, setelah mendengar percakapan salah satu guru dan temanku, aku jadi mengetahui kelas yang benar. Bersekolah di SD Ar-Rahman Motik sangat menyenangkan karena banyak sekali kegiatan yang yang diselenggarakan. Selama bersekolah di Artik, begitu sekolahku biasa disebut, aku berada di kelas 1B, 2A, 3B, 4A, 5B(Umar), dan 6B(Abu). Aku dan 55 temanku yang lain berada di Angkatan 18. Anisa, Olla, dan Dania adalah teman- teman dekatku selama di SD. Konflik- konflik khas anak SD pun sempat terjadi, seperti rebutan lapangan basket, saling iri antar kelas, musuh- musuhan, dan saling bertukar namun membocorkan rahasia. Aku kadang suka tertawa sendiri bila mengingat kejadian- kejadian konyol saat SD. Namun hal tersebut tidak menghilangkan kekompakan kami, Angkatan 18. Sampai sekarangpun kami masih menjaga silaturahmi dangan mengadakan buka bersama dan reuni kecil-kecilan.
                Selama di SD, ekstrakulikuler yang aku  pilih adalah Melukis, Fun Math, dan Klub Sains. Aku memang anak yang cukup aktif di kegiatan sekolah. Berbagai lomba IPa, Matematika, dan Bahasa Indonesia aku ikuti. Pergi outbond dan berjalan-jalan ke Kepulauan Seribu juga aku ikuti. Alhamdulillah, aku dapat mengkhatamkan Al-Quran pada kelas 3 dan menghafalkan juz 30 (Tahfidz) pada kelas 5. Karena aku aktif mengikuti kegiatan dan prestasi akademikku pun bagus, aku terpilih menjadi Siswa Teladan pada akhir tahun pembelajaranku di sekolah dasar.
Keadaan keluargaku pada masa SD ini cukup berwarna karena banyak kejadian baik suka maupun duka yang terjadi. Tahun 2003, aku kembali dikaruniai adik perempuan bernama Sophia Valmaiswari yang biasa dipanggil Mira. 1 tahun kemudian, peristiwa menyedihkan menghampiri aku dan keluargaku. Kami kehilangan 1 anggota keluarga kami yaitu adikku yang kedua,  Dhifa yang meninggal dunia pada usia 2 tahun 7 bulan karena sakit. Kami sekeluarga merasa sangat sedih dan kehilangan. 2 tahun berikutnya selama berturut-turut aku dan keluarga juga kehilangan ayah dari mama yang biasa aku panggil Engki serta Eyang putri, yaitu ibu dari ayahku.


Wisuda khataman, bersama Engki dan Enin

Kelas 1B

Masa SMP
                SMP Labschool Kebayoran adalah sekolah pilihanku dari sekian banyak SMP di Jakarta. Pertama kali aku masuk ke SMP Labschool Kebayoran adalah saat aku mengikuti lomba cerdas cermat pada event di bulan Ramadhan yaitu AKSI. Saat dating ke SMP Labschool Kebayoran itu, aku langsung ingin bersekolah disana karena sekolahnya yang besar, bersih, dan…….. gedungnya yang berwarna putih dan abu-abu.
                Tahun pertama di SMP Labschool Kebayoran aku habiskan bersama teman-temanku di kelas 7C yang kami namai Ra7Chet, salah satu robot di Transformers. Kelas kami banyak menjuarai lomba- lomba yang diadakan. Yang paling aku ingat adalah juara 1 lomba nasyid AKSI dan juara 1 lomba stand di kegiatan ACEX. Di semester 2 aku dipercayai oleh teman- teman menjadi wakil ketua kelas. Di kelas 7 ini ada beberapa kegiatan wajib yang harus diikuti oleh siswa-siswi SMP Labschool Kebayoran. KALAM dan LDKS adalah contohnya. Bagi siswa-siswi yang lulus LDKS, dapat melanjutkan ke tahap berikutnya agar dapat menjadi bagian dari pengurus OSIS/MPK.  Karena berminat menjadi pengurus OSIS dan Alhamdulillah dapat lulus LDKS, aku melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu Orientasi. Tahap ini terdiri dari dari tes bakat, tes agama, tes fisik, dan tes makalah. Alhamdulillah aku lolos tahap ini dan dapat mengikuti Lari Lintas Juang serta dilantik menjadi pengurus OSIS. OSIS angkatanku bernama Hasthaprawira Satya Mahadhika yang berarti Prajurit Angkatan 8 yang Jujur dan Istimewa. Aku terpilih menjadi Sie. Kesenian bersama Tasya Bellinda dan Via.

Sie. Kesenian, Via-Aku-Tasya
                Tahun kedua di SMP Labschool Kebayoran, aku masuk ke kelas 8A yang dinamai Mys8Ace. Kelas 8 juga menjadi tahun yang tidak kalah seru karena sebagai pengurus OSIS, aku dan teman-teman Hastha banyak menyelenggakaran kegiatan dan merasakan sibuknya membagi waktu antara belajar dan organisasi. Di kelas 8 ini juga diadakan Bina Mental Siswa (BIMENSI), yaitu kegiatan pembinaan mental bersama polisi di SPN Lido. Di kelas 8 ini aku dan teman- temanku juga merasakan sibuknya menjadi panitia salah satu acara terbesar di SMP Labschool Kebayoran, yaitu ACEX LABSPART.
Tahun terakhir di SMP Labschool Kebayoran menjadi tahun yang tidak dapat terlupakan. Banyak terjadi peristiwa yang penting untuk angkatan kami. Selain terpilihnya Bayu menjadi ketua angkatan, terpilihnya nama ‘Scavolendra Talvoreight’  juga merupakan peristiwa penting. Nama tersebut dipilih berdasarkan hasil voting oleh seluruh angkatan 8 SMP Labschool Kebayoran. ‘Scavolendra Talvoreight’ sendiri berarti ‘Eight is a typical entity which figure a never ending story’. Pemilihan panitia Buku Kenangan dan Celebration Day juga dilaksanakan di tahun ketiga ini. Aku sendiri terpilih menjadi anggota Sie. Dekorasi Celebration Day bersama Anne, Via, Sasha, Rani, Cicha, dan Dita. Aku masuk ke kelas 9C yang diberi nama Van9Couver.  Di kelas 9 ini aku dan teman-teman Scavoreight mengikuti kegiatan pendalaman materi yang biasa disebut Paket, agar mendapatkan hasil yang maksimal di Ujian Nasional dan SMA yang diinginkan. Aku sendiri mengikuti program jalur khusus untuk kembali melanjutkan pendidikan di SMA Labschool Kebayoran dan Alhamdulillah dapat diterima. Berbagai ujian harus diikuti untuk dapat lulus dari SMP Labschool Kebayoran. Mulai dari Ujian Sekolah, Ujian Praktek, serta Ujian Nasional. Setelah berbulan-bulan berkutat dengan segala tes dan ujian, Scavoreight lulus 100% dengan nilai yang memuaskan.

Liburan ke Bandung, bersama Via, Nindy, Bonar :)
                Pada masa remaja seperti masa SMP ini, peran keluarga bagiku sangat penting. Keluargaku sendiri adalah keluarga yang sangat menyenangkan. Ayahku adalah ayah yang ‘bisa apa aja’. Mulai dari masak, bersih- bersih, nyanyi, sampai bikin plat nomor sendiri. Dari Ayah yang orang Cirebon, mengalir darah seni di aku dan adik- adikku. Dari mulai menyanyi sampai menggambar. Sementara Mamaku yang orang Sunda tapi kelahiran Jember, adalah mama yang multitasking. Bisa mengerjakan banyak hal dalam 1 waktu. Kedua orangtuaku adalah orang yang humoris, suka bercanda. Tapi kalau waktunya serius ya serius. Adik-adikku juga adik yang baik-baik. Nyebelin kadang, tapi ngangenin. Keluargaku adalah keluarga yang doyan jalan- jalan. Dan kebanyakan, acara traveling keluargaku tidak direncanakan atau bias dibilang spontan. Seperti tahun ini, saat orangtuaku menanyakan tujuan liburan, out of nowhere dan dengan santainya aku menjawab Padang. Orangtuaku pun menyetujuinya. “You should’ve said Nashville…” kata temanku Nisya, saat aku menceritakan tentang liburanku.
Lebaran 2011, bersama sepupu dari keluarga mama

"Padahal bukan orang Padang" -Padang 2012
               
Masa SMA
                Bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, aku tidak mengalami kesulitan adaptasi karena lokasi yang masih sama dengan SMP Labschool Kebayoran serta banyak teman- teman dari SMP yang melanjutkan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran.
                Kelas XC adalah tempatku belajar selama 1 tahun pertama di SMA Labschool Kebayoran. Kelas ini begitu terkenal dengan kenakalan anak-anaknya. Mulai dari bermain- main dengan fire extinguisher, ngerjain teman yang ulangtahun di kelas, sampai mambuat hampir semua guru kelas sudah kami lakukan. XC memang kelas yang penuh cerita.

XC :)
                Di SMA, aku kembali tertarik dengan kegiatan organisasi, maka aku mengikuti rangkaian seleksi untuk menjadi OSIS dan Alhamdulillah terpilih. Aku kembali terpilih menjadi anggota Sie. Kesenian bersama Ghibon, Tikka, Avi, Sekar, Bowo, dan Nadia. Tanggung jawab besar menantiku dan teman- teman di Sie. Kesenian, karena kami akan menyelenggarakan ­event-event besar seperti Sky Avenue, Skylite dan lain- lain. Kegiatan di SMA Labschool Kebayoran juga tidak kalah menarik. BINTAMA dan Trip Observasi adalah kegiatan yang paling menyenangkan menurutku. Berbagai kepanitiaan juga kembali aku ikuti seperti menjadi  Sie. Dana dan Sie. Kesekretariatan di kegiatan Sky Avenue dan Sky Battle. Aku juga dipercaya untuk memerankan Nanera, seorang Ratu Singa di drama musical Skylite yang ditampilkan tanggal 16 September 2012 kemarin.

Skylite 2012, Duma-Dega dan Nanera B-)

SXN 2011 dan 2012
                Aku mengikuti program IPS di kelas 11 ini dan masuk ke kelas XI IPS 1. 2,5 bulan belajar bersama XI IPS 1 adalah awal yang menyenangkan. Semoga 27 teman- teman di XI IPS 1 adalah teman belajar yang tidak kalah seru dan asik.
                Tidak terasa 16 tahun sudah aku hidup di dunia ini sebagai anak, kakak, cucu, murid, dan teman. Semoga pada tahun- tahun berikutnya, aku dapat memberikan manfaat yang besar kepada keluarga, sekolah, kota, serta Indonesia, dan tetap rendah hati serta ingat kepada orang- orang hebat yang telah mengajarkanku berbagai kebaikan. Amin.
                               
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar